Perusahaan Raffi Ahmad Mau IPO, Ini 5 Fakta Saham RANS

Saham perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, RANS mau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) bulan depan. Seberapa menarik sahamnya? yuk pahami lima fakta berikut sebelum beli.

Share
saham RANS

Mikirduit - Saham perusahaan milik pasutri, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, RANS akan bersiap IPO bulan depan. 

RANS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media, hiburan, dan pengelolaan Intellectual Property (IP), dengan model bisnis yang mengintegrasikan konten digital, talent management, event, serta berbagai lini usaha pendukung dalam satu ekosistem entertainment.

Saham baru RANS akan ditawarkan ke publik sebanyak 2,52 miliar lembar saham setara 20,03 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor perseroan dengan nilai nominal Rp10 per saham. 

Harga yang ditawarkan dari rentang Rp135 - Rp170 per saham. Jadi, total dana segar yang bisa diraup dari aksi penawaran saham perdana ini maksimal mencapai Rp429,25 miliar. 

Periode saat ini masih memasuki masa penawaran awal (book building) sampai 25 Juni 2026 mendatang. Penawaran umum akan dimulai pada 2-8 Juli 2026 dan listing perdana di BEI perkiraan pada 10 Juli 2026. 

Kira-kira seberapa menarik saham ini? berikut kami rangkum 5 fakta yang wajib kamu tahu sebelum ikutan IPO-nya.

Pertama, Historis Ciamik Underwriter LG 

Salah satu yang menarik dari saham RANS, adalah dikawal underwriter PT Trimegah Sekuritas Indonesia, dengan kode broker (LG). 

LG masuk dalam top 5 broker yang menghasilkan saham IPO terbanyak dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Saham yang ARA beruntun seperti CDIA dan CBDK juga masuk dalam portofolio emiten yang pernah dibersamai. 

Top 5 Performance 1 Tahun

Kedua, Ada Kaesang dan Dony Oskaria Dibalik RANS 

Dibalik IPO RANS, ada sejumlah nama dengan berbagai latar belakang yang berbeda seperti pengusaha, pejabat BUMN, sampai eksekutis industri media. 

Mengacu data prospektus, selain nama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, ada sosok terkenal lain seperti Dony Oskaria, Sutanto Hartono, dan Kaesang Pangarep.

Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, memiliki 345,25 juta saham atau setara 3,42 persen kepemilikan.

Selain itu, Direktur Utama SCMA, Sutanto Hartono, tercatat memegang 144 juta saham (1,43 persen), sementara Kaesang Pangarep memiliki 115,25 juta saham atau sekitar 1,14 persen saham RANS sebelum penawaran umum perdana.

Ketiga, Penggunaan Dana Untuk Ekspansi 

Dana yang didapatkan dari aksi IPO maksimal sebesar Rp429,25 miliar, mayoritas akan digunakan RANS untuk ekspansi bisnis. Hanya sekitar 7 persen saja yang digunakan untuk bayar utang ke bank BNI. Berikut rincian-nya: 

Keempat, Jumlah Lembar Saham yang Ditawarkan 2 Miliar Lebih 

Fakta berikutnya yang patut dipahami investor dari penawaran saham perdana RANS ini adalah jumlah saham baru yang ditawarkan sangat banyak, sampai 2,52 miliar lembar, mewakili 20,02 persen kepemilikan publik yang nantinya bisa tercatat sebagai free float dan nilai nominal Rp10. 

promo saham

Jumlah saham sampai miliaran ini, kami nilai membawa beberapa dampak utama bagi pasar dan calon investor:

  • Likuiditas Tinggi: Volume saham yang masif menjamin perdagangan harian akan sangat aktif, sehingga investor mudah keluar-masuk (membeli dan menjual) tanpa risiko tertahan.
  • Harga Terjangkau: Nilai nominal kecil (Rp10) sengaja dirancang agar harga penawaran per lembar tetap murah secara psikologis, demi menarik minat investor ritel pemula secara massal.
  • Tantangan EPS: Jumlah lembar yang sangat besar ini menuntut manajemen RANS untuk mencetak pertumbuhan laba bersih yang agresif pasca-IPO agar laba per lembar saham (Earnings Per Share) tidak terdilusi atau terlihat kecil.
5 Fakta Saham IPO JECX yang Wajib Diketahui Sebelum Membelinya
Saham JECX menjadi IPO keempat di tahun ini. Bagaimana prospeknya? kamu wajib baca 5 faktanya ini terlebih dulu

Kelima, Profitabilitas Menyusut Dari Tahun ke Tahun 

Tantangan menaikkan EPS di tengah jumlah saham yang ditawarkan banyak itu tampaknya memiliki tembok yang besar dari kondisi profitabilitas yang mengalami penyusutan. 

Kinerja 2025 mengalami pertumbuhan yang lebih buruk dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pendapatan susut 13 persenan, sementara laba jatuh lebih dari 40 persen. Margin juga terlihat semakin susut, GPM berada di 21,44 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 30 persen, begitup juga dengan margin laba bersih turun dari 23 persen menjadi 16 persen. 

Meski begitu, dari sisi neraca masih terhitung sehat dengan rasio utang dibandingkan modal hanya 0,35 kali, tren nya cenderung turun. 

Sumber: Prospektus RANS

Gimana, menurut kalian menarik ikutan IPO saham RANS atau pilih yang lain dulu?

Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini