5 Fakta Saham JELI yang Kamu Wajib Tahu Sebelum Ikutan Pesan IPO-nya
Ada 5 fakta saham JELI yang wajib kamu ketahui sebelum ikut IPO-nya. Untuk pertimbangan strategi yang paling cocok dengan saham ini.
Mikirduit – Akhirnya, IPO kedua tahun ini muncul. Kali ini, datang dari saham sektor consumer goods. Lalu, seberapa menarik IPO ini? kami rangkum 5 fakta IPO PT Niramas Utama Tbk. atau JELI di ini.
JELI IPO dengan Harga Rp900 - Rp1.120 per saham
JELI menawarkan 350 juta lembar saham baru yang setara 25,93 persen dari total saham. Perseroan menawarkan rentang harga sekitar Rp900 - Rp1.120 per saham dengan target dana sekitar Rp392 miliar.
Saham JELI dimiliki oleh Ham Pak Japyusuf Hamdani melalui PT Supra Pangan Lestari yang menjadi pemilik 89 persen PT Niramas Utama Internasional, yang merupakan pengendali dari JELI.
JELI Gunakan Dana IPO Mayoritas untuk Ekspansi
Dana Rp392 miliar itu akan digunakan JELI untuk:
Pertama, 51,04 persen atau Rp191 miliar digunakan untuk penyertaan modal ke anak usaha, yakni PT Niramas Pandaan Sejahtera. Nantinya, dana itu akan digunakan untuk:
- Beli 1 line mesin Tannis 400 compact senilai Rp106 miliar
- 1 line extruder machine 450kh senilai Rp61 miliar
- Reachtruck total lifting 2 ton 12 m senilai Rp693 juta.
- Instalasi sumur deepwell senilai Rp383 juta
- Kompressor CSDX 175 dan Air Dryer senilai Rp1,36 miliar
- Instalasi mesin slurry seasoning senilai Rp231 juta
- Sirkulasi udara ruang produksi snack senilai Rp1,02 miliar
- Penambahan / peremajaan mesin mini jelly senilai Rp3,26 miliar
- Izin naik daya listrik menjadi 1600kVA senilai Rp823 juta
- Instalasi mesin crusher senilai Rp397 juta
- Boiler steam 10 ton Samson + Instalasi senilai Rp10,38 miliar
- Racking system 3 levels senilai Rp5,64 miliar
Namun, semua proses pengadaan dan perjanjian di atas masih dalam tahap negosiasi dan diskusi. Rencana transaksi paling lambat pada kuartal IV/2027.
Kedua, 18,36 persen atau Rp69 miliar dana akan digunakan untuk pembelian mesin sebagai berikut:
- 1 Line Multi Machine termasuk packaging senilai Rp6,33 miliar
- Tank Double Jacket 250 liter senilai Rp682 juta
- Backwash System senilai Rp5 miliar
- Tata Udara Line P3 senilai Rp3,9 miliar
- Racking otomatis level 5 senilai Rp9,69 miliar
- Double Jacket Tank 250 liter senilai Rp682 juta
- Jelly Filling Machine sejumlah 3 unit senilai Rp9,7 miliar
- 14 line automatic flavour senilai Rp14,56 miliar
- Buntaro 1500 senilai Rp685 juta
- 1 Line Conveyor Cooling & Dry System senilai Rp5,55 miliar
- Renovasi gudang di Pabrik Bekasi enilai Rp12 miliar
Ketiga, sekitar 10,63 persen akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 sekitar Rp40 miliar. Setelah pemnbayaran tersebut, JELI masih ada utang KMK senilai Rp54 miliar dengan jatuh tempo pada 29 Januari 2027.
JELI Pemimpin Pasar Produk Jelly
JELI memiliki tiga kategori produk utama, yakni produk jelly, nata de coco, dan pudding. Dalam posisi bisnisnya, JELI menjadi pemimpin pasar di segmen bisnis jelly dengan market share hingga 49,57 persen. Lalu, Nata de coco menjadi pemain utama dengan market share 19,87 persen, dan pudding dengan market share 16,01 persen.

Pendapatan JELI Mengalami Penurunan dalam Dua Tahun Terakhir
Jika dilihat dari segi pertumbuhan laba bersih 2024 dan 2025, kinerja JELI memang terlihat menarik. Pada 2024, JELI mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 10.000 persen menjadi Rp11,63 miliar. Lalu, pada 2025, laba bersih JELI naik 254 persen menjadi Rp39 miliar. Net profit margin pun naik dari 0,2 persen pada 2023 menjadi 1,48 persen pada 2024, serta 5,18 persen pada 2025.
Namun, hal yang jadi perhatian adalah penurunan pendapatan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, pendapatan JELI turun 6,02 persen menjadi Rp788 miliar, sedangkan pada 2025 turun 4,49 persen menjadi Rp753 miliar.
Artinya, pertumbuhan laba bersih didorong oleh efisiensi ketimbang pertumbuhan pendapatan.
Dari keterangan di prospektus, perbaikan biaya beban pokok pendapatan didorong oleh aksi mengurangi produk yang dianggap kurang menguntungkan dan memiliki margin keuntungan yang rendah. Hasilnya, beban pokok penjualan bisa turun 12,58% pada 2025 ketika pendapatan hanya turun 4 persen.
Selain itu, salah satu penyokong efisiensi JELI lainnya adalah terkait harga bahan baku yang mencatatkan penurunan sepanjang 2025.
Lalu, JELI juga menaikkan harga jual produksi pada akhir 2024. Kombinasi semua faktor itu yang membuat net profit margin JELI menjadi lebih tinggi.

Saham JELI Ditawarkan dengan Harga Premium dan Dalam Kondisi Perusahaan Sudah Matang
Ada beberapa pertimbangan terkait saham JELI:
- Secara bisnis dalam fase matang hal itu terlihat dari mencari ruang pertumbuhan dengan efisiensi.
- Secara valuasi cukup tinggi, PE dengan harga IPO dan jumlah lembar saham pasca IPO sekitar 31-38 kali. Posisi yang cukup mahal untuk saham consumer goods
- Ada penurunan penjualan yang terjadi dalam dua tahun berturut-turut. Meski, indikasinya karena adanya penghentian produk dengan margin keuntungan yang kurang bagus
- Tingkat debt to equity ratio (DER) tembus 1,15 kali. Jika pembayaran pokok utang dilakukan dari dana IPO, tingkat DER menjadi 0,87 kali. Meski DER di atas 1,15 kali, Interest coverage ratio (ICR)-nya masih 4 kali.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
