Nasib 5 Saham yang Bagi Dividen Payout Ratio di Atas 100 Persen Laba di 2026
Banyak yang fokus di saham dividen hanya melihat yield tanpa melihat dividend payout ratio. Berikut ini 5 saham dengan payout ratio di atas 100 persen dari tahun buku 2025 kemarin.Ada siapa saja dan bagaimana prospeknya?
Mikirduit – Ada 25 saham yang membagikan dividen lebih dari 100 persen laba bersih dari tahun buku 2025 kemarin. Lalu, bagaimana proyeksinya di 2026 dan dividen 2027 nanti, kami bahas 5 saham dividen dengan rasio payout terbesar di sini?
Saham dengan dividen di atas 100 persen laba bersih kerap memberikan informasi bias dari segi yield. Potensi yield memang terlihat besar, tapi keberlanjutan tingkat dividen besar di periode selanjutnya berpotensi lebih kecil.
Alasannya, jumlah cash yang tersedia mungkin tidak sebesar periode ketika pembagian dividen jumbo sebelumnya.
Untuk itu, sebagai investor kita perlu memahami alasan sebuah saham membagikan dividen di atas 100 persen laba bersih. Jika dalam periode berturut-turut, saham tersebut membagikan dividen di atas 100 persen, biasanya akan berdampak terhadap tren harga saham yang cenderung sideways.
Hal itu dialami saham MPMX yang menjadi salah satu saham dividen dengan yield menarik. Jika ditarik sejak 2017, rata-rata dividen MPMX memiliki tingkat dividend yield sekitar 10 persen.
Lalu, MPMX juga membagikan dividen sebesar 433 persen dari laba pada 2020 dan 195 persen dari laba pada 2021. Terakhir, di tahun buku 2025 kemarin, MPMX juga membagikan dividen sebesar 161 persen dari laba.
Kenapa MPMX membagikan dividen dengan rasio payout yang cukup besar?
Kala itu, manajemen hanya mengungkapkan mereka memiliki cash lebih dari laba tahun sebelumnya sehingga bisa memberikan dividen di atas laba bersih tahunan.
Adapun, cadangan cash MPMX cukup besar karena ada penjualan beberapa bisnis. Pada 2017, MPMX menjual 20 persen saham JACCS MPM Finance kepada JACCS senilai Rp453 miliar. Lalu, pada 2018, MPMX menjual 100 persen saham Federal oil kepada Exxon Mobil senilai Rp6 triliun. Dua faktor itu yang membuat pada 2020-2021 perseroan membagikan dividen jumbo.
Lalu, MPMX kembali membagikan dividen jumbo dari tahun buku 2025 dengan alasan ingin mengoptimalkan saldo laba ditahan yang melimpah senilai Rp2,61 triliun.
Selain itu, ada penilaian juga strategi saham MPMX membagikan dividen jumbo terjadi setelah diakuisisi SRTG pada 2019. Entah ada intervensi dari SRTG untuk meminta MPMX membagikan dividen dengan nilai tertentu sehingga hal itu membuat payout ratio-nya fluktuatif dengan menjaga pertumbuhan dividen per saham-nya.
Namun, kondisi itu membuat harga saham MPMX cenderung sideways. Jika dilihat dari IPO (2013), rata-rata harga saham MPMX akan bergerak di Rp700 - Rp1.500 per saham.
Lalu, bagaimana dengan 5 saham yang bagikan dividen jumbo dengan rasio jauh di atas laba bersih ini?
Saham PSAB
Saham PSAB secara mengejutkan bagikan dividen jumbo senilai Rp105 per saham. Jika dihitung per harga cum-date, tingkat dividend yield-nya tembus 20 persen.
PSAB membagikan dividen sekitar 464 persen dari laba bersih. Total laba bersih PSAB di 2025 sekitar Rp598 miliar, berarti total dividen-nya sekitar Rp2,77 triliun.
Dari mana uang sebanyak itu? jawabannya, dana itu bukan diambil dari kinerja keuangan 2025 sepenuhnya, tapi digabungkan dengan hasil jual tambang Doup yang baru masuk di kuartal I/2026 senilai Rp8 triliun. Dari hasil penjualan aset itu, PSAB mencatatkan keuntungan hingga Rp5 triliun.
Dengan begitu, total pembagian dividen yang mencapai Rp2,77 triliun itu sebagai realisasi keuntungan dari pengendali dari hasil jual aset tersebut. Apalagi, 90 persen saham PSAB dipegang oleh Jimmy Budiarto.
Tantangannya, apakah PSAB lanjut bagikan dividen jumbo pada tahun depan?
Secara kondisi cash, perseroan bisa saja melanjutkan pembagian dividen. Namun, jika semua hasil penjualan tambang Doup ke UNTR untuk dividen, berarti ini ada risiko dari prospek pertumbuhan bisnis perseroan.
Alasannya, investor berekspektasi dengan menjual tambang Doup, PSAB bisa meningkatkan produksi emas dari aset existing lebih agresif sehingga pertumbuhan kinerja terjaga tanpa meningkatkan leverage. Apalagi, PSAB menjual tambang yang siap produktif-nya tersebut. Sehingga jika seluruh dana menjadi dividen membuat PSAB berpotensi berisiko dari segi pertumbuhan bisnisnya.
Sebenarnya, dari segi pertumbuhan bisnis organik, PSAB mencatatkan kenaikan 40 persen menjadi 31 juta dolar AS.
Namun, hal itu didorong oleh sentimen posisi harga jual rata-rata emas yang masih tinggi. Jika ada normalisasi harga emas, ada risiko kinerja melambat jika tidak ditopang dengan kenaikan produksi yang setara.
Jika mengasumsikan normalisasi laba bersih PSAB dari non-divestasi, tingkat laba per saham 2025 hanya Rp22 per saham (dengan pertumbuhan 30-40 persen di 2026 berarti menjadi Rp30 per saham). Jika laba itu 100 persen menjadi dividen pun, tingkat yield hanya 5 persen. Turun signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Saham KKGI
Saham KKGI membagikan dividen sebesar 363 prsen dari laba bersih sekitar Rp29 per saham dengan yield tembus 10 persen jelang cum-date. Catatannya, secara historis, sejak 2019, KKGI memang saham yang konsisten bagi dividen tanpa pernah terputus. Lalu, apakah tingkat dividennya ini bisa berkelanjutan?
Ada beberapa hal yang harus dipahami, saham KKGI mendapatkan tekanan setelah di awal 2025, salah satu tambang batu baranya mengalami longsor. Hal itu membuat pendapatan dan laba KKGI sempat terpuruk signifikan di sepanjang 2025.
Meski, kinerja hingga kuartal IV/2025 mulai membaik, tapi tantangan KKGI berlanjut dari pemangkasan RKAB oleh Kementerian ESDM.
RKAB KKGI dipangkas hampir 50 persen menjadi 2,25 juta ton dari pengajuan sekitar 4 juta ton. Hal ini juga mempengaruhi kinerja perseroan. Apalagi, sepanjang kuartal I/2026, operasional tambang perseroan hanya bisa sebesar 25 persen.
Adapun, tingkat dividen yang diberikan KKGI dari labanya masih cukup logis sekitar Rp120 miliar. Dengan sisa kondisi cash terakhir Rp587 miliar.
Bahkan, KKGI pernah bagikan dividen saat merugi di 2020. Kala itu, perseroan bagikan dividen Rp5 per saham saat perusahaan merugi Rp107 miliar.
Pihak KKGI tampaknya mengukur potensi dividen dari cash yang ada dengan proyeksi kinerja perseroan. Sehingga ada potensi dividen tetap berlanjut. Hanya saja, seberapa besarnya akan tergantung perkembangan bisnis perseroan.
Jadi, untuk KKGI disarankan menjaga ekspektasi yield dividen karena tingkat dividen akan berfluktuatif signifikan.

Saham TRUS
Saham TRUS membagikan dividen sekitar 248 persen dari laba bersih atau sekitar Rp47 miliar. Tingkat dividen itu mencapai 13 persen dari harga jelang cum-date dengan dividen sekitar Rp60 per saham.
Manajemen menggunakan alasan klasik kalau perseroan memiliki cadangan cash berlebih sehingga bisa bagikan dividen jumbo tersebut.
Secara historis, TRUS baru bagikan dividen dua kali, yakni di 2024 dengan rasio 42 persen senilai Rp15 per saham dan 2025 dengan rasio 248 persen senilai Rp60 per saham.
Menariknya, tingkat dividen jumbo diberikan ketika laba bersih perseroan pada 2025 turun 32 persen menjadi Rp19 miliar. Bahkan, pendapatan perseroan juga turun 29 persen menjadi Rp41 miliar.
Walaupun dari segi free cashflow perseroan memang ada sekitar Rp86 miliar. Tapi, catatannya kinerja lagi turun.
Apalagi, penurunan kinerja berlanjut di 2026 yang berasal dari penurunan pendapatan dari pembiayaan all segmen mulai dari pembiayaan kredit investasi, modal kerja, dan multiguna dengan jumlah yang sangat signifikan.
Dalam hal ini, ada risiko TRUS tidak lanjut bagi dividen. Apalagi, jika ada kebutuhan pencadangan atas risiko kredit bermasalah. Dalam catatan per 31 Maret 2026, TRUS mencatatkan kenaikan non-performing financing menjadi 1,27 persen dibandingkan dengan 0 persen pada periode sebelumnya.

Saham DUTI
Saham DUTI bagikan dividen sebesar 210 persen dari laba bersih yang berarti mencapai Rp886 miliar. Tingkat yield saat jelang cum-date sekitar 10 persen. Tapi, apakah dividen ini akan berlanjut?
Saham DUTI adalah perusahaan properti yang berada di bawah Grup Sinarmas dan menjadi anak usaha BSDE. DUTI bukan saham yang rutin bagi dividen, tercatat, periode pembagian dividen DUTI baru terjadi pada tahun buku 2019, 2021,2024, dan 2025.
Hanya saja, rasio dividen kali ini cukup besar di tengah perseroan mengalami tekanan laba bersih. DUTI mencatatkan tekanan penurunan laba bersih sebesar 50 persen menjadi Rp422 miliar. Tekanan laba itu selaras dengan penurunan pendapatan sebesar 35 persen.
Tantangannya dari segi tren kinerja di kuartal I/2026, DUTI melanjutkan tren penurunan. Laba bersih turun 22 persen, sedangkan pendapatan turun 9 persen menjadi Rp486 miliar.
Tekanan penjualan DUTI disebabkan dari bisnis penjualan tanah, rumah, ruko, dan bangunan. Sementara itu, bisnis sewa dan hotelnya justru mencatatkan kenaikan masing-masing 24 persen dan 29 persen.
Namun, saham DUTI ini sangat tidak likuid. Pasalnya, 99,41 persen saham perseroan dipegang oleh BSDE. Lalu, free float publik hanya 0,54 persen dengan riil individual hanya 0,32 persen.

Saham MARK
Saham MARK membagikan dividen dengan rasio 214 persen senilai Rp90 per saham. Tingkat dividend yield saat cum-date sekitar 10 persen. Lalu, apakah saham MARK menarik?
Saham MARK memiliki bisnis produksi cetakan sarung tangan. Secara model bisnis, biasanya cetakan sarung tangan harus diganti dalam 8-9 bulan sekali. Sehingga dari segi pendapatan, MARK cenderung lebih stabil.
Namun, pembagian dividen MARK di tahun buku 2025 itu terjadi ketika kinerka keuangan perseroan menurun. Laba bersih MARK di 2025 turun 1 persen menjadi Rp284 miliar, sedangkan pendapatan turun 8 persen menjadi Rp837 miliar.
Adapun, manajemen MARK menilai penurunan kinerja perseroan berkorelasi dengan ketidakpastian global, terutama tarif. Pasalnya, mayoritas produk perseroan itu ekspor.
Di sisi lain, dari kinerja kuartal I/2026, MARK mulai mencatatkan kinerja yang kembali positif. Pendapatan naik sekitar 5,9 persen menjadi Rp251 miliar, sedangkan laba bersih naik 18 persen menjadi Rp83 miliar.
Di sisi lain, dalam sebulan sejak pertengahan Juni hingga 17 Juli 2026, harga saham MARK sempat naik hampir 49 persen.
Lalu, apakah saham MARK masih menarik untuk dividen investing?
Dari sisi valuasi, bisa tunggu sedikit lebih murah dulu karena volatilitasnya sempat meningkat cukup tinggi. Dengan potensi pemulihan kinerja pasca ketidakpastian global di 2025, harusnya pertumbuhan kinerja saham MARK bisa kembali positif di 2026.
Kesimpulan
Dalam kasus saham-saham dengan dividen di atas 100 persen laba bersih, ada beberapa kondisi yang terjadi:
- Saham itu bagikan dividen di atas 100 persen laba bersih dengan kondisi penurunan kinerja keuangan. Sehingga sebenarnya, tingkat dividen per sahamnya hanya mengalami perubahan yang kecil. Bahkan, dalam beberapa kasus malah tetap mengalami penurunan
- Saham yang baru jual aset dengan nilai skala besar dan pengendali ingin mendapatkan sebagian dananya yang didistribusikan via dividen.
- Saham yang kinerjanya juga mengalami penurunan dari tahun buku yang digunakan untuk dividen jumbo, tapi secara bisnis ada tren pemulihan di 2026.
Lalu, apakah saham dividen dengan 100 persen laba bersih itu menarik dilirik. Jawabannya:
- Jika dividen dengan payout ratio jumbo itu dibagikan bukan dari hasil jual aset, dan kinerja keuangannya bertumbuh bisa tetap menarik untuk investasi jangka menengah panjang
- Jika ingin mengincar capital gain dari saham dividen, bisa ambil posisi beli di harga yang murah secara PE atau PBV historis dengan kondisi risiko bisnis sangat rendah.
- Jika saham tersebut sedang bervolatilitas tinggi karena faktor lainnya bisa untuk trading
Mau Insight Saham yang Lengkap dan Spesial dari Mikirduit?
Kamu bisa ikutan event rutin bulanan Mikirduit dengan menjadi member Mikirsaham. Kami juga lagi ada promo akhir bulan nih, dapatkan DISKON spesial dengan kode promo: GAJIANJULI. Promo terbatas hanya untuk 20 pendaftar pertama hingga 31 Juli 2026. (Berlaku untuk semua paket)
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini


