Saham HILL yang Terjun ke Rp16, Begini Peluang Bangkit dan Risiko PKPU-nya

Saham HILL di harga Rp16 memang terlihat menarik jika mampu bangkit ke Rp50 saja. Namun, risiko di balik HILL juga cukup besar, yakni risiko pailit. Begini potensi dan risiko saham HILL

Share
saham batu bara

Mikirduit – Saham HILL yang kini harganya sekitar Rp16 per saham dalam persimpangan jalan. Secara bisnis, perseroan tengah mendapatkan tekanan hebat dari risiko utang usaha dan pinjaman, serta dari segi cash juga macet karena piutang-nya banyak yang nyangkut.

HILL adalah emiten yang bisnisnya menyediakan jasa kontraktor pertambangan untuk batu bara dan nikel.

Dengan posisi harga Rp16 per saham, probabilitas saham HILL menjadi saham multibagger sangat besar jika perseroan bisa menyelesaikan berbagai masalahnya. Namun, masalah yang dialami HILL juga ngeri-ngeri sedap, yakni risiko pailit jika tidak bisa membayar kewajibannya.

Di sisi lain, bisnis HILL juga lagi terus merugi. Piutang yang bisa membantu cashflow-nya juga mandek.

Dari laporan keuangan sepanjang 2025, HILL mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 12 persen menjadi Rp3,46 triliun. Namun, masalahnya adalah kerugian HILL memburuk hingga tembus Rp1,29 triliun.

Dengan tingkat kerugian itu, ekuitas HILL juga tertekan cukup signifikan menjadi hanya Rp419 miliar. Tingkat debt to Equity rasio HILL meningkat menjadi 6,17 kali.

HILL punya total utang pinjaman berbunga sekitar Rp2,62 triliun. Dengan tingkat utang jangka pendek dalam satu tahun ke depan sekitar Rp800-an miliar, serta utang sewa kurang dari 1 tahun Rp509 miliar.

Lalu, total utang usaha pihak ketiga HILL mencapai Rp1,38 triliun. Ini adalah utang kepada vendor untuk pembelian alat berat, bahan bakar, suku cadang, jasa perbaikan dan pemeliharaan.

Di sisi lain, HILL masih punya piutang jumbo juga. Total piutang hingga akhir 2025 sekitar Rp1,1 triliun. Perseroan sudah mencadangkan piutang tak tertagih sekitar Rp848 miliar. Dari total piutang itu, mayoritas senilai Rp718 miliar sudah berusia lebih dari 90 hari.

Sementara itu, HILL bisa selamat dari risiko pailit selama bisa bayar cicilan utang yang diperkirakan sekitar Rp300-an miliar per tahun. (Mengacu ke data laporan 2025 di bagian beban cicilan sekitar Rp314 miliar per tahun).

Drama PKPU HILL

Dari laporan tahunan, HILL tengah menghadapi beberapa PKPU yang melibatkan anak usahanya, yakni PT Hillconjaya Sakti.

Dalam laporan itu, HILL sempat beberapa kali diajukan PKPU oleh kreditur mulai dari PT Tri Nusantara Petromine, PT Astrinusa Jaya Dharma, dan PT Kobexindo Konstruksi Indonesia. Hasilnya rata-rata ditolak dan dicabut. PKPU ditolak artinya syarat untuk PKPU HILL belum diterima. Ini memang seolah positif jangka pendek, tapi bukan berarti HILL mampu melunasi utangnya.

Salah satu yang masih berjalan adalah PKPU dari Sany Perkasa yang memiliki periode 44 hari sejak putusan 13 April 2026. Sebenarnya kalau dihitung tanpa hari kerja periodenya sudah selesai,cuma kami belum menemukan kabar terbaru.

HILL mengaku sejak 22 April 2026, seluruh operasional bisnis perseroan berjalan normal.

Dari masalah HILL ini, ada beberapa yang menjadi perhatian:

Pertama, risiko posisi kinerja HILL lagi merugi dengan kewajiban jangka pendek utang usaha dan utang pinjaman. Dari kondisi ini, risiko bisnis HILL bisa dibilang cukup tinggi.

Kedua, tantangan lainnya adalah pemangkasan RKAB di batu bara dan nikel berdampak terhadap potensi pendapatan HILL yang menjadi kontraktor di batu bara dan nikel. Artinya, kinerja kuartal I/2026 HILL masih akan tertekan.

Ketiga, sebenarnya ada harapan untuk HILL dari peluang ESDM membuka revisi RKAB di semester II/2026. Hal ini terjadi di Juli 2026. Jika kuota produksi meningkat, HILL berpotensi mencatatkan pertumbuhan kinerja yang menarik.

MSCI Tunda Evaluasi Saham Indonesia Hingga November, Ini yang Harus Dilakukan Investor
MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market (EM), tetapi masih ada fase monitoring sampai November 2026. Kira-kira gimana strategi yang harus diambil saat ini?

Pandangan Nasib Saham HILL Ke Depannya

Salah satu yang jadi perhatian lainnya selain masalah PKPU adalah, aksi pengendali HILL, yakni PT HIllcon Equity Management yang terus melakukan penjualan saham. Dari kepemilikan sebesar 70 persen pada 17 Mei 2024, kini kepemilikan Hillcon Equity Management hanya tersisa 37 persen.

Tapi, catatannya, porsi kepemilikan Hillcon Equity Management ini cenderung fluktuatif. Dari 13 Oktober 2023 cuma 28 persen, sempat naik ke 70 persen di 2024, dan kini tersisa 37 persen.

Sehingga muncul pertanyaan, jika perusahaan baik-baik saja, kenapa pengendali melakukan aksi jual?

Namun, jawabannya memang masih misterius. Dari setiap laporan aksi jual juga tidak ada alasan yang detail. Alasannya hanya terkait investasi.

Lalu, bagaimana nasib saham HILL?

Jika akhirnya dia bermasalah dengan utang, skenario terbaik adalah ada pihak yang mau akuisisi HILL dengan harga murah untuk menyelesaikan utangnya.

Kelebihan HILL, mereka punya banyak aset alat berat yang bisa langsung jalan mengerjakan proyek. Jika bisa dapat calon investor yang mau menanggung utangnya dan mengoptimalkan bisnisnya lagi bisa jadi momentum besar.

Masalahnya, kalau tidak ketemu investor dan pailit ya bakal jadi risiko terbesar. HILL jadi pailit dan delisting paksa tanpa ada uang yang bisa buyback saham investor ritel.

Jadi, jika ditanya, bagaimana prospek saham HILL dengan harga Rp16 per saham?

Jawabannya, jika perseroan bisa selamat dari jeratan risiko utang usaha dan pinjaman jangka pendek ini, dan operasional bisnis membaik dengan investor strategis maupun tidak, sahamnya bisa kembali Rp50 - Rp100 per saham. (Dari harga sekarang sudah dapat bagger berapa kali).

Tapi, RISIKO-nya, jika ternyata malah pailit berarti ada risiko uang yang diinvestasikan di HILL tidak akan kembali. Kecuali dia berhasil menjual alat berat dengan harga murah sehingga bisa melakukan buyback setelah membayar seluruh kewajibannya.

Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini