Saham EAST Pasang Target Konservatif, Berharap Berkah dari Jalan Tol Simpang Susun Yogyakarta
Saham EAST pasang target pendapatan dan laba bersih 2026 cukup moderat. Perseroan masih menargetkan pendapatan dan laba bersih mengalami penurunan, meski kinerja kuartal I/2026 cukup bagus. Bagaimana prospek ke depannya?
Mikirduit – Saham perhotelan EAST menargetkan kinerja 2026 cukup konservatif dengan mengacu dalam kondisi sektor industri perhotelan yang masih menantang. Lalu, bagaimana prospek saham hotel keluarga di Yogyakarta ini?
Dalam RUPS tahunan pada 7 Mei 2026, manajemen mengungkapkan target pendapatan EAST di 2026 sekitar Rp80 miliar. Jika dibandingkan dengan kinerja 2025, berarti pendapatan perseroan diperkirakan turun 15 persen. Lalu, laba bersih juga ditargetkan mencapai Rp20 miliar atau turun 30 persen dibandingkan dengan 2025. Asumsi itu menggunakan proyeksi konservatif okupansi 75 persen, sedangkan realisasi di 2025 tingkat okupansi sekitar 93 persen.
Direktur EAST Wahyudi Eko Sutoro mengatakan, perseroan memasang target moderat karena industri perhotelan dihadapkan tantangan dari efisiensi anggaran pemerintah untuk meeting di luar hotel. Efek dari situ, permintaan meeting dari dunia pendidikan seperti Universitas, juga mengalami penurunan.
“Untuk itu, kami mengambil strategi untuk mengejar segmen Family Staycation atau indivdiual saat segmen mass yang mengalami penurunan,” ujarnya.
Sepanjang 2025, EAST memang cenderung mengembangkan wahana bermain yang ada di area hotelnya untuk menarik minat wisatawan lokal. Sepanjang 2025, kinerja pendapatan EAST turun 7 persen menjadi Rp95 miliar, sedangkan laba bersih EAST turun 17 persen menjadi Rp29 miliar.
Wahyudi menceritakan, sebenarnya implementasi aturan efisiensi untuk mengadakan meeting di hotel sudah diperlonggar dari pemerintah. Namun, efeknya belum kembali ke sebelum wacana efisiensi pada awal 2025 itu diterapkan. “Jadi, kami masih pasang target kinerja yang konservatif,” ujarnya.
Dalam RUPS tahunan, EAST memutuskan tidak ada dividen final. Meski begitu, EAST sudah membagikan dividen sekitar Rp7,8 per saham dari tahun buku 2025 dalam bentuk dividen interim. Tingkat dividen interim itu sudah mencapai 111 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang 2025.
EAST: pendapatan tumbuh tipis, tapi laba bersih melompat
Kuartal I/2026 Eastparc Hotel menunjukkan kombinasi yang menarik: pendapatan hanya naik 5,1%, tetapi efisiensi beban dan keuntungan pelepasan aset digital membuat laba bersih naik 60,3% YoY.
Pertumbuhan masih moderat, ditopang kamar dan F&B.
Gross margin membaik dari 73,9% menjadi 75,4%.
Efisiensi beban usaha menjadi pendorong utama laba operasional.
Margin bersih naik dari 26,1% pada Q1/2025.
Jalur laba: dari pendapatan sampai laba bersih
Angka dalam miliar rupiah. Growth dibandingkan periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2025.
Tren pendapatan per lini
EAST hanya melaporkan satu segmen operasi, yaitu hotel. Rincian di bawah adalah komposisi pendapatan: kamar, makanan-minuman, dan lainnya.
Apa yang bikin laba naik lebih cepat?
Klik tombol untuk melihat faktor utama.
Beban pokok pendapatan turun 1,2% YoY, sementara pendapatan naik 5,1%. Hasilnya, laba kotor tumbuh lebih cepat dari pendapatan.
Beban usaha turun 10,4% YoY menjadi Rp6,55 miliar. Beban penyusutan usaha juga turun 7,8%. Kombinasi ini membuat laba usaha naik 26,3%.
EAST membukukan keuntungan pelepasan aset digital Rp1,08 miliar. Ini membantu laba sebelum pajak tumbuh jauh lebih cepat dibanding laba usaha.
Arus kas operasi naik ke Rp7,71 miliar. Namun, kas akhir turun karena ada pembayaran dividen kas Rp23,11 miliar dan piutang kepada pihak berelasi Rp2,15 miliar.
Catatan menarik lainnya
Total liabilitas turun dari Rp50,09 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp24,07 miliar per Maret 2026. Ekuitas naik menjadi Rp466,15 miliar.
Kas dan setara kas turun ke Rp9,67 miliar, tetapi penyebab besarnya ada di aktivitas pendanaan, terutama pembayaran dividen kas.
Perusahaan menyatakan hanya memiliki satu segmen operasi, yaitu hotel. Jadi, “laba segmen” paling relevan dibaca dari laba usaha hotel secara keseluruhan.
Ringkasan angka utama
Dalam miliar rupiah, kecuali margin dan EPS.
| Pos | Q1/2026 | Q1/2025 | Growth | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan | 21,82 | 20,76 | +5,1% | Naik moderat |
| Laba Kotor | 16,46 | 15,33 | +7,3% | Margin membaik |
| Laba Usaha | 9,30 | 7,36 | +26,3% | Efisiensi beban |
| Laba Bersih | 8,69 | 5,42 | +60,3% | Ada gain aset digital |
| EPS | 2,11 | 1,31 | +61,1% | Sejalan laba bersih |
Perkembangan Investasi Crypto
Sebelumnya, saham EAST sempat heboh karena memiliki aset investasi crypto sepanjang 2025. Jika dilihat sepanjang Desember 2025, perseroan memiliki total nilai aset digital Rp4 miliar dalam bentuk Solana, Binance, Ripple, dan Ethereum.
Namun, sepanjang kuartal I/2026, aset itu menyusut drastis. Kini, Solana tersisa Rp735.011, sedangkan Ripple tersisa Rp20.992.
Presiden Direktur EAST Khalid Bin Omar Abdat mengatakan, pihaknya sudah menjual seluruh aset crypto-nya tersebut pada Januari 2026.
"Kami sudah jual semuanya dengan keuntungan sekitar Rp1 miliar, itu nggak rugi kok. Ke depannya, jika ada excess cash lebih, kami akan optimalkan untuk modal (laba ditahan)," ujarnya setelah selesai beres RUPS.
Dalam catatan laporan keuangan kuartal pertama, EAST memang mencatatkan keuntungan pelepasan aset digital sekitar Rp1 miliar. Hal itu yang menjadi salah satu pendorong kinerja laba bersih perseroan sepanjang kuartal I/2026 yang naik 60 persen menjadi Rp8,69 miliar.
Selain faktor pelepasan aset digital, EAST juga mencatatkan operasional yang lebih efisien. Hal itu mendorong net profit margin menjadi 39,8 persen pada kuartal I/2026 dibandingkan dengan 26,1 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

Dari segi pendapatan, EAST masih naik meski cukup moderat sebesar 5,1 persen menjadi Rp21,82 miliar sepanjang kuartal I/2026. Pendapatan dari Kamar dan makanan dan minuman kompak naik moderat. Segmen kamar naik 5,7 persen menjadi Rp15,19 miliar, sedangkan makanan dan minuman naik 8,9 persen menjadi Rp5,7 miliar.
Setelah selesai RUPS, Wahyudi menjelaskan jika kinerja EAST di kuartal I/2026 tumbuh bagus karena posisi libur lebaran terjadi di Maret 2026 dibandingkan dengan April 2025 (dalam momentum yang sama).
Saat menutup RUPS Tahunan, Presiden Komisaris EAST mengingatkan, tol Simpang Susun Yogyakarta bakal segera rampung (dalam pipeline proyek ditargetkan akhir tahun ini berfungsi secara fungsional). "Posisi gerbang tol dari simpang susun itu berjarak tidak jauh dari lokasi hotel kami. Semoga, itu bisa menjadi pendorong bisnis kami,” ujarnya.
EAST memiliki bisnis hotel all in one, yang mana dalam hotel tersebut juga banyak wahana bermain anak. Sehingga keluarga bisa staycation atau berlibur cukup di dalam hotel.
Dapatkan Pilihan Saham Dividen Mikirduit 2026 yang akan dirilis Akhir Mei 2026
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini