Kinerja UNVR Terus Melesat Karena Jual Aset Terus, Dividen 2026 Lanjut Jumbo?
Saham UNVR akhirnya mulai bangkit, bahkan sempat terbang 10 persen sehari. Laba bersihnya berhasil naik hampir dua kali lipat di awal tahun dan kabarnya mau bagi dividen jumbo tahun ini. Kira-kira gimana prospeknya? masih menarik dibeli sahamnya?
Mikirduit - Saham emiten consumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terpantau mulai bangkit, bahkan sempat naik 10 persenan dalam sehari.
Alasannya ada beberapa hal mulai dari kenaikan laba yang pesat di awal tahun sampai prospek dividen yang digadang masih akan moncer pada tahun ini dan berlanjut sampai tahun depan.
Kira-kira gimana prospeknya ke depan dan menarik-kah untuk dilirik saham-nya?
Review Kinerja Kuartal I/2026 UNVR
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, UNVR berhasil mencetak laba bersih sebanyak Rp2,14 triliun, naik 86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp1,23 triliun.
Perlu dicatat, kenaikan pesat ini terjadi berkat divestasi bisnis Sariwangi ke Grup Djarum senilai Rp1,5 triliun. Transaksinya sudah dibayar tuntas pada 2 Maret lalu.
Jika mengeluarkan nilai divestasi itu, laba bersih yang sebenarnya alias dari operasi yang dilanjutkan (fokus utama bisnis saat ini) adalah Rp1,3 triliun, naik 14,1 persen secara tahunan (yoy).

Momentum penjualan juga masih terjaga positif, meskipun masih tipis. UNVR mencatat penjualan naik moderat 2,8 persen yoy menjadi Rp8,4 triliun pada kuartal I/2026.
Penjualan masih didominasi oleh kategori Home and Personal Care sebesar Rp6,04 triliun, sementara segmen Food and Refreshment menyumbang Rp2,39 triliun.
Yang menarik, penjualan tahun ini mulai menunjukkan recovery, didukung kenaikan volume penjualan dan harga produk.
Tahun lalu kinerjanya sempat tertekan karena volume turun, tapi sekarang mulai membaik seiring volume yang kembali tumbuh positif.
Ringkasnya, pertumbuhan kali ini bukan cuma karena harga naik, tapi juga karena produk yang terjual memang makin banyak.
Namun, kami tetap melihat ada catatan bagi UNVR, karena pertumbuhan penjualan domestik masih cukup moderat di 3,5 persen yoy, sementara penjualan ekspor justru melemah 1,7 persen yoy.
Hal itu menunjukkan pemulihan bisnis memang mulai terlihat, tetapi lajunya masih belum terlalu kuat dan daya beli masyarakat kemungkinan masih belum sepenuhnya pulih.

Menurut presentasi manajemen, fokus saat ini masih akan melanjutkan menaikkan kontribusi dari segmen dengan margin tinggi seperti Health and Beauty.
Progressnya pada kuartal I/2026 cukup positif dengan kontribusi ke pendapatan naik dari kisaran 8 persen menjadi 10 persen. Secara pertumbuhan juga ciamik, bahkan bisa dibilang termasuk yang tertinggi di antara segmen lain mencapai 25 persen yoy.
Secara global, Unilever PLC diketahui sedang dalam proses kombinasi bisnis segmen makanan dengan McCormick & Company yang ditargetkan selesai 2027 mendatang.
Hal ini kemungkinan akan berdampak pada arah strategis UNVR ke depan untuk lebih fokus pada Personal Care.

Dalam beberapa tahun terakhir, kami juga memantau UNVR ini fokusnya memang akan lebih fokus pada personal care, terbukti dari divestasi bisnis yang selalu mengarah ke produk makanan minuman.
Kalau diurutkan seperti ini mulai dari divestasi Blueband pada 2018, Bisnis tehnya dengan brand Lipton dan Tazo pada 2020, kemudian pada tahun lalu menjual bisnis Es Krim Magnum. Dan yang terbaru jualan bisnis teh lagi dengan merk Sariwangi.
Kabarnya tahun ini, UNVR juga mau divestasi lagi bisnis minuman juice dengan merk Buavita. Sejauh ini, belum tahu mau dijual ke siapa dan nilainya seberapa besar.
Namun, melihat Buavita secara konsisten memegang predikat #1 TOP Brand Award dalam kategori Ready-to-Drink (RTD) Juice di Indonesia. Status sebagai "market leader"juga biasanya memberikan multiplier (pengali) valuasi yang lebih tinggi (sekitar 2x–3x dari pendapatan tahunan).
Jadi, estimasi valuasi bisnis Buavita di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp2,5 triliun hingga Rp4 triliun.
Kalau transaksi divestasi bisa selesai tahun ini, dengan asumsi laba operasional stagnan, hasil penjualan aset tersebut setidaknya sudah bisa mengamankan sekitar 50% dari laba tahun buku 2025.

Prospek Dividen UNVR
Beralih ke prospek dividen, tahun ini UNVR masih akan royal ke investor.
Dalam keterangan resmi pada 12 Februari lalu, Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap menegaskan komitmen perusahaan untuk membagikan 100% laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen reguler.
Selain itu, investor juga berpotensi mendapatkan dividen spesial dari hasil penjualan bisnis es krim Magnum dan teh Sariwangi.
Sebagai catatan, bisnis es krim telah dijual sekitar Rp7 triliun pada Desember tahun lalu, sementara bisnis teh dilepas sekitar Rp1,5 triliun pada Maret 2026. Nilai bersih dari kedua transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp4,6 triliun dan masih akan dibahas dalam RUPSLB Juni mendatang.
Untuk tahun buku 2025, UNVR sudah membayar dividen interim sebesar Rp87 per saham pada Desember 2025 lalu. Dengan laba bersih sekitar Rp200 per saham, maka sisa dividen final regulernya diperkirakan masih berada di kisaran Rp110–113 per saham.
Menariknya, potensi dividen UNVR tahun ini bisa lebih besar jika keuntungan dari divestasi bisnis Magnum dan Sariwangi ikut dibagikan sebagai dividen spesial. Dalam skenario tersebut, total dividen UNVR dalam satu tahun berjalan berpotensi mencapai Rp190–210 per saham. Dengan harga saham UNVR saat ini di Rp1.835, potensi dividend yield-nya bisa berada di kisaran 10–11%.
Kalau melihat timeline-nya, pembagian dividen UNVR kemungkinan akan berlangsung bertahap sepanjang tahun ini.
Dalam waktu dekat, investor masih menunggu keputusan RUPS tahunan pada Juni 2026 untuk penetapan dividen final reguler. Biasanya, pembayaran dividen final dilakukan sekitar 1–2 bulan setelah RUPS.
Sementara itu, kepastian dividen spesial dari hasil divestasi kemungkinan baru akan dibahas dalam RUPSLB. Jika disetujui pemegang saham, pembagiannya berpotensi dilakukan pada semester II tahun ini.
Artinya, sentimen dividen UNVR kemungkinan masih akan terus bergulir hingga akhir tahun sampai tahun depan.
Kesimpulan
Harga UNVR yang naik sudah hampir 20 persen selama seminggu memang cukup menarik. Namun, kalau melihat secara teknikal, posisinya sudah kena resistance MA20 daily.
Biasanya harga yang menyentuh resistance akan rawan mengalami koreksi. Sebenarnya ini juga wajar karena tren besar UNVR masih dalam penurunan.
Namun, jika volume transaksi masih tinggi, peluang penguatan menuju area 2.000 masih terbuka selama momentum beli tetap terjaga.
Untuk saat ini kami masih melihat kenaikan harga UNVR masih bersifat recovery jangka pendek-menengah dibanding perubahan tren besar.

Namun, ada satu hal menarik dari UNVR secara historis.
Kami mengamati selama tiga tahun terakhir, saat memasuki periode ex-date dividen, penurunan harga saham UNVR cenderung cukup moderat, hanya berkisar 1–2 persen. Karena itu, kami menilai prospek dividend play UNVR masih cukup menarik, apalagi dengan potensi dividend yield yang relatif tinggi tahun ini.
Walaupun demikian, investor tetap perlu menghitung risk-reward ratio dengan mempertimbangkan potensi dividen dan posisi harga saham saat ini. Sebab, kenaikan harga akibat sentimen dividen maupun divestasi biasanya hanya bersifat sementara.
Untuk jangka pendek hingga menengah, kami masih melihat peluang trading di UNVR seiring sentimen dividen yang masih akan bergulir hingga semester II tahun ini.
Namun, untuk jangka panjang, fokus utama tetap berada pada konsistensi pemulihan bisnis inti perusahaan.
Laba yang naik pesat karena divestasi sifatnya hanya one-off, sehingga untuk bisa tumbuh berkelanjutan ke depan, strategi perusahaan dalam memperkuat segmen dengan margin tinggi akan menjadi faktor yang paling menentukan.
Risiko tentu tetap ada. Segmen seperti health & beauty saat ini sudah cukup jenuh dengan persaingan yang ketat, sementara daya beli masyarakat juga masih menjadi tantangan. Belum lagi perilaku konsumen sekarang cenderung lebih mudah berpindah ke produk yang lebih murah atau alternatif lokal dengan harga lebih kompetitif.
Oleh karena itu, pasar kemungkinan masih akan menunggu bukti bahwa pemulihan penjualan dan margin UNVR benar-benar bisa berlanjut secara konsisten, bukan hanya terdorong faktor sementara seperti divestasi dan sentimen dividen.
Karena itu, kami melihat pergerakan saham UNVR dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan masih cenderung sideways di kisaran 1.000–2.000 sampai ada bukti pemulihan fundamental yang lebih kuat.
Meski begitu, dari sisi dividend play, UNVR tetap berpotensi menjadi salah satu pilihan defensif yang menarik untuk tahun depan.
Dapatkan Pilihan Saham Dividen Mikirduit 2026 yang akan dirilis Akhir Mei 2026
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini