5 Fakta Saham IPO PRDL yang Wajib Diketahui Sebelum Beli Sahamnya
Kini, saham IPO ketiga tahun ini juga sudah rilis, kali ini entitas terafiliasi dengan PRDA. Berikut 5 fakta yang wajib kamu ketahui.
Mikirduit – Saham IPO ketiga tahun ini ada dari entitas terafiliasi PRDA, yakni Proline atau PRDL. Berikut 5 fakta saham IPO PRDL yang wajib kamu ketahui sebelum membeli sahamnya.
PRDL berstatus entitas asosiasi dan sister company PRDA.
Secara status, saham PRDL ini adalah sister company dari PRDA. Alasannya, PRDA hanya memegang 39 persen saham PRDL, sedangkan 51 persen saham PRDL dipegang pengendali PRDA juga, yakni PT Prodia Utama. Artinya, status PRDL di PRDA adalah entitas asosiasi.
PRDL menawarkan harga IPO sekitar Rp100 - Rp120 per saham untuk 522 juta lembar saham atau setara 30 persen dari total lembar saham. Dari IPO ini, PRDL akan mendapatkan dana segar maksimal Rp62 miliar. Penjamin emisi IPO ini antara lain Sucor Sekuritas yang juga bawa IPO JELI (IPO kedua di 2026).
Dalam skema IPO PRDL ini, perseroan juga mengadakan program alokasi saham pegawai atau ESA dengan jumlah maksimal 36,6 juta lembar saham atau setara 7 persen dari jumlah saham yang ditawarkan ke publik via IPO.
Dana IPO mayoritas digunakan untuk bayar utang
Dana IPO senilai Rp62 miliar itu akan digunakan untuk tiga hal utama, yakni:
- Rp35,6 miliar akan digunakan untuk pelunasan fasilitas pokok ke BBCA dan PNBN.
- Rp17,9 miliar akan digunakan untuk belanja modal termasuk pembelian dan peralatan kalibrasi, kendaraan, system software, relayout area produksi dan penambahan AHU Lab Biomolekuler.
- Rp5,21 miliar akan digunakan untuk modal kerja termasuk pembelian bahan baku, pengembangan produk, dan penjualan serta marketing.
PRDL punya kemitraan dengan perusahaan Jerman Diasys Diagnostic System GmbH
ada satu pemegang saham yang merupakan investor strategis Prodia, yakni Diasys Diagnostic System GmbH yang memegang 10 persen dari total saham PRDL sebelum IPO. Posisi Diasys bukan hanya pemegang saham, tapi keduanya punya kontrak kerja sama jangka panjang yang baru ditandatangani untuk perpanjangan pada April 2026 kemarin hingga 17 April 2033. Kerja sama itu terkait dengan lisensi untuk memproduksi reagen di bawah pengawasan DiaSys serta menggunakan brand DiaSys atau Proline dengan bahan baku dari Diasys.

Kinerja PRDL sempat anjlok di 2024 karena distributor terbesar mengalami PKPU
Saham PRDL mencatatkan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat optimal di 2025. Pendapatan perseroan naik 26,79% menjadi Rp74,37 miliar, sedangkan laba bersih naik 69% menjadi Rp16,9 miliar.
Namun, ada catatannya dari pertumbuhan kinerja PRDL ini, yakni hal itu disebabkan oleh low base pertumbuhan kinerja di 2024. Jadi, kinerja PRDL di 2024 mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Pendapatan PRDL di 2024 turun 47% menjadi Rp58 miliar, sedangkan laba bersih turun 72% menjadi Rp9,99 miliar.
Penurunan kinerja PRDL di 2024 disebabkan dari kondisi PKPU yang dialami oleh PT Rajawali Nusindo pada periode tersebut. Jadi, Rajawali Nusindo ini salah satu distributor produk hematologi terbesar PRDL. Sehingga kasus PKPU-nya membuat tekanan kinerja yang cukup signifikan ke perseroan.
Hingga 2025, kontribusi penjualan ke Rajawali Nusindo telah mengalami penurunan. Dari 77% pada 2023, menjadi 44% pada 2024, dan 33% pada 2025.
Selain Rajawali Nusindo, 3 distributor besar PRDL lainnya antara lain PT Visi Trading Distribusi, PT Sumbermitra Agungjaya, dan PT Innovasi Diagnostika. Namun, selisih kontribusi antara Rajawali Nusindo dan tiga distributor lainnya itu terhadap pendapatan PRDL memang cukup signifikan.
Jika dihitung, kontrak kerja sama antara PRDL dengan Rajawali Nusindo sudah terjalin sejak 2022 dan memiliki kontrak terbaru hingga 23 Januari 2028.

PRDL punya ketergantungan dengan proyek pemerintah
Tantangan terbesar dari PRDL adalah kontribusi kinerja dari segmen pemerintah cukup besar. Secara keseluruhan, proyek pemerintah berkontribusi hingga 66,2% dari total pendapatan.
Sehingga kinerja PRDL juga akan tergantung bagaimana dengan skema belanja pemerintah. Jika ada efisiensi anggaran di sektor kesehatan, kinerja PRDL berpotensi terdampak.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
