Strategi Saham Indonesia Setelah 9 Saham Didepak dari MSCI per Agustus 2026
MSCI baru saja mengumumkan rebalancing terbaru edisi Agustus 2026 untuk saham Indonesia. Hasilnya masih cenderung negatif, tidak ada saham masuk, justru banyak yang keluar. Kira-kira gimana strategi yang bijak dalam menghadapinya?
Mikirduit - Pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026, MSCI mengumumkan review terbaru untuk saham Indonesia. Kabar baik kita masih bertahan di emerging market, tetapi kabar buruknya banyak saham didepak dari konstituen.
Key Takeaways
- MSCI Agustus 2026 kembali memangkas saham Indonesia tanpa inclusion baru: GOTO dan CPIN keluar dari Global Standard, sementara sembilan saham—ARTO, BUKA, FILM, ESSA, HEAL, KPIG, RATU, TCPI, dan SMGR—keluar dari Small Cap akibat isu free float market cap, likuiditas, atau investability.
- Dampak jangka pendeknya masih berupa tekanan arus dana asing, dengan estimasi outflow sekitar US$200 juta atau Rp3,1–Rp3,2 triliun dan bobot Indonesia di MSCI yang berpotensi makin mengecil dari posisi 0,45 persen per akhir Juli 2026.
- Investor tidak perlu menyamakan keluar dari MSCI dengan fundamental yang memburuk: fokus utama tetap pada fundamental, valuasi, likuiditas, dan prospek bisnis, sementara November 2026 menjadi ujian berikutnya bagi reformasi pasar Indonesia dan statusnya sebagai Emerging Market.
- Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Cara Menumbuhkan Kekayaan dari Multi Aset. Belajar dari 0 manajemen aset hingga praktek dan komposisi aset yang pas untuk menghadapi peluang dan tantangan 2026-2027 selama 2 Hari secara Online. Early Bird cuma Rp250.000 (Hanya untuk 50 pendaftar pertama) dengan klik link di sini
Ada dua saham yang keluar dari global standar, yaitu CPIN dan GOTO. Dua saham ini sebelumnya pada 27 Juli 2026, kami ekspektasikan memang didepak.
GOTO langsung ditendang MSCI karena masalah likuiditas. Sebelumnya, GOTO juga sudah kena “kartu kuning” setelah sahamnya mentok di gocap sejak 13 Mei 2026 dan tak kunjung bergerak hingga review Agustus.
Sedangkan, CPIN dikeluarkan karena penurunan harga saham yang tajam dari awal tahun, free float market cap-nya jadi tidak memenuhi syarat masuk lagi. CPIN akhirnya turun kasta ke MSCI small caps.
Sementara di MSCI small caps, ada sembilan emiten lagi yang kena depak. Mereka adalah, ARTO, BUKA, FILM, ESSA, HEAL, KPIG, RATU, TCPI, dan SMGR.
Saham FILM sebelumnya sudah kami ekspektasikan akan keluar, karena pada bulan lalu masuk kategori HSC. Untuk saham ARTO, BUKA, SMGR, ESSA dan HEAL terdepak karena harga saham turun tajam yang memicu free float market cap tidak memenuhi kualifikasi indeks.
Adapun, TCPI, KPIG, dan RATU dinilai punya frekuensi transaksi harian atau nilai daily turnover/free float liquidity tidak konsisten, jadi kurang ideal untuk standar replikasi portofolio dana asing pasif.
Berikut hasil keputusan rebalancing MSCI edisi Agustus 2026, secara lebih ringkas:

Sebagai catatan, hasil keputusan akan diimplementasi pada penutupan pasar akhir bulan ini, 31 Agustus 2026 kemudian berlaku efektif sehari setelahnya, 1 September 2026.
Bobot Makin Susut, Outflow Asing Terjadi Lagi
Keputusan MSCI mengeluarkan saham Indonesia lagi tanpa ada yang dimasukkan membuat bobot semakin kecil. Saat ini di global standar hanya tersisa sembilan saham yang bertahan. Jumlah ini turun terus tiap tahun, padahal pada 2019 lalu pernah sampai 28 saham masuk indeks.

Per akhir Juli lalu, bobot saham Indonesia di MSCI tersisa 0,45 persen dan masih bisa turun lagi, menunggu penutupan transaksi akhir bulan ini. Outflow asing diperkirakan bisa mencapai sekitar US$200 juta (atau setara dengan Rp3,1–Rp3,2 triliun), utamanya datang dari saham GOTO dan CPIN.
Adapun, berikut 9 saham yang masih bertahan di MSCI global standar, mereka adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, BRPT, BBNI, UNTR, dan BRMS.

Bagaimana Strategi Menghadapi Outflow MSCI Lagi?
Melihat hasil keputusan MSCI. Kita tidak usah panik dan ikut-ikutan jual saham yang dikeluarkan indeks populer itu. Terdepaknya beberapa saham sekaligus memang sudah sesuai ekspektasi karena dari awal tahun MSCI sudah sering kasih kita kartu kuning.
Kita harus melihat big picture lebih dulu, market kita sudah terjun lebih dari 30 persen sejak awal tahun, dan sejak Juli baru mulai rebound 10 persenan lebih. Aksi jual asing sudah mencapai Rp95 triliun lebih secara year-to-date.
Menariknya, kalau kita tengok dari sisi teknikal, IHSG malah membentuk dua kali higher low, yang menunjukkan optimisme market perlahan kembali. PRnya memang di posisi sekarang sedang menguji resistance 6400, jika belum bisa tembus fase konsolidasi masih bisa berlanjut. Adapun support kuat di level 6000.

Menurut kami, aksi depak saham Indonesia dari MSCI tanpa adanya inclusion merupakan tantangan teknis yang memang harus dihadapi.
Dengan keputusan ini, sebagian risiko teknis dari rebalancing sudah mulai terealisasi alias price-in, ke depan fokus kita bukan lagi sekadar mengkhawatirkan outflow, tetapi menjadi lebih jeli dan selektif memilih saham.
Outflow MSCI memang bisa menciptakan tekanan harga dalam jangka pendek, tetapi keputusan investasi sebaiknya tetap kembali ke fundamental, likuiditas, valuasi, dan prospek bisnis masing-masing emiten.

Apalagi, keluarnya saham dari MSCI bukan selalu berarti fundamental perusahaan tiba-tiba memburuk.
Beberapa saham keluar karena ukuran free float market cap, likuiditas, maupun kriteria investability lainnya. Jadi, investor perlu membedakan antara masalah fundamental perusahaan dan masalah kelayakan saham untuk direplikasi oleh investor institusi asing.
Menurut kami, untuk beberapa saham yang keluar karena alasan harga turun tetapi fundamentalnya masih baik-baik saja, ketika nanti harga pulih peluang untuk masuk MSCI kembali akan terbuka lagi. Namun, bukan dalam waktu dekat.
Agustus bukanlah garis finish. Periode evaluasi penting berikutnya adalah November 2026.
MSCI sebelumnya juga menyatakan bahwa jika progres yang dianggap memadai belum terlihat pada November Index Review, mereka dapat mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk konsultasi terkait potensi perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Menurut kami, peluang untuk bertahan di Emerging Market masih tinggi, tetapi jika yang terjadi sebaliknya, potensi outflow mekanis dari MSCI kemungkinan relatif lebih terbatas dibandingkan sebelumnya karena bobot Indonesia di indeks global sudah jauh lebih kecil.
Kita juga perlu mengapresiasi, bursa kita yang perlahan mulai berbenah, terbukti dari keterbukaan informasi data HSC, pemilik saham >1 persen, sampai regulasi yang memperketat free float ke depan.
Adapun berikut jadwal rebalancing MSCI selanjutnya :
- 11 November 2026: Announcement November Index Review
- 1 Desember 2026: Effective date
- 9 Februari 2027: Announcement February Index Review
- 1 Maret 2027: Effective date
Ringkasnya, MSCI sudah mulai kembali menjalankan perubahan indeks Indonesia, tetapi freeze saham dan masalah besarnya belum sepenuhnya selesai.
Agustus menjadi momentum rebalancing, sementara November akan menjadi ujian penting untuk melihat sejauh mana reformasi Indonesia berhasil menjawab persoalan transparansi dan investability yang menjadi perhatian MSCI.
Jika seluruh reformasi berjalan baik dan MSCI menilai progresnya sudah memadai, Februari 2027 bisa menjadi momentum baru bagi saham Indonesia, termasuk peluang inclusion maupun peningkatan segmen saham di indeks MSCI.
Dapatkan Insight dan Belajar Saham dengan Praktek Langsung Bersama Founder Mikirduit
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
