Korelasi Piala Dunia dengan Risiko Koreksi di Pasar Saham, Mitos atau Fakta?

Share
pasar saham

Mikirduit – Ada banyak yang bilang pasar saham cenderung mengalami penurunan saat jelang dan ketika piala dunia berlangsung. Lalu, bagaimana faktanya?

Kami mencoba mendalami beberapa pasar saham dunia mulai dari S&P 500, Shanghai Stock Exchange, Hang Seng Stock Exchange, Nikkei Stock Exchange, Bitcoin, dan IHSG.

Menariknya, korelasi antara pasar saham dan Piala Dunia ini juga sempat dibuat risetnya oleh Chenyang Liu, Siung C. Bae, dan Taek Ho Kwon lewat riset berjudul Gambling sentiment spillover to stock markets: Evidance from China surrounding FIFA World Cup yang dirilis pada 2025.

Salah satu temuan menariknya, pasar saham China dan Hong Kong memang cenderung mengalami koreksi saat 1 bulan sebelum dan ketika Piala Dunia berlangsung.

Shanghai Stock Exchange mencatatkan penurunan pasar saham hingga 8,01 persen di Juni 2018 (ketika Piala Dunia berlangsung). Lalu, pasar saham China mencatatkan penurunan 1,97 persen pada Desember 2022 ketika Piala Dunia berlangsung. (Piala dunia 2022 mayoritas terjadi di Desember 2022).

Sementara itu, untuk Hang Seng cenderung mencatatkan penurunan H-1 bulan sebelum gelaran piala dunia. Misalnya, pada 2010, Hang Seng mencatatkan penurunan indeks 6,36 persen pada Mei 2010 sebelum gelaran piala dunia pada Juni 2010.

Lalu, Hangseng tidak mengalami penurunan harga saham yang cukup signifikan di periode 1 bulan jelang Piala dunia 2014. Malah, indeks Hang Seng naik 4,28 persen sepanjang Mei 2014. Namun, indeks Hang Seng juga sudah tertekan sejak awal tahun, setelah di Januari 2014 turun 5,45 persen.

Tren penurunan indeks Hang Seng jelang Piala Dunia terjadi lagi pada 2018. Kala itu Indeks Hang Seg turun 1,1 persen pada Mei 2018. Penurunan pasar saham Hong Kong berlanjut hingga Agustus 2018.

Terakhir, pasar saham Hong Kong mengalami penurunan pada Oktober 2022 (jelang Piala Dunia 2022) sebesar 14,72 persen dalam sebulan.

Namun, dari hasil riset tersebut, efek psikologis dari periode Piala Dunia bukan sekadar meningkatnya aktivitas judi bola. Namun, juga meningkatnya spekulasi saham-saham yang masuk kategori saham gorengan dalam riset tersebut.

Dalam riset tersebut, saham gorengan disebut mencatatkan keuntungan yang lebih tinggi selama Piala Dunia dibandingkan dengan saham fundamental. Artinya, ada perubahan perilaku yang terjadi selama Piala Dunia, termasuk minat melakukan aksi spekulatif.

Dalam catatan riset tersebut, aktivitas gambling lebih cenderung dilakukan oleh investor ritel. Hal itu terlihat dari adanya aksi net sell oleh transaksi skala kecil di saham fundamental. Lalu, transaksi-transaksi kecil itu mencatatkan aksi beli lebih banyak di saham gorengan.

promo Mikirsaham

Apakah Ada Aksi Jual Saham untuk Spekulasi Pertandingan Piala Dunia?

Jawabannya tidak terbukti 100 persen karena dari riset tersebut tidak terbukti ada uang investor keluar lalu masuk untuk spekulasi pertandingan Piala Dunia.

Jika melihat di kondisi negara lain atau aset lain seperti Bitcoin, polanya memang tidak 100 persen sama.

Misalnya, di indeks S&P 500, pada 2010 mengalami penurunan pada Mei sebesar 8,2 persen dan Juni sebesar 5,39 persen ketika Piala Dunia berlangsung. Namun, hal itu tidak terjadi di 2014 dan 2018, yang mana S&P 500 cenderung mencatatkan kenaikan saat sebelum dan ketika Piala Dunia berlangsung.

Namun, pada 2022, pola itu ada lagi, S&P 500 mencatatkan penurunan 5,9 persen pada Desember 2022 ketika Piala Dunia berlangsung.

Pola pasar saham Jepang lebih mirip dengan S&P 500. Nikkei mencatatkan penurunan pada Juni 2010 sebesar 3,95 persen tepat saat Piala Dunia digelar. Namun, Nikkei tidak mengalami penurunan indeks saham saat satu bulan sebelum maupun ketika Piala Dunia 2014 digelar. Namun, pola penurunan 1 bulan sebelum Piala Dunia kembali terjadi di 2018. Kala itu, Nikkei turun 1,18 persen pada Mei 2018. Lalu, Nikkei juga turun saat Piala Dunia 2022 setelah turun 6,7 persen pada Desember 2022.

15 Saham Dividen Pilihan Mikirduit untuk Tahun Buku 2026, Begini Strateginya
Kami sudah merilis 15 saham dividen pilihan yang paling menarik untuk tahun buku 2026. Lalu, bagaimana strateginya?

IHSG lebih memiliki pola tekanan saat 1 bulan sebelum atau ketika Piala Dunia mulai berjalan. Pada Mei 2010 memang mencatatkan penurunan 5,87 persen dalam sebulan tepat sebelum Piala Dunia 2010 dimulai. Lalu, IHSG juga turun 0,31 persen ketika Piala Dunia 2014 digelar. Kemudian, IHSG turun 0,18 persen di Mei 2018 dan 3,08 persen di Juni 2018 saat periode Piala Dunia 2018. Terakhir, IHSG turun 0,25 persen di November 2022 dan 3,26 persen di Desember 2022 ketika Piala Dunia 2022 berjalan.

Lalu, Bitcoin punya pola yang lebih random. Pada 2014, tidak ada efek penurunan signifikan yang terjadi di Bitcoin jelang maupun saat Piala Dunia. Namun, pada 2018 Bitcoin mengalami penurunan 18,37 persen pada Mei 2018 dan 21,87 persen pada Juni 2018 tepat sebelum Piala Dunia 2018. Terakhir, Bitcoin mengalami penurunan 16,21 persen pada November 2022 dan 3,05 persen pada Desember 2022 ketika Piala Dunia berlangsung.

Dari riset dan pergerakan indeks saham dan Bitcoin, tidak ada bukti kuat penurunan harga saham terjadi karena faktor tersebut. Khusus dari riset itu lebih menyoroti psikologis spekulasi cenderung meningkat saat piala dunia terjadi dengan sample utama dari saham di China.

Infografik Mikirduit

Korelasi Pasar Saham & Bitcoin terhadap Piala Dunia

Studi pola historis 1 bulan sebelum Piala Dunia dimulai dan saat bulan-bulan Piala Dunia berlangsung untuk Nikkei, Hang Seng, Shanghai, IHSG, S&P 500, dan Bitcoin pada edisi 2010, 2014, 2018, 2022, serta pekan pertama 2026.

Kesimpulan utama: tidak ada pola jual yang konsisten secara global. Yang terlihat justru pola yang campuran, berbeda antar aset dan antar edisi Piala Dunia.

Verdict

Korelasi cenderung lemah

Piala Dunia tidak selalu diikuti aksi jual 1 bulan sebelumnya. Tahun 2010 cenderung risk-off, 2014 justru risk-on, sedangkan 2018, 2022, dan 2026 lebih campuran.

1 Bulan Sebelum

2010 paling serempak negatif

Menjelang Piala Dunia 2010, mayoritas aset yang tersedia sama-sama melemah. Namun pola itu tidak terulang secara stabil pada 2014, 2018, 2022, maupun 2026.

Saat Turnamen

Tekanan lebih sering campuran

Di fase bulan Piala Dunia, beberapa aset justru rebound. Bitcoin adalah aset yang paling sering terlihat lemah saat periode turnamen dibanding indeks saham utama.

2026 W1

IHSG & Bitcoin paling tertekan

Pada snapshot pekan pertama / MTD Juni 2026, pelemahan paling dalam terlihat pada IHSG (-12,89%) dan Bitcoin (-14,18%).

1 Bulan Sebelum Piala Dunia Dimulai

Untuk edisi 2010, 2014, 2018, dan 2026 digunakan Mei. Untuk edisi 2022 digunakan Oktober karena Piala Dunia Qatar dimulai pada November.

Aset 2010 2014 2018 2022 2026*
Nikkei -11.65% +2.29% -1.18% +6.36% +11.88%
Hang Seng -6.36% +4.28% -1.10% -14.72% -2.30%
Shanghai N/A N/A +0.43% -4.33% -1.06%
IHSG -5.87% +1.11% -0.18% +0.83% -11.92%
S&P 500 -8.20% +2.10% +2.16% +7.99% +5.15%
Bitcoin N/A +34.21% -18.37% +5.12% -3.76%

Saat Periode Bulan Piala Dunia Terjadi

Edisi 2010, 2014, 2018 memakai Juni & Juli. Edisi 2022 memakai November & Desember. Untuk 2026, karena baru pekan pertama, digunakan Juni MTD / snapshot awal turnamen.

Aset 2010 2014 2018 2022 2026*
Nikkei Jun -3.95%Jul +1.65% Jun +3.62%Jul +3.03% Jun +0.46%Jul +1.12% Nov +1.38%Dec -6.70% Jun +0.39%W1 / MTD
Hang Seng Jun +1.84%Jul +4.48% Jun +0.47%Jul +6.75% Jun -4.97%Jul -1.29% Nov +26.62%Dec +6.37% Jun -0.88%W1 / MTD
Shanghai N/A N/A Jun -8.01%Jul +1.02% Nov +8.91%Dec -1.97% Jun -1.00%W1 / MTD
IHSG Jun +4.17%Jul +5.34% Jun -0.31%Jul +4.31% Jun -3.08%Jul +2.37% Nov -0.25%Dec -3.26% Jun -12.89%W1 / MTD
S&P 500 Jun -5.39%Jul +6.88% Jun +1.91%Jul -1.51% Jun +0.48%Jul +3.60% Nov +5.38%Dec -5.90% Jun -2.59%W1 / MTD
Bitcoin N/A Jun +3.78%Jul -8.00% Jun -21.87%Jul +30.02% Nov -16.21%Dec -3.05% Jun -14.18%W1 / MTD

Pembacaan Pola per Edisi

2010

Menjelang turnamen: cenderung risk-off serempak di aset yang tersedia.

Saat turnamen: Asia dan IHSG rebound, sementara S&P 500 sempat lemah di Juni lalu pulih di Juli.

2014

Edisi dengan pola paling positif. Satu bulan sebelum turnamen mayoritas aset naik, dan selama bulan Piala Dunia pun banyak indeks tetap hijau.

2018

Tekanan lebih terasa pada Asia dan Bitcoin. Hang Seng, IHSG, dan Bitcoin cenderung melemah, sementara S&P 500 relatif lebih kuat.

2022

Paling campuran karena jadwal bergeser ke Nov–Des. Hang Seng dan Shanghai sempat menguat kuat di November, tetapi IHSG dan Bitcoin justru melemah.

2026 (W1)

Snapshot awal menunjukkan IHSG dan Bitcoin paling lemah. Namun pasar global belum seragam, sehingga terlalu dini menyebut ada pola global yang solid.

Takeaways Cepat

  • Tidak ada bukti pola universal bahwa semua pasar selalu turun 1 bulan sebelum Piala Dunia.
  • 2010 mendukung narasi sell-off, tetapi 2014 justru membantahnya karena mayoritas aset naik.
  • Bitcoin adalah aset yang paling volatil dan paling sering tampak lemah saat fase bulan turnamen.
  • IHSG terlihat cukup sensitif pada beberapa edisi, terutama 2018, 2022, dan 2026 awal, tetapi polanya tetap belum konsisten sepanjang seluruh sampel.
  • Secara umum, hubungan yang terlihat lebih tepat disebut korelasi lemah / pola historis campuran, bukan sebab-akibat yang kuat.

Kondisi per awal Juni 2026

Menariknya, jika melihat kondisi sebulan penuh di Mei 2026 dan pekan pertama Juni 2026, mayoritas pasar saham dan aset mengalami tekanan.

  • Hang Seng mencatatkan penurunan 2,3 persen di Mei 2026 dan 0,88 persen sepanjang pekan pertama Juni 2026.
  • Shanghai Indeks mencatatkan penurunan 1,06 persen pada Mei 2026 dan 1 persen pada pekan pertama Juni 2026
  • S&P 500 mencatatkan penurunan 2,59 persen sepanjang pekan pertama Juni 2026
  • Bitcoin turun 3,76 persen pada Mei 2026 dan 14,34 persen pada pekan pertama Juni 2026
  • IHSG turun 11,92 persen pada Mei 2026 dan 12,89 persen pada pekan pertama di Juni 2026
  • Hanya Nikkei yang belum mencatatkan penurunan posisi pada Mei 2026 hingga pekan pertama Juni 2026.

Namun, kami menilai ada pola penurunan yang sama yang juga bisa disebabkan oleh sentimen makro dan sebagainya yang bertepatan dengan Piala Dunia.

Kamu Bisa Dapatkan Pilihan Saham Dividen dan Konsultasi-kan Strateginya Langsung dalam Grup Diskusi Bersama Mikirsaham

Gabung dengan Mikirsaham Pro hingga Elite untuk menentukan strategi investasi dan trading saham-mu. Kami memberikan fitur dari pilihan saham value, growth, contrarian, dividend, hingga swing trade mingguan, serta strategi-nya. Kamu juga bisa berkonsultasi via Grup hingga Private serta mendapatkan insight analisis saham terkini. 

Join ke Mikirsaham dengan klik link di sini