Kalkulasi Potensi Upside Saham BYAN Jika Rumor Haji Isam Ambil Alih dari Low Tuck Kwong Jadi Kenyataan
Kabar terbaru muncul setelah Haji Isam dan Low Tuck Kwong bertemu. Tiba-tiba muncul rumor Haji Isam mau akuisisi BYAN. Lalu, bagaimana fakta sebenarnya?
Mikirduit – Saham BYAN dirumorkan bakal diakuisisi oleh Haji Isam. Kabar tersebut muncul setelah Haji Isam diketahui sedang melakukan peninjauan lokasi bersama Low Tuck Kwong sebagai pemegang saham pengendali BYAN bersama Norman Joesoef pemilik Republik Korpora Indonesia. Lalu, mau dibawa kemana harga saham BYAN selanjutnya?
Key Takeaways
- Rumor akuisisi BYAN oleh Haji Isam masih sangat spekulatif, karena sejauh ini fakta yang terkonfirmasi baru pertemuan dan peninjauan lokasi bersama Low Tuck Kwong serta belum ada keterbukaan resmi di IDX.
- Jika akuisisi 62% saham BYAN benar terjadi, estimasi harga wajar transaksi sekitar Rp3.000–Rp4.000 per saham, yang berarti Haji Isam perlu menyiapkan sekitar Rp61–82 triliun, tetapi skenario lain seperti kolaborasi bisnis atau pembelian aset tambang tertentu tetap terbuka.
- Potensi kenaikan BYAN tidak otomatis akan seperti TEBE, karena struktur kepemilikannya sangat terkonsentrasi, terdapat kepemilikan sekitar 20% dari entitas terkait KEPCO, dan jika harga transaksi justru di bawah harga pasar, ruang kenaikan saham bisa lebih terbatas.
- Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Cara Menumbuhkan Kekayaan dari Multi Aset. Belajar dari 0 manajemen aset hingga praktek dan komposisi aset yang pas untuk menghadapi peluang dan tantangan 2026-2027 selama 2 Hari secara Online. Early Bird cuma Rp250.000 (Hanya untuk 50 pendaftar pertama) dengan klik link di sini
Kami akan menjelaskan posisi fakta terakhir dari rumor ini. Intinya, rumor ini baru sampai tahap adanya pertemuan antara Haji Isam, Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef untuk peninjauan lokasi di Kutai Kertanegara Kalimantan Timur. Dalam pertemuan tiga entitas itu juga dihadiri oleh direksi masing-masing perusahaan (Grup Jhonlin, Republik Korpora Indonesia, dan BYAN).
Kabar ini muncul dari postingan Instagram @hrptaufik pada 15 Agustus 2026 pukul 12 siang. Postingan itu juga dikolaborasikan dengan akun @koalisi.indonesia.maju yang menyebutkan pemilik akun adalah Adnin Saleh. Jika dirunut, beberapa postingan Adnin Saleh di Facebook sering dikolaborasikan dengan Fraksi Partai Gerindra.
Adapun, belum ada keterbukaan informasi apapun terkait rencana Haji Isam mengakuisisi BYAN di keterbukaan IDX. Sehingga akurasi rumor-nya masih sangat rendah.
Kami menilai ada beberapa kemungkinan dalam pertemuan antara Haji Isam dengan Low Tuck Kwong ini:
Pertama, memang benar ada negosiasi untuk akuisisi 62 persen saham BYAN oleh Haji Isam. Tapi, sifatnya baru ngobrol-ngobrol tahap awal. Jika dihitung, dengan rata-rata produksi (sayangnya, kami tidak menemukan detail data cadangan BYAN), serta potensi free cash flow dari produksi tersebut. Kami menilai harga Rp3.000 - Rp4.000 per saham sudah cukup wajar untuk akuisisi saham BYAN.
Dengan asumsi harga itu, Haji Isam harus mengeluarkan kocek senilai Rp61 triliun - Rp82 triliun untuk 62 persen saham BYAN.
Namun, peluang Low Tuck Kwong menjual BYAN juga cukup besar mengingat pihaknya ada kerja sama dengan perusahaan pembangkit listrik Korea Selatan. Lalu, ada risiko kerja sama terganggu jika DSI melakukan kebijakan ekspor satu pintu secara penuh. (Namun, ini baru asumsi dari kami)
Kedua, pembahasannya bukan untuk akuisisi, tapi untuk kolaborasi bisnis salah satunya dengan TEBE milik Haji Isam. Apalagi, di perdagangan 14 Agustus 2026, TEBE mencatatkan auto rejection atas 25 persen.
TEBE memiliki aset hauling dan pelabuhan di Kalimantan Selatan. BYAN juga punya tambang bernama PT Wahana Baratama Mining di regional yang sama. Tapi, setelah kami cek, peluang kerja sama keduanya untuk bersinergi sangat tipis karena aset TEBE berada di lokasi yang cukup jauh dari Wahana Baratama Mining. Kecuali, TEBE akan membangun infrastruktur di area milik BYAN tersebut.
Ketiga, Low Tuck Kwong tidak melepas saham BYAN, melainkan melepas salah satu tambang batu bara miliknya. Haji Isam punya eksposur aset cukup besar di Kalimantan Selatan. Dia punya beberapa perusahaan tambang batu bara lainnya, seperti PT Surya Banua Energi yang punya tambang di Balangan, Kalimantan Selatan hingga PT Jhonlin Baratama yang berada di daerah Tanah Bambu, Kalimantan Selatan.
Namun, kami tidak mendapatkan informasi lebih lanjut, aktivitas pertemuan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong dilakukan di mana untuk memberikan gambaran probabilitas yang lebih besar.
Jika BYAN Jadi Diakuisisi Oleh Haji Isam, Bakal Naik Jadi Berapa Harga Sahamnya?
Saat ini, komposisi pemegang saham BYAN antara lain, Low Tuck Kwong sebesar 40,25 persen, Elaine Low sebesar 22 persen, PT Sumber Suryadaya Prima sebesar 10 persen, Korea East-West Power sebesar 4 persen, Korea Western Power sebesar 4 persen, Korea Southern Power sebesar 4 persen, Korea Midland Power sebesar 4 persen, korea South-East Power sebesar 4 persen, Lim Chai Hock sebesar 3,26 persen, dan Jenny Quantero sebesar 2,98 persen.
Jika dilihat, total kepemilikan Low Tuck Kwong dan afiliasinya, yakni Elaine Low memang sekitar 62,25 persen.

Sebelumnya, akhir 2023, Low Tuck Kwong juga melepas saham minoritas VOKS kepada pengendali barunya Heng Tong. Namun, posisi Low Tuck Kwong di VOKS bukanlah pengendali seperti di BYAN.
Jika Haji Isam benar-benar akuisisi BYAN, apakah kenaikan harga sahamnya akan seperti TEBE?
Jawabannya bisa jadi sedikit berbeda. Ada beberapa faktor yang membuatnya berbeda:
- Fraksi harga BYAN sudah di atas Rp10.000 dengan batas auto rejection atas sebesar 20 persen
- Dari segi total pemegang saham di atas 1 persen, BYAN mencatatkan sebesar 98,49 persen dari 6 pihak (ada 1 pihak dari Korea Selatan yang tersebar ke beberapa entitas). Dengan total 30 miliar lembar, berarti jika hanya 2 persen itu 600 juta lembar free float di publik. Tantangannya, jika investment fund dari Korea Selatan itu juga keluar justru berpotensi jadi tekanan saham BYAN. (Total beberapa entitas pihak korea itu mencapai 20 persen dari total saham perseroan). Sejauh ini, beberapa entitas Korea itu melakukan entitas anak dari KEPCO, yang memiliki kerja sama terkait pasokan batu bara ke pembangkit listrik perusahaan Korea Selatan tersebut. Tapi, dari segi free float yang tersisa, jika transaksi benar-benar terjadi bisa mengerek harga saham, hanya saja dengan potensi nilai transaksi di bawah harga pasar, kami menilai kenaikannya cenderung terbatas.
Salah satu contohnya adalah entitas yang diakuisisi Haji Isam sebagai kolaborasi bisnis dengan CNGR di bidang pemurnian nikel, yakni PACK tidak naik secara agresif. Tercatat, kenaikan hanya 90 persen. Meski, dalam kasus PACK, Haji Isam hanya masuk minoritas sebesar 21 persen, serta jumlah free float di atas 1 persen masih cukup tinggi hingga 9 miliar lembar.
Harga saham tertinggi BYAN terjadi di posisi Rp24.900 per saham setelah stock split dilakukan pada 2022. Jika dari posisi per 14 Agustus 2026, BYAN hanya perlu 5 kali ARA untuk bisa menyentuh all time high-nya. Namun, apakah saham BYAN bisa mencapai 5 kali ARA dengan mudah tanpa gangguan suspensi yang signifikan?
Dapatkan Insight dan Belajar Saham dengan Praktek Langsung Bersama Founder Mikirduit
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
