Membongkar Risiko Bisnis Zankore by ISAT yang Diproyeksikan Menambah Laba Rp1,4 triliun
Saham ISAT heboh karena berkolaborasi dengan NVDA, Ooredoo, dan Nokia membangun Factory AI bernama Zankore. Lalu, apakah ISAT bisa meroket tinggi?
Mikirduit – Saham ISAT melonjak 15 persen dalam sepekan terakhir setelah meluncurkan Zankore by Indosat pada 6 Agustus 2026. Lalu, apa itu Zankore dan dampaknya terhadap kinerja ISAT?
Key Takeways
- Zankore membuka sumber pertumbuhan baru bagi ISAT, dengan target awal kapasitas AI Factory 200 MW yang ditopang teknologi NVIDIA dan berpotensi memberi kontribusi laba sekitar Rp1,4 triliun per tahun mulai 2028 jika proyeksi berjalan sesuai rencana.
- Potensinya besar, tetapi struktur bisnis AI Factory sangat padat modal dan berisiko tinggi, karena kebutuhan GPU, server, networking, data center, depresiasi, hingga pembiayaan bisa menekan laba seperti yang terlihat pada CoreWeave meski pendapatannya tumbuh agresif.
- Valuasi ISAT di kisaran Rp3.000-an baru masuk akal jika Zankore benar-benar menghasilkan laba sesuai ekspektasi, sehingga setelah kenaikan harga terbaru sahamnya lebih menarik untuk trading, sedangkan investor jangka panjang sebaiknya mewaspadai risiko mengejar harga sebelum kontribusi bisnis AI terbukti.
- Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Cara Menumbuhkan Kekayaan dari Multi Aset. Belajar dari 0 manajemen aset hingga praktek dan komposisi aset yang pas untuk menghadapi peluang dan tantangan 2026-2027 selama 2 Hari secara Online. Early Bird cuma Rp250.000 (Hanya untuk 50 pendaftar pertama) dengan klik link di sini
ISAT bersama Grup Ooredoo, Nokia, dan NVDA melakukan kolaborasi untuk membangun infrastruktur AI generasi terbaru untuk pasar global dan Asia-Pasifik sebagai titik awal pengembangannya.
Tapi, apa sebenarnya yang mau dibangun ini?
Zankore by Indosat ini adalah AI Factory yang merupakan konsep sistem atau infrastruktur terintegrasi yang dirancang untuk mengubah data mentah menjadi produk kecerdasan buatan. Jadi, proses pengolahan data untuk menjadi aktivitas AI dibangun di AI Factory tersebut
Nantinya, AI Factory Zankore by Indosat ini ditargetkan menjadi AI Factory NVIDIA DSX sebesar 1 Gigawatt. Ini akan menjadi AI Factory terbesar di Asia Tenggara.
Untuk tahap awal, Zankore akan menyediakan sekitar 200 MW kapasitas AI menggunakan NVIDIA GB300 NVL72. Nantinya, fasilitas ini akan rampung di semester I/2027.
Lalu, AI Factory juga akan terintegrasi dengan NVIDIA DSX MaxLPS yang mengoptimalkan daya secara dinamis di seluruh laposan GPU, serta meningkatkan kapasitas komputas dalam batas daya yang tersedia.
MaxLPS dirancang untuk dapat memaksimalkan kapasitas komputasi hingga lebih dari 40 persen. Dengan begitu, harapannya Zankore bisa optimal melayani pengguna dan menjadi pendorong potensi pendapatan ISAT.
Dalam kolaborasi ini, Grup Ooredoo menjadi sponsor utama yang menyediakan modal jangka panjang hingga memperluas jangkauan AI Factory ke skala regional. Llu, NVDA memperkuat AI Factory lewat accelerated computing, software AI, GPU generasi terbaru, dan ekosistem AI global. Dari segi Nokia, menghadirkan jaringan berbasis AI untuk menciptakan infrastruktur AI yang aman dan berkinerja tinggi.
Komposisi pemegang saham Zankore by Indosat antara lain, 49 persen dimiliki oleh Ooredoo Group, sedangkan 51 persen dimiliki secara bersama-sama oleh ISAT, NVDA, dan Nokia. Dalam hubungan kepemilikan ini, kepemilikan ISAT di Zankore disebut lebih tinggi dari NVDA dan Nokia, tapi masih lebih rendah dari Ooredoo Group, sehingga ada potensi sekitar 15-30 persen.
Lalu, dari hasil kolaborasi ini, apa dampak ke prospek saham ISAT?

Dampak ke Kinerja ISAT
Dari dua riset analisis dari Mirae Aset dan Indopremier menghasilkan analisis yang cukup optimistis.
Dikutip dari Kontan pada 10 Agustus 2026, Analis Mirae Aset Sekuritas Daniel Widjaja mengatakan Zankore punya target pendapatan 13 miliar dolar AS dengan EBITDA kumulatif sekitar 9 miliar dolar As dalam 5 tahun.
Dari kebutuhan belnaja modal sekitar 5,9 miliar dolar AS, 90 persen belanja modal digunakan untuk mendorong kapasitas critical IT load sekitar 200 MW untuk komputasi dengan kapasitas efektif mencapai 180 MW.
Dengan kebutuhan daya listrik 135 KW per rak GB300 NVL72, fasilitas itu bisa menampung sekitar 1.333 rak atau 96.000 GPU.
Dengan asumsi harga per rak sekitar 3,85 juta dolar AS, modal untuk GPU sekitar 5,1 miliar dolar AS, serta alokasi 15 persen untuk jaringan untuk penyimpanan data, fit-out. Sehingga biaya per MW sekitar 29,5 juta dolar AS yang masih berada di rata-rata industri sekitar 25 juta - 40 juta dolar AS.
Dari hitungan kasar ISAT punya porsi kepemilikan 30 persen di Zankore, berarti kontribusi dari bisnis tersebut terhadap ekuitas ISAT mencapai Rp8,8 triliun.
Dari segi pendapatan diperkirakan bisa menghasilkan sekitar 2,9 miliar dolar AS, EBITDA sekitar 2 miliar dolar AS, hingga laba bersih sekitar 1,1 miliar dolar AS. Dari total proyeksi itu, ISAT bisa dapat bagian Rp1,4 triliun per tahun mulai dari tahun buku 2028.
Pertanyaannya, apakah proyeksi itu realistis?
Jawabannya, struktur biaya dari AI Factory tidak semudah itu. Salah satu saham AI Factory yang sudah IPO adalah CoreWeave (CRWV). Saham yang sudah listing di Nasdaq pada Maret 2025 itu punya kapasitas tembus 1,5 GW. Lalu, apakah saham ini telah mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan?
Dari segi pendapatan, CRWV memang sudah mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan. Per kuartal II/2026 mencatatkan pertumbuhan 112 persen menjadi 2,58 miliar dolar AS. Lalu, CRWV juga mencatatkan revenue backlog sekitar 104,2 miliar dolar AS.
EBITDA Adjusted-nya juga tumbuh 101 persen menjadi 1,51 miliar dolar AS. Namun, dari segi adjusted EBITDA margin malah turun menjadi 59 persen dibandingkan dengan 62 persen. Lalu, adjusted operating income turun 36 persen menjadi 128 juta dolar AS.
Dari segi bottom line, CRWV masih rugi 626 juta dolar AS. Kerugian ini meningkat dibandingkan dengan 290 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.
Lalu, kenapa bisa rugi? sebenarnya secara bisnis, operasional CRWV masih menghasilkan uang. Tapi, setelah depresiasi dan bunga, total bottom line-nya malah merugi.
Kenapa depresiasinya tinggi, karena CRWV harus membeli infrastruktur yang mahal mulai dari GPU NVDA, Server, Networking, Storage, Liquid Cooling, Rack, dan data center infrastruktur.
Salah satu kelebihan ISAT dibandingkan dengan CRWV adalah, jika nantinya setelah suntikan modal 800 juta dolar AS, ISAT tidak perlu mencari tambahan leverage yang mendorong kenaikan cicilan utangnya. Adapun, salah satu penyebab CRWV mengalami kerugian antara lain karena kenaikan beban bunga seiring dengan rencana ekspansi yang dilakukan.
Mau mulai investasi saham AS dan ETF? Kamu bisa pilih gunakan 5 aplikasi ini:
- XTB Indonesia bisa mendapatkan bonus maksimal 25 Dolar AS, daftar dengan kode MIKIRDUIT dari link ini
- Pluang bisa berpeluang mendapatkan hadiah hingga Rp1 juta dengan klik link ini
- Ajaib dapatkan hadiah jika join dengan klik link ini
- Nanovest dapatkan bonus Rp40.000 jika join dengan klik link ini
- Gotrade Indonesia berkesempatan untuk dapat hadiah 120 dolar AS dengan klik link ini
Namun, hal yang harus dipahai adalah modal dari Ooredoo senilai 800 juta dolar AS dengan proyeksi laba bersih bisa mencapai Rp1,4 triliun untuk bagian ISAT di 2028 berpotensi tidak berjalan mulus. Bisnis ini memiliki risiko cost yang tinggi karena peminatnya sedang melonjak.
Ditambah, jika ada faktor yang membuat ekspansi ke sektor ini sangat tinggi, tapi demand menciut karena faktor ekonomi hingga risiko kenaikan suku bunga bank sentral. Sektor ini bisa tertekan untuk mulai melakukan seleksi alam.
Kesimpulan
Dari riset Mirae, mereka berikan target harga saham ISAT di Rp2.700 per saham, sedangkan Indopremier sekitar Rp3.600 per saham. Jadi, apakah ISAT perlu dikejar?
Jika dihitung dengan asumsi pertumbuhan laba bersih ISAT bisa naik Rp1,4 triliun di 2028. Memang, asumsi wajar saham ISAT bisa tembus Rp3.000-an (dari perhitungan kami di Rp3.030 per saham).
Namun, catatannya, angka itu jika benar-benar Zankore menghasilkan laba Rp1,4 triliun pada 2028. Masalahnya, kalau rugi justru bisa jadi tekanan. Toh, bisnis ini memiliki risiko tinggi dari segi biaya, terutama terkait GPU.
Proyek kerja sama Zankore dengan NVDA memiliki motif:
- NVDA butuh konsumen yang lebih luas untuk menjaga pertumbuhannya tetap agresif. Apalagi, mereka lagi dapat momentum sebagai chip andalan terkait AI.
- Ooredoo ingin masuk ke bisnis AI dengan potensi trafik terpadat dan persaingan masih terbatas, yakni Asean.
Untuk itu, dalam posisi harga saham ISAT yang sudah berfluktuasi saat ini lebih cocok untuk trading. Tapi, jika ingin investasi hold lebih lama berarti harus berani tunggu potensi konsolidasi daripada nekat kejar harga dengan timeframe jangka panjang.
Dapatkan Insight dan Belajar Saham dengan Praktek Langsung Bersama Founder Mikirduit
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
