Review 21 Portofolio Saham Grup Salim, Kamu Punya?

Grup Salim sering diasosiasikan si bosnya Indomie. Padahal, bisnis yang dimilikinya bukan cuma itu saja. Berikut ini 21 portofolio saham Grup Salim, ada yang juga kamu punya nggak?

Review 21 Portofolio Saham Grup Salim, Kamu Punya?

Mikir Duit – Salim Grup lagi ramai nih setelah dikabarkan masuk ke PT Darma Henwa Tbk. atau DEWA hingga memiliki 35 persen saham PT Amman Mineral International Tbk. Nah, banyak juga yang berasumsi ketika Salim masuk ke suatu saham, harga sahamnya berpotensi naik.

Selama ini, Salim Grup identik dengan produk consumer goods seperti Indomie. Namun, sebenarnya di balik itu, Salim Grup punya lini bisnis yang sangat beragam. Dari consumer goods, hingga pertambangan dan teknologi. Namun, memang kepemilikan saham itu terpencar di beberapa saham. Secara total, Salim Group punya keterkaitan di 21 saham yang ada di Indonesia.

Berikut 5 besar portofolio Salim Group di luar Grup Indofood:

BACA JUGA: Ini Deretan Portofolio Saham Lo Kheng Hong

PT DCI Indonesia Tbk. (DCII)

Saham DCII menjadi salah satu portofolio milik Grup Salim dengan market cap terbesar setelah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP). DCII memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp87,72 triliun.

Salim masuk ke DCII selepas beberapa pekan setelah emiten data center itu melantai di BEI. Setelah Salim masuk, harga saham DCII pun meroket hingga sempat menyentuh harga Rp75.000 per saham. Padahal, harga IPO saham DCII hanya di Rp420 per saham.

Sampai saat ini, Salim diketahui memiliki DCII secara langsung atas nama Anthoni Salim sebanyak 11,12 persen dari total saham.

Kinerja keuangan saham DCII per kuartal I/2023 juga cukup bagus. Pendapatan DCII naik 46,44 persen menjadi Rp315,23 miliar, sedangkan laba bersihnya naik 90,28 persen menjadi Rp121,42 miliar.

Namun, pergerakan harga saham DCII memang rada kurang likuid untuk transaksi hariannya.

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET)

Saham DNET menjadi portofolio Salim yang terbesar kedua selain ICBP dan INDF dengan kapitalisasi pasar Rp56,31 triliun.

Salim Grup memiliki DNET melalui dua entitas, yakni Anthoni Salim secara langsung sebesar 25,3 persen dan PT Megah Eraraharja sebesar 20,13%.

Melalui saham DNET ini, Salim juga memiliki beberapa investasi lainnya seperti, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. (ROTI) dan PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST).

Kinerja DNET pada kuartal I/2023 kurang begitu bagus, meski pendapatan tumbuh 47,51 persen menjadi Rp331,66 miliar, tapi laba bersihnya turun 28,51 persen menjadi Rp211 miliar akibat kenaikan di beban pokok pendapatan.

PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI)

Saham BBHI juga menjadi salah satu portofolio Salim dengan kapitalisasi pasar terbesar. Market cap BBHI per 14 Juni 2023 senilai Rp44,32 triliun.

Salim masuk ke BBHI ketika bank digital itu melakukan rights issue pada awal 2022. Waktu itu BBHI rights issue dengan harga pelaksanaan Rp478 per saham.

Salim pun masuk ke BBHI melalui PT Indolife Investama Perkasa sebanyak 6 persen dari total saham melalui PT Indolife Investama Perkasa.

jika menghitung total 1,3 miliar lembar saham dengan harga rights issue, berarti posisi per 14 Juni 2023, Salim mencatatkan keuntungan sebesar 316,31 persen. Dengan modal Rp621 miliar, kini nilai aset Salim di BBHI tembus Rp2,58 triliun.

Kinerja BBHI per kuartal I/2023 pun cukup apik. Dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 193 persen menjadi Rp237,08 miliar. Lalu, laba bersihnya juga tumbuh 20,64 persen menjadi Rp90,49 miliar.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK)

Saham EMTK juga menjadi salah satu portofolio saham Grup Salim dengan kapitalisasi pasar senilai Rp41,644 triliun.

Salim masuk ke EMTK pada Maret 2021 dengan mengenggam sekitar 9 persen saham atas nama Anthoni Salim. Setelah aksi itu banyak spekulasi seperti Indomaret di bawah DNET hingga PT Indomobil Multi Jasa Tbk. IMJS)  akan bekerja sama dengan PT Bukalapak Tbk. (BUKA).

Namun, ternyata afiliasi Salim dan EMTK berujung di investasi saham BBHI secara bersama-sama.

Kinerja keuangan EMTK sepanjang kuartal I/2023 rada kurang bagus. Meski, pendapatannya tumbuh 14,85 persen menjadi Rp3,87 triliun. Sayangnya, EMTK mencatatkan rugi bersih senilai Rp367 miliar yang disebabkan oleh BUKA yang mengalami kerugian lagi karena harga BBHI yang turun.

Dalam hal pengelolaan biaya, EMTK juga tidak begitu bagus karena beban pokok pendapatannya naik tinggi yang membuat laba kotornya lebih rendah daripada periode sama tahun sebelumnya.

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI)

Salah satu kejutan lagi terjadi pada 2022 adalah ketika Salim Grup terungkap memiliki saham BUMI. Hal itu terungkap setelah BUMI berencana melakukan private placement besar-besaran pada 2022.

Dengan begitu, BUMI masuk menjadi 5 besar saham portofolio Grup Salim selain ICBP dan INDF dengan kapitalisasi pasar terbesar. Sampai 14 Juni 2023, saham BUMI memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp41 triliun.

Kepemilikan Salim di BUMI juga bukan sekadar pemegang saham minoritas lho, melainkan pengendali. Salim punya saham di BUMI secara tidak langsung melalui Mach Energy (Hong Kong) Limited.

Jadi, Salim adalah salah satu pemegang saham Mach Energy. Salim memiliki Mach Energy (Hong Kong) melalui Mach Energy (Singapore) Pte. Ltd. sebesar 42,5 persen. Salim memiliki Mach Energy (Hong Kong) itu bersama Bakrie Capital yang juga memegang 42,5 persen. Sisanya, dipegang oleh Clover Wide Ltd.

Adapun kinerja keuangan BUMI sepanjang kuartal I/2023 cukup bagus. Di tengah saham batu bara lain yang tertekan dengan kebijakan royalti yang baru, saham BUMI masih mampu mencatatkan laba bersih naik 39,28 persen menjadi 60,24 juta dolar AS.

Pencapaian laba bersih BUMI itu didorong oleh penurunan beban usaha dan juga beban bunga yang cukup signifikan.

Mana Saham Portofolio Grup Salim yang Paling Menarik?

Selain ICBP dan INDF serta ke-5 saham, ada 14 saham portofolio grup salim lainnya yang berada di berbagai sektor bisnis. Adapun, kinerja ke-21 saham portofolio Salim sepanjang 2023 sampai 14 Juni 2023, hanya 7 yang mencatatkan kenaikan. Dari total 7 saham yang naik sepanjang 2023 itu, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) naik paling tinggi sebesar 144 persen.

Adapun, 14 saham portofolio Salim lainnya kompak mengalami penurunan. Portofolio Salim yang turun paling dalam adalah EMTK yang turun 33,5 persen sepanjang 2023. Satu lagi, AMMN baru mau IPO.

Valuasi 22 Saham Portofolio Grup Salim

Price Ytd% PBV saat ini PBV rata-rata 5 tahun
ICBP 13.00% 3.29 4.11
DCII -0.07% 51.40 77.67
INDF 10.41% 1.14 1.46
DNET -4.11% 4.56 6,335.19
BBHI 15.01% 6.76 19.60
EMTK -33.50% 1.18 4.46
BUMI -31.06% 1.74 1.82
PANI* 88.95% 11.03 51.07
BINA -1.00% 7.19 07.05
MEDC -12.32% 0.90 0.86
BRMS -17.61% 01.06 0.74
IMAS 143.68% 0.71 0.48
ROTI -3.79% 2.88 2.80
LSIP -0.99% 0.62 0.87
SIMP -1.93% 0.38 0.44
FAST -7.32% 03.05 03.05
IMJS 12.66% 0.77 0.90
META -7.44% 0.75 1.10
WIRG* -2.44% 2.36 25.67
DEWA** 9.43% 0.33 0.31
AMMN*** - - -

Keterangan:
*PANI dan WIRG bersifat kerja sama serta berkolaborasi di perusahaan patungan.
**DEWA baru kabar rumor kalau Grup Salim akan masuk ke sana
***AMMN baru proses rencana IPO

Dari segi valuasi dengan price to book value (PBV), ada sekitar 4 saham milik dan terkait Salim yang punya PBV di atas 5 kali. Keempat saham itu antara lain, PANI, BBHI, DCII, dan BINA.

Kalau begitu, apa portofolio saham Salim yang menarik?

IMAS memang memiliki PBV 0,71 kali. Namun, Secara historis rata-rata 5 tahunnya, PBV IMAS saat ini sudah tinggi. Sebenarnya, yang lebih menarik justru anak usahanya, yakni IMJS yang punya PBV 0,9 kali dari rata-rata historisnya 10,19 kali. Namun, saham ini berpotensi fluktuasi sangat tinggi karena market capnya kecil.

Jadi, setelah screening 21 saham Salim ini, ada beberapa yang sudah menarik secara valuasi, yakni:

  • ICBP (dengan catatan kenaikan harga saham ICBP sudah cukup tinggi dalam setahun terakhir)
  • INDF (dividennya lebih besar dari ICBP, tapi harga sahamnya sideways terus)
  • SIMP (SIMP dan LSIP menghadapi tantangan industri CPO yang belum terlalu bergairah)
  • LSIP

Keempat saham itu memiliki rata-rata PBV lebih rendah. Meski, khusus ICBP, harga sahamnya sudah cukup ngebut sih.

Kalau kamu lebih suka saham Salim yang mana nih?