Lika-liku Tender Offer Sukarela DSSA untuk Ambil Alih KETR

Banyak yang galau dengan rencana aksi korporasi KETR. Dari, alasan kenapa menggunakan VTO, harga yang belum meroket, hingga ada broker AZ yang terus jualan. Jadi, gimana peluang dan risikonya?

Share
saham ketr

Mikirduit – Rumor KETR mau diakuisisi Grup Sinarmas mulai terealiasi dari keterbukaan informasi terkait penawaran tender sukarela dari anak usaha DSSA. Jadi, apakah prospek KETR menjadi semakin menarik?

DSSA melalui PT Inti Mas Bangun Sejahtera berencana menawarkan 994,4 juta lembar saham KETR dengan harga Rp523 per saham lewat tender offer sukarela. Nantinya, jika tender offer sukarela sukses, anak usaha DSSA akan menjadi pengendali KETR dengan porsi kepemilikan 35 persen.

Dalam transaksi tender offer sukarela itu ada satu syarat yang harus dipenuhi, yakni tender offer sukarela akan dieksekusi jika jumlah yang berpartisipasi mencapai minimal 35 persen atau 994 juta lembar. Jika transaksi di bawah angka itu, berarti tender offer sukarela tidak akan dilanjutkan.

Dari syarat tersebut, tantangan terbesar adalah harga pelaksanaan tender offer di bawah harga pasar.

Dalam simulasi di prospektus, DSSA ekspektasi akan mendapatkan 562 juta lembar dari PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara, 122 juta lembar dari PT Gema Lintas Benua, 10 juta lembar dari Petrus Sartono, dan 300 juta lembar dari publik.

Berarti, ada total 35 persen dari jumlah saham publik yang diharapkan ikut dalam voulantary tender offer ini. Di sini, menjadi risiko tersendiri karena posisi harga pelaksanaan di bawah harga pasar.

Kecuali, PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara meningkatkan porsi yang dilepas via tender offer.

Di sisi lain, salah satu eks pengendali lama melalui PT Gema Lintas Benua mulai melepas saham KETR secara bertahap. Ini menjadi salah satu tekanan untuk saham infrastruktur telekomunikasi itu bisa melaju.

Gema Lintas Benua sudah mencatatkan penurunan kepemilikan saham dari 25 persen pada akhir 2025 menjadi tersisa 12 persen hingga 21 April 2026.

Adapun, broker AZ (Sucor Sekuritas) menjadi top seller saham KETR dari 22 April hingga 11 Juni 2026 senilai Rp12,2 miliar dengan rata-rata harga Rp567 per saham. AZ ini digunakan Gema Lintas Benua untuk transaksi. Namun, catatan aksi jual Gema Lintas Benua sejak 21 April 2026 sudah tidak ada lagi, serta catatan kepemilikan Gema Lintas Benua tidak mengalami perubahan hingga Akhir Mei 2026.

Artinya, transaksi dari broker AZ setelah 21 April 2026 belum tentu dilakukan oleh Gema Lintas Benua. Transaksi bisa saja dilakukan oleh pihak afiliasinya atau reksa dana Sucor yang bertransaksi menggunakan akun Sucor. Soalnya, ada penurunan jumlah kepemilikan lembar saham dari reksa dana pada akhir Mei 2026 dibandingkan dengan akhir April 2026 sebesar 63 persen.

15 Saham Dividen Pilihan Mikirduit untuk Tahun Buku 2026, Begini Strateginya
Kami sudah merilis 15 saham dividen pilihan yang paling menarik untuk tahun buku 2026. Lalu, bagaimana strateginya?

Memahami Peluang dan Risiko Transaksi DSSA di Saham KETR

Jika melihat peluangnya, nama DSSA yang juga menggarap sektor telekomunikasi via EXCL dan MORA dan kini mengakuisisi KETR menjadi salah satu cerita yang menarik. Artinya, jika benar ada akuisisi, akan ada integrasi bisnis telekomunikasi antara DSSA-EXCL-MORA-KETR.

Namun, pertanyaan terbesar, kenapa transaksi akuisisi dilakukan via voulantary tender offer?

Sebenarnya, ada beberapa kelebihan transaksi akuisisi melalui voulantary tender offer. Salah satunya, proses bisa lebih cepat dan tidak perlu melakukan mandatory tender offer.

Lalu, biaya transaksi bisa lebih efisien karena harga saham tidak akan terbang lebih tinggi dulu yang bisa membuat biaya mandatory tender offer lebih tinggi.

Namun, ada juga kekurangannya. Kita tidak mengetahui apakah transaksi voulantary tender offer (VTO) ini sudah deal dengan pemegang saham pengendali sebelumnya atau tidak. Jika sudah ada kesepakatan terkait kepastian pelepasan sesuai syarat minimal, berarti transaksi ini aman. Tapi, jika tidak ada kesepakatan dan berharap ada pemegang saham publik menutup kekurangan kebutuhan pelepasan saham di VTO agar terjadi, ini menjadi risiko besar. Alasannya, harga pelaksanaan tender offer sukarela berada di bawah harga pasar.

Jika ternyata transaksi tidak jadi karena jumlah lembar saham yang dilepas di bawah ketentuan, berarti transaksi batal dan itu bisa jadi tekanan untuk harga saham perseroan.

promo mikirduit

Dalam kisah VTO yang berubah pengendali, ada kisah sukses dari SILO pada 2024. Kala itu, Sight investment mensyaratkan transaksi tender offer bisa dilakukan jika terserap minimal 40 persen dari total saham dari target 45 persen.

Selain SILO, baru-baru ini juga ada yang telah menyelesaikan proses VTO untuk potensi perubahan pengendali, yakni IATA. Harga pelaksanaan VTO-nya di atas harga pasar Rp99 per saham. VTO-nya tidak ada syarat khusus. Setelah VTO selesai, IATA pun mengalami perubahan pengendali menjadi PT Karya Pacific Investama. Namun, alih-alih harga saham melamapui harga pelaksanaan VTO, Harga IATA malah sideways di Rp62 per saham.

Artinya, transaksi DSSA mengakuisisi KETR ini memang menarik, tapi ada sisi risiko jika faktor VTO tidak berjalan lancar dan transaksi dibatalkan.

Curi Start Pilih Saham Diskon yang Sudah Dikurasi oleh Tim Mikirsaham Sekarang Juga!

Gabung dengan Mikirsaham Pro hingga Elite untuk menentukan strategi investasi dan trading saham-mu. Kami memberikan fitur dari pilihan saham value, growth, contrarian, dividend, hingga swing trade mingguan, serta strategi-nya. Kamu juga bisa berkonsultasi via Grup hingga Private serta mendapatkan insight analisis saham terkini. 

Join ke Mikirsaham dengan klik link di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Siap-siap ada DISKON 55% pada 15-18 Juni 2026 dengan Klik di sini