5 Fakta Saham BACH Sebelum Ikutan IPO-nya

Sebelum ikutan IPO saham BACH, ada lima fakta yang wajib kamu tahu, mulai dari struktur kepemilikan sampai valuasinya yang dinilai masih murah. 

Share
saham BACH

Mikirduit - Parade IPO kembali lagi pada 2026. Salah satunya ada saham BACH yang menjadi saham ke-enam mau launching pada tahun ini dan satu-satunya di sektor telekomunikasi. 

Sebelum bahas sederet faktanya, kita pahami dulu rencana IPO dari saham BACH ini. 

BACH, perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, berencana melaksanakan IPO dengan menawarkan 615 juta saham baru atau 15,06 persen dari modal setelah IPO pada harga Rp400–Rp500 per saham.  

Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi meraih dana segar sebesar Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar, dengan jadwal efektif pada 29 Juni 2026, masa penawaran umum 1–3 Juli 2026, dan pencatatan saham di BEI pada 7 Juli 2026.

Seberapa menarik saham ini? berikut kami rangkum 5 fakta yang wajib kamu tahu sebelum ikutan IPO-nya.

 Ada Afiliasi Dengan Grup Djarum

Secara struktur kepemilikan, entitas pengendali BACH digawangi oleh Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono, melalui PT  Global Telekomunikasi Prima (GTP). 

Sebagai catatan, GTP merupakan pengendali perseroan dengan kepemilikan mutlak setelah IPO mencapai 51 persen. Kepemilikan ini didapatkan melalui aksi perjanjian opsi antara GTP dan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) yang sudah ditandatangani pada 7 Januari 2026. 

GTP telah menyatakan akan mengeksekusi hak opsinya untuk membeli 1.042.227.300 lembar saham milik BMSI melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi BEI paling lambat 5 hari kerja setelah tanggal pencatatan saham. 

komposisi pemegang saham BACH
Sumber: Prospektus BACH

Adapun, sejak Juli 2023, perseroan juga resmi terafiliasi dengan grup konglomerasi Djarum setelah menjadi bagian dari grup perusahaan infrastruktur digital yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). 

Hubungan strategis ini membuka potensi sinergi operasional yang masif mengingat grup TOWR mengoperasikan sekitar 36.049 menara telekomunikasi dan 170.500 km jaringan fiber optik per September 2025. 

Salah satu jajaran direksi TOWR, yaitu Anita Anwar, yang menjabat sebagai Direktur TOWR sejak 2021 hingga saat ini, juga diketahui menjabat sebagai Komisaris Utama BACH sejak Februari 2026 lalu.

5 Fakta Saham IPO EMMI yang Wajib Diketahui Sebelum Memutuskan untuk Beli
Saham EMMI jadi IPO keempat di tahun ini. Lalu, bagaimana prospeknya? kamu bisa baca selengkapnya di sini.

Dana IPO Untuk Bayar Utang dan Modal Kerja 

Seluruh dana bersih hasil dari IPO akan dialokasikan secara spesifik untuk dua kebutuhan utama, yaitu bayar utang dan modal kerja. 

Pertama, sekitar Rp91,02 Miliar dialokasikan untuk membayar sebagian utang fasilitas pinjaman jangka panjang Omnibus Revolving Loan kepada PT Bank Permata Tbk yang ditarik pada periode Januari hingga Maret 2026. 

Kedua, sisa dana sekitar Rp213,48 Miliar akan dimanfaatkan penuh sebagai modal kerja, khususnya pembayaran kepada pemasok untuk pengadaan inventori genset yang siap dijual maupun disewakan.

Valuasi Masuk Akal di Rentang Harga Penawaran Rp400 - Rp500 per Saham  

Dengan rentang harga penawaran Rp400–500 per saham, valuasi BACH berada di kisaran P/E 10,5 kali –13 kali dan PBV 2,1 kali - 2,6 kali berdasarkan laba 2025. 

Untuk perusahaan yang masih mencatat pertumbuhan tinggi dan berada di sektor infrastruktur digital, valuasi ini tergolong cukup menarik dibanding banyak emiten growth lainnya.

Kalau dibandingkan beberapa emiten di industri telko, seperti MTEL, TBIG, BALI, IBST, SUPR, dan TOWR. Saham BACH termasuk berada di tengah-tengah, bukan yang terlalu mahal, tetapi tidak terlalu murah juga. 

Sumber: Stockbit, 23 Juni 2026

Underwriter Bukan Tier-1 

IPO saham BACH dikawal oleh underwriter PT Erdikha Elit Sekuritas dengan kode broker AO. 

Menurut kami broker ini bukan tier 1, dalam sepak terjangnya sudah ada 11 emiten yang berhasil dibersamai launching di bursa. Performa rata-rata pada hari pertama naiknya kisaran 9 persen, dengan risiko penurunan terdalam sampai 10 persen dan kenaikan tertinggi 35 persen. Berikut detail historisnya: 

Perlu dicatat juga,  pada hari pertama listing BACH bersamaan dengan JELI dan JECX. Kami menilai peluang ARA hari pertama tidak akan setinggi dibandingkan saham lain yang  hanya 1 hari 1 saham IPO. 

Bisnis Solid di Tren 5G, Tapi Leverage Tinggi dan Ketergantungan Capex Sektor Menara

Perlu dicatat salah satu pilar bisnis utama BACH adalah Jasa Konstruksi dan Pemeliharaan Infrastruktur Telekomunikasi, termasuk melalui entitas anak PT Bach Multi Infrastruktur (BMI). 

Kinerja segmen ini sangat bergantung pada aktivitas pembangunan, penguatan, serta perluasan kapasitas jaringan 4G dan 5G oleh operator. Tren bisnis ini bisa dibilang sedang bertumbuh kuat, hal ini juga tercermin pada profitabilitas BACH, dari top line yang naik hampir 40 persen setahun pada 2025, berlanjut sampai laba bersih melejit 98 persen. 

Namun, dari segmen itu jika operator seluler menahan belanja modal (capex) untuk ekspansi menara, aliran pendapatan berpotensi terganggu. Apalagi saat ini suku bunga sedang naik-naiknya, hanya dalam dua bulan BI rate sudah naik 100 basis poin (bps). 

BACH termasuk perusahaan dengan leverage tinggi. DER tercatat mengalami kenaikan tajam dari 0,83 kali pada tahun 2023, menjadi 0,88 kali pada tahun 2024, dan melonjak hingga 1,30 kali pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa struktur pendanaan perusahaan saat ini lebih didominasi oleh liabilitas dibandingkan ekuitasnya.

Struktur utang yang “gemuk” membuat keputusan perusahaan mengalokasikan sekitar Rp91,02 miliar dana IPO untuk refinancing utang Bank Permata menjadi masuk akal, harapannya mampu mengerem laju leverage dan memperlonggar ruang likuiditas jangka pendek.

Kesimpulan

Saham IPO BACH menarik karena bisnisnya solid di tren 5G dan kebutuhkan power reliability. Secara historis, growth profitabilitasnya juga impressive dan valuasi masih masuk akal. 

Namun, risiko siklus industri dan eksekusi juga patut diperhatikan ke depan-nya. Terkhusus teknis IPO, dari sisi underwriter yang bukan IPO dan berbarengan dengan saham lain juga patut dicermati, karena ada potensi pergerakan hari pertama tidak akan terlalu signifikan atau bisa saja dikasih turun dulu.

Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini