Jika Emiten Bagi Saham MESOP, Apa Efeknya ke Investor Ritel?

Ada yang bingung, kenapa sih emiten ngelakuin MESOP dan apa efeknya ke kita investor ritel? baca penjelasannya di sini ya

Jika Emiten Bagi Saham MESOP, Apa Efeknya ke Investor Ritel?

Mikirduit – Salah satu istilah yang sering didengar, tapi masih asing dalam dunia saham adalah MESOP dan ESOP. Masih banyak yang penasaran, apa sebenarnya efek aksi MESOP dan ESOP ini ke investor ritel? apakah akan mempengaruhi harga saham? kami akan ulas semuanya di sini. 

MESOP alias Management and Employee Stock Option Program adalah skema insentif yang diberikan perusahaan kepada manajemen direksi dan karyawannya untuk bisa memiliki saham perusahaan. MESOP dan ESOP ini bisa dibilang salah satu bentuk bonus yang diberikan perusahaan, tapi bentuknya adalah saham. 

Dalam prosesnya, MESOP terbagi menjadi dua skema, ada yang diberikan secara cuma-cuma. Lalu, ada juga yang diberikan untuk eksekusi saham di harga khusus yang biasanya di bawah harga pasar maupun IPO. 

Bagi perusahaan, ada beberapa langkah yang dilakukan untuk bisa menyiapkan supply saham dalam program MESOP. 

Pertama, melalui private placement. Jadi perusahaan akan membeli sahamnya untuk diberikan kepada para karyawan dan management. 

Kedua, melalui buyback saham. Jadi, perusahaan juga bisa menempuh jalan dengan cara buyback saham. Nantinya, saham treasury yang didapatkan akan diubah menjadi saham MESOP. 

Lalu, apa efeknya kepada harga saham?

Efek MESOP Kepada Harga Saham

Secara umum, tidak ada efek signifikan terhadap harga saham ketika aksi MESOP dan ESOP ini dijalankan. Pasalnya, porsi MESOP dan ESOP biasanya sangat kecil dibandingkan dengan total saham keseluruhan. Namun, investor ritel berpotensi mendapatkan risiko dilusi jika jumlah saham MESOP yang dibagikan mencapai 30 persen hingga 50 persen dari saham beredar. (Tapi kejadian saham MESOP sebesar 30 persen hingga 50 persen ini tidak pernah terjadi) Atau, nominal saham MESOP hanya 5-10 persen, tapi harga pelaksanaannya terlalu jauh di bawah harga pasar. Dengan begitu, keberadaan saham baru dengan nominal pelaksanaan yang berbeda bisa menyebabkan dilusi terhadap investor ritel.

Hal itu secara tidak langsung terlihat dalam beberapa kasus khusus, seperti PT Goto Company Tbk. (GOTO), distribusi saham MESOP bisa memicu volatilitas harga yang cukup tinggi. 

Fakta GOTO Lepas Tokopedia, Untung atau Bikin Makin Rugi?
GOTO melepas 75 persen saham Tokopedia ke Tiktok. Apakah GOTO akan lebih untung atau malah merugi?

Dikutip dari prospektus saham GOTO, perseroan memiliki lembaga yang akan mengurus persoalan ESOP, yakni Goto Peopleverse Fund. Sampai 15 Desember 2023, Goto Peopleverse Fund memiliki sekitar 5,63 persen atau 67,68 miliar saham GOTO. Masalahnya, GOTO Peopleverse Fund ini melepas saham GOTO untuk insentif kepada karyawan, manajemen, mitra, dan konsultan dengan harga pelaksanaan Rp2 per saham. 

Ditambah, beberapa pihak setelah eksekusi saham GOTO diindikasi melakukan aksi penjualan sehingga tekanan jual menjadi sangat tinggi. Jadi, ketika Goto Peopleverse Fund mendistribusikan sahamnya tersebut, ada risiko tekanan jual saham GOTO jadi meningkat. Hal itu yang memicu harga saham GOTO sangat berat untuk naik setelah periode lock up selesai hingga saat ini. 

Sebenarnya, jumlah saham Goto Peopleverse Fund ini nggak besar, tapi rentang harga pelaksanaannya terlalu di bawah harga pasar sehingga jadi tekanan untuk harga saham GOTO. Ditambah, setelah ada penurunan harga saham, secara psikologis terjadi panic selling bagi pemegang di atas Rp100 per saham yang membuat tekanan jual menjadi makin besar.

Contoh normalnya adalah MESOP yang didistribusikan WINS pada November 2023. WINS memutuskan membagikan dua tahap MESOP, yakni pertama 1,8 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham. Kedua, 3,12 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp150 per saham. Jumlah lembar saham MESOP WINS ini sangat kecil jika dibandingkan dengan total saham beredar yang sebesar 4,36 miliar. 

SMDR dan TMAS Meredup, Ini Tiga Saham Kapal yang Bersinar
SMDR dan TMAS boleh meredup, tapi ada tiga saham kapal-kapalan yang berpotensi jadi primadona di tahun ini. Cek analisis lengkapnya di sini.

Efeknya, tidak akan terlihat karena WINS membagikan MESOP tahap III dan tahap IV ini secara bertahap sejak awal Juni 2023. Dengan melakukan pembagian secara bertahap itu tidak mempengaruhi secara signifikan kepada harga saham perseroan. Selama periode Juni 2023 hingga 15 Desember 2023, saham WINS pun mengalami pasang surut. Di mana, kami perkirakan tidak ada hubungannya dengan kebijakan MESOP tersebut. 

Di luar itu, ada contoh kasus unik di saham BUKA. Jadi, perseroan menetapkan harga pelaksanaan MESOP I-nya itu senilai Rp783 per saham. Secara teori, harga MESOP itu benar di bawah harga IPO senilai Rp850 per saham. Namun, harga MESOP itu jauh di atas harga pasar yang senilai Rp206 per saham. 

Rahasia Saham BELI yang Tidak Jeblok Seperti GOTO dan BUKA
Saham BELI jadi satu-satunya saham unicorn yang tidak jeblok setelah IPO, seperti BUKA dan GOTO. Kita bongkar rahasianya di sini.

Kalau jadi karyawan BUKA yang dapat jatah MESOP I di harga segitu sih ogah ya masuknya. Dari laporan perseroan sampai akhir November 2023, baru ada sekitar 19,64 juta lembar saham yang dieksekusi, sedangkan sebanyak 5,02 miliar lembar saham belum dieksekusi, meski dari segi waktu belum jatuh tempo juga sih.

Dari aksi MESOP I BUKA itu, tingkat dilusi sahamnya hanya sekitar 0,019 persen, yang pastinya tidak akan terlalu berdampak terhadap harga saham. Beda cerita, kalau 5,02 miliarnya benar-benar di eksekusi di harga tinggi ya. Mungkin bisa memberikan efek jangka sangat pendek untuk harga. Dengan asumsi harga saham yang masuk lebih tinggi, bukan tidak mungkin harga saham BUKA sedikit terkerek. Namun, jika eksekusi dilakukan bertahap sedikit-dikit, efeknya juga tidak akan terasa.

Di sisi lain, MESOP II BUKA dengan harga pelaksanaan di bawah harga pasar senilai Rp189 per saham sama sekali belum ada yang melaksanannya, dari total 4,01 miliar lembar saham MESOP yang tersedia. 

Bagaimana dengan SCMA?

Salah satu yang bakal melakukan MESOP lainnya adalah SCMA. Perseroan akan membagikan sekitar 161,98 juta lembar saham dari saham treasury sebagai saham MESOP. Periode pelaksanaan saham MESOP dilakukan pada 21 Desember 2023 hingga 29 Desember 2023. Harga pelaksanaannya sekitar Rp148 per saham atau hampir sama dengan kondisi harga saham perseroan di pasar yang pada 15 Desember 2023 ditutup di Rp149 per saham. 

Lalu, bagiamana efeknya terhadap saham SCMA?

Jawabannya ya tidak ada efek yang besar. Pasalnya, jumlah MESOP yang dibagikan itu dari saham treasury dengan jumlah hanya 0,21 persen dari total lembar saham perseroan. Harga pelaksanaannya juga hampir mirip dengan harga pasar. 

Kesimpulan

Aksi MESOP dan ESOP tidak memiliki dampak yang besar terhadap dilusi ke pemegang saham ritel. Apalagi, jumlah saham yang dibagikan rata-rata kurang dari 5 persen dari total saham beredar. Jadi, sentimen MESOP maupun ESOP tidak perlu dikhawatirkan, kecuali dalam kasus khusus harga pelaksanaan sangat jauh di bawah harga pasar, serta ada potensi setelah eksekusi, pemilik sahamnya langsung melakukan aksi jual sehingga menambah tekanan jual untuk saham terkait. 

Mau dapat guideline saham dividen 2024?

Pas banget, Mikirduit baru saja meluncurkan Zinebook #Mikirdividen yang berisi review 20 saham dividen yang cocok untuk investasi jangka panjang lama banget.

Kalau kamu beli #Mikirdividen edisi pertama ini, kamu bisa mendapatkan:

  • Update review laporan keuangan hingga full year 2023 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Siap mendapatkan dividen sebelum diumumkan (kami sudah buatkan estimasinya)

 Yuk langsung join Mikirdividen DISKON LANGSUNG Rp100.000 klik di sini ya

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini