5 Kategori Saham Dividen yang Wajib Kamu Ketahui Agar Tidak Salah Langkah

Saham dividen memang memberikan daya tarik tersendiri, investor bisa dapat bagian laba emiten hingga kombinasi keuntungan dengan capital gain. Tapi, kalau salah langkah bisa amsyong. Begini strateginya

Share
saham dividen

Mikirduit – Bicara saham dividen, ada lima saham dividen yang harus kamu pahami untuk tahu peluang dan risikonya.

Saham dividen menjadi pilihan menarik karena selain mendapatkan potensi capital gain, juga bisa mendapatkan bagian dari laba bersih emiten. Tapi, banyak yang salah langkah dalam mengoptimalkan saham dividen seperti:

  • Membeli saham dividen menunggu pengumuman di RUPS Tahunan lalu hold untuk mendapatkan dividennya. Hasilnya, mengalami floating loss saat ada penurunan harga saat memasuki periode ex-date (ketika membeli saham tidak dapat hak dividen dan menjual saham tetap dapat hak dividen)
  • Membeli saham dividen dengan fokus di yield masa lalu tanpa melihat perkembangan bisnis di masa depan

Untuk itu, kami buat 5 kategori saham dividen yang bisa menjadi pilihanmu untuk beli saham dividen dengan langkah yang tepat.

Saham Dividen dari Mature Company yang Bagikan Hampir 100 persen Laba Sebagai Dividen

Pertama, saham dividen dari perusahaan yang sudah matang. Biasanya, porsi dividen akan mendekati 100% dari laba bersih. Soalnya, mereka sudah nggak punya kepentingan ekspansi agresif yang membutuhkan modal besar. 

Beberapa saham yang ada di sini seperti, SIDO, UNVR, HMSP, GGRM, dan POWR.

Lalu, apakah saham tersebut bagus untuk investasi jangka panjang?

Jawabannya tergantung, dari bisnis yang sudah matang, apakah ruang pertumbuhan kinerja-nya masih ada. Biasanya ruang pertumbuhan kinerja bisa terjadi karena ada kenaikan harga jual produk, optimalisasi kapasitas produksi pabrik, efisiensi operasional sehingga bisa mendapatkan tingkat net profit margin yang lebih bagus.

Tapi, untuk saham-saham seperti ini, jangan terlalu berharap bisa mencatatkan capital gain yang signifikan. Kecuali, ada faktor tertentu.

Misalnya, saat ini pasar saham Indonesia sedang dibanting karena ada kebijakan MSCI yang mengevaluasi sistem pasar saham Indonesia. Sehingga, ada net sell asing sangat jumbo yang berdampak kepada penurunan harga saham yang signifikan. Bayangkan, net sell asing di pasar reguler secara year to date hingga 22 Juli 2026 mencapai Rp91 triliun. 

Nantinya, jika MSCI sudah memberikan kepastian dan pasar saham Indonesia tidak di-freeze dalam rebalancing ada potensi inflow asing kembali masuk. Saham-saham dengan bisnis yang sudah matang dan likuiditas yang bagus akan mendapatkan inflow asing yang signifikan sehingga ada normalisasi harga yang membuat potensi capital gain menarik.

Kelebihan: dari segi yield dividen tahunan akan menarik.

Kelemahan: dari segi harga saham ada risiko mengalami penurunan jika tren bisnis terus mengalami penurunan. Sehingga yield yang terlihat menarik pada tahun tersebut disebabkan oleh penurunan harga, sehingga jika kita investasi jangka panjang di saham dividen tipe ini belum tentu mendapatkan yield menarik.

Saham yang Matang dengan Dividend Payout Ratio yang masih Wajar dan Yield menarik

Kedua, saham-saham yang skala bisnis sudah cukup matang, tapi tingkat payout ratio masih cukup wajar. Sehingga potensi fluktuasi harga untuk unlock value baru atau minimal sideways di rentang yang menarik serta mendapatkan dividennya masih terbuka lebar.

Saham-saham yang masuk kategori ini ada di, BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, ASII, UNTR, INDF, ICBP, dan lainnya.

Saham ini cocok untuk jadi core utama yang dimiliki, terutama jika harga sahamnya masih cukup murah. Pasalnya, secara bisnis harusnya lebih stable dan sulit disaingi, meski ada potensi untuk diganggu, tapi agak sulit diganggu signifikan.

Misalnya, ASII memang sering disebut bakal diganggu oleh keberadaan mobil listrik China karena dikaitkan dengan bisnis otomotif. Tapi, bisnis ASII bukan cuma otomotif, mereka juga jual komponen otomotif yang juga dijual ke produsen mobil listrik China di AUTO, bisnis tambang hingga pembangkit listrik EBT di UNTR, bisnis perkebunan CPO di AALI, bisnis manajemen dokumen di ASGR, hingga bisnis sewa pergudangan di MMLP.

Sementara itu, apapun yang terjadi dengan tekanan harga saham big bank karena faktor MSCI tidak membuat bisnisnya bangkrut. Pasalnya, jika saham big bank bangkrut, berarti ada masalah besar di ekonomi Indonesia dan saat itu bisa jadi semua sektor bisnis juga tertekan.

Kelebihan: saham sektor ini sangat menarik untuk jangka panjang karena bisnisnya cenderung stabil (bukan nggak mungkin kinerja turun, tapi ruang pemulihannya akan terbuka).

Kekurangan: hati-hati mulai masuk saat harga saham sudah tinggi secara volatilitas. Disarankan mulai cicil saat harga saham mengalami tekanan dengan risiko yang sudah terukur (faktor risikonya ada apa saja). Lalu, masuk bertahap agar bisa mengoptimalkan posisi beli yang bagus.

Saham Dividen Bertumbuh yang Mulai Bagikan Dividen

Ketiga, saham dividen dari perusahaan yang masih bertumbuh. Jadi, saham ini akan memberikan dividen dengan porsi di bawah 70 persen dari payout rasio.

Biasanya, mereka masih butuh cash hasil laba untuk ekspansi, tapi memang ada yang bisa disisihkan untuk dividen.

Menariknya, jika saham tipe ini mencatatkan penurunan signifikan alias harga terdiskon, dividennya bisa saja menarik dengan ruang pertumbuhan atau capital gain yang menarik.

Saham yang termasuk di sini bisa dari saham-saham yang skala bisnisnya sudah besar, tapi masih membuka ruang ekspansi misalnya KLBF, ACES, ADMR, MSTI, TBLA, DKFT, dan masih banyak lagi.

Beberapa saham ini memang cenderung lelet dari segi pergerakan harga, tapi ketika momennya tiba, pergerakannya bisa atraktif. Lalu, ada juga saham yang likuiditas terbatas sehingga volatilitasnya cukup tinggi. 

Kelebihan: saham ini memberikan dividen yang menjadi uang tunggu sambil menunggu volatilitas harga sahamnya kembali meningkat dan mencatatkan kenaikan signifikan. Opsi keuntungannya ada tiga, ada momentum yang mendorong harga saham, ada momentum bisnis yang mendorong kenaikan dividen, serta keduanya karena ketika momentum bisnis tiba biasanya juga akan mendorong harga saham.

Kekurangan: ada yang tipe volatilitas tinggi serta bisnis yang sudah skala besar tapi ada tantangan bisnis dalam jangka pendek. Sehingga jika beli di harga tinggi juga jadi risiko untuk saham ini.

Saham Cyclical yang Mendorong Kinerja Signifikan

Keempat, saham cyclical yang bisa mengubah kinerja keuangannya menjadi laba yang sangat jumbo sehingga mereka akan meningkatkan dividen. Biasanya, saham-saham yang masuk dalam kategori ini adalah saham komoditas yang ada faktor risiko harga komoditas seperti, ITMG, ADRO, ANTM, PTBA, TAPG, LSIP, dan lainnya.

Selain itu, hal ini juga berlaku untuk saham dengan bisnis pendukung komoditasnya seperti perkapalan, yakni TPMA, NELY, PSSI, dan lainnya.

Untuk saham cyclical sangat disarankan mulai cicil ketika harga acuan komoditasnya tertekan. Lalu, pastikan saat harga komoditasnya tertekan, secara valuasi, saham tersebut sudah murah. Dengan begitu, kita bisa masuk bertahap sambil menunggu siklusnya naik lagi. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan peluang keuntungan dari dividen sambil menunggu booming hingga capital gain saat mencapai peaknya.

💡
Butuh Tools dan Screener untuk analisis saham AS yang lengkap hingga AI yang sudah berbasis data yang kuat sehingga nggak halu? Tandanya kamu siap gas PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit, langsung coba sekarang dengan Klik di sini

Kelebihan: ketika masuk fase boomingnya, saham-saham ini bisa mencatatkan tingkat dividen yang cukup signifikan yang menggiurkan untuk diambil dividennya hingga capital gain karena volatilitas momentum komoditasnya.

Kekurangan: volatilitas sesuai siklusnya sangat tinggi. Jika momentum komoditasnya sudah lewat bisa ada penurunan yang signifikan. Lalu, karena beberapa menghasilkan dividen jumbo, selisih penurunan harga antara harga cum-date dengan ex-date dividennya bisa setara atau lebih besar dari tingkat yield dividen dari periode cum-date

Untuk saham batu bara, kami memberikan guideline periode hold paling lambat hingga 2028-2029, setelahnya perlu di-review perkembangannya.

Badai Sedikit Berlalu, Ini Kinerja Tradingan Mikirduit Saat Badai Menghadang di Mei-Juni 2026
Berikut ini kinerja tradingan Mikirduit sepanjang Januari - 13 Juli 2026. Tekanan terbesar terjadi di April-Mei 2026, sedangkan Juni 2026 posisinya lebih baik karena kami juga memasang mode yang lebih konservatif. Lalu, siap mulai berpetualang di dunia saham Indonesia bersama kami?

Saham Dividen One Season Wonder

Kelima, saham dividen one season wonder yang terlihat bagus di satu periode, tapi setelahnya menciut. Biasanya, ada beberapa faktor yang membuat hal itu terjadi:

  • Dividen dari hasil pendapatan satu kali atau tidak berulang, bisa berasal dari menang gugatan, ada pembayaran piutang yang sudah dihapus buku, pendapatan dari penjualan aset, hingga lainnya
  • Kenaikan harga saham yang signifikan sehingga dividennya menjadi kurang menarik jika baru dibeli sekarang

Beberapa contoh ini sempat terjadi di TUGU, PUDP, hingga CFIN yang dapat pendapatan sekali yang cukup besar.

Untuk saham dividen ini agak berisiko karena tingkat dividen tidak terulang. Jika kita masuk untuk mengejar dividennya bisa berisiko terkena dividen trap yang nyata (Dividen trap itu bukan ketika beli saham di cum-date dan di ex-date turun, itu memang realita di saham dividen, melainkan saham yang memberikan dividen jumbo tapi hanya sekali, sedangkan sisanya dividen kecil bahkan tidak ada dividen sama sekali. Akhirnya, harga saham mengalami penurunan dan sulit kembali ke level tertinggi jelang dividen jumbo sampai momentum selanjutnya)

Kelebihan: saham dividen one wonder season ini menarik untuk diambil fluktuasi jangka pendek jelang pembagian dividen. Tapi, kurang menarik untuk jangka panjang.

Kekurangan: jika dividen jumbo tidak berlanjut, ada risiko harga saham mengalami normalisasi ke level terendah yang sulit bangkit lagi.

Kesimpulan

Dari kelima kategori itu, yang menarik untuk investasi ada di kategori kedua, ketiga,dan keempat. Namun, catatannya saat membuat plan masuk beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Harus bertahap, jangan ALL IN
  • Perhatikan valuasi, apakah beli saat mahal atau murah
  • Perhatikan volatilitas harga (kadang valuasi masih murah tapi volatilitas sudah cukup tinggi karena naik tinggi dalam beberapa hari hingga bulan)
  • Perhatikan momentum dan risiko bisnis emiten terkait untuk gambaran kemungkinan periode hold
  • Jangan lupa take profit jika capital gain sudah signifikan hingga di atas 50 persen. Realisasi keuntungan dari modal cukup penting terutama ritel yang masih ingin asetnya growth

Mikirduit Bakal Ada Event Membahas Saham Dividen 2026-2027 pada 25 Juli 2026? Mau Ikutan?

Kamu bisa ikutan event rutin bulanan Mikirduit dengan menjadi member Mikirsaham. Kami juga lagi ada promo akhir bulan nih, dapatkan DISKON spesial dengan kode promo: GAJIANJULI. Promo terbatas hanya untuk 20 pendaftar pertama hingga 31 Juli 2026. (Berlaku untuk semua paket)

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Join Mikirsaham Sekarang