Daftar Saham Milik 5 Investor Individu Terbesar di Indonesia

Kamu pernah penasaran nggak, kira-kira apa saja sih saham pilihan investor individu dengan modal besar? berikut ini bocoran portofolio saham milik 5 investor individu terbesar.

Daftar Saham Milik 5 Investor Individu Terbesar di Indonesia

Mikirduit – Ada 5 investor individu besar di Indonesia yang memiliki saham dengan tujuan benar-benar investasi bukan sebagai pemilik bisnis. Kira-kira, apa saja aset yang dipegang oleh kelima investor individu besar di Indonesia ini ya? 

Jadi, dua dari 5 investor individu ini sebenarnya adalah pemilik bisnis yang juga sudah melantai di BEI, meski begitu mereka juga rutin investasi ke saham lainnya di luar grup mereka. Lalu, dua lagi memang murni investor, sedangkan satu orang lagi bisa dibilang praktisi di bidang pasar modal. Berikut ini, kelima sosok investor individu dan saham yang dimilikinya.

5. Hermanto Tanoko

Hermanto Tanoko adalah pemilik dari Tancorp Grup, yang beberapa lini usahanya sudah melantai di BEI seperti, CLEO, DEPO, AVIA, CAKK, PEVE, dan RISE. Namun, di luar bisnis yang sudah listing di BEI, Hermanto diindikasi memiliki investasi di beberapa saham yang tidak terafiliasi dengan bisnisnya. 

Dari pemberitaan bisnis.com pada 25 November 2023, Hermanto Tanoko disebut masih memegang sekitar 7,03 juta lembar saham BDMN atau setara 0,07 persen. Lalu, Hermanto juga disebut pegang saham ABMM dengan kepemilikan sebesar 17,33 juta lembar atau setara 0,62 persen hingga pemberitaan pada 8 April 2024.

Jika Hermanto masih memegang saham tersebut, berarti total nilai investasinya di dua saham itu sekitar Rp89,64 miliar. Namun, porsi kepemilikan bisa berubah secara real-time karena kepemilikannya di bawah 5 persen, sehingga tidak akan terdeteksi. 

BDMN adalah emiten bank menengah milik MUFG, emiten bank ini memang lagi cukup ekspansif bersama induk usahanya. Perseroan lagi gencar akuisisi perusahaan pembiayaan dari MFIN hingga Home Credit bersama ADMF, anak usahanya. Lalu, BDMN juga lagi mengakuisisi nasabah consumer ritel dari Standard Chartered. 

Sementara itu, ABMM adalah emiten dari Grup Trakindo yang bisnisnya agak mirip dengan UNTR, yakni kontraktor pertambangan batu bara hingga produksi batu bara.

4. Suwantara Gotama

Suwantara Gotama bisa dibilang salah satu profesional di bidang pasar modal. Kini, dirinya adalah bos PT Semsta Indovest Sekuritas dengan kode broker MG. Dirinya juga sempat menjabat sebagai Direktur di PT CLSA Indonesia dan Komisaris Bursa  Efek Indonesia pada 2011. 

Dari catatan IDX, sampai data terakhir di 5 April 2024, Suwantara masih memegang sekitar 97,72 lembar saham MBSS atau setara 5,58 persen dari total sahamnya. 

Sebelumnya, Suwantara diketahui sempat memiliki saham GZCO sebanyak 436 juta lembar atau setara 7,28 persen. Namun, kabarnya dia telah menjual saham tersebut hingga kini sudah tidak tercatat sebagai pemegang saham GZCO di atas 5 persen. 

Total nilai asetnya di MBSS senilai Rp103 miliar. 

MBSS sendiri adalah emiten pelayaran yang fokus dalam pengangkutan komoditas. Sebelumnya MBSS dimiliki oleh INDY sebelum akhirnya dilepas ke PT Galley Adhika Energy pada 2022.

Investasi Modal Rp100.000 per Bulan, Pilih Saham, Reksa Dana, atau ETF?
Jika kamu punya modal Rp100.000, lebih baik investasi ke saham, reksa dana saham, atau ETF? berikut ini simulasi dan ulasan lengkapnya

3.Haiyanto

Haiyanto bisa dibilang sosok investor yang cukup misterius. Berbeda dengan Lo Kheng Hong yang sering muncul ke publik, sosok Haiyanto tidak pernah dilihat. 

Dari penelusuran, Haiyanto diketahui memiliki 6 portofolio saham seperti, KDSI, TELE, INAI, MDLN, RUIS, dan ABMM. 

Bahkan, per Mei 2023, nama Haiyanto disebut sempat bertengger sebagai pemegang saham terbesar kedua di PTBA sebanyak 248,82 juta atau setara 2,16 persen. Namun, kini nama Haiyanto sudah tidak ada di komposisi detail pemegang saham PTBA. 

Lalu, di RUIS, Haiyanto diketahui memiliki saham hingga mencapai 23,97 persen. Bahkan, jumlah saham yang dimiliki Haiyanto lebih besar daripada pengendalinya, yakni PT Radiant Nusa Investama. 

Jika dirinici karakter sahamnya, Haiyanto memiliki portofolio saham yang berbeda-beda sektor. Seperti, KDSI yang merupakan produsen perlengkapan dapur seperti panci, mangkok, teko, dan lainnya. 

Lalu, TELE memiliki bisnis distribusi produk telepon seluler, voucher telepon seluler, layanan perbaikan, dan penyedia konten telepon. Meski,kondisi kinerja bisnis saham ini sedang buruk, tapi saham ini juga menjadi salah satu investasi dari PT Telkom (Persero) Tbk. (TLKM). 

INAI sendiri saham yang bisa berhubungan dengan KDSI. INAI emiten yang mengolah aluminium untuk bisa digunakan produk jadi. 

MDLN bergerak di bidang properti meski saat ini harga sahamnya sedang bertengger nyaman di Rp50 per saham. 

Terakhir, RUIS bergerak di sektor kontraktor pendukung pertambangan migas hingga panas bumi. 

Jika ditotal, aset keenam saham Haiyanto itu mencapai Rp185 miliar.

Cara Budak Korporat Ini Punya Aset Ribuan Triliun Rupiah
Budak korporat bakal susah kaya? kata siapa? simak cara budak korporat ini bisa punya aset ribuan triliun rupiah, menurutmu apakah ini mungkin dilakukan?

2. Sukarto Bujung

Sukarto Bujung adalah pemilik dari produsen beras Topi Koki yang perusahaanya sudah melantai di bursa dengan kode saham HOKI. Namun, di luar kepemilikan saham di HOKI, Sukarto juga investasi ke beberapa saham lainnya. 

Sampai data 5 April 2024, dua saham yang dipegang oleh Sukarto Bujung antara lain, MICEdan MTDL. 

MICE adalah emiten yang bergerak di bidang distribusi produk bayi seperti produk perawatan kulit, rumah tangga seperti Pigeon dan Lock & Lock. 

Sementara itu, MTDL adalah emiten yang bergerak di bidang perdagangan hardware dan software secara business to business hingga konsultasi solusi IT dari produk tersebut. Termasuk, memberikan solusi layanan pendukung cloud.  

Total aset Sukarto Bujung di dua saham itu mencapai Rp400,4 miliar. 

1.Lo Kheng Hong

Nama terakhir adalah yang paling terkenal karena dianggap sebagwa Warren Buffet Indonesia. Menurut catatan kami, Lo Kheng Hong memiliki sekitar 7 saham, yakni BMTR, GJTL, CFIN, DILD, ABMM, BNGA, dan NISP. Selain itu, ada indikasi Lo Kheng Hong juga punya TBLA dan ANJT, tapi tidak diketahui apakah dia masih pegang saham tersebut atau tidak. Soalnya, kepemilikannya di bawah 5 persen. 

Adapun, untuk saham CFIN, nama Lo Kheng Hong sudah keluar dari daftar pemegang saham di atas 5 persen, meski kabarnya di masih pegang saham tersebut. 

Selain itu, ada beberapa saham eks Lo Kheng Hong seperti MBSS dan PTRO. Kedua saham itu dilepas sepenuhnya oleh Lo Kheng Hong sejak induk usahanya, INDY melego saham tersebut ke pihak lain. 

Karakter saham yang dipegang Lo Kheng Hong juga cukup beragam, seperti ABMM yang berada di sektor batu bara, NISP dan BNGA di sektor bank menengah yang sering digadang-gadang sebagai BBCA killer's, CFIN juga masih di sektor keuangan di bisnis pembiayaan, DILD di sektor properti dan kawasan industri, GJTL di sektor ban, dan BMTR di sektor media massa. 

Jika Lo Kheng Hong masih pegang di TBLA dan ANJT, kedua saham itu berada di sektor agribisnis, yakni CPO. 

Total aset saham Lo Kheng Hong jika menghitung dari data insider Stockbit dan beberapa data tersedia untuk kepemilikan saham di bawah 5 persen mencapai Rp1,5 triliun.

Review Portofolio Saham Lo Kheng Hong, Mana yang Menarik?
Mau tau apa saja portofolio saham Lo Kheng Hong, dan semenarik apa saham-saham koleksinya? baca ulasan lengkapnya di sini.

Kesimpulan

Lalu, apakah saham yang dipegang oleh para investor besar ini termasuk saham yang bagus dan wajib dikoleksi? jawabannya jelas belum tentu. 

Kenapa begitu? karena kita tidak pernah tahu mereka masuk di harga berapa. Jika kenaikannya saat ini sudah sangat kencang, berarti jika masuk sekarang sama saja risiko floating loss-nya akan sangat tinggi. 

Lalu, karakter saham mereka bisa jadi juga berbeda sesuai kebutuhannya. Misalnya, mereka ingin mengejar pertumbuhan potensial yang sangat besar di masa depan, sedangkan kamu butuhnya dalam jangka 3 tahun. Jadi, saham yang mereka pilih bisa jadi tidak cocok dengan yang kamu butuhkan.

Untuk itu, cara terbaik agar bisa cuan di investasi saham adalah menganalisis sendiri dari data-data yang tersedia. Jika butuh bantuan dalam analisis bisa join ke Mikirdividen dengan ikuti step by step di bawah sini.

Musim Bagi Dividen Nih, Mau Tau Saham Dividen yang Oke dan Bisa Diskusi serta Tau Strategi Investasi yang Tepat?

Yuk join Mikirdividen, masih ada promo Berkah Ramadan hingga Rp200.000. Berikut ini benefit yang akan kamu dapatkan:

  • Update review laporan keuangan hingga full year 2023-2024 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan (HINGGA Maret 2025)
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Siap mendapatkan dividen sebelum diumumkan (kami sudah buatkan estimasinya)
  • Publikasi eksklusif bulanan untuk update saham mikirdividen dan kondisi market

Tertarik? langsung saja beli Zinebook #Mikirdividen dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Referensi