Ekspansi dari Dana IPO, Laba Saham FORE Tumbuh 34 Persen, Begini Prospek ke Depannya

Saham FORE melesat lebih dari 9 persen setelah mencatat kinerja ciamik sepanjang paruh pertama tahun ini. Kira-kira gimana prospekanya dan apakah masih menarik dilirik sahamnya?

Share
saham kopi

Mikirduit - Emiten kedai kopi kekinian, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) sudah merilis kinerja laporan keuangan sepanjang paruh pertama tahun ini, hasilnya cukup ciamik. 

Manuver ekspansinya juga sangat gencar apalagi baru IPO tahun lalu. Market merespon dengan cukup positif dengan harga saham per Kamis hari ini (23/7/2026) berhasil melejit lebih dari 9 persen ke posisi Rp695 per lembar, hanya di sesi pertama perdagangan. 

Review Kinerja FORE di Semester I/2026 

Sepanjang paruh pertama tahun ini, FORE berhasil mencetak pendapatan Rp1 triliun, melonjak 52 persen secara tahunan (yoy). EBITDA juga melejit 65 persen yoy, dari Rp131 miliar menjadi Rp216 miliar, seiring dengan itu margin EBITDA melebar dari 19,7 persen pada semester I/2025 menjadi 21,5 persen pada semester I/2026. 

Pertumbuhan ciamik dari top line ini optimal mendukung bottom line, di mana laba bersih naik 34,4 persen yoy dari Rp42,03 miliar menjadi Rp56,48 miliar. 

Namun perlu dicatat, FORE masih berada pada fase awal pertumbuhan pasca-IPO. Mayoritas pertumbuhan pendapatan masih ditopang oleh ekspansi gerai yang tumbuh sekitar 44 persen yoy.

Hingga akhir Juni 2026, FORE telah memiliki 377 gerai, terdiri dari 363 kedai kopi, 10 gerai Fore Donut, dan 4 gerai di Singapura. Menariknya, lebih dari 40 persen gerai berada di kota tier-2 dan tier-3.

Secara keseluruhan, kinerja ini masih sejalan dengan target manajemen tahun 2026, yaitu pertumbuhan pendapatan sekitar 50 persen yoy dan laba bersih sekitar 70 persen yoy.

Update Sisa Dana IPO dan Prospek Penggunaannya

Perlu dicatat dulu, waktu IPO FORE berhasil meraup dana sebanyak Rp337,2 miliar, yang dialokasikan ke dalam tiga fokus utama, yaitu pembukaan gerai baru (sekitar Rp275 miliar), penyertaan modal untuk anak usaha di bidang pengembangan bisnis donat (Rp60 miliar), dan sisanya untuk modal kerja.

Dari dana sebanyak itu, sampai akhir Juni 2026 hampir separuh sudah terserap. Total realisasi mencapai Rp166,71 miliar atau 49,44 persen dari dana bersih Rp337,2 miliar. 

Rinciannya, dana yang sudah digunakan utamanya untuk ekspansi outlet baru (Rp155,71 miliar dari rencana Rp275 miliar atau 56,6 persen) dan setoran modal ke anak perusahaan (Rp11 miliar dari rencana Rp60 miliar atau 18,3 persen). Penempatan sisa dana di bank ini sesuai ketentuan OJK, sekaligus menjaga likuiditas sambil menunggu penyaluran lebih lanjut di paruh kedua 2026.

Sisanya sekitar Rp170,48 miliar masih aman tersimpan di giro Bank Mandiri, dengan mayoritas menghasilkan bunga sekitar 5 persen per tahun dan sebagian kecil di 0,4 persen. Berikut gambaran perbandingan realisasi dana IPO dari target pengunaan yang dijanjikan: 

dana IPO FORE

Dari tabel di atas, terlihat jelas jika ruang untuk pembukaan gerai baru masih terbuka lebar. 

Pada tahun ini sendiri, manajemen FORE menetapkan target cukup ambisius, pembukaan gerai baru sampai 100, terdiri dari 70 kedai kopi dan 30 gerai donat. Pantauan kami sampai tengah tahun ini 50 gerai sudah terealisasi. 

Adapun capex yang dialokasikan pada 2026 mencapai Rp250 miliar. Rinciannya, Rp200 miliar hanya untuk kedai kopi, Rp50 miliar untuk donat dan kebutuhan dapur.

Strategi FORE masih akan fokus menyasar pembukaan gerai baru di kota tier 2 dan tier 3 karena dinilai intensitas persaingan lebih rendah. Fore Donut juga dikembangkan untuk mendorong profitabilitas tambahan karena profil gross margin yang lebih tinggi. 

Menurut penghitungan kami, dengan asumsi sebagian besar pembukaan gerai baru didanai dari dana IPO, rata-rata biaya yang dibutuhkan untuk membuka satu gerai adalah sekitar Rp2 miliar (termasuk renovasi, peralatan, inventory awal, dan biaya setup lainnya).

Dalam jangka pendek (H2-2026), amunisi kas khusus ekspansi sebesar Rp119 miliar masih memberikan kepastian dana yang cukup untuk menyelesaikan target pembukaan, sisa 50 gerai baru lagi hingga akhir 2026, meski masih tergantung pada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti: 

  • Kemampuan manajemen mengeksekusi pembukaan gerai sesuai jadwal tanpa penundaan.
  • Kualitas lokasi baru, terutama di tier-2 dan tier-3, yang biasanya memiliki ramp-up lebih lambat.
  • Inflasi biaya konstruksi
  • Kondisi pasar secara keseluruhan, seperti daya beli konsumen dan persaingan di industri kopi.

Selain itu, gerai yang baru dibuka umumnya membutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan hingga mencapai kapasitas penjualan optimal.

Artinya, kontribusi penuh dari ekspansi Semester II-2026 kemungkinan baru akan terlihat pada laporan keuangan Kuartal I hingga Kuartal II-2027.

Dengan kata lain, pertumbuhan yang agresif saat ini belum tentu langsung tercermin pada laba bersih tahun ini. Efek ekspansi biasanya baru terasa penuh pada tahun berikutnya.

Menurut kami, belanja modal (capex) yang sedang dilakukan FORE masih berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan dalam 2-3 tahun ke depan, sehingga tidak mengherankan apabila target pertumbuhan yang dipasang manajemen juga cukup agresif.

Komparasi Kinerja FORE vs MAPB

Saat ini FORE masih berada pada fase growth, sehingga fokus utamanya adalah mempercepat ekspansi. Seiring bisnis semakin matang, fokus perusahaan nantinya perlu bergeser dari mengejar pertumbuhan menjadi menjaga efisiensi biaya agar profitabilitas tetap terjaga.

Sebagai pembanding, kami menggunakan MAPB, yang mengoperasikan Starbucks di Indonesia melalui anak usahanya PT Sari Coffee Indonesia.

Menurut kami, dari sisi positioning, kualitas produk, ambience, hingga target pasar, FORE cukup sebanding dengan Starbucks sehingga MAPB menjadi pembanding yang relatif apple-to-apple.

Berikut ada komparasi dari beberapa indikator yang kami ambil: 

perbandingan FORE dengan MAPB

Dari komparasi tersebut terlihat bahwa meskipun MAPB memiliki Gross Profit Margin lebih tinggi (67 persen dibanding 61,9 persen), perusahaan justru masih membukukan rugi bersih akibat tingginya biaya operasional model bisnis dine-in, terutama biaya sewa lokasi premium dan gaji karyawan.

Sebaliknya, FORE mampu mengubah GPM sebesar 61,9 persen menjadi laba bersih Rp56,48 miliar berkat struktur biaya yang lebih ringan serta model bisnis yang lebih terdigitalisasi.

Meski demikian, kondisi MAPB saat ini juga dapat menjadi gambaran tantangan yang mungkin akan dihadapi FORE di masa depan.

Selama masih memiliki dana IPO yang besar, FORE relatif lebih leluasa melakukan ekspansi. Namun ketika dana tersebut mulai berkurang, fokus perusahaan harus bergeser ke peningkatan Same Store Sales Growth (SSSG), efisiensi biaya operasional, beban sewa, depresiasi, dan optimalisasi profitabilitas setiap gerai.

5 Kategori Saham Dividen yang Wajib Kamu Ketahui Agar Tidak Salah Langkah
Saham dividen memang memberikan daya tarik tersendiri, investor bisa dapat bagian laba emiten hingga kombinasi keuntungan dengan capital gain. Tapi, kalau salah langkah bisa amsyong. Begini strateginya

Analisis Valuasi dan Teknikal Saham FORE 

Dari sisi valuasi, saham FORE saat ini dapat dikatakan cukup mahal.

PBV FORE telah mencapai sekitar 8,22 kali, jauh lebih tinggi dibandingkan MAPB yang berada di kisaran 1,85 kali.

Sementara secara teknikal, saham FORE masih berada dalam fase akumulasi. Namun, harga saat ini masih tertahan di area resistance MA100 harian, yakni sekitar 700.

Apabila level tersebut belum berhasil ditembus, terdapat peluang koreksi jangka pendek menuju area support sekitar 620.

teknikal saham

Risiko yang masih patut diperhatikan 

Selain prospek pertumbuhan yang menarik, terdapat beberapa risiko yang tetap perlu dicermati investor.

Karena baru IPO sekitar satu tahun lalu, masa lock-up saham FORE telah berakhir. Hal ini membuka peluang munculnya tekanan jual dari investor awal yang memperoleh saham pada harga yang jauh lebih rendah dibanding harga pasar saat ini.

Setelah lock-up selesai, pemegang saham pra-IPO berpotensi melakukan profit taking, baik melalui pasar reguler maupun transaksi negosiasi. Apabila aksi jual tersebut cukup besar, dapat muncul supply overhang yang berpotensi membatasi kenaikan harga saham FORE dalam jangka menengah.

💡
Butuh Tools dan Screener untuk analisis saham AS yang lengkap hingga AI yang sudah berbasis data yang kuat sehingga nggak halu? Tandanya kamu siap gas PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit, langsung coba sekarang dengan Klik di sini

Dari sisi operasional, ekspansi yang agresif juga mulai tercermin pada kenaikan biaya perusahaan. Beban operasional meningkat dari Rp363,62 miliar menjadi Rp539,81 miliar, sehingga berpotensi menekan margin apabila tidak diimbangi dengan efisiensi.

Saldo kas juga turun dari Rp327,53 miliar menjadi Rp263,96 miliar karena digunakan untuk aktivitas investasi dan pendanaan. Di sisi lain, kewajiban sewa jangka pendek meningkat menjadi Rp105,29 miliar, yang berarti perusahaan masih memiliki komitmen pembayaran sewa yang cukup besar dalam waktu dekat.

Meski telah mencetak laba, FORE juga masih memiliki akumulasi rugi sekitar Rp121,31 miliar. Oleh karena itu, investor perlu memantau apakah perusahaan mampu menjaga konsistensi pertumbuhan laba sehingga defisit tersebut dapat terus berkurang.

Pergerakan transaksi pemegang saham di atas 1% saham FORE di member area mikirsaham
Pergerakan transaksi pemegang saham di atas 1% saham FORE di member area mikirsaham

Kesimpulan

Menurut kami, FORE masih menawarkan cerita pertumbuhan (growth story) yang menarik. 

Kinerja Semester I-2026 menunjukkan bahwa ekspansi gerai masih mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan pendapatan sekaligus laba bersih. Ditambah lagi, perusahaan masih memiliki sisa dana IPO yang cukup besar sehingga target ekspansi hingga akhir tahun relatif masih memiliki dukungan pendanaan.

Dengan dana IPO yang tersisa untuk ekspansi jaringan, kami menilai FORE masih bisa punya ruang pertumbuhan hingga semester I/2027. Namun, setelahnya jika seluruh dana IPO sudah habis, FORE akan menunjukkan riil ekspansi-nya ini benar-benar menghasilkan laba yang menarik atau tidak.

Ditambah, valuasi saham saat ini sudah tidak murah. Dengan PBV mencapai sekitar 8,22 kali, ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan FORE sudah cukup tinggi. Artinya, perusahaan harus terus membuktikan bahwa ekspansi yang dilakukan benar-benar mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang berkelanjutan.

Investor juga perlu mencermati beberapa risiko seperti potensi supply overhang pasca berakhirnya masa lock-up, kenaikan beban operasional, penurunan saldo kas akibat ekspansi, serta kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas ketika dana IPO mulai menipis.

Selama manajemen mampu mengeksekusi ekspansi dengan disiplin, menjaga efisiensi, dan meningkatkan produktivitas gerai yang sudah ada, prospek jangka panjang FORE masih cukup menarik. 

Namun bagi investor baru, valuasi yang sudah tinggi membuat strategi masuk secara bertahap (buy on weakness) menjadi lebih bijak dibanding mengejar harga. 

Jadi, gimana menurut kalian menarik untuk beli FORE saat ini atau masih wait and see?

Mikirduit Bakal Ada Event Membahas Saham Dividen 2026-2027 pada 25 Juli 2026? Mau Ikutan?

Kamu bisa ikutan event rutin bulanan Mikirduit dengan menjadi member Mikirsaham. Kami juga lagi ada promo akhir bulan nih, dapatkan DISKON spesial dengan kode promo: GAJIANJULI. Promo terbatas hanya untuk 20 pendaftar pertama hingga 31 Juli 2026. (Berlaku untuk semua paket)

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Disclaimer: artikel di sini hanya memberikan insight dan edukasi terkait pasar modal, bukan rekomendasi jual-beli.
Join Mikirsaham Sekarang