4 Konglomerat yang Terlibat di Bazar Saham IPO Juni 2026
Ada 4 konglomerat yang terlibat di bazar saham IPO Juni 2026, ada siapa saja, dan bagaimana prospeknya? simak selengkapnya di sini
Mikirduit – Setelah puasa cukup lama, akhirnya Bazaar IPO di IDX kembali muncul. Sektor sahamnya cukup beragam, tapi ada konsentrasi ke beberapa konglo di balik saham-saham tersebut. Jadi,bagaimana prospek saham-saham IPO di bawah kendali konglo tersebut?
Ada dua konglo yang cukup besar menaungi di bawah 6 saham IPO di Juni 2026, yakni Grup Djarum dan Emtek (EMTK). Saham IPO yang terafiliasi Grup Djarum ada di BACH, yang pasca IPO, emiten tersebut akan diambil alih oleh anak usaha TOWR lewat pasar negosiasi. Lalu, ada EMTK yang secara tidak langsung memiliki pengaruh di IPO JECX via SAME dan juga RANS via IEG.
Di luar itu, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, dan Pieter Tanuri juga terlibat secara tidak langsung dalam gelaran bazar IPO kali ini, seperti Prajogo Pangestu via TPIA berinvestasi di PRDA yang terafiliasi dengan PRDL. Lalu, Pieter Tanuri hingga Anthoni Salim terhubung dengan IPO RANS via anak usaha BOLA yang jadi pemegang saham di sana.
Sehingga ada empat saham IPO yang terafiliasi konglo, yakni BACH, JECX, RANS, dan PRDL. Jadi, bagaimana prospek masing-masing saham tersebut?
Saham BACH yang Terafiliasi dengan TOWR Milik Grup Djarum
BACH memiliki bisnis terkait jual dan sewa genset, serta jasa konstruksi serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi Indonesia. Emiten ini bukan cuma pedagang genset biasa, tapi juga menjual gensetnya ke rantai kebutuhan power backup dan maintenance infrastruktur telekomunikasi. Apalagi, sejak PT Global Telekomunikasi Prima yang terafiliasi dengan TOWR dan Grup Djarum akuisisi perusahaan ini pada Juli 2023.
Dari segi sumber pendapatan, penjualan genset menjadi yang paling agresif bertumbuh sepanjang 2025 sebesar 93% menjadi Rp853 miliar. Pendapatan itu melampaui pendapatan dari konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi yang turun 4,4 persen menjadi Rp754 miliar.
Dengan menggunakan modal Rp213 miliar untuk membeli 436 unit genset, ruang pertumbuhan bisnis genset BACH masih bisa bertumbuh.
Hal yang kami coba menerka-nerka apakah BACH akan ada hubungannya dengan rencana ekspansi TOWR ke EBT. TOWR berencana ekspansi ke EBT dalam bentuk PLTS yang akan supporting ke menara telekomunikasi off grid (yang belum dijangkau PLN). Sehingga mereka bisa lebih efisien ketimbang menggunakan genset.
Jika iya, ini bisa menjadi momentum selanjutnya untuk saham BACH.
Hingga periode jelang IPO, Grup Djarum memang hanya memiliki 30 persen saham BACH melalui PT Global Telekomunikasi Prima. Namun, maksimal setelah 5 hari pasca listing di IDX, Grup Djarum akan membeli 1,04 miliar lembar saham milik PT Bach Multi Sukses Investama lewat crossing saham di pasar negosiasi. Setelah transaksi itu, Grup Djarum disebut akan memiliki sekitar 51 persen saham BACH.

Saham JECX yang Sebagian Sahamnya Dimiliki oleh SAME, dari Grup EMTK
JECX dimiliki oleh PT Magna Selaras Lestari yang memegang 10,15 persen sama JECX. Secara struktur kepemilikan, Magna Selaras Lestari itu dimiliki oleh Dokter hingga Karyawan dari rumah sakit mata JEC. Struktur kepemilikan terbesar antara lain:
- Dr. Darwan Madja Purba pegang 19,78 persen saham Magna Selaras Lestari
- Dr. Waldensius Girsang memegang 10,48 persen Magna Selaras Lestari
- Drg. Rifi Arianti pegang 6,97 persen saham Magna Selaras Lestari
- Prof Dr. Widya Artini Wiyogo pegang 6,83 persen Magna Selaras Lestari
- Koperasi Karyawan JEC pegang 3,92 persen saham Magna Selaras Lestari
- PT Makmur Candi Sejahtera pegang 0,67 persen saham Magna Selaras Lestari
Dalam IPO-nya, JECX menawarkan sekitar 487 juta lembar saham baru atau setara 15% total lembar saham. Dengan skema, 325,32 juta lembar dalam bentuk saham baru dan 162 juta lembar hasil divestasi oleh pemegang saham.
Harga IPO yang ditawarkan sekitar Rp1.200 - Rp1.400 per saham. Sehingga total dana IPO sekitar Rp683 miliar, tapi yang masuk ke perseroan hanya Rp455 miliar (karena Rp227 miliar masuk ke pemegang saham yang melakukan divestasi).
Pihak yang melakukan divestasi saham JECX lewat IPO adalah Dr. Waldensius Girsang. Sebelumnya, Dr. Waldensius Girsang pegang 6,21% saham JECX. Setelah divestasi, Dr. Waldensius Girsang hanya pegang 0,59% saham perseroan.
Di sisi lain, SAME tercatat sejak 2023 sudah menjadi pemegang saham 28 persen di JECX. Sehingga, secara tidak langsung JECX menjadi entitas asosiasi dari SAME, yang tergabung dengan Grup EMTK.
Menariknya JECX nantinya adalah jika selepas IPO, SAME meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan rumah sakit mata tersebut. Namun, kami menilai dengan valuasi saat ini yang terlampau tinggi, mungkin SAME akan menunggu waktu beberapa waktu pasca IPO.
Salah satu momentum JECX antara lain, medical tourism di Bali yang dianggap sebagai salah satu peluang utama. Pasar wisata kesehatan Indonesia diperkirakan sekitar USD1,7 miliar pada 2024 dan berpotensi naik menjadi USD9,6 miliar pada 2033. Selain itu, sekitar 1 juta warga Indonesia masih berobat ke luar negeri setiap tahun dengan estimasi devisa keluar mendekati Rp200 triliun.
JECX menyiapkan JEC Bali @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sanur. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan diproyeksikan melayani sekitar 30.000 kunjungan pasien pada tahun pertama operasionalnya.
Ini adalah katalis paling menarik, tapi juga risiko eksekusi. Kalau JEC Bali @ Sanur berhasil, JECX bisa punya positioning kuat di layanan mata premium dan medical tourism. Tapi kalau utilisasi pasien lambat, fasilitas baru bisa menekan margin.

Geng EMTK, Anthoni Salim, Pieter Tanuri yang Nangkring Jadi Pemegang Saham Minoritas RANS
RANS memiliki komposisi pemegang saham yang cukup kompleks. Total ada 8 pemegang saham selain Raffi Ahmad di perusahaan entertainemnt tersebut dengan porsi:
- PT Indonesia Entertainment Grup (IEG) milik EMTK (Anthoni Salim ada kepemilikan minoritas di EMTK) pegang 9,04%
- Soultan Ariq Rachman (Provident Capital Partner) pegang sekitar 3,43%
- Dony Oskaria (Paman Nagita dan Eksekutif di Danantara) pegang 3,42%
- Sutanto Hartono yang merupakan eksekutif di Grup EMTK sebesar 1,43%
- Nagita Slavina (istri Raffi) sebesar 1,24%
- Kaesang pangarep (anak Presiden Jokowi) pegang sebesar 1,14%
- Hikmat Janika, birokrat yang menjabat koordinator satuan pelaksana instalasi pemeliharaan prasarana dan sarana RSUD Pasar Minggu sekitar 0,86%
- PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi terkait saham BOLA punya 0,76% (Pieter Tanuri dan Salim ada porsi kepemilikan di saham BOLA)
Para pemegang saham pre-IPO ini akan lock-up kepemilikan hingga 8 bulan pasca listing.
Di sisi lain, RANS yang IPO dengan target dana sekitar Rp429 miliar memberikan narasi berencana ekspansi.
RANS menggunakan dana IPO-nya untuk kebutuhan:
- Pelunasan seluruh utang pokok ke BNI senilai Rp29 miliar
- Pembangunan wahana edukatif Cipungland senilai Rp80 miliar
- Opex penyelenggaraan konser lokal dan internasional di berbagai kota senilai Rp161 miliar
- Pembentukan entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi untuk bisnis AI senilai Rp34 miliar
- Akuisisi kepemilikan saham PT Rans Kosmetika Indonesia / Slavina senilai Rp84,9 miliar
- Sisa dana sekitar Rp37 miliar untuk setoran modal ke anak usaha RNS
Namun, kami menemukan beberapa hal yang bisa jadi concern seperti:
Pertama, RANS baru saja membagikan dividen jumbo senilai Rp167 miliar yang setara 298 persen dari total laba bersih 2025 perseroan. Alasannya, dividen itu merupakan akumulasi dalam beberapa tahun ke belakang.
Anehnya, tidak lama setelah pembagian dividen tahun buku 2025, RANS IPO dengan target dana Rp429 miliar dan alasan mau ekspansi. Hal ini menimbulkan pertanyaan, kenapa menghabiskan cash untuk dividen lalu merencanakan IPO untuk menghimpun dana segar lagi.
Kedua, bisnis RANS tengah mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir dari segi pendapatan maupun laba bersih. Adapun, laba bersih 2024 RANS terlihat naik karena adanya aksi jual atau divestasi bisnis klub bola perseroan.

Jejak Prajogo Pangestu di Saham PRDL
Ada satu nama yang menarik perhatian dari salah satu IPO, yakni Prajogo Pangestu. Nama Prajogo muncul setelah entitas terafiliasi-nya PRDA, yakni PRDL melakuan IPO. Nama Prajogo muncul karena TPIA adalah pemegang saham minoritas dari PRDA.
Nama TPIA muncul sebagai pemegang saham sebesar 1,28% dari PRDA. Dari manajemen TPIA menjelaskan jika tujuan perseroan membeli saham PRDA murni untuk investasi non-strategis.
Selain PRDA, TPIA juga memegang saham SSIA sebesar 4,88 persen, serta CDIA memegang 60 persen. Khusus untuk CDIA adalah anak usaha perseroan.
PRDL melakukan IPO dengan menawarkan 522 juta lembar saham setara 30 persen dari total lembar saham ke publik.
PRDL menawarkan harga IPO sekitar Rp100 - Rp120 per saham. Dari IPO ini, PRDL akan mendapatkan dana segar maksimal Rp62 miliar. Penjamin emisi IPO ini antara lain Sucor Sekuritas yang juga bawa IPO JELI (IPO kedua di 2026).
Dalam skema IPO PRDL ini, perseroan juga mengadakan program alokasi saham pegawai atau ESA dengan jumlah maksimal 36,6 juta lembar saham atau setara 7 persen dari jumlah saham yang ditawarkan ke publik via IPO.
Dana IPO senilai Rp62 miliar itu akan digunakan untuk tiga hal utama, yakni:
Pertama, Rp35,6 miliar akan digunakan untuk pelunasan fasilitas pokok ke BBCA dan PNBN.
Kedua, Rp17,9 miliar akan digunakan untuk belanja modal termasuk pembelian dan peralatan kalibrasi, kendaraan, system software, re-layout area produksi dan penambahan AHU Lab Biomolekuler.
Ketiga, Rp5,21 miliar akan digunakan untuk modal kerja termasuk pembelian bahan baku, pengembangan produk, dan penjualan serta marketing.
Menariknya, secara status, saham PRDL ini adalah sister company dari PRDA. Alasannya, PRDA hanya memegang 39 persen saham PRDL, sedangkan 51 persen saham PRDL dipegang pengendali PRDA juga, yakni PT Prodia Utama. Artinya, status PRDL di PRDA adalah entitas asosiasi.
Lalu, ada satu pemegang saham yang merupakan investor strategis Prodia, yakni Diasys Diagnostic System GmbH yang memegang 10 persen dari total saham PRDL sebelum IPO. Posisi Diasys bukan hanya pemegang saham, tapi keduanya punya kontrak kerja sama jangka panjang yang baru ditandatangani untuk perpanjangan pada April 2026 kemarin hingga 17 April 2033. Kerja sama itu terkait dengan lisensi untuk memproduksi reagen di bawah pengawasan DiaSys serta menggunakan brand DiaSys atau Proline dengan bahan baku dari Diasys.
Tips Beli Saham IPO
Pertanyaannya, dari deretan bazar saham IPO ini, mana yang paling menarik dilirik?
Untuk jawaban sahamnya ada di Mikirsaham, tapi kalau mau klu-nya bisa memperhatikan beberapa poin ini:
- Supply lembar saham baru yang diterbitkan
- Apakah supply lembar saham yang dilepas ke publik ada porsi divestasi atau tidak, jika ada bisa jadi perhatian untuk lebih berhati-hati
- Rekam jejak penjamin emisi
- Pengendali akhir
- Tujuan dan detail aksi korporasi yang akan dilakukan pasca IPO jika ada
- Jadwal IPO lainnya yang berpotensi bentrok dan bisa menyerap likuiditas sehingga ada salah satu saham IPO yang zonk
Selain itu, kami juga berikan strategi beli:
- Jika kamu punya dana di bawah Rp100 juta, kamu bisa bagi dana-mu itu ke hampir semua saham. Alasannya, mau berapa pun modalnya selama di bawah Rp100 juta berpotensi mendapatkan porsi yang hampir sama. (tergantung minat)
- Jika kamu mau konsentrasi di saham IPO yang potensial dengan modal maksimal di atas Rp100 juta (tapi tidak bisa dibagi ke beberapa saham IPO), masuk ke saham IPO yang jadwalnya berbeda meski berdekatan. Masuk via Penawaran Umum.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

