Menelisik Jejak Hubungan Bisnis Febrie Adriansyah - Don Ritto dengan Tiga Saham Haji Isam
Lingkaran kerabat eks Jampidsus Febrie Adriansyah jadi sorotan. Salah satu yang menarik adalah kolaborasi bisnisnya bersama taipan Kalimantan Selatan, Haji Isam. Bagaimana hubungannya?
Mikirduit – Nama Haji Isam muncul dalam lingkaran hubungan bisnis dengan Febrie Adriansyah yang merupakan tersangka dari beberapa dugaan kasus tindakanan pidana korupsi dan pencucian uang. Dari laporan Majalah Tempo edisi 26 Juli 2026, Haji Isam dan Febrie terhubung dari dua entitas bisnis.
Kasus Febrie Adriansyah bermula dari dugaan manipulasi dalam pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU yang dinilai merugikan negara senilai Rp5 triliun. Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menyebutkan hal itu menjadi faktor penyebab mati listrik yang dialami di Sumatra dan Jawa pada Juni silam.
Dalam operasi penggeledahan,Kortastipdikor bergerak menyasar ke-12 lokasi dari Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Bogor. Hasilnya, pada 8 Juli 2026, polisi menyita aset senilai Rp60 miliar di kafe de'Clan Signature. Lalu, Rp7,2 miliar dari Money changer KOIN.
Selanjutnya, polisi menggeledah sebuah rumah Sentul City di Bogor yang diduga rumah Febrie. Hasilnya ditemukan uang tunai 4,76 juta dolar AS, dan 14,08 juta dolar Singapura, 74 kg emas batangan, dan Rp100 juta. Jika ditotal, semuanya senilai Rp476 miliar.
Febrie bersama orang dekatnya Don Ritto pun ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Juli 2026. Dalam hal ini, Majalah Tempo edisi 26 Juli menuliskan, ada 3 kasus yang diduga ada keterlibatan Febrie:
- Dugaan pemerasan dan pencucian uang di Asabri
- Kasus penyelesaian utang anak usaha KRAS
- Kasus korupsi pengadaan batu bara PLN pada 2018-2026
Lalu, bagaimana hubungan bisnis antara Febrie dengan Haji Isam?
Hubungan Bisnis antara Febrie-Don Ritto dan Haji Isam
Dalam laporan Majalah Tempo pada 26 Juli 2026 berjudul Gurita Bisnis Orang Dekat Pak Jaksa, ada dua PT yang menjadi penghubung antara Febrie dengan Haji Isam.
Pertama, PT Surya Banua Energi yang memiliki bisnis pertambangan batu bara di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Dari catatan TEMPO merujuk ke Data AHU Kementerian Hukum per 27 Desember 2024, perusahaan ini dimiliki oleh beberapa pemegang saham, yakni:
- Don Ritto: pihak terafiliasi Febrie
- Junaidi SH (orang dekat Haji Isam dan juga Presiden Komisaris TEBE)
- Welly Susanto (Direktur TEBE)
- GT Denny Ramdhani (Presiden Direktur TEBE dan juga Komisaris Utama di PT Eshan Agro Santosa yang menjadi pengendali JARR)
- PT Sebamban Mega Energi (Perusahaan terafiliasi Don Ritto dan anak Febrie Adriansyah via PT Hutama Indo Tara)
- Agustinus Antonius
- PT Baramega Citra Mulia Persada (Perusahaan terafiliasi Haji Isam dan juga menjadi salah satu pemegang saham PGUN, entitas saham CPO milik Haji Isam dengan porsi kepemilikan 15,69 persen)
Kedua, PT Indosentosa Agro Makmur yang memiliki bisnis Agrobisnis dengan pemilik manfaat Junaidi SH (yang tercatat sebagai komisaris TEBE).

Komposisi pemegang saham PT Indosentosa yang dikutip dari TEMPO berdasarkan data AHU Kementerian Hukum tanggal 10 Juni 2026 antara lain:
- PT Baramega Mining Resources (Entitas milik Don Ritto dan PT Hutama Indo Tara yang terafiliasi dengan anak Febrie.)
- Junaidi (Komisaris TEBE dan juga afiliasi Haji Isam)
- Tang Yunus Tanaga (Pada akhir 2024 tercatat sebagai Direktur PT Transcoal Minergy. Perusahaan itu adalah perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Selatan)
- PT Noira Metha Selaras
- Dewi Sisca Puspita
Untuk dua nama terakhir, kami tidak menemukan korelasi kuatnya ke kubu siapa.
Sehingga jika terkait kaitan bisnis, tiga saham Haji Isam di IDX, yakni TEBE, JARR, dan PGUN memang memiliki hubungan dengan afiliasi Febrie dan Don Ritto. meski sifatnya dari posisi antar pemegang saham dan manajemen dari TEBE, JARR, PGUN dengan entitas kolaborasi Haji Isam denga Febrie.
Sementara itu, sejak terkait dengan Febrie, pergerakan harga saham PGUN, JARR, dan TEBE juga cenderung sideways sejak Juli 2026
Harga saham JARR sideways di 1790-2010. Begitu juga dengan TEBE dengan Rp945 - Rp1.130, serta PGUN sideways di Rp7.025 - Rp8.700 per saham.
Menariknya, pola tiga saham Haji Isam ini sempat mencatatkan kenaikan jelang akhir Juni 2026 antara TEBE, PGUN, hingga JARR. Sebelum akhirnya sideways sepanjang Juli hingga awal Agustus 2026.
Di akhir Juni 2026, saham CPO Haji Isam seperti PGUN dan JARR mendapatkan sentimen implementasi B50. Namun, setelahnya malah sideways setelah kasus Febrie mencuat.
Stock Digest Edisi Juli 2026 Baru Dirilis, Beberapa Saham Value dan Contrarian Investing Pilihan Sudah Keluar Area BUY, Apa yang masih bisa dilirik?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
