7 Fakta Pidato Prabowo yang Berkaitan dengan Saham, ada yang Take Profit Hari Ini?

Hanya dalam dua hari, Presiden Prabowo sudah pidato tiga kali, berikut tujuh fakta yang harus kita perhatikan dan pengaruhnya ke saham tertentu. Sebagian ada kena untung, tetapi sebagian malah mendapatkan tantangan, siapa saja mereka dan gimana prospeknya? 

Share
pidato prabowo

Mikirduit - Presiden RI, Prabowo Subianto dalam dua hari terakhir ini sudah pidato tiga kali. Kami menemukan tujuh fakta yang berhubungan dengan saham-saham tertentu, sebagian menarik perhatian dan beberapa bisa jadi antisipasi hadapi tantangan bisnis. Kira-kira ada apa saja? mari kita ulas satu per satu.

Key Takeaways

  • Pidato Prabowo menyoroti sejumlah katalis sektoral, mulai dari penertiban tambang timah yang positif bagi TINS, pengembangan bullion bank untuk ekosistem emas, hingga reaktivasi armada Garuda yang membuka peluang pemulihan GIAA–GMFI.
  • Kebijakan B50 dan penguatan pengawasan devisa lewat DSI berpotensi menguntungkan emiten sawit berkualitas serta perbankan BUMN, tetapi tetap membawa risiko kenaikan biaya subsidi, tekanan margin, dan penyesuaian arus kas bagi eksportir komoditas.
  • Target dividen BUMN Rp200 triliun dan dorongan insentif kendaraan listrik menjadi tema investasi lain yang menarik, dengan peluang pada bank, komoditas, TLKM, serta emiten EV seperti SLIS, VKTR, TOBA, INDY, dan NFCX, meski dampak riil tetap bergantung pada eksekusi dan kontribusi bisnisnya.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Cara Menumbuhkan Kekayaan dari Multi Aset. Belajar dari 0 manajemen aset hingga praktek dan komposisi aset yang pas untuk menghadapi peluang dan tantangan 2026-2027 selama 2 Hari secara Online. Early Bird cuma Rp250.000 (Hanya untuk 50 pendaftar pertama) dengan klik link di sini

Pertama, 1000 Tambang Timah Ilegal Ditutup

Dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 pada Jumat hari ini, 14 Agustus 2026, Prabowo menegaskan secara gamblang, pemerintah berhasil menutup 1000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung.

"Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Saya telah meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan kalau tidak bisa tertibkan ini? Pemimpin yang baik adalah yang berani menertibkan demi rakyat dan negara."  Ujarnya. 

TINS memang jadi emiten yang paling diuntungkan dari aksi penertiban tambang timah ilegal itu. Sebagaimana kita tahu, TINS beberapa tahun lalu dapat sorotan kasus korupsi ratusan triliun sampai pernah merugi pada 2023 senilai Rp450 miliar. 

Namun, setelah itu, proses berbenah dilakukan, termasuk menutup tambang liar. Penertiban itu mengembalikan aktivitas tambang ke jalur resmi. Alhasil, produksi meningkat, pricing power di pasar global jadi lebih kuat, dan membuka prospek kinerja keuangan makin solid ke depan. 

Efeknya sudah terasa sampai bottom line. Laba bersih pada semester I/2026 tercatat Rp2,71 triliun, meroket lebih dari 9 kali lipat atau sekitar 804 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp300,07 miliar.

Seiring dengan penutupan tambang ilegal, TINS menargetkan produksi bijih timah bisa mencapai 45.000 ton pada 2026, sekitar 2-3 kali dari produksi tahun sebelumnya. 

Untuk mencapai target tersebut, TINS mengoptimalkan kembali armada produksinya, mulai dari Kapal Keruk Singkep 1 hingga berbagai unit Kapal Isap Produksi (KIP) dan Ponton Isap Produksi (PIP). 

Di sisi lain, penggunaan teknologi bor pandu terus ditingkatkan guna membuat proses penambangan lebih presisi dan efisien. Tak hanya itu, perseroan juga berpeluang mengelola aset smelter sitaan negara yang nilainya diperkirakan mencapai Rp7 triliun.

Kedua, Prospek B50 vs Manipulasi Harga Sawit 

Masih dalam acara yang sama, Prabowo juga menyoroti industri kelapa sawit. Kali ini, ada dua hal yang menarik perhatian yaitu dugaan manipulasi harga ekspor CPO dan prospek program biodiesel B50.

Persoalan pertama terkait manipulasi harga, Prabowo menyinggung praktik under-invoicing, yaitu pencatatan nilai ekspor yang lebih rendah dari harga sebenarnya. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang telah melaporkan dugaan praktik tersebut kepada Prabowo setelah menemukan indikasi pada sejumlah eksportir CPO.

Prabowo menyebut harga kelapa sawit yang dilaporkan saat keluar dari Indonesia berkisar Rp15.000 per kilogram, sementara harga yang diterima di pasar tujuan bisa mencapai Rp27.000 per kilogram.

Menurut Prabowo, selisih harga hampir 50 persen itu tidak dinikmati negara. Itulah mengapa dibentuk DSI supaya bisa mengawasi ekspor komoditas strategis. 

Namun, menurut kami, DSI masih terlalu dini untuk dinilai optimal, mengingat baru berjalan sekitar dua bulan. Tantangannya ke depan adalah memastikan pengawasan harga dan volume ekspor benar-benar akurat tanpa menambah birokrasi.

Kalau berhasil, DSI berpotensi menutup celah under-invoicing sekaligus memastikan nilai ekspor komoditas strategis lebih banyak tercermin dalam penerimaan negara.

Beralih ke poin kedua soal prospek B50 yang faktanya sudah mulai dijalankan sejak awal Juli lalu. Prabowo menegaskan penghentian impor solar melalui implementasi B50 berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun. 

Namun, kami melihat di lapangan prosesnya tidak mudah. Banyak yang merasakan BBM langka di lapangan. Kami juga melihat, harga impor minyak mentah dibandingkan minyak sawit sebenarnya masih lebih murah. 

Per Jumat hari ini (14/8/2026, dengan asumsi harga minyak mentah dunia berada di level US$ 82 per barel (setara solar impor US$ 745/ton atau Rp10.016/liter) dan CPO di level MYR 4.724/ton (setara FAME ~US$ 1.150/ton atau Rp16.192/liter), biaya produksi satu liter FAME murni sejatinya 61,6 persn lebih mahal daripada mengimpor satu liter solar fosil. 

Akibatnya, racikan B50 berada di kisaran Rp13.104 per liter atau 30,8 persen lebih tinggi dibanding solar impor murni, sehingga program B50 memang berhasil menghemat devisa valas, tetapi di saat yang sama membengkakkan beban subsidi selisih harga yang harus ditanggung oleh dana BPDPKS.

Menurut kami, harga CPO juga masih bisa bertahan mahal dalam waktu lama, apalagi saat ini sudah memasuki fase El-Nino, dampaknya akan lebih terasa dalam 9-12 bulan ke depan, artinya produksi tandan buah segar (TBS) sawit akan lebih sedikit, sementara permintaan untuk B50 meningkat.

Adapun emiten yang terkait menurut kami tetap selektif, tidak semua emiten sawit menarik. Mereka yang punya pohon di usia produktif dan neraca kuat dengan utang minim, serta punya prospek dividen ciamik tiap tahun bisa dipertimbangkan, seperti TAPG, LSIP, dan DSNG.

Prabowo Cuap Insentif Motor Listrik di Peresmian Produk INDY, Begini Dampaknya ke Saham Terkait
Setelah bilang VKTR diharapkan jadi champion Indonesia di bidang otomotif, kini peresmian molinas INDY dihadiri oleh Prabowo. Bagaimana prospeknya?

Ketiga, DSI Jalan 2 Sudah Kelola Devisa Ekspor US$ 14 M 

Berikutnya, Prabowo juga menyebutkan soal perkembangan DSI yang baru jalan dua bulan, sudah bisa mengelola devisa ekspor sampai US$ 14 miliar, padahal baru mengawasi tiga komoditas strategis, yaitu CPO, Batu bara, dan Besi Baja. 

DSI juga menemukan potensi tambahan devisa lagi sekitar US$ 5 miliar dari tiga komoditas yang diawasi itu. Rencananya, ke depan akan lebih banyak komoditas yang diawasi, dana yang berputar juga akan semakin banyak. 

Menurut kami, sektor perbankan BUMN, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN jadi yang pertama diuntungkan, karena uang harus berputar di sistem keuangan domestik. 

Pasalnya, meningkatnya likuiditas dapat memberikan ruang bagi bank untuk mengelola dana valas, meningkatkan DPK, sekaligus memperkuat intermediasi. 

Tapi ada catatan buat emiten komoditas yang bakal masuk radar DSI. Pengawasan yang lebih ketat terhadap under-invoicing dan arus devisa bisa membuat arus kas dan margin beberapa emiten ikut berubah dalam jangka pendek.

Emiten yang selama ini punya keuntungan dari selisih harga atau pencatatan ekspor perlu beradaptasi dengan sistem yang lebih transparan. Namun, kalau DSI bisa menjalankan pengawasan dengan baik tanpa menambah birokrasi, dampaknya justru bisa positif dalam jangka panjang karena persaingan jadi lebih sehat dan nilai bisnis emiten bisa lebih mencerminkan kondisi sebenarnya.

💡
Mau dapat stockpick dari AI untuk saham AS dan Indonesia, kamu bisa klaim diskon spesial untuk Investing Pro, Langsung langganan di sini sekarang!

Keempat, 104 Pesawat Garuda Direaktivasi

Di sektor penerbangan, Prabowo menyebut pemerintah telah berhasil mereaktivasi 104 pesawat Garuda Indonesia yang sebelumnya tidak beroperasi.

"Kita telah berhasil mereaktivasi 104 pesawat Garuda Indonesia yang sebelumnya tidak bisa terbang. Kita kembalikan kebanggaan penerbangan nasional untuk melayani mobilitas rakyat Indonesia." Ujar Prabowo dalam Nota Keuangan & RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).

Kalau benar-benar terealisasi secara operasional, tambahan armada ini tentu bisa meningkatkan kapasitas penerbangan GIAA, baik untuk penumpang maupun kargo. Artinya, peluang pemulihan pendapatan dan utilisasi armada menjadi lebih besar.

Namun, investor juga perlu melihat sisi lainnya. Penambahan pesawat harus diikuti dengan utilisasi yang sehat, efisiensi biaya, serta kemampuan perseroan menghasilkan arus kas positif. Jadi, katalisnya memang positif, tetapi eksekusinya tetap menjadi kunci.

Adapun, GIAA ada kaitan dengan GMFI. Hubungan mereka itu Ibu dan Anak. GMFI saat ini tengah melaksanakan kuasi reorganisasi untuk menghapus rugi menahun akibat Pandemi lebih dari Rp9 triliun. Aksi ini sudah disetujui perusahaan, tinggal menunggu selesai. 

Sebelumnya, GMFI juga telah merampungkan rights issue bernilai Rp5,66 triliun berbasis inbreng aset lahan dari Angkasa Pura Indonesia. Berikutnya, GMFI juga punya rencana rights issue sekali lagi untuk perkuat neraca sekaligus ekspansi. 

Bagi GIAA, aksi bersih-bersih neraca GMFI memberi fleksibilitas pendanaan yang lebih baik untuk negosiasi sewa pesawat dan ekspansi rute. 

Meski demikian, risiko utama masih membayangi kinerja grup, seperti volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang membebani biaya operasional, fluktuasi harga avtur dunia, serta keterbatasan kecepatan aktivasi armada pesawat siap terbang untuk menangkap pemulihan trafik penerbangan.

Kelima, Target Dividen BUMN Rp200 Triliun di 2026 

Berikutnya, dalam pidato yang sama, Prabowo menyebut pemerintah memasang target dividen BUMN sebesar Rp200 triliun pada 2026, tanpa memperhitungkan Penyertaan Modal Negara atau PMN.

"Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun tanpa ada PMN. Artinya dari 2024 ke 2026 naik empat kali lipat." Ungkap Prabowo

Target dividen yang besar itu tentu akan menuntut BUMN untuk bekerja lebih keras tahun ini, supaya dividen payout ratio (DPR) yang diberikan tetap tinggi. Saham yang berkaitan menurut kami menyasar ke perusahaan yang memang punya historis royal bagi dividen, utamanya dari sektor bank dan komoditas. 

Di sektor perbankan ada tiga teratas yaitu BBRI, BMRI, dan BBNI. Dari sektor komoditas utamanya disasar ke emiten yang sedang menikmati gairah kenaikan harga komoditas (emas, nikel, timah, tembaga, batu bara, dkk), sahamnya yang berkaitan seperti ANTM, INCO, TINS, PTBA, PGAS, dan lainnya. Ada juga emiten telco yang sering bagi dividen yaitu TLKM. 

Target dividen pemerintah yang bisa dibilang ambisius itu ditambah kebanyakan saham BUMN sudah mengalami penurunan dalam sejak awal tahun, memberikan peluang dividen yield tetap ciamik sampai tahun depan. 

Keenam, Bullion Bank Sudah Kelolan 153 ton Emas 

Prabowo juga menyebut bank emas yang dijalankan melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia sejak Februari 2025 telah mengelola sekitar 153 ton emas dengan nilai mencapai Rp360 triliun atau sekitar US$20 miliar.

Kalau ekosistem bullion bank semakin berkembang, efeknya bukan cuma ke perbankan atau Pegadaian. Ekosistem emas secara keseluruhan juga berpotensi semakin dalam, mulai dari produksi, perdagangan, penyimpanan hingga pembiayaan emas.

Ada beberapa emiten emas yang saling berkaitan menjadi supplier ke bullion bank RI ini, mereka adalah ANTM, BRMS, HRTA. 

Dalam catatan kami, BRMS melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM), sudah mengamankan kontrak bulanan untuk menjual mayoritas hasil produksi emasnya kepada ANTM dengan harga kompetitif sampai 2028. 

HRTA juga secara resmi bertindak sebagai penyedia dan pemasok utama emas batangan eksklusif berlogo BSI Gold. Kerjasama mereka juga bersifat jangka panjang, yang terkini sudah ada pembaruan struktur sejak Juli 2025, berbeda waktu kontrak perdana mereka pada Agustus 2022 yang menggunakan skema beli putus senilai Rp285,57 miliar berdurasi 1 tahun. 

Ketujuh, Motor Listrik Didorong Lewat Insentif

Terakhir, pemerintah kembali mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik, khususnya motor listrik/electic vehicle (EV). Beda dengan enam lainnya yang disebutkan pada pidato hari ini, soal insentif EV ini sudah disampaikan kemarin Kamis (13/8/2026) pada acara peluncuran Molinas. 

Prabowo menyebut pemerintah menyiapkan insentif, pembiayaan yang lebih terjangkau, hingga skema tukar tambah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional. 

Menurut pantauan kami, ada beberapa insentif yang sudah disiapkan, mulai dari subsidi Rp5 juta per unit untuk 500.000 unit motor listrik murni. 

Untuk mobil listrik murni, pemerintah akan memberikan fasilitas diskon PPN DTP sebesar 40 - 100 persen, serta pembebasan PPnBM hingga 100%. Fokus seluruh insentif ini hanya ditujukan bagi kendaraan listrik berbasis baterai murni, sehingga mobil jenis hybrid dipastikan tetap tidak mendapatkan bantuan fiskal tersebut.

Kalau insentif benar-benar diperluas, tantangan utama adopsi motor listrik seperti harga, pembiayaan, dan biaya perpindahan dari motor konvensional bisa semakin ringan.

Di lanta bursa, ini bisa menjadi sentimen positif bagi emiten yang memiliki eksposur terhadap kendaraan listrik, baik dari sisi kendaraan maupun infrastrukturnya. Beberapa nama yang bisa diperhatikan antara lain SLIS, VKTR, TOBA, INDY, dan NFCX. 

Namun, perlu dicatat, dampak ke kinerja emiten tidak otomatis langsung besar. Investor tetap perlu melihat seberapa banyak insentif tersebut benar-benar mendorong penjualan dan seberapa besar porsi bisnis kendaraan listrik terhadap total pendapatan masing-masing emiten.

Jadi, gimana menurut kalian dari 7 fakta dan saham-saham yang berkaitan mana paling menarik? 

Dapatkan Insight dan Belajar Saham dengan Praktek Langsung Bersama Founder Mikirduit

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang