Saham Growth Investing Mikirsaham Ini Naik 107 Persen Saat Market Loyo, Begini Prospek ke Depannya

Salah satu saham growth investing mikirsaham naik 107 persen. Begini prospek ke depannya.

Share
saham RGAS

Mikirduit – Salah satu saham growth investing Mikirduit di 2026 malah mencatatkan 1 bagger di kala market lagi merah. Apa yang terjadi dengan saham ini?

Ini adalah saham RGAS yang direkomendasikan sebagai saham growth investing mulai akhir September 2025. Kala itu, kami membuat strategi masuk ke saham RGAS di harga Rp100 - Rp110 per saham. Lalu, kami kembali memasukkan RGAS sebagai saham growth investing di 2026 dengan adanya penurunan batas bawah area BUY menjadi Rp90 - Rp110 per saham.

Terkait pilihan saham growth investing ini, awalnya kami cenderung berhati-hati memilih saham growth investing dengan mempertimbangkan volatilitas dan likuiditas. Hasilnya,kami memilih saham growth investing berdasarkan sudut pandang kinerja bisnis yang masih berpotensi tumbuh dua digit dengan posisi harga masih murah.

Namun, kami mengganti perspektif saham growth investing menjadi saham secondliner, bahkan bisa thirdliner, yang bisnisnya masih bisa bertumbuh eksponensial dengan valuasi yang masih murah (karena belum terdeteksi dengan prospek pertumbuhannya).

Nah, salah satu saham tersebut adalah RGAS. Apa yang menarik dari RGAS dan apa yang terjadi kali ini hingga harganya terbang ke Rp200-an per saham?

Memahami Bisnis Saham RGAS

RGAS memiliki bisnis menjual peralatan dan perlengkapan pendukung untuk infrastruktur gas seperti, produk spare part, peralatan berhubungan dengan gas, hingga proyek Engineering, procurement, dan construction. Jadi, RGAS ini menjadi distributor spare part terkait gas, dan juga menjadi penyedia jasa untuk konstruksi yang berpotensi menggunakan produk spare parts dan lainnya tersebut.

Sehingga sumber pendapatan RGAS bisa datang dari:

  • Ada yang beli spare part dan komponen pendukung operasional gas
  • Kebutuhan jasa pembangunan untuk infrastruktur gas

Dengan konsep bisnis RGAS ini, peluang pertumbuhan bisa datang dari:

Pertama, ada yang borong produk pendukung infrastruktur gas sehingga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Tapi, biasanya sifatnya one-off atau sekali beli, bukan yang recuring income. 

Kedua, ada jasa konstruksi dan lainnya terkait gas yang nilainya besar dan membutuhkan produk yang didistribusikan RGAS.

Sehingga, kenaikan kinerja RGAS berpotensi hanya terjadi jangka pendek jika di tahun selanjutnya RGAS tidak mendapatkan kontrak pendapatan yang signifikan.

Hal itu bisa dilihat dari kinerja RGAS sepanjang 2025, ada beberapa transaksi pendapatan yang nominalnya di atas 10 persen hingga mendorong pertumbuhan pendapatan yang signifikan. 

Ada dua proyek yang didapatkan oleh RGAS di 2026 hingga kinerja pendapatan naik 270 persen menjadi Rp272 miliar. 

Pertama, adanya pembelian converter kit dari Pertamina senilai Rp98 miliar atau setara 36 persen dari pendapatan 2025. Bahkan, pendapatan dari PT Pertamina Patra Niaga itu sudah melebihi dari kinerja pendapatan RGAS di 2024 yang cuma Rp72 miliar.

Kedua, proyek jargas PGAS melalui KSO Noorel-KSM dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) senilai Rp65 miliar. . Di luar itu, pertumbuhan pendapatannya cenderung masih wajar. 

Kalau begitu, bagaimana dengan prospek saham RGAS di 2026 dengan posisi kinerja high base di 2025?

15 Saham Dividen Pilihan Mikirduit untuk Tahun Buku 2026, Begini Strateginya
Kami sudah merilis 15 saham dividen pilihan yang paling menarik untuk tahun buku 2026. Lalu, bagaimana strateginya?

Faktor Harga RGAS Naik dan Prospek Ke Depannya

Manajemen RGAS masih optimistis pertumbuhan kinerja 2026 masih bisa cukup tinggi. Alasannya, RGAS masih mengejar potensi pendapatan dari pengembangan Jaringan Gas (Jargas) proyek pemerintah menjadi 959.323 sambungan rumah pada 2026-2027. Jumlah target jaringan gas pada 2026-2027 itu jauh lebih besar dari realisasi di 2025-2026 yang mencapai 119.354 sambungan rumah.

Adapun, dengan adanya potensi proyek jargas itu, minimal produk yang dijual seperti regulator gas, meter gas, MRS/RS, transition fitting, gas filter, converter kit, dan pekerja instalasi gas berpotensi terbuka lebar.

Jika ada kontrak baru terkait proyek jargas hingga 2027 (karena untuk kontrak proyek jargas dengan RGAS berakhir di 2026), itu bisa menjadi katalis positif bagi perseroan. Sehingga pertumbuhan kinerja keuangan minimal bisa dijaga tumbuh dua digit.

Sementara itu, salah satu yang menarik lagi adalah RGAS melakukan kerja sama dengan Rucika, salah satu produsen pipa. Kerja sama itu bersamaan engan penambahan lini bisnis baru. Manajemen mengungkapkan, penambahan lini bisnis baru dilakukan untuk mendukung potensi pengembangan bisnis dari kerja sama dengan Rucika.

RGAS menambah KBLI baru untuk penambahan bisnis yang terkait perdagangan besar bahan konstruksi, perkakas, perlengkapan perpipaan, dan peralatan pemanas lainnya.

proyek mikirsaham

Di sisi lain, kinerja kuartal I/2026 RGAS turun 16 persen menjadi Rp1,6 miliar. Salah satu faktornya adalah penurunan pendapatan hingga 75 persen menjadi Rp30 miliar.

Meski laba bersih turun, tingkat net profit margin RGAS naik menjadi 5 persen dibandingkan dengan 1 persen pada periode sama di tahun lalu. 

Jika dilihat margin keuntungan yang kurang bagus di kuartal I/2025 hanya 1 persen disebabkan mayoritas pendapatan berasal dari barang dagangan terkait pembelian converter kit dari Pertamina Patra Niaga senilai Rp98 miliar.

Meski begitu, catatan lainnya, tingkat pendapatan lainnya seperti jasa konstruksi, inspeksi, dan lain-lain mengalami penurunan yang cukup tajam sebesar 52 persen menjadi Rp7,2 miliar.

Jika tren pendapatan non-barang dagangan dari Pertamina Patra Niaga masih melanjutkan tren penurunan signifikan di kuartal II/2026 menjadi tanda risiko ada konsolidasi kinerja. Kecuali, RGAS mendapatkan kontrak jumbo lagi di tahun ini.

Dari segi tantangan, kami mencatat ada beberapa risiko bisnis RGAS:

Pertama, adanya ketergantungan dengan proyek besar. Jika proyek besar tidak tercatat di tahun selanjutnya, ada risiko kinerja mengalami konsolidasi signifikan.

Kedua, persaingan dengan produk impor dan BUMN sendiri.

Ketiga, risiko kurs rupiah bisa mempengaruhi tingkat margin keuntungan perseroan. Pasalnya, kurs rupiah akan mempengaruhi harga material hingga harga jual. Pasalnya, sebagian produk RGAS masih terkait dengan pemasok atau OEM, serta barang impor.  

Kini, harga RGAS sudah disuspensi karena bergerak tidak wajar oleh IDX. Jika ingin mengejar, kami menilai bisa melirik saham lainnya yang masih terdiskon.

Kami Sudah Rilis Pilihan Saham Value, Growth, Dividend, Contrarian Investing Terbaru yang Bisa Dilirik Pada Juli 2026

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini