Penyebab Saham HEXA Merugi di Januari-Maret 2026, Begini Proyeksi Dividennya
Saham HEXA secara mengejutkan mengalami kerugian di tiga bulan kuartal keempat. Apa penyebabnya? dan bagaimana nasib dividennya?
Mikirduit – Saham HEXA mencatatkan realisasi kinerja keuangan full year 2025 yang mengejutkan setelah di tiga bulan kuartal keempat mengalami kerugian 2,6 juta dolar AS. Apa yang terjadi dengan saham HEXA, dan bagaimana prospek kinerja ke depannya?
HEXA adalah perusahaan yang menjual dan menyewakan alat berat, serta layanan aftersales-nya seperti penyediaan suku cadang hingga service.
Secara akumulasi kinerja sepanjang 2025, HEXA mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 48,5 persen menjadi 15,98 juta dolar AS. Penurunan laba bersih itu disebabkan oleh:
Pertama, pendapatan turun 1,4 persen menjadi 515 juta dolar AS.
Kedua, ketika pendapatan turun, beban pokok pendapatan malah naik 3,1 persen menjadi 425 juta dolar AS. Hal itu membuat laba kotor HEXA turun 18,29 persen menjadi 90,18 juta dolar AS.
Ketiga, dalam kondisi pendapatan yang turun, beban penjualan naik 2,9 persen menjadi 28,93 juta dolar AS, serta beban umum administrasi naik 0,3 persen menjadi 34,54 juta dolar AS. Hal itu membuat laba usaha turun 41,3 persen menjadi 27,65 juta dolar AS.
Namun, salah satu fokus utama adalah kinerja HEXA di tiga bulan pada kuartal keempat yang malah mengalami kerugian 2,6 juta dolar AS. Pertanyaannya, kenapa saham HEXA bisa merugi?
Jika dilihat, tekanan kinerja HEXA terjadi di segmen penjualan alat berat yang punya porsi terbesar dan mengalami penurunan terbesar sepanjang tiga bulan kuartal keempat di 2025 sebesar 30,8 persen menjadi 69,73 juta dolar AS.
Ditambah, margin keuntungan dari bisni suku cadang yang biasanya tembus 50 persen, per tiga bulan kuartal keempat di tahun buku 2025 hanya sebesar 13,3 persen.
Adapun, penurunan margin keuntungan dari segmen suku cadang disebabkan oleh penyisihan penurunan nilai pasar persediaan dari suku cadang. Hal itu terlihat adanya provisi terkait pos tersebut sekitar 902.000 dolar AS khusus di tiga bulan kuartal keempat full year 2025.
Di sisi lain, biaya operasional dan beban pokok pendapatan tidak turun sesuai dengan tren pendapatan. Sehingga HEXA mengalami kerugian di tiga bulan kuartal terakhir tahun buku 2025.
Pertanyaannya, kenapa kinerja HEXA khusus di kuartal IV/2025 turun signifikan di semua lini?
Jawabannya ada kaitannya dengan aktivitas tambang yang melambat sepanjang kuartal I/2026 (Laporan keuangan HEXA mengikuti tahun fiskal induknya Jepang, sehingga kuartal keempatnya masuk di periode Januari - Maret). Salah satu pasar terbesar HEXA adalah di pertambangan, terutama tambang batu bara.
Lalu, pada kuartal I/2026, aktivitas tambang batu bara dibatasi hanya 25 persen karena lagi proses revisi RKAB. Hal itu membuat aktivitas pembelian suku cadang, dan alat berat juga mengalami perlambatan.
Ditambah, di akhir tahun lalu, pemerintah memutuskan memangkas produksi bijih nikel yang juga mempengaruhi permintaan alat berat.
Sehingga yang bisa menjadi pemulihan kinerja HEXA selanjutnya adalah jika pemerintah menambah kuota produksi RKAB di batu bara dan nikel pada paruh kedua tahun ini. Lalu, tidak ada pemangkasan produksi pada 2027. Dari periode itu, HEXA berpotensi mencatatkan perbaikan kinerja keuangan.
Harapan Dividen di September 2026 Bisa Sirna?
Tantangan selanjutnya, bagaimana dengan prospek dividen saham HEXA? secara akumulasi dalam rupiah, tingkat laba bersih per saham HEXA pada full year 2025 sekitar Rp313 per saham.
Dengan rentang dividend payout rasio 70-75 persen, berarti potensi dividen normal sekitar Rp219 - Rp234 per saham. Berarti tingkat dividend yield dengan menggunakan harga per 1 Juli 2026 sekitar 5,1 persen - 5,3 persen.
Dari segi cash, HEXA juga masih mungkin untuk bagikan dividen hingga 100 persen dari laba. Kondisi cash dan setara cash HEXA mencapai Rp248 miliar dengan free cashflow cukup tebal senilai Rp1,64 triliun.

Masalahnya, jika HEXA bagikan dividen 100 persen dari laba bersih pun, tingkat yield hanya mencapai 7 persen.
Lalu, apakah itu membuat saham HEXA menjadi tidak menarik? jawabannya tidak juga, jika mendapatkan area BUY di harga Rp3.800 -Rp3.900 per saham serta asumsi aktivitas tambang di kuartal kedua meningkat dan berlanjut di 2027. Asumsi kenaikan aktivitas tambang akan berkaitan dengan kebutuhan supply energi terutama dari batu bara untuk menghadapi El Nino dan gelombang panas. Berarti, ada peluang laba bersih HEXA di 2026 atau 2027 kembali ke Rp500 per saham (atau di atasnya).
Hanya saja, jika mengharapkan kenaikan harga saham yang signifikan dalam jangka dekat, HEXA bukan pilihan terbaik.Tapi, jika mengharapkan dividen yang konsisten, HEXA masih bisa jadi pilihan. Meski, dividen tahun ini dari tahun buku 2025 mungkin tidak terlalu bagus.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
