Saham MEJA Mau Right Issue, Begini Rekam Jejak Rencana Aksi Korporasi Saham Noprian Fadli
Kabar terbaru, saham MEJA mengumumkan rencana right issue, tapi bukan via prospektus, hanya penjelasan singkat. Dengan rencana right issue di harga atas, apakah berarti prospek cerah untuk saham MEJA?
Mikirduit – Saham MEJA mengungkapkan rencana right issue di atas harga pasar dengan rentang Rp450 - Rp550 per saham, ketika harga saham-nya saat ini ada di Rp120-an per saham. Apakah artinya bagus untuk saham MEJA?
Sebelumnya, MEJA baru saja diakuisisi oleh Triple B Advisor yang rampung pada Desember 2025. Triple B juga sudah melakukan mandatory tender offer (MTO) di harga Rp66 per saham pada April 2026.
Dalam jeda proses akuisisi oleh Triple B hingga MTO, muncul wacana MEJA ingin akuisisi perusahaan batu bara bernama PT Trimata Coal Perkasa. Hingga akhirnya, rencana itu berkembang menjadi right issue dengan share swap untuk saham Trimata Coal Prima. Tapi, apakah ini jadi angin segar untuk saham MEJA?
Kita perlu mengulik jejak pengendali Triple B, yakni Noprian Fadli yang juga memiliki Morris Capital sebagai pengendali PIPA, serta mengurus proses akuisisi saham NINE. Ada kesamaan dari ketiga saham tersebut (termasuk MEJA), yakni rencana right issue yang detail sebelum adanya prospektus awal.
Kisah Right Issue NINE
Kamu pasti ingat kisah backdoor listing saham NINE yang diakuisisi Grup Poh sejak akhir 2024. Kala itu, NINE menjadi saham backdoor listing angkatan 2024 yang terakhir. Kala itu, NINE mengumumkan proses akuisisi dilakukan dalam 2 tahap right issue, bahkan right issue kedua dengan nilai yang jumbo. Meski, aset Grup Poh yang dioper juga penuh tanda tanya, yakni tambang batu bara di Mongolia yang sempat delisting dari Bursa Australia.
Akhirnya CSPA yang sudah ditanda-tangani berubah dan tidak ada aksi 2 tahap right issue. Grup Poh masuk bertahap ke NINE.Sampai akhirnya, Grup Poh sudah mengumumkan pelaksanaan mandatory tender offer di harga Rp131 per saham. Periode mandatory tender offer akan berjalan sejak 19 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026.
Langkah selanjutnya adalah rencana Grup Poh mengalihkan salah satu asetnya ke NINE. Dalam keterangan pada akhir 2025, Grup Poh akan mengalihkan aset tambang di Mongolia milik Poh Golden Ger Resources Pte. Ltd, yang merupakan bagian dari Grup Poh.
Nilai aset yang diakuisisi tambang di Mongolia itu sekitar 150 juta dolar AS. Namun, angka itu baru bersifat indikatif saja. Nantinya, nilai transaksi akan tergantung dari hasil rata-rata dua penilai independen yang telah ditunjuk, yakni dari Indonesia dan Australia.
Dalam periode transaksi ini, opsi pembelian berlaku selama 9 bulan sejak ditandatanganinya opsi tersebut. Dengan asumsi tanda tangan pada Desember 2025, berarti berlaku hingga September 2026.
Untuk proses akuisisi tambang milik anak usaha Grup Poh itu, NINE akan melakukan right issue paling lambat pada kuartal II/2026, artinya sekitar April-Juni 2026.
Dalam pengalihan aset tersebut, skemanya menggunakan inbreng. Artinya, tidak ada uang cash yang diterima sepenuhnya oleh NINE dalam right issue, terutama dari Grup Poh. Pasalnya, nantinya Grup Poh akan eksekusi saham baru NINE dengan mengalihkan aset tambang. Paling, tambahan cash berasal dari aksi investor ritel yang ikut eksekusi saham barunya.
Lalu, apa jenis tambang Grup Poh di Mongolia?
Jika mengacu ke aset Tian Poh Resources Ltd di Mongolia itu terdiri dari dua aset tambang, yakni:
- Tambang Batu Bara Nuurst seluas 2.497 hektar dengan sumber daya (bukan cadangan dan data cadangan belum tersedia indikasi masih eksplorasi) sebesar 478 juta ton dengan lokasi 100 km dari Ulan Bator, ibukota Mongolia. (Batu bara thermal kalori rendah)
- Tambang batu bara semi-kokas seluas 530 hektar dengan cadangan 61 juta ton. Posisinya dekat dengan perbatasan China
Di sisi lain, sebelumnya Grup Poh disebutkan berencana mengakuisisi tambang di Indonesia. Sebagai alasan untuk melakukan backdoor listing di Indonesia. Namun, dari pernyataan manajemen yang terakhir, Grup Poh masih melakukan kajian atas akuisisi aset pertambangan di Indonesia.
Jika sampai April - Juni 2026 tidak ada right issue yang dilakukan NINE, entah kapan berbagai rencana aksi korporasi itu bisa dirampungkan.

Kisah Right Issue Saham PIPA
PIPA diakuisisi oleh Morris Capital, yang juga dimiliki Noprian Fadli, pada Oktober 2025. Menariknya, pada September 2025, dalam public expose disebutkan jika PIPA akan di-inject asset senilai Rp3 triliun.Namun, belum jelas skema-nya karena kala itu proses akuisisi masih dalam proses.
Dalam public expose kedua di Desember 2025, rencana right issue yang disebutkan menjadi Rp300 miliar. Dengan tambahan obligasi sekitar Rp460 miliar.
PIPA disebut berencana transformasi dari manufaktur berbasis PVC menjadi holding yang fokus di sektor energi, terutama untuk penunjang migas. Nantinya, PIPA berencana mengakuisisi perusahaan afiliasi di sektor perdagangan migas dari obligasi tersebut.
Teranyar di Maret 2026, PIPA mengumumkan rencana penambahan KBLI baru dengan target akhir Semester I/2026, sedangkan wacana right issue yang sudah disebut sejak akhir 2025 masih dalam kajian.
Kesimpulan
Dari deretan saham yang berhubungan dengan Noprian Fadli (hubungan dengan NINE posisinya adalah Presiden Komisaris), ada kondisi wacana right issue yang sudah diumumkan tanpa ada prospektus bisa molor dari target awal. Kecuali, prospektus sudah muncul berarti proses right issue sudah mulai dijalankan secara administrasi-nya.
Kalau begitu, bagaimana prospek saham MEJA yang Mau Right issue di atas harga pasar?
Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US,
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini