5 Fakta Saham IPO JECX yang Wajib Diketahui Sebelum Membelinya
Saham JECX menjadi IPO keempat di tahun ini. Bagaimana prospeknya? kamu wajib baca 5 faktanya ini terlebih dulu
Mikirduit – JECX menjadi saham IPO keempat di IDX pada 2026. Lalu, bagaimana prospek saham rumah sakit spesialis mata ini?
Fakta Pertama, JECX IPO dengan Campuran Saham Baru dan Divestasi
JECX menawarkan 487,98 juta saham tahu 15 persen dari modal setelah IPO. Dari total itu, 325 jutalembar saham berupa saham baru, sedangkan 162 juta lembar saham baru.
Pemegang saham yang menjual saham adalah DR. Dr. Waldensius Girsang, SpM(K). Sebelum IPO, ia memegang 182 juta saham atau sekitar 6,22%; setelah divestasi, kepemilikannya turun menjadi sekitar 19,34 juta saham atau 0,594%.
Harga IPO di kisaran Rp1.200–Rp1.400, sehingga nilai IPO maksimal sekitar Rp683,18 miliar. Dari jumlah itu, maksimal Rp455,45 miliar berasal dari saham baru dan masuk ke JECX, sedangkan maksimal Rp227,73 miliar berasal dari saham divestasi.
Fakta Kedua, JECX Menjadi Saham Rumah Sakit Spesialis Pertama di IDX
JECX bukan rumah sakit umum seperti SILO, HEAL, MIKA, atau SAME. Bisnisnya fokus pada aktivitas rumah sakit swasta dan klinik swasta, dengan brand komersial JEC Eye Hospitals & Clinics.
Ini menarik karena setelah IPO, JECX bisa menjadi salah satu saham Tbk yang paling spesifik exposure-nya ke industri oftalmologi / kesehatan mata. Layanannya bukan cuma pemeriksaan mata biasa, tapi mencakup katarak, bedah refraktif, LASIK/SMILE, retina, glaukoma, kornea, mata anak, dry eye, low vision, trauma okular, sampai tele-oftalmologi.
Fakta Ketiga, SAME yang Bagian dari Grup EMTK Menjadi Salah Satu Pemegang Saham Pre-IPO JECX
Salah satu data paling menarik adalah PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menjadi pemegang saham terbesar JECX sebelum IPO dengan kepemilikan 28%. Setelah IPO, kepemilikan SAME terdilusi menjadi sekitar 25,2%.
Ini menarik karena SAME adalah emiten rumah sakit EMC Healthcare yang berada dalam ekosistem Grup Emtek. Jadi, secara tidak langsung, JECX punya exposure ke jaringan strategis healthcare yang lebih besar.
Namun, SAME bukan pembeli baru via IPO. SAME sudah menjadi pemegang saham existing sebelum IPO.

Fakta Keempat, Kinerja 2025 JECX Mulai Pulih, tapi Belum Balik ke 2023
JECX mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 16% sepanjang 2025 senilai Rp72,5 miliar. Namun, kenaikan laba bersih pada 2025 itu didorong oleh faktor low base setelah laba bersih 2024 turun 50,92% menjadi Rp62,47 miliar.
Jadi, apa yang terjadi dengan JECX?
Secara umum, kinerja laba bersih 2025 tumbuh didorong oleh beberapa faktor, yakni:
- Pendapatan naik 4,4% menjadi Rp926 miliar.
- Beban operasional bisa lebih efisien sehingga laba usaha naik 11,32% menjadi Rp126 miliar
- Namun, memang dari segi beban pokok pendapatan naik 5,07% menjadi Rp350 miliar. Persentase kenaikannya lebih besar dibandingkan dengan pendapatan perseroan. Hasilnya, laba kotor hanya naik 3,99% menjadi RP576 miliar.
Di sisi lain, hal yang paling mencolok adalah penurunan kinerja JEXC di 2024 yang dari segi laba turun signifikan, meski pendapatan naik 7,59%.
Hal itu disebabkan oleh pengembangan beberapa unit baru di beberapa area seperti:
- JEC Orbita Makssar menambah biaya operasional dan beban awal ekspansi
- JEC Pasar Rebo berkontribusi menaikkan beban operasional
- JEC Kediri baru dibuka pada kuartal IV/2024 dan menambah beban operasional perseroan
- JEC Bali meningkatkan beban pokok pendapatan perseroan.
Sehingga penurunan laba bersih JECX di 2024 disebabkan oleh faktor tekanan ekspansi yang belum menghasilkan kinerja sesuai dengan modal atau beban operasional yang bertambah.

Fakta Kelima, Story besar JECX ada di JEC Bali di Sanur dan medical tourism
Prospektus menyebut medical tourism sebagai salah satu peluang utama. Pasar wisata kesehatan Indonesia diperkirakan sekitar USD1,7 miliar pada 2024 dan berpotensi naik menjadi USD9,6 miliar pada 2033. Selain itu, sekitar 1 juta warga Indonesia masih berobat ke luar negeri setiap tahun dengan estimasi devisa keluar mendekati Rp200 triliun.
JECX menyiapkan JEC Bali @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sanur. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan diproyeksikan melayani sekitar 30.000 kunjungan pasien pada tahun pertama operasionalnya.
Ini adalah katalis paling menarik, tapi juga risiko eksekusi. Kalau JEC Bali @ Sanur berhasil, JECX bisa punya positioning kuat di layanan mata premium dan medical tourism. Tapi kalau utilisasi pasien lambat, fasilitas baru bisa menekan margin.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
