Peluang dan Risiko BSSR yang Kasih Kejutan Dividen Final Jumbo, Bisa Berlanjut Tahun Depan?
Saham BSSR mempertahankan reputasi sebagai saham dividen jumbo, meski dengan beberapa kekhawatiran. Berikut ulasan lengkap saham BSSR
Mikirduit – BSSR secara mengejutkan bagikan dividen jumbo dengan total yield (akumulasi total dividen) bisa sampai 18 persen. Lalu, bagaimana prospek ke depannya saham BSSR?
Salah satu kejutan adalah ketika BSSR memutuskan pembagian dividen final sekitar Rp486 per saham. Jika dihitung dengan harga penutupan pada 20 Juni 2026, dividen BSSR ini memberikan dividend yield 10,9 persen.
Jika diakumulasi dengan dua pembagian interim sebelumnya, total dividen BSSR dari tahun buku 2025 sekitar Rp835 per saham. Artinya, jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, total dividen yang diberikan BSSR dari tahun buku 2025 naik sekitar 82 persen.
Lalu, apakah artinya BSSR menjadi saham dividen terbaik? jika bicara historis di tahun buku 2025, bisa dibilang BSSR yang lumayan besar. Tapi, jika dilihat prospek ke depannya, kita perlu pahami kenaikan dividen ini terjadi ketika laba bersih BSSR turun 33 persen menjadi Rp1,38 triliun sepanjang 2025.
Lalu, kenapa dividennya bisa naik? alasannya sederhana, BSSR membagikan dividen dengan tingkat rasio 158 persen dari realisasi laba bersih 2026.
Kenapa bisa begitu? Intinya secara struktur cash, BSSR memang cukup tebal. Perseroan masih ada free cash flow ekitar Rp2,21 triliun, serta kas dan setara kas sekitar Rp1,03 triliun.
Hal ini akan menimbulkan pertanyaan, bagaimana dengan prospek dividen BSSR dari tahun buku 2026 yang akan dibagikan pada tahun depan? Kita bedah prospek BSSR ya.
Prospek Saham BSSR
Jika dilihat, kinerja kuartal I/2026 BSSR mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 30 persen menjadi 19,53 juta dolar AS. Faktor pembentuk laba bersih itu antara lain:
- Pendapatan naik 9 persen menjadi 167,7 juta dolar AS
- Operasional dari beban penjualan mengalami penurunan 6 persen menjadi 20,98 juta dolar AS.
Adapun, kenaikan nominal pendapatan dan dorong laba bersih, tapi terlihat beban penjualan lebih efisien disebabkan oleh volume produksi di kuartal I/2026 lebih rendah, sedangkan harga jual rata-rata naik. Jika dari catatan kami, harga jual rata-rata di kuartal I/2026 sekitar 44 dolar AS per ton. Jika dibandingkan dengan harga jual rata-rata sepanjang 2025, posisi di kuartal pertama ini lebih tinggi 10 persen.
Manajemen BSSR mengungkapkan, kinerja produksi BSSR mengalami penurunan pada kuartal I/2026 karena adanya pemangkasan RKAB dari Kementerian ESDM. Di sisi lain, pada saat yang sama harga jual rata-rata batu bara mengalami kenaikan.

BSSR pun mendapatkan pemangkasan produksi sebesar 34 persen menjadi 11,1 juta ton dibandingkan dengan 17 juta ton dalam rencana yang diberikan.
"Kami berupaya untuk mengajukan kenaikan produksi di RKAB 2026 jika nantinya ada opsi revisi target dari Kementerian ESDM," ujar manajemen BSSR dalam public expose pada 15 Juni 2026.
Artinya, salah satu tantangan BSSR adalah menjaga pertumbuhan kinerja saat produksi dipangkas 34 persen. Namun, jika nantinya mendapatkan peluang meningkatkan produksi di semester II/2026 bisa jadi upaya menjaga pertumbuhan kinerja lebih baik. Apalagi, dengan posisi harga batu bara yang di atas dari periode sama tahun lalu.
Di luar teknis realisasi produksi, ada satu sentimen yang jadi bahasan terkait prospek BSSR dalam jangka menengah, yakni terkait cadangan batu bara perseroan.
Dalam catatan laporan keuangan kuartal I/2026, cadangan batu bara perseroan per Maret 2026 hanya tersisa 28,87 juta metrik ton. Jika menggunakan asumsi rata-rata produksi BSSR sekitar 20 juta ton per tahun, cadangan ini bisa habis dalam 1,5 tahun ke depan.
Namun, BSSR sudah mulai menekan produksi di 2025 menjadi 17,84 juta ton. Lalu, RKAB di 2026 yang disetujui sekitar 11 juta ton. Artinya, jika produksi ditekan jadi 11 juta ton, BSSR masih punya nafas untuk menambah cadangan dalam 2,5 tahun ke depan.
Walaupun, implikasinya berarti ada potensi kinerja BSSR melambat atau mengalami penurunan jika harga jual rata-rata batu bara-nya mengalami stagnan atau turun lebih rendah dalam satu periode.

Dalam perhitungan cadangan BSSR ini memang masih menggunakan hasil dari konsultan independen Aseamco Pty. Ltd. dan PT Prasetya Abdi Perada di 27 Juni 2022 dan 1 Oktober 2022. Nah, yang jadi perhatian, jika memang cadangannya besar, kenapa tidak diupdate?
Manajemen dalam public expose pun menjelaskan, pihaknya masih terus berupaya melakukan eksplorasi di AGM, anak usaha tambang batu bara perseroan yang memiliki luas konsesi sekitar 22.000 hektar. "Sejak dua tahun lalu, kami melakukan eksplorasi pada blok 5 dan 6, tapi hasil eksplorasinya belum optimal," ujarn manajemen.
BSSR juga menganggarkan belanja modal 26,3 juta dolar AS untuk akuisisi lahan yang diambil dari dana internal. Namun, belum ada detail terkait akuisisi lahan ini mencari lahan di area konsesi atau akuisisi lahan tambang yang lain untuk meningkatkan cadangan yang kian menipis.

Kesimpulan
Secara kondisi risiko utang, BSSR menjadi emiten yang cukup sehat. Alasannya, BSSR tidak punya utang dengan kas besar.
Masalah BSSR hanya ada satu, kepastian cadangan yang sudah menipis. Ini menjadi risiko yang harus diantisipasi jika baru mau masuk ke BSSR sebagai investasi jangka menengah.
Memang perseroan punya lahan yang luas untuk dieksplorasi, tapi dalam bisnis tambang batu bara, ada beberapa risiko dalam melakukan eksplorasi.
- Ternyata cadangan batu baranya tidak banyak
- Jika ada cadangan batu bara, tapi biaya tambang-nya tidak ekonomis.
Sehingga jika ingin masuk ke BSSR sebagai investasi dengan ekspektasi dividen jumbo juga harus siap dengan risiko terkait perkembangan cadangan batu bara tersebut.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

