Prospek Saham KETR Secara Organik Bisnis dan Peluang Akuisisi dari Grup Sinarmas

Manajemen KETR menargetkan pendapatan bisa tembus Rp1,1 triliun pada 2026. Lalu, bagaimana detail prospek kinerja saham ini?

Share
saham kapal

Mikirduit – Saham KETR memiliki banyak potensi pertumbuhan dari penjualan SKKL Rising 8 hingga berada dalam ekosistem Grup Sinarmas. Jadi, bagaimana prospek dan risiko saham KETR?

Secara pertumbuhan organik, KETR berpotensi mencatatkan keuntungan dari penjualan kontrak SKKL Rising 8 yang sudah rampung. Tercatat, KETR masih bisa menjual sekitar 11 pair lagi. 

Menurut manajemen, dari pengalaman mereka menjual infrastruktur kabel tersebut. Biasanya, membutuhkan sekitar 3-5 tahun. "Untuk SKKL Rising 8 ini sudah ada 3 pelanggan serius yang mau kerja sama. Beberapa mitra pelanggan OTT dan provider luar negeri juga sudah mulai menanyakannya," ujarnya dalam public expose pada 18 Juni 2026.

Jika menggunakan asumsi data historis nilai transaksi per pair berdasarkan historis kontrak 2 pair Batam-Singapura senilai Rp44,55 miliar. Berarti, angka Rp22,28 miliar per pair bisa dijadikan gambaran kasar. Meski, validitasnya sangat rendah karena arah lokasi kabelnya berbeda. 

Jika sudah ada 3 pelanggan yang siap closing deal pada 2026, berarti ada potensi tambahan sekitar Rp66 miliar dari SKKL Rising 8.

Namun, angka itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan target guidance manajemen KETR. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 35 persen menjadi Rp1,01 triliun. Lalu, pendapatan dari developer seperti pengembangan kabel laut naik 38 persen menjadi Rp745 miliar.

Jika KETR mampu menjual sekitar 6 pair di tahun ini sebagai base moderat, berarti potensi pendapatan mencapai Rp133 miliar yang setara dengan 23 persen dari sisa target guidance. (mengecualikan pendapatan Rp181 miliar pada kuartal I/2026).

Bisnis KETR ini juga cukup menarik, mereka tidak menjual putus asetnya. Jadi, aset yang dibeli itu sifatnya kontrak jangka panjang hingga 15 tahun. Nantinya, selama 15 tahun ini, KETR akan berperan sebagai operator infrastruktur dan maintenance. Sehingga, perseroan masih akan mendapatkan pendapatan berulang dari asetnya tersebut.

Jika mengacu ke kinerja 2025, kontribusi pendapatan dari managed service terbesar kedua sebesar 24 persen. 

Ke depannya perseroan juga berencana memonetisasi kapal CLV Bentang Bahari yang dimilikinya. Nantinya, kapal Bentang Bahari juga melayani kabel milik pelanggan mulai dari penggelaran SKKL Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatera, Restorasi kabel wilayah Sulawesi, Restorasi kabel wilayah Indonesia Timur.

Selain itu, KETR juga lagi melakukan pengembangan di SKKL Median Ring Indonesia. Untuk tahap 1, panjangnya sebesar 2.360 km dengan 16 fiber pair dengan target ready for service di 2028.

Tantangan dari Bisnis KETR

Meski terlihat punya potensi pertumbuhan, KETR masih menghadapi beberapa tantangan yang harus diperhatikan.

Pertama, kondisi perang Amerika Serikat - Israel menyerang Iran berdampak terhadap kenaikan bahan baku seperti kabel dan sebagainya. Hal itu juga memicu mundurnya periode ready for service untuk SKKL Median Ring Indonesia.

Manajemen mengakui ada mundurnya target ready for service untuk SKKL Median Ring Indonesia. Hal itu disebabkan ketidakpastian yang tinggi dari biaya bahan baku. Namun, pihaknya tidak akan menghentikan proyek itu, melainkan hanya menunda 1 kuartal hingga ke awal 2028. (sebelumnya, target rampung di akhir 2027)

“Kami tidak mau memaksakan diri, beberapa vendor juga menyarankan untuk menunda dulu. Hal ini bertujuan agar tingkat keekonomian SKKL Median Ring Indonesia tetap terjaga,” ujarnya. 

Kedua, bisnis KETR ini padat modal. Misalnya, ketika membangun SKKL Rising 8 dengan modal sekitar 60 juta dolar AS. KETR membagi biaya dengan kolaborasi bersama MORA. Porsi patungan saat itu 50:50. Selain itu. KETR juga mendapatkan pinjaman dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dengan plafon Rp500 miliar.

5 Fakta Saham JELI yang Kamu Wajib Tahu Sebelum Ikutan Pesan IPO-nya
Ada 5 fakta saham JELI yang wajib kamu ketahui sebelum ikut IPO-nya. Untuk pertimbangan strategi yang paling cocok dengan saham ini.

Dalam kondisi itu, KETR juga mengoptimalkan cashflow yang ada untuk melunasi utang-utangnya. Hal itu yang membuat cashflow KETR dalam dua tahun terakhir cenderung ketat.

Hingga kuartal I/2026 saja, KETR mencatatkan penurunan utang berbunga sekitar 29 persen menjadi Rp562 miliar. Tingkat debt to equity ratio (DER) KETR juga masih cukup aman 0,38 kali dengan interest coverage ratio di 4,64 kali.

Adapun, untuk proyek SKKL Median Ring Indonesia, KETR diperkirakan kembali membutuhkan dana sekitar 60 juta dolar AS untuk panjang kabel 2.300 km. Untuk itu, KETR juga mencari potensi pendanaan seperti dari obligasi berkelanjutan senilai Rp730 miliar. Dalam tahap pertama, KETR akan mencairkan Rp220 miliar untuk proyek SKKL Median Ring Indonesia tersebut. Nantinya, KETR mengklaim akan menutup kekurangan dengan cashflow yang tersedia.

Update Rencana Akuisisi DSSA dan Bisnis Data Center

Manajemen KETR belum mau mengungkapkan banyak hal terkait rencana voulantary tender offer oleh anak usaha DSSA. Dalihnya, transaksi itu ada di ranah pemegang saham pengendali dengan DSSA. Sejauh ini, belum ada obrolan yang pasti terkait sinergi dengan Grup Sinarmas.

“Kami manajemen hanya mendapatkan info kalau tidak ada perubahan bisnis yang signifikan dalam 1-3 tahun ke depan,” ujarnya.

Lalu, manajemen hanya menekankan posisi Grup Sinarmas melalui MORA dan EXCL saat ini juga sebagai klien. Namun, pihaknya tetap akan bersifat objektif terhadap semua klien yang ada, termasuk soal harga jual kontrak jangka panjang kabel hingga maintenance-nya.

4 sektor saham yang bisa dilirik

Meski begitu, manajemen mengaku pihaknya juga melihat prospek di bisnis data center. KETR sudah memulai dari collocation site yang sudah berkembang menjadi data center kecil tier 3.

“Setelah menyelesaikan penggelaran SKKL Rising 8, Data center kami di Tanjung Pakis juga sudah memenuhi syarat untuk menjadi data center skala internasional,” ujarnya.

Manajemen menekankan kemampuan perseroan sebagai developer kabel masih akan terus dikembangkan karena masih banyak daerah yang belum terhubung dengan baik. Namun, pihaknya juga melirik potensi pertumbuhan dari jasa telekomunikasi terutama data center.

Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini