5 Saham Indonesia yang Jadi Favorit ETF Dividen Mirae dan Vanguard, Ada yang Termasuk Kamu Hold?

Saham Indonesia masih tetap menarik di mata investor asing, berikut ini ada 5 saham dividen Indonesia yang masuk list porto ETF milik Mirae dan Vanguard.

Share
saham dividen

Mikirduit – Ada dua ETF saham yang fokus di dividen dengan target saham dunia di luar Amerika Serikat.  Beberapa saham di Indonesia termasuk dalam portofolio ETF ini, kira-kira siapa saja dan seberapa besar? Apakah saham dividen pilihan ETF global ini menarik dilirik?

Dua saham Dividen itu adalah ETF Global X SuperDividend (SDIV) dari Mirae Global Aset management dan ETF Vanguard Internasional High Dividend Yield atau VYMI dari Vanguard.

SDIV menawarkan tingkat dividend yield yang menarik hingga 9,28 persen, tapi tren pergerakan harga historisnya turun drastis hingga 66 persen (sepanjang masa sejak 2011 hingga 22 Juli 2026). Jika ditarik sejak 2021, tren penurunannya juga cukup signifikan hingga 38 persen. Namun, dalam 1 tahun terakhir masih naik 4,55 persen.

Sementara itu, VYMI hanya mencatatkan dividend yield 3,68 persen, tapi  dari segi kenaikan harga sahamnya juga cukup menarik. VYMI mencatatkan kenaikan secara year to date hingga 22 Juli 2026 sekitar 13,36 persen, dalam setahun sekitar 25 persen, dalam 5 tahun sekitar 52 persen, Sejak pertama kali diluncurkan pada 2016 sekitar 97 persen. Lalu, dari expense rasio, VYMI lebih rendah hanya 0,07 persen, sedangkan SDIV tembus 0,58 persen.

Lalu, apa saja saham dividen asal Indonesia yang jadi andalan ETF global ini?

Kami akan mengambil 5 saham dividen asal Indonesia dengan akumulasi dana kelolaan terbesar.

Saham PTBA

Saham PTBA menjadi pilihan kelima dari dua ETF tersebut. Total dana kedua ETF itu di saham PTBA per 24 Juli 2026 mencapai Rp204 miliar.

Dalam portofolio SDIV, PTBA memiliki bobot hingga 0,89 persen, sedangkan di VYMI sebesar 0,003 persen. 

Secara historis, PTBA memang dikenal sebagai salah satu saham dividend investing. Apalagi, ketika  harga batu bara melonjak pada 2022, tingkat dividend yield-nya bisa sangat tinggi. (Bahkan, di 2022 tembus 29,57 persen)

Namun, PTBA baru saja menurunkan tingkat payout ratio-nya menjadi 45 persen. Sehingga total dividen dari tahun buku 2025 hanya Rp114 per saham atau tingkat yield sekitar 3,88 persen. 

Alasannya, perseroan menyesuaikan tingkat payout rasio dengan faktor kondisi kas dan rencana pengembangan bisnis.

Adapun, PTBA memang lagi mengembangkan proyek jalur kereta pengangkutan batu bara Tanjung Enim - Kramasan. Proyek ini ditargetkan rampung pada kuartal III/2026 dan memakan belanja modal hingga Rp5 triliun sejak 2025.

Selain itu, PTBA juga lagi membangun proyek pembangkit listrik untuk smelter aluminium MIND ID, serta rencana proyek dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG.

Jika PTBA kembali menaikkan minimal payout rasio ke 75 persen ditopang dengan perbaikan kinerja selaras dengan kenaikan harga batu bara, seharusnya tingkat dividend yield PTBA bisa menjadi lebih baik.

Nasib 5 Saham yang Bagi Dividen Payout Ratio di Atas 100 Persen Laba di 2026
Banyak yang fokus di saham dividen hanya melihat yield tanpa melihat dividend payout ratio. Berikut ini 5 saham dengan payout ratio di atas 100 persen dari tahun buku 2025 kemarin.Ada siapa saja dan bagaimana prospeknya?

Saham ADRO

Saham ADRO menjadi posisi keempat terbesar dengan total dana kelolaan mencapai Rp253 miliar di saham tersebut. Saham ADRO dimiliki oleh kedua ETF tersebut. SDIV memiliki saham ADRO dengan porsi 1,08 persen, sedangkan VYMI sekitar 0,005 persen.

ADRO memang menjadi salah satu saham yang rutin membagikan dividen. Dalam siklusnya, ADRO membagikan dividen 2 kali dalam setahun, yakni di Januari dan Mei atau Juni.

Secara historis, tingkat dividend yield ADRO masih kalah dengan PTBA. Namun, catatannya, dengan tingkat dividen yield rata-rata 8-9 persen sejak 2017, ADRO hanya membagikan sekitar 40-70 persen dari laba, sedangkan PTBA cukup rutin bagikan 100 persen dari laba.

Namun, ADRO juga sudah melakukan transformasi bisnis. Perseroan melepas bisnis batu bara thermal yang menjadi cash cow-nya selama ini pada akhir 2024. Kini, ADRO fokus di bisnis batu bara metalurgi dan smelter aluminum bersama ADMR, kontraktor tambang, dan energi baru terbarukan (EBT).

Menariknya, pasca transformasi bisnis, ADRO masih menawarkan tingkat dividen dengan yield menarik, meski secara nilai dividen per saham mengalami penurunan signifikan.

💡
Butuh Tools dan Screener untuk analisis saham AS yang lengkap hingga AI yang sudah berbasis data yang kuat sehingga nggak halu? Tandanya kamu siap gas PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit, langsung coba sekarang dengan Klik di sini

Saham BBCA

Saham BBCA menjadi posisi ketiga terbesar dengan total dana kelolaan mencapai Rp290 miliar di saham tersebut. Adapun, porsi saham BBCA di VYMI sekitar 0,078 persen.

Sebenarnya, BBCA bukan menjadi saham dividen yang menarik. Rata-rata tingkat dividend yield saham BBCA sejak 2017 hingga tahun buku 2025 berkisar di 1-4 persen per tahun.

Adapun, tingkat dividend yield di tahun buku 2025 terlihat besar mencapai 5 persen juga karena ada faktor penurunan harga saham. Tren harga saham BBCA mengalami penurunan signifikan sejak adanya pembekuan rebalancing saham Indonesia di MSCI sejak awal 2026.

BBCA memiliki siklus pembagian dividen sebanyak 2 kali dalam setahun, yakni di November atau Desember, serta Maret atau April.

Lalu, BBCA juga berencana mengubah siklus pembagian dividennya menjadi 3-4 kali atau dirilis setiap kuartal.

Meski saham BBCA bukan saham dividen yang menarik, VYMI itu tetap memasukkan saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Alasannya sederhana, BBCA merupakan saham dengan bobot terbesar di IHSG. Sehingga, keberadaan BBCA selain untuk mendapatkan dividen, juga untuk membuat eksposure pergerakan saham Indonesia bisa terasa.

Step by Step Memulai Investasi yang Tepat, Bukan Diawali dengan Pilih Aset Paling Cuan Ya
Banyak orang memulai investasi dengan mencari aset yang paling cuan. Padahal, dalam memulai investasi, hal terpenting adalah “Apa tujuanmu?” kami jelaskan detail strategi investasinya di sini

Saham BMRI

Saham BMRI menjadi saham kedua terbesar dari segi total dana di kedua ETF tersebut.

BMRI dimiliki oleh SDIV dan VYMI dengan total nilai aset mencapai Rp398 miliar. Porsi BMRI di SDIV mencapai 0,97 persen, sedangkan VYMI sekitar 0,05 persen.

Sebenarnya, tren dividend yield BMRI baru mulai menarik pasca Covid-19. Sebelumnya, tingkat dividend yield BMRI berkisar antara 2-4 persen per tahun dengan tingkat payout rasio sekitar 45-60 persen.

Tingkat dividen BMRI baru mulai menarik di 2024 ketika tingkat payout rasio dinaikkan menjadi 78 persen. Dari posisi itu, dividen yield BMRI untuk pertama kalinya tembus 9,14 persen. 

Tren payout rasio di atas 60 persen kembali dilanjutkan di 2025, BMRI membagikan dividen sebesar 79 persen dari laba sehingga tingkat yield mencapai 10,3 persen. Bahkan, BMRI juga membagikan dividen dalam 2 periode, yakni interim di Januari dan Mei. 

Dalam kondisi ini, BMRI memang menarik sebagai saham dividen dengan skala bobot di indeks yang cukup besar (5 besar bersama BBCA).

Mau mulai investasi saham AS dan ETF? Kamu bisa pilih gunakan 5 aplikasi ini:

  • XTB Indonesia bisa mendapatkan bonus maksimal 25 Dolar AS, daftar dengan kode MIKIRDUIT dari link ini
  • Pluang bisa berpeluang mendapatkan hadiah hingga Rp1 juta dengan klik link ini
  • Ajaib dapatkan hadiah jika join dengan klik link ini dengan kode referral: sury3ft4
  • Nanovest dapatkan bonus Rp40.000 jika join dengan klik link ini
  • Gotrade Indonesia berkesempatan untuk dapat hadiah 120 dolar AS dengan klik link ini

Saham BBRI

Saham BBRI menjadi saham yang dengan porsi kepemilikan terbesar diantara saham Indonesia lainnya dari hasil akumulasi di ETF SDIV dan VYMI senilai RP415 miliar. 

SDIV memiliki BBRI dengan bobot 0,89 persen, sedangkan VYMI sekitar 0,06 persen.

Dalam kasus BBRI ini mirip seperti BMRI, awalnya BBRI bukan saham dividen yang menarik. Rata-rata dividend yield tahunan hanya 2-3 persen dengan payout rasio sekitar 50-75 persen. 

Adapun, tingkat dividen BBRI mulai menarik pasca right issue jumbo yang membuat bank UMKM ini dijadikan holding ultra mikro setelah diberikan aset PNM dan Pegadaian oleh pemerintah pada 2021.

Dari situ, tren laba bersih BMRI melonjak dari Rp30 triliun menjadi tembus di atas Rp50 triliun. Tingkat dividen BBRI juga mulai menarik pada 2024 setelah perseroan meningkatkan payout rasio hingga 86 persen sehingga menghasilkan yield 9 persen.

Terakhir, dari tahun buku 2025, BBRI juga menaikkan payout rasio menjadi 92 persen dengan tingkat yield sekitar 10 persen. 

Dalam periode 2024 dan 2025, BBRI juga bagikan dividen sebanyak 2 kali setahun di Januari dan Maret atau April.

Seperti BBRI, kini saham bank UMKM itu sudah mulai menarik menjadi dividen investing. 

Catatannya untuk BBRI dan BMRI, keduanya bisa saja jadi tidak menarik lagi untuk saham dividend investing jika nantinya ada penurunan payout rasio yang tidak selaras dengan pertumbuhan kinerja laba bersihnya.

Selain itu, tingkat dividen bank besar ini juga bisa jadi tidak menarik jika ada kenaikan harga saham yang signifikan pasca normalisasi bobot MSCI (jika Indonesia tetap di emerging market harusnya ruang upside kenaikan harga bisa lebih besar dibandingkan dengan downgrade ke Frontier market)

Mau Insight Saham yang Lengkap dan Spesial dari Mikirduit?

Kamu bisa ikutan event rutin bulanan Mikirduit dengan menjadi member Mikirsaham. Kami juga lagi ada promo akhir bulan nih, dapatkan DISKON spesial dengan kode promo: GAJIANJULI. Promo terbatas hanya untuk 20 pendaftar pertama hingga 31 Juli 2026. (Berlaku untuk semua paket)

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini 

Join Mikirsaham Sekarang