Prospek Saham ELIT yang Lirik Peluang Ekspansi ke Eropa Barat Saat Pendapatan Kuartal I/2026 Susut

Saham ELIT mengungkapkan rencana ekspansi ke Eropa Barat. Lalu, bagaimana dengan prospeknya?

Share
saham ELIT

Mikirduit – ELIT berencana melakukan ekspansi ke Eropa Barat untuk menangkap peluang permintaan kebutuhan layanan cloud dan cybersecurity di sana. Hingga perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari tahun buku 2025 dan menganggarkan belanja modal Rp55 miliar pada tahun ini (nilai itu lebih besar dari belanja modal di 2025 senilai Rp50 miliar saat ekspansi ke Malaysia). Jadi, bagaimana prospek saham ELIT?

Manajemen ELIT mengungkapkan pihak sudah mencapai tahap diskusi secara verbal dan bisa closing kesepakatan dalam jangka dekat untuk ekspansi ke Eropa Barat. Mereka memutuskan ekspansi ke Eropa Barat karena dari 4 pihak yang ditemuinya memiliki masalah yang sama, yakni adanya kebutuhan sumber daya manusia untuk layanan cloud dan cybersecurity.

“Nantinya, Kami berencana menjadikan yang di Eropa barat sebagai basis sales layanannya, sedangkan operasional bisnis akan menggunakan sumber daya dari Indonesia. Sehingga, pihaknya bisa mendapatkan tingkat margin keuntungan yang lebih optimal. Saat ekspansi ke luar negeri, kami cenderung mengambil strategi akuisisi yang sudah punya pasar ketimbang memulai dari nol,” ujarnya dalam public expose pada 17 Juni 2026.

Langkah ELIT ke luar negeri ini menjadi yang kedua dari sebelumnya pada 2025 ekspansi ke Malaysia. ELIT melakukan akuisisi Iloken System Sdn. Bhd. pada 15 Juli 2025. Jika mengacu ke laporan keuangan, estimasi nilai akuisisi 49,28 persen saham Iloken itu mencapai Rp11,96 miliar.

Dalam laporan keuangan 2025, pendapatan dari bisnis di Malaysia yang baru berjalan sebagian periode waktu mencatatkan hasil sekitar Rp2,58 miliar. Jika dihitung dari laba bersih ELIT sekitar Rp33 miliar, kontribusi dari laba bersih Iloken sekitar 7,4 persen.

Sayangnya, kinerja Iloken pada kuartal I/2026 malah mengalami kerugian Rp263 miliar. Padahal, manajemen menargetkan bisnis di Malaysia bisa mencatatkan kenaikan kontribusi antara 10-15 persen dari total pendapatan.

Adapun, ELIT mengaku melakukan ekspansi ke luar negeri untuk mendiversifikasi sumber pendapatan sehingga saat ekonomi salah satu negara tengah melambat, perseroan masih bisa mencatatkan sumber pendapatan lainnya.

Dalam mendukung rencana ekspansi itu, ELIT juga menganggarkan belanja modal senilai Rp55 miliar hingga tidak membagikan dividen terlebih dulu.

Tantangan Bisnis ELIT Saat Kinerja Penjualan Kuartal I/2026 Susut

ELIT mencatatkan tekanan penjualan yang cukup signifikan setelah mengalami penurunan 37 persen menjadi Rp84 miliar dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.

Tekanan pendapatan itu berasal dari layanan managed service yang turun 40 persen menjadi Rp74 miliar. Jika dilihat faktornya, salah satunya adalah hilangnya catatan pendapatan dari Kemendikbud yang sebelumnya berkontribusi sekitar Rp27 miliar. 

Selain produk utama, ELIT juga mencatatkan penurunan dari segmen lain-lain sebesar 66 persen menjadi Rp2,6 miliar.

Meski begitu, gross profit margin perseroan justru naik menjadi 30 persen dibandingkan dengan 22 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Meski, secara laba kotor masih turun 16 persen menjadi Rp26 miliar.

Menakar Peluang Kebangkita Saham AMMN, Begini Prospeknya
Saham AMMN mulai bangkit setelah terjerembab lebih dari 40 persen dari awal tahun. Menariknya, momen ini terjadi saat harga tembaga yang erat dengan bisnis AMMN lagi naik-naiknya, apakah ini jadi peluang melirik lagi saham ini?

Dalam kondisi tersebut, laba bersih ELIT masih tumbuh 10 persen menjadi Rp8 miliar. Hal itu didorong oleh efisiensi biaya operasional sebesar 14 persen menjadi Rp21,5 miliar, serta adanya kenaikan pendapatan usaha lainnya sebesar 118 persen menjadi Rp4,71 miliar.

Pendapatan usaha lainnya ini berupa penjualan aset tetap senilai Rp4,3 miliar. Masalahnya, jika tidak ada penjualan aset tetap ini, laba usaha ELIT tetap mengalami penurunan 41 persen menjadi sekitar Rp5 miliar.

Manajemen berdalih penurunan pendapatan perseroan sepanjang kuartal I/2026 sebagai upaya untuk mencari potensi pendapatan dengan margin keuntungan yang lebih baik. Hal itu terbukti dari tingkat gross profit margin pada kuartal I/2026 menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

promo mikirsaham

Salah satu prospek pendapatan ELIT ada dari layanan mengelola pusat data nasional (PDN). Manajemen mengaku sudah melirik-lirik terkait tender hal tersebut. Tapi, masih melakukan berbagai pertimbangan untuk submit.

Tantangan dari bisnis perseroan saat ini adalah permintaan yang ada sekarang lebih cenderung untuk cost efficiency ketimbang ekspansi. Manajemen mengklaim hal itu tetap di-cover oleh layanan perseroan.

Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini