saham
Bongkar Isi Portofolio Saham 5 Dana Pensiun Jumbo di Indonesia dan Malaysia
Berikut ini kondisi portofolio 5 dana pensiun yang punya saham Indonesia, termasuk dana pensiun milik Malaysia. Apa saja isi sahamnya?
saham
Berikut ini kondisi portofolio 5 dana pensiun yang punya saham Indonesia, termasuk dana pensiun milik Malaysia. Apa saja isi sahamnya?
saham
Empat bank besar RI sudah merilis kinerja sampai Mei 2026. Hasilnya, laba bersih tumbuh positif semua, tetapi tantangan makro tetap membayangi, kira-kira siapa yang paling kuat menghadapi badai?
Notasi
Saham GOTO terus mencatatkan tekanan jual yang tinggi. Antrian jual tembus 200 juta lot per hari. Apakah GOTO berpotensi FCA? begini peluang dan risikonya
saham
Beberapa emiten dari grup Bakrie seperti ENRG, BNBR, dan VKTR terpantau kompak mencari tambahan modal dari rights issue. Kira-kira gimana prospek dan update-nya? apakah menarik untuk ditebus?
saham
Pemerintah dikabarkan mau membangun Pusat Finansial International Indonesia (PFII) di Bali. Sentimen ini memberikan kabar positif bagi BUVA dan MINA yang punya tanah di sana, kira-kira gimana prospeknya?
saham
Saham COCO dan BNBR mau right issue jumbo. Apakah ini menarik? kami coba berikan fakta terkait aksi right issue dan bagaimana cara actionnya
saham
PTRO dan anak usaha CDIA berkolaborasi membangun infrastruktur kendaraan listrik untuk mendukung operasional tambang yang lebih ramah lingkungan. Lantas, seberapa besar potensi kerja sama ini bagi pertumbuhan kedua emiten tersebut?
Pemerintah dikabarkan mau membangun Pusat Finansial International Indonesia (PFII) di Bali. Sentimen ini memberikan kabar positif bagi BUVA dan MINA yang punya tanah di sana, kira-kira gimana prospeknya?
Kami mencatat ada 6 saham backdoor listing major yang jadi fokus pada 2024. Lalu, bagaimana nasib keenam saham backdoor listing itu saat ini?
Berikut ini deretan saham-saham yang masih diborong 3 investor asing yang melakukan akumulasi jumlah saham terbanyak
Berikut update pergerakan jual-beli dari pemegang saham di atas 1 persen hingga akhir Juni 2026.
Solusi ngatur duit yang cerdas
Kami mencatat ada 6 saham backdoor listing major yang jadi fokus pada 2024. Lalu, bagaimana nasib keenam saham backdoor listing itu saat ini?
Berikut ini deretan saham-saham yang masih diborong 3 investor asing yang melakukan akumulasi jumlah saham terbanyak
Berikut update pergerakan jual-beli dari pemegang saham di atas 1 persen hingga akhir Juni 2026.
Emiten Prajogo Pangestu, CDIA semakin gencar ekspansi di bisnis logistik. Baru-baru ini, mereka menyepakati akuisisi armada maritim CUAN senilai Rp1,61 T, kira-kira gimana prospeknya? akankah ini menjadi mesin pertumbuhan potensial ke depan?
Saham DSSA lagi ngebut konsolidasi aset Grup Sinarmas di sektor telekomunikasi agar fokus di perseroan hingga Grup Arsari yang baru saja akuisisi sebagian aset fiber optik ISAT. Siapa yang lebih menarik?
Ekspansi bisnis ke sektor LNG semakin digencarkan AKRA, baru-baru ini kabarnya mau bangun kapal FSRU senilai Rp5,75 triliun. Kira-kira gimana prospeknya? dan seberapa besar nanti akan pengaruh ke profitabilitas?
FORU sudah mengumumkan mau melakukan aksi right issue jumbo untuk berubah jadi perusahaan batu bara, menyusul langkah MEJA dan NINE. Lalu, bagaimana prospeknya?
Saham HEXA secara mengejutkan mengalami kerugian di tiga bulan kuartal keempat. Apa penyebabnya? dan bagaimana nasib dividennya?
Kemenperin mengusulkan pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) untuk memangkas birokrasi dan mendorong pertumbuhan sektor industri. Akankan jadi sinyal positif untuk KIJA-SSIA Cs?
Aksi korporasi dari perusahaan di Grup Bakrie masih sangat ramai sepanjang 2026. Mulai dari DEWA yang akhirnya bagi dividen perdana setelah 19 tahun listing, hingga BUMI yang melepas sebagian bisnis emasnya ke BRMS. Lalu, bagaimana prospek ketiga saham ini ke depan? Masih menarik untuk dilirik?
Salah satu saham growth investing mikirsaham naik 107 persen. Begini prospek ke depannya.
MTEL tengah mempersiapkan merger dua anak usahanya, menariknya momen ini bertepatan dengan lelang frekuensi 700 MHz dan 2.6 GHz yang akan mendorong permintaan infrastruktur telekomunikasi. Kira-kira gimana prospeknya ke depan? menarik dilirik sahamnya?