Kinerja 26 Saham Dividen Pilihan Mikirduit 2025, Dari Potensi Yield di atas 15 Persen hingga Bagger
Jelang akhir periode musim Dividen full year 2025, kami merekap kinerja saham dividen yang ternyata tidak hanya berpotensi memberikan yield tinggi tapi juga bagger. Berikut ulasannya
Mikirduit – Ada 26 saham dividen pilihan Mikirduit yang di-share ke member Mikirsaham sejak Mei 2025 untuk setahun ke depan. Hasilnya, bukan cuma saham dividen, ada juga saham bagger secara capital gain. Bagaimana cara analisis untuk mendapatkan saham tersebut?
Kami memilih saham yang memiliki potensi dividen yield minimal di atas SBN, yakni di atas 6-7 persen. Hasilnya, ada 26 saham yang menjadi pilihan mulai dari, TOTL, PBSA, TAPG, IPCC, PNGO, ASDM, TPMA, ANTM, BJBR, MDKI,AADI, HEXA, AKRA, BMRI, POWR, ELSA, SPTO, BNGA, MSTI, BAYU, SMSM, TLKM, UNTR, AXIO, DMAS, dan NELY.
Dalam pemilihan ini, kami juga menjaga eksposure konsentrasi sektor demi manajemen risiko saham yang bisa dipilih.
Secara actual, sudah ada 5 saham dividen Mikirduit yang telah bagikan dividen seperti, UNTR,BNGA, AKRA, BJBR, dan BMRI. Hasilnya, rata-rata actual dividen sekitar plus-minus 5 persen dari proyeksi kami. Dari data actual, hanya BJBR yang mencatatkan dividen 29 persen di atas ekspektasi kami, yakni senilai Rp85 per saham.
Adapun, faktor selisih antara proyeksi dividen kami dengan actual dividen di BJBR disebabkan adanya kenaikan payout ratio dari rata-rata 60-65 persen menjadi 78 persen.
Bahkan, jika merujuk ke saham BNGA, UNTR, dan AKRA, kamu bisa mencatatkan keuntungan dari dividen dan capital gain secara bersamaan meski menjual setelah periode ex-date.
21 Saham yang masih Belum Bagi Dividen
Selain itu, ada 21 saham Mikirduit yang belum mengumumkan dividen. Dari situ, 5 saham yang berpotensi membagikan dividen terbesar antara lain (secara akumulasi termasuk interim):
Pertama, PBSA yang berpotensi membagikan dividen Rp57 per saham. PBSA menjadi saham dividen pilihan Mikirduit sejak 2023. Untuk itu, kami sempat memberikan penawaran harga beli di Rp290 -Rp320 per saham sebagai rentang harga terbaik dari pemantauan kami selama 2 tahun terakhir.
Jika dilihat dari segi peluang, rentang harga Rp350 - Rp390 menjadi area yang masih bisa dikejar pada periode Juli-Agustus 2025.
Setelahnya, harga saham PBSA naik signifikan dengan rumor ada hubungan dengan Grup Sinarmas. Meski, hubungan dari Grup Sinarmas hanya sebatas klien rutin dan terbesar.
Dalam realita kinerja 2025, PBSA mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan di kuartal keempat sehingga laba bersihnya meroket 49 persen menjadi Rp106. Angka itu di atas proyeksi kami yang memperkirakan laba bersih PBSA sekitar Rp77 per saham.
Sehingga, jika menggunakan hitungan payout ratio 75 persen, berarti dividen bisa mencapai Rp79 per saham. (Jika menggunakan area BUY kami, tingkat yield bisa tembus 20 persen). Namun, jika sesuai proyeksi kami tingkat Dividen per saham di Rp57, berarti potensi yield sekitar 14-16 persen.
Apakah mungkin PBSA membagikan dividen sebesar Rp240 miliar? jika melihat free cashflow sih sangat mungkin. Meski kas setara kas per kuartal I/2026 senilai Rp64 miliar. Tapi, PBSA ada investasi jangka pendek senilai Rp207 miliar untuk modal pembagian dividen.
Apalagi, mayoritas investasi jangka pendek ada di reksa dana mulai dari Nusadana Fixed Income, KPD Nusadana, Juara Capital, dan Nusadana balanced Fund. Sehingga bisa dicairkan sebagai modal dividen.
Kedua, Saham TAPG menjadi pilihan Mikirduit. Saham TAPG menjadi pilihan saham dividen baru sejak Mei 2025. Namun, harga saham TAPG kala itu memang sudah naik ke Rp800-900-an per saham.
Kami pun memberikan area beli ideal menurut perhitungan kami di Rp725 - Rp790 per saham. Hitungan ini berdasarkan teknikal dan juga menghitung risiko jika terjadi faktor risiko cuaca (yang mungkin akan terjadi lagi di 2026). Namun, kami memberikan rentang beli pertama paling possible di Rp960 per saham. (saat itu berada di sekitar angka tersebut)
Jika melihat possible BUY terbaik TAPG ada di Rp870 - Rp990 per saham yang bisa dikejar sepanjang Juni-Juli 2026. Berarti potensi total dividen (termasuk interim) sekitar Rp139 per saham, dan dividend yield tembus 14 -16 persen.
Adapun, untuk dividen final TAPG, kami proyeksikan hanya tersisa Rp50 per saham. Dengan harga pasar per 7 Mei 2026 sudah tembus Rp2.070 per saham, berarti valuasinya sudah cukup mahal.
Meski begitu, kami melihat ada risiko TAPG menurunkan payout ratio menjadi 70 persen dengan melihat kondisi kas dan setara kas terakhir, hingga free cashflow. Artinya, ada potensi dividen final hanya tersisa Rp41 per saham.
Ketiga, saham TOTL yang menjadi pilihan saham dividen Mikirduit dalam 2 tahun terakhir ini juga berpotensi memberikan dividen yang menarik.
Kami memproyeksikan TOTL membagikan dividen sekitar 80 persen dari laba bersih sehingga bisa mencapai Rp96 per saham. Awalnya, kami memberikan rentang BUY dari harga 2 tahun terakhir sekitar Rp440 - Rp520 per saham. Namun, berhubung kala itu harga saham TOTL berada di atas angka tersebut, kami berikan possible BUY di waktu terdekat sekitar Rp650 per saham.
Jika menggunakan rentang harga yang mungkin dikejar pada Juli-Agustus 2025 pada Rp640-760, berarti potensi dividend yield sekitar 12-15 persen.
Apakah mungkin TOTL membagikan dividen Rp96 per saham?
Jika melihat kondisi kas setara kas dan free cashflow TOTL dari laporan keuangan kuartal I/2026 serta proyeksi dividen dari kami sekitar 80 persen. Hasilnya, peluang pembagian dividen sesuai dengan proyeksi kami sangat mungkin.
Bukan Cuma Berikan Dividen, tapi Juga Gain hingga Bagger
Ada suasana yang berbeda dalam saham dividen Mikirduit 2025, yakni beberapa saham mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Sehingga selain mendapatkan keuntungan dividen, keuntungan capital gain juga sangat terasa.
2 dari 26 saham dividen pilihan Mikirduit 2025 mencatatkan realisasi kenaikan harga saham dari rentang BUY naik hingga 1 bagger. Kedua saham itu antara lain PBSA dan TAPG.

Lalu, 16 dari 26 saham dividen pilihan Mikirduit 2025 mencatatkan realisasi kenaikan harga saham di atas 10 persen. Lalu, hanya 2 saham yang cenderung sideways, yakni BNGA dan SPTO, serta 4 saham yang cenderung koreksi, yakni HEXA, BMRI, TPMA, dan NELY.
Adapun, untuk kenaikan harga saham yang cukup cepat terjadi karena faktor yang tidak diduga seperti:
- PBSA tiba-tiba ada rumor yang dikaitkan dengan Grup Sinarmas
- TAPG mendapatkan eksposure dari booming CPO (yang kami tidak ekspektasi kecepatannya setinggi itu)
- ELSA juga mencatatkan kenaikan harga yang cukup tinggi dari rumor merger dengan PDSI, anak usaha Pertamina.
- PNGO ternyata lagi proses akuisisi yang baru terungkap di 2026
Apakah Pilihan Saham Dividen Mikirduit Bisa Memberikan Keuntungan Pasti dan 100 persen Sesuai Proyeksi?
Jawabannya, TIDAK 100 persen PASTI. Kami memproyeksikan berdasarkan data-data awal yang diterima. Nantinya, kami akan update perkembangannya secara bertahap.
Dari list saham dividen 2025, kami mencatatkan satu saham yang tida sesuai dengan ekspektasi, yakni NELY. Emiten kapal itu tengah melakukan transformasi dengan mengoptimalkan pendapatan dari skema freight charter. Namun, ternyata langkah itu harus dibayar mahal dengan adanya konsolidasi kinerja.
Ditambah, pada RUPS Tahunan 2025 di Juni 2025, mereka menurunkan payout ratio menjadi 10 persen dibandingkan dengan rata-rata 25-30 persen. Alhasil, NELY menjadi saham pilihan Mikirduit dengan dividend yield terendah.
Dapatkan Pilihan Saham Dividen Mikirduit 2026 yang akan dirilis Akhir Mei 2026
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini