2 Saham Ini Berpotensi Didepak dari MSCI Pada Agustus 2026, Berikut Penjelasannya

Bobot saham Indonesia di MSCI kini tinggal 0,46 persen dan potensi turun lagi. Di saat yang sama, GOTO-FILM ada di ujung tanduk jelang rebalancing MSCI Agustus 2026. Seberapa besar dampaknya  dan apa strategi yang sebaiknya disiapkan investor? 

Share
saham GOTO dan FILM

Mikirduit - Rebalancing MSCI akan segera digelar lagi pada Agustus mendatang. Kami menilai risiko outflow masih bisa terjadi, karena sejumlah saham potensi didepak lagi karena masalah likuiditas. 

Berdasarkan data Bloomberg, bobot saham Indonesia di MSCI terus menyusut dari sekitar 2,6 persen pada 2018 menjadi hanya 0,46 persen saat ini. 

Dengan porsi yang semakin kecil, pasar saham Indonesia masih menghadapi risiko outflow pasif MSCI yang kami perkirakan bisa mencapai sekitar Rp1,5 triliun pada rebalancing Agustus nanti.

Menurut kami akan ada dua saham yang terancam didepak yaitu GOTO dan FILM. Serta, saham CPIN yang rawan turun tahta, dari global standar ke small caps. Kira-kira apa alasannya? mari ulas satu per satu.

Sumber: Bloomberg

Saham GOTO 

Pertama, ada saham GOTO yang rawan didepak sepenuhnya dari MSCI Global Standard Index. Alasannya karena masalah likuiditas. 

Sebelumnya, MSCI sempat memberikan kartu kuning ke saham GOTO ini. Mereka menurunkan klasifikasi likuiditas GOTO ke tingkat paling bawah (lowest liquidity category).

Penurunan status itu memicu periode pemantauan ketat di mana rata-rata volume perdagangan harian GOTO diuji untuk melihat apakah masih memenuhi batas minimum investasi global itu. 

Jika nilai transaksi harian terus mengering dan gagal melewati ambang batas likuiditas minimum dalam periode review, sistem MSCI akan menghapus GOTO secara otomatis dari indeks utama tanpa melihat ukuran kapitalisasi pasarnya.

Adapun, harga saham GOTO sejak 5 Mei 2026 sudah berada di level gocap, sampai pantauan hari ini, Senin (27/7/2026) juga masih belum berubah. 

Sumber: Google Finance

Perlu dicatat, sampai hari ini saham GOTO masih tercatat sebagai konstituen MSCI global standar index dengan porsi 3,44 persen, senilai US$ 16,43 juta atau sekitar Rp295,74 miliar (dihitung dengan kurs Rp18.000/US$). 

Saham FILM 

Kedua, ada saham FILM yang berada di ujung tanduk akan didepak juga. Masalahnya ada di free float, karena saham ini per 14 Juli lalu masuk ke daftar High Shareholding Concentration (HSC). 

MSCI telah menetapkan aturan bahwa seluruh saham yang masuk ke dalam kategori HSC atau memiliki konsentrasi kepemilikan saham yang sangat tinggi akan dihapus secara otomatis dari indeks global mereka.

Pada rebalancing sebelumnya, saham BREN dan DSSA sudah jelas dikeluarkan karena tidak sesuai aturan. Jadi kemungkinan besar FILM akan menyusul. 

Saat ini, FILM masih menjadi konstituen MSCI small caps dengan bobot sekitar 0,36 persen atau senilai US$ 1,72 juta, kalau dirupiah setara Rp31 miliar.

💡
Butuh Tools dan Screener untuk analisis saham AS yang lengkap hingga AI yang sudah berbasis data yang kuat sehingga nggak halu? Tandanya kamu siap gas PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit, langsung coba sekarang dengan Klik di sini

Dari segi komposisi pemegang saham, FILM mencatatkan total pemegang saham di atas 1 persen mencapai 91,52 persen per Juni 2026. Jumlah ini cenderung bertambah 2,94 persen dibandingkan dengan Mei 2026.

9 Pemegang saham di atas 1 persen FILM antara lain:

  • PT Samuel Sekuritas Indonesia pegang 14,34 persen 
  • Resources Fortune Ltd pegang 1,91 persen
  • PT MD Corp Enterprise sebesar 44,12 persen
  • Manoj Dhamoo Punjabi sebesar 12,67 persen
  • Morgan Stanley sebesar 10,43 persen
  • NH Investment and Securities sebesar 2,86 persen
  • PT Duta Perkasa Investindo sebesar 2,26 persen
  • Amaranth Scarlet sebesar 1,64 persen
  • PT Teladan Investama sebesar 1,29 persen

Saham CPIN 

Terakhir, ada saham CPIN yang potensi turun tahta dari global standar ke small caps. Alasannya, harga saham turun terlalu dalam membuat free float market cap jatuh ke bawah batas minimum regulasi MSCI. 

Dari awal tahun, saham CPIN  sudah terjun lebih dari 30 persen, membuat free float market cap hanya tersisa Rp17,5 triliun, menembus batas bawah regulasi MSCI sekitar US$ 1,3 - 1,5 miliar atau kalau dirupiahkan berkisar Rp20-23 triliun. 

Sumber Google Finance

Adapun untuk bobot saham CPIN di MSCI kini tersisa 1,60 persen, senilai US$ 7,63 juta. Kalau dirupiahkan sekitar Rp140 miliar. 

Harapan Beralih ke Big Fund Lokal 

Ketika bobot saham Indonesia di MSCI terus turun, biasanya dana pasif asing juga ikut keluar. Nah, di kondisi seperti ini, harapannya mulai beralih ke investor institusi lokal supaya bisa ikut menopang pasar saham kita.

Sebenarnya, uangnya ada. Dana kelolaan (AUM) industri keuangan domestik terus naik dalam sekitar 10 tahun terakhir, dari Rp972 triliun pada 2015 menjadi Rp3,05 kuadriliun per April 2026. Rata-rata tumbuh sekitar 11 persen setiap tahunnya.

Sumber: Bloomberg

Masalahnya, kenaikan AUM itu belum banyak mengalir ke pasar saham. Sebagian besar justru masuk ke obligasi dan pasar uang.

Salah satu penyebabnya adalah trauma kasus Jiwasraya dan ASABRI yang bergulir dari 2012-2019. Sejak kasus itu mencuat, banyak pengelola dana memilih bermain aman dengan menaruh dana di Surat Berharga Negara (SBN) dibanding saham.

Apalagi, setelah kasus tersebut, aturan investasi juga makin ketat. Pengelola dana harus lebih berhati-hati karena khawatir investasi saham yang turun malah berujung menjadi temuan hukum atau dianggap menimbulkan kerugian negara. 

Ditambah lagi, OJK memperketat sejumlah aturan, termasuk Risk-Based Capital (RBC) untuk perusahaan asuransi, sehingga ruang gerak investasi ke saham menjadi lebih terbatas.

Akibatnya, meski dana kelolaan terus bertambah, likuiditas di pasar saham justru makin tipis. Saat investor asing terus mengurangi porsinya, investor ritel pun belum cukup kuat untuk menutup kekosongan tersebut.

Karena itulah, regulator mulai mengubah arah kebijakan. Fokusnya sekarang bukan hanya memperbaiki struktur pasar, tetapi juga mendorong dana institusi lokal agar kembali aktif masuk ke pasar saham.

Salah satunya lewat terbitnya PP Nomor 27 Tahun 2026 yang mulai berlaku pada 29 Juni 2026. Aturan ini kemudian diikuti dengan rencana relaksasi investasi dari OJK agar institusi seperti BPJS Ketenagakerjaan dan dana pensiun punya ruang lebih besar untuk menempatkan dananya di pasar saham.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri menargetkan porsi investasi saham naik bertahap menjadi sekitar 20 persen hingga 25 persen pada 2028. Sebelumnya, porsi saham mereka sempat turun tajam dari 19,09 persen pada 2019 menjadi hanya sekitar 6,8–9,1 persen, karena lebih banyak mengalihkan dana ke SBN setelah kasus Jiwasraya dan ASABRI.

Kalau kebijakan ini berjalan sesuai rencana, institusi domestik diharapkan bisa menjadi penopang baru likuiditas pasar. 

Memang belum tentu langsung menggantikan dana asing yang keluar, tetapi setidaknya bisa mengurangi ketergantungan pasar saham Indonesia terhadap arus modal asing di masa depan.

Hal yang Harus Diperhatikan Investor Saat Perry Warjiyo Resign dari Posisi Gubernur Bank Indonesia
Perry Warjiyo resign dari posisi Gubernur Bank Indonesia. Lalu, apa hal yang harus diperhatikan oleh investor?

Kesimpulan

Rebalancing MSCI Agustus 2026 masih menjadi momen yang patut dicermati investor. 

Dengan bobot Indonesia yang kini tinggal 0,46 persen, potensi outflow dari dana pasif asing masih membayangi, terutama bagi saham-saham yang menghadapi persoalan likuiditas dan free float seperti GOTO, FILM, maupun CPIN. 

Di sisi lain, pemerintah dan regulator mulai berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan mendorong investor institusi domestik, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, untuk meningkatkan porsi investasi di pasar saham. 

Langkah ini memang belum tentu langsung menggantikan arus dana asing dalam waktu singkat, tetapi bisa menjadi fondasi penting untuk memperbaiki likuiditas pasar Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Mau Insight Saham yang Lengkap dan Spesial dari Mikirduit?

Kamu bisa ikutan event rutin bulanan Mikirduit dengan menjadi member Mikirsaham. Kami juga lagi ada promo akhir bulan nih, dapatkan DISKON spesial dengan kode promo: GAJIANJULI. Promo terbatas hanya untuk 20 pendaftar pertama hingga 31 Juli 2026. (Berlaku untuk semua paket)

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini 

Join Mikirsaham Sekarang