Ekspansi Nikel Telah Rampung, Begini Prospek HRUM yang Tinggal Tunggu Panen Investasinya
Saham HRUM telah menyelesaikan seluruh ekspansinya ke nikel dan belum ada ekspansi besar yang akan dilakukan. Lalu, bagaimana peluang dan tantangan saham HRUM ke depannya?
Mikirduit – HRUM mengungkapkan seluruh investasi jumbo di sektor nikel sudah selesai dilakukan. Pada tahun ke depannya, tidak ada investasi jumbo lagi. Sehingga, emiten Kiki Barki itu bisa dibilang tinggal panen hasil investasi yang telah dilakukan dalam 5-7 tahun terakhir. Jadi, bagaimana peluang HRUM ke depannya?
Sepanjang kuartal I/2026, HRUM mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 16 persen menjadi 345 juta dolar AS. Laba bersih HRUM juga naik 61 persen menjadi 8,9 juta dolar AS. Salah satu yang menjadi sorotan adalah terkait laba konsolidasi HRUM yang naik 272 persen tembus 27,1 juta dolar AS, tapi dari segi laba ke entitas induk hanya sebagian kecil di 27,1 juta dolar AS.
Manajemen mengungkapkan hal tersebut disebabkan oleh produksi unit bisnis batu bara perseroan yang rendah sehingga mempengaruhi laba ke pemegang saham induk secara keseluruhan.
Bisnis batu bara HRUM tertekan sepanjang kuartal I/2026 karena faktor persetujuan RKAB yang agak terlambat dari Kementerian ESDM sehingga hanya bisa beroperasi 25 persen dari target terlebih dulu.
Kinerja bisnis batu bara HRUM memang turun signifikan pada kuartal I/2026. Pendapatan turun 69 persen menjadi 37,43 juta dolar AS, sedangkan laba usaha turun 75 persen menjadi 7,9 juta dolar AS.
Di sisi lain, bisnis batu bara HRUM juga hanya mencatatkan kuota produksi dari Kementerian ESDM sekitar 3 juta ton. Jumlah itu 40 persen lebih rendah dari realisasi produksi 2025. Untuk peluang revisi RKAB di tengah tahun, HRUM mengungkapkan masih menunggu pembuatan laporan kuartal II/2026 selesai sehingga baru bisa dilakukan di Juli 2026.
Nikel Makin Dominan, Tapi Laba Induk Belum Sepenuhnya Nendang
Kinerja PT Harum Energy Tbk pada kuartal I/2026 terlihat membaik secara konsolidasi. Pendapatan naik, EBITDA melebar, dan laba berjalan melonjak. Namun, cerita utamanya bukan cuma angka laba, melainkan pergeseran HRUM dari emiten batubara menjadi pemain nikel terintegrasi.
1. Ringkasan Kinerja Keuangan Q1/2026
2. Mesin Utama Sudah Bergeser ke Nikel
Nikel: Jadi Tulang Punggung
Kontribusi nikel terhadap total penjualan Q1/2026. Volume penjualan nikel naik 40% YoY menjadi 20.907 ton, dengan ASP naik 29% YoY menjadi US$15.073 per ton.
Batubara: Lagi Tertekan
Kontribusi batubara ke total penjualan Q1/2026, turun jauh dari 42% pada Q1/2025. Volume penjualan batubara turun 94% YoY menjadi 0,1 juta ton.
3. Posisi Neraca: Aset Naik, Tapi Leverage Ikut Membesar
Yang Positif
Aset tetap dan properti pertambangan naik seiring ramp-up ekosistem nikel. Piutang usaha juga meningkat, mengindikasikan aktivitas penjualan yang lebih besar di awal 2026.
Yang Perlu Diawasi
Utang kepada pemegang saham non-pengendali entitas anak naik menjadi US$763,8 juta. Ini terkait pembiayaan proyek nikel, terutama BSE/HPAL, sehingga beban bunga dan struktur kepemilikan perlu terus diperhatikan.
4. Guidance Manajemen 2026
5. Kondisi Tambang: Cadangan Batubara & Sumber Daya Nikel
Cadangan & Sumber Daya Batubara
| Tambang | Sumber Daya | Cadangan | Kalori |
|---|---|---|---|
| MSJ | 339 jt ton JORC + 6 jt ton Non-JORC | 36 jt ton | 5.800–6.400 kcal/kg |
| SBB | 109 jt ton JORC + 573 jt ton Non-JORC | 25 jt ton | 5.400–6.400 kcal/kg |
| KUP | 20 jt ton Non-JORC | 3 jt ton | 5.800–6.400 kcal/kg |
POS: Kunci Integrasi Nikel
6. Risiko yang Perlu Dipantau Investor
Risiko 1: Flow-through Laba
Laba konsolidasi sudah membaik, tetapi laba ke pemilik induk belum sebesar laba berjalan grup. Investor perlu memantau apakah kontribusi BSE, WMI, IMI, dan POS makin terlihat di laba induk.
Risiko 2: Biaya Produksi HPAL
Kenaikan harga sulfur dapat menekan biaya produksi BSE. Manajemen menyebut sebagian biaya bisa diteruskan ke pelanggan, tetapi tetap bergantung pada kondisi demand-supply produk.
Risiko 3: RKAB & Pasokan Bijih
Integrasi vertikal HRUM sangat bergantung pada besaran RKAB POS. Jika RKAB terbatas, pasokan internal bijih nikel ke smelter bisa belum optimal.
Risiko 4: Batubara Belum Normal Sepenuhnya
Q1/2026 sangat lemah karena masalah perizinan. Jika produksi batubara tidak pulih pada kuartal berikutnya, kontribusi laba induk bisa tetap tertahan.
3 Takeaways Cepat
Nikel kini menjadi penyumbang mayoritas pendapatan HRUM, dengan volume dan ASP yang naik kuat secara YoY.
Pemulihan produksi batubara setelah izin diperoleh bisa membantu laba induk lebih terlihat di kuartal berikutnya.
POS menentukan pasokan bijih internal, sedangkan BSE menentukan apakah ekspansi HPAL bisa memberi laba yang lebih optimal.
Prospek Bisnis Nikel HRUM
Salah satu penopang bisnis HRUM adalah bisnis nikel yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 91 persen menjadi 334 juta dolar AS. Lalu, laba usaha segmen nikel juga naik menjadi 880 persen menjadi 49 juta dolar AS.
Kinerja nikel HRUM berpotensi meningkat signifikan karena Blue Sparkling Energi yang memiliki smelter HPAL untuk produksi MHP akan mulai optimal di tahun ini. Smelter yang sudah masuk persiapan produksi sejak akhir 2025 itu sudah mencatatkan penjualan komersial sekitar 4.091 ton di kuartal I/2026. Lalu, target penjualan MHP HRUM itu ditargetkan tembus 45.000 - 50.000 ton sampai akhir tahun ini.

Selain itu, HRUM juga mau mengoptimalkan tambang nikelnya di PT Position. Harapannya, PT Position bisa memenuhi 50 persen dari total kebutuhan bijih nikel smelter internal perseroan. Sebelumnya, PT Position hanya bisa memenuhi 10 persen dari total kebutuhan bijih nikel smelter perseroan.
Tantangannya, PT Position masih dalam proses hukum terkait dugaan aktivitas tambang ilegal di tanah adat. Manajemen meyakinkan kalau proses hukum tersebut tidak mempengaruhi operasional perusahaan tambang nikel perseroan.
Risiko lainnya adalah kenaikan harga sulfur yang berpotensi mempengaruhi struktur biaya dari produksi smelter HPAL perseroan. Meski, potensi kenaikan biaya smelter HPAL cenderung bertahap karena perseroan masih punya cadangan pasokan sulfur dengan harga yang lama.
Kenaikan harga sulfur juga tidak bisa dibebankan langsung ke konsumen karena harga jual-nya akan tergantung demand dan supply.
Dampak Ekspor Satu Pintu ke Prospek HRUM
Adapun, HRUM yang memiliki bisnis batu bara dengan komposisi 80 persen ekspor serta produk nikel mengungkapkan ada potensi terdampak dari kebijakan ekspor satu pintu via PT DSI.
Namun, dampak terbesar akan terasa di penjualan batu bara yang 80 persen ekspor. Namun, pihaknya masih belum bisa menilai seperti apa dampak dari ekspor satu pintu karena implementasi ekspor satu pintu juga dilakukan secara bertahap.

Hanya saja, sejak pemerintah merilis kebijakan ekspor satu pintu, China disebut menunda untuk mengambil batu bara dari Indonesia untuk memantau terkait kebijakan baru tersebut.
Di sisi lain, untuk produk nikel posisinya masih tanda tanya. Manajemen masih mengonfirmasi apakah seluruh produk nikel terhitung harus ekspor satu pintu atau tidak. Dalam keterangannya, produk feronikel yang terhitung masuk ekspor satu pintu. Namun, belum dijelaskan tipe feronikel yang mana yang termasuk dalam aturan ekspor satu pintu? NPI dengan kadar nikel terendah, MHP, atau Nickel Matte?
Kesimpulan
Dari segi potensi kinerja keuangan, HRUM berpotensi mencatatkan pertumbuhan agresif di 2026. Lalu, HRUM juga tinggal menunggu cuan hasil ekspansinya ke nikel. Jadi, ada potensi jika laba bersih menarik, HRUM bisa membagikan dividen pada tahun buku 2026.
Catatannya, untuk ruang pertumbuhan kinerja HRUM di 2027 akan tergantung dari optimalisasi smelter HPAL yang kapasitasnya sekitar 67.000 ton, sedangkan perkiraan produksi di 2025 hanya 45.000 - 55.000 ton. Serta, akan melihat seberapa besar demand nikel dan batu bara pada tahun depan.
Kamu Bisa Dapatkan Pilihan Saham Dividen dan Konsultasi Strateginya Langsung dalam Grup Diskusi Bersama Mikirsaham
Gabung dengan Mikirsaham Pro hingga Elite untuk menentukan strategi investasi dan trading saham-mu. Kami memberikan fitur dari pilihan saham value, growth, contrarian, dividend, hingga swing trade mingguan, serta strategi-nya. Kamu juga bisa berkonsultasi via Grup hingga Private serta mendapatkan insight analisis saham terkini.
Join ke Mikirsaham dengan klik link di sini
