Saham Grup Bakrie Juara Rebound di Sampai 23 Juli 2026, Hingga Akhirnya Dibanting Lagi, Begini Prospeknya

Deretan saham grup Bakrie sudah naik kencang dalam sebulan terakhir. Apakah ini sudah saatnya taking profit atau masih bisa keep hold?

Share
saham grup bakrie

Mikirduit - Saham konglomerat grup Bakrie naik semua di bulan Juli 2026. Dengan modal Rp100 juta rata-rata sudah bisa meraup keuntungan puluhan juta. Apakah momentum kenaikan ini masih bisa lanjut dan prospeknya gimana? 

Pergerakan Saham Bakrie Sebulan Terakhir

Kami menarik data selama sebulan sampai perdagangan 24 Juli 2026 dari tujuh emiten grup konglomerat Bakrie yang berhasil naik. Kecuali BRMS, semuanya naik double digit persen, bahkan ada yang hampir melejit 40 persen yaitu DEWA dan VKTR.  Momentum rebound kencang saham di grup konglo satu ini memang bukan tanpa alasan. Selain karena sahamnya sudah jatuh terlalu dalam dari awal tahun, manuver ekspansi dan restrukturisasi internalnya lagi gencar. Kira-kira bagaimana prospeknya? mari kita review satu per satu. 

*ditarik selama sebulan sampai 24 Juli 2026

Saham DEWA

Urutan teratas yang naiknya paling kencang, ada saham DEWA. Sebelum naik, saham ini sudah kontraksi hampir 70 persen dari level tertinggi awal tahun sampai posisi Rp250 per saham di awal Juni 2026. Waktu itu valuasinya sempat turun ke bawah -1 standar deviasi dalam lima tahun ke PBV 1 kali. 

Sementara saat ini, harganya sudah merangkak naik ke PBV 2,29 kali. Namun, posisinya masih di bawah rata-rata lima tahun, yang mengindikasikan harga nya masih diskon. 

Namun, bukan berarti secara momentum saat ini best price untuk dibeli. Karena naiknya sudah hampir 40 persen dalam sebulan, risiko taking profit kian meningkat, secara teknikal posisinya juga sudah di resistance, kami menilai ada potensi koreksi normal menuju support 386. 

Adapun, secara fundamental, saham DEWA juga sudah mulai menunjukkan kinerja baik. Tahun ini, mereka sudah berani bagi dividen untuk pertama kalinya sejak IPO pada 2007 silam. Yield memang masih kecil hanya 0,52 persen dari dividen Rp1,5 per lembar yang dibagikan. Namun, ini sudah jadi bukti kalau perusahaan sudah bisa menyisihkan komitmen bagi cuan dengan investor.

Dibalik kesuksesan bagi dividen itu, DEWA pada 2025 mencatat laba sebesar Rp4,3 triliun, melonjak 80 kali lipat dari Rp55 miliar pada 2025. Sebagian besar, memang datang dari negative goodwill senilai lebih dari Rp4 trilun pada kuartal IV/2025, tetapi core bisnis DEWA masih tumbuh signifikan dari Rp65 miliar menjadi Rp573 miliar. 

Dari sisi efisiensi, DEWA mencatat sejumlah perbaikan internal, di antaranya:

  • Melakukan debt to equity swap senilai Rp1,4 triliun sehingga struktur permodalan menjadi lebih sehat.
  • Menurunkan beban utang melalui pelunasan syndicated loan dan berbagai pinjaman lainnya.
  • Rasio Debt to Equity Ratio (DER) turun signifikan dari 1,69 kali menjadi 0,76 kali.
  • Meningkatkan efisiensi operasional dengan lebih banyak menggunakan alat berat milik sendiri dan mengurangi ketergantungan terhadap subkontraktor.

Soal ekspansi, manuver juga terus berjalan. Yang paling baru, DEWA mendirikan tiga anak usaha baru, yaitu PT DH Listrik akan berfokus pada bisnis ketenagalistrikan dan pengembangan pembangkit energi, PT DH Infrastruktur dibentuk untuk menggarap berbagai proyek infrastruktur komersial, lalu PT DH Arunika Hospitality menjadi kendaraan untuk berekspansi ke sektor hospitality dan bisnis akomodasi. 

Bisnis utama DEWA sebagai kontraktor tambah juga masih jalan, yang menarik pada tahun ini, mereka dapat kontrak jumbo Rp22 triliun dari PT Sebuku Sejaka Coal untuk lima tahun ke depan. 

Proyek itu datang dari luar grup BUMI yang menunjukkan risiko ketergantungan terhadap grup bisa dikurangi. Potensi pendapatan dari kontrak ini bisa mencapai Rp7,9 triliun per tahun. 

Saham VKTR 

Berikutnya ada saham VKTR, emiten grup Bakrie yang punya fokus bisnis di ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berbasis komersial, khususnya bus listrik, truk listrik, serta penyediaan infrastruktur pendukungnya.

Momentum aksi korporasi rights issue dari VKTR ini masih berjalan, dengan jadwal cum date pada 28 Juli 2026 mendatang. Dengan asumsi harga terkini di Rp770 dan pelaksanaan di Rp50, harga teoritis bisa ke Rp508 per saham, risiko koreksi bisa mencapai 34 persen waktu ex date. 

Menurut kami, dengan risiko turun dalam begitu, untuk mengejar harga sekarang demi rights issue rasanya sudah tidak terlalu worth it, apalagi terhitung per Jumat hari ini (24/7/2026) hanya tersisa tiga hari perdagangan aktif saja sampai cum date dengan risiko volatilitas juga tinggi. 

Kecuali, jika trader punya mental yang kuat hadapi volatlitas, potensial untuk scalping masih terbuka. 

Adapun, secara teknikal, menurut kami koreksi yang terjadi hari ini masih terbilang wajar, tetapi masih berada di dekat resistance 910, masih ada potensi koreksi menuju support terdekat di 690. 

Saham ENRG 

Saham ENRG juga masih punya momentum aksi rights issue, yang akan berlangsung pada Agustus mendatang. Tipe pergerakan harga saham yang mau melakukan aksi korporasi biasanya masih ada peluang naik, tetapi risiko volalititasnya juga tinggi.

Menurut kami rights issue ENRG punya kepastian sukses yang cukup tinggi karena ada standby buyer yang kuat, tetapi, bukan datang dari pemegang saham pengendali, yakni PT Shima Global Kapital. 

Pengendali ENRG justru akan mengalihkan seluruh haknya (sekitar 2,33 miliar HMETD) kepada PT Bakrie Kalila Investment (BKI). Selain itu, BKI bersama afiliasinya siap bertindak sebagai pembeli siaga yang menyerap sisa saham hingga maksimal 10,48 miliar lembar.

Strategi yang menarik diambil kemungkinan lebih untuk swing trading sebelum rights issue untuk menghindari risiko turun dalam ke harga teoritis, kecuali investor memang sudah punya dari bawah dan memang ingin menebus haknya. 

Di sisi lain, secara makro, ENRG potensial memanfaatkan momentum harga minyak global yang kembali naik, baru-baru ini Brent sudah menembus US$ 100 per barel lagi. ENRG yang punya bisnis di hulu minyak dan gas bumi (migas) tentu punya sensitivitas terhadap kenaikan harga minyak dunia. 

Secara teknikal, tren harga jangka pendek sedang naik, meskipun hari ini ada koreksi, posisinya juga sedang di resistance, ada potensi menguji support terdekat dulu di 1350. 

Saham BNBR 

Berikutnya ada BNBR yang baru saja menyelesaikan rights issue (RI). Biasanya, saham yang baru selesai RI itu rawan turun, tetapi BNBR malah sebaliknya. 

Menurut kami, secara teknikal saham ini malah membentuk pattern akumulasi rounding bottom, beberapa kali juga membentuk higher low yang menunjukkan sinyal pembalikan arah. 

Dari posisi terkini terlihat adanya koreksi dua hari yang cukup normal dengan potensi menyentuh support terdekat di 97, jika memantul dari area ini ada potensi pembentukan higher low baru untuk melanjutkan arah tren naik. 

Story dari saham ini juga masih berjalan, baru-baru ini BNBR dapat jatah menggarap proyek sampah jadi energi yang sedang dijalankan Danantara. 

Melalui anak usahanya, PT Bakrie Power, BNBR masuk ke dalam Konsorsium Mentari Citra Lestari (bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited) untuk penggarapan PSEL wilayah Surabaya Raya (Tahap II). 

Proyek ini masih di fase tahap studi kelayakan (Feasibility Study/FS), Jika FS tuntas dan berlanjut ke PPA (Power Purchase Agreement) jangka panjang (umumnya skema 30 tahun dengan PLN), PSEL akan memberikan arus kas yang stabil bagi BNBR. 

Selain itu, BNBR juga punya prospek dari mega proyek Masela yang sudah mulai jalan lagi. mereka bisa mengincar proyek pengadaan pipa baja melalui anak usahanya, Bakrie Pipe Industries. Pasalnya, proyek Masela butuh jaringan pipa darat yang panjang, jadi kalau menang tender, potensi tambahan pendapatannya bisa cukup menarik.

Nasib 5 Saham yang Bagi Dividen Payout Ratio di Atas 100 Persen Laba di 2026
Banyak yang fokus di saham dividen hanya melihat yield tanpa melihat dividend payout ratio. Berikut ini 5 saham dengan payout ratio di atas 100 persen dari tahun buku 2025 kemarin.Ada siapa saja dan bagaimana prospeknya?

Saham BUMI 

Selanjutnya, ada saham BUMI yang terpantau kemarin naik kencang. Kami memantau untuk perdagangan di sesi I kemarin saja, saham BUMI berhasil naik 15 persenan ke Rp194 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,2 triliun. 

Bisa dibilang saham BUMI ini di peringkat teratas paling diburu investor. Sayangnya, penguatan itu susut di sesi kedua kemarin dan hari ini lanjut koreksi 5 persenan ke level Rp170 per saham. 

Menurut kami, koreksi yang terjadi hari ini masih relatif normal dengan support terdekat yang perlu diantisipasi di 160. Secara teknikal, sudah terlihat adanya pattern akumulasi menarik, bisa dibilang double bottom

Namun, saham ini punya riwayat volatilitas tinggi dan kita juga harus manage ekspektasi, rasanya masih perlu waktu lama untuk menuju level sebelum Januari 2026 yang sempat mau ke 500. 

Meski begitu, saham ini juga punya narasi yang menarik dan masih jalan. Pada tahun lalu, BUMI menyelesaikan akuisisi tambang emas dan tembaga di Australia :

  • Akuisisi Wolfram Limited, perusahaan tembaga dan emas senilai Rp699 miliar dengan 100 persen kepemilikan. Transaksi selesai November 2025. 
  • Akuisisi Jubilee Metals Limited, perusahaan emas senilai Rp347 miliar dengan kepemilikan 64,98 persen. Transaksi sudah selesai Desember 2025. 

Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi BUMI keluar dari batu bara menuju mineral lain (emas, tembaga, dll), dengan target EBITDA 50:50 antara batu bara dan non-batu bara pada 2031.

Sekitar sebulan lalu, BUMI juga baru saja mengumumkan telah mendivestasikan sekitar 3,03 persen saham PT Citra Palu Minerals (CPM) kepada BRMS senilai US$9,2 juta.

Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena BUMI memiliki 20,09 persen saham BRMS. Setelah divestasi ini, BRMS kini menguasai 99,99 persen saham Citra Palu Minerals (sisanya dimiliki PT Internasional Minerals Cakrabuana).

BUMI menjelaskan bahwa divestasi dilakukan agar fokus pada pengembangan aset-aset baru yang baru diakuisisi (seperti tambang emas dan tembaga di Australia), sementara CPM  dapat dikelola dan dikembangkan secara lebih terfokus oleh BRMS sebagai perusahaan pure-play gold & mineral company.

Step by Step Memulai Investasi yang Tepat, Bukan Diawali dengan Pilih Aset Paling Cuan Ya
Banyak orang memulai investasi dengan mencari aset yang paling cuan. Padahal, dalam memulai investasi, hal terpenting adalah “Apa tujuanmu?” kami jelaskan detail strategi investasinya di sini

Saham BRMS 

Beralih ke BRMS, ini punya story yang masih berkaitan dengan BUMI, apalagi baru saja mendapatkan kepemilikan utuh mengontrol CPM, salah satu tambang emas terbesar grup Bakrie yang beroperasi di area Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. 

CPM memiliki cadangan emas mencapai 34,1 juta ton setara dengan cadangan logam sekitar 3,5 juta troy ons emas dan sedang dalam fase produksi/ekspansi.

Tambang ini diproyeksikan beroperasi hingga 2050, dengan pengembangan tambang emas bawah tanah yang diharapkan memproduksi 2,8 juta ons emas selama umur tambangnya.

Didukung cadangan emas yang besar, tren positif pertumbuhan produksi emas BRMS diperkirakan masih akan terjaga. Manajemen menargetkan produksi mencapai 80.000 troy ons pada 2026, naik sekitar 11,3% dibanding realisasi produksi tahun 2025 yang sebesar 71.886 troy ons.

Sebelumnya, sepanjang 2025 BRMS telah memproduksi 71.886 troy ons emas, meningkat sekitar 10,6% dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 64.983 troy ons. Target tersebut menunjukkan perusahaan masih optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan produksinya.

Selain itu, BRMS juga tengah merampungkan perluasan Pabrik 1 CIL (Carbon-in-Leach) dari kapasitas 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton bijih per hari. Dampak penuh dari perluasan ini dijadwalkan menyokong pertumbuhan volume produksi pada semester kedua 2026

Konstruksi tambang bawah tanah di Blok 1 Poboya juga terus dikejar (pembangunan paste plant dan penggalian lateral). Fase penambangan bawah tanah ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2027. 

Keunggulannya adalah kadar emas jauh lebih tinggi (rata-rata 4,9 gram per ton) dibandingkan metode tambang terbuka (open pit) yang saat ini berkisar di 1,4 - 1,5 gram per ton.

Menurut kami, prospek bisnis emas saham BRMS ini cukup menarik, tetapi risiko jangka pendek sensitivitas terhadap harga emas global juga patut diperhatikan, karena harga logam mulia saat ini sedang dalam tren turun dan sempat menguji ke bawah level US$ 4000 per troy ons. 

Adapun, secara teknikal saham BRMS cenderung masih terkonsolidasi, geraknya juga relatif tertinggal dibanding saham Bakrie lainnya, menurut kami pergeraka saham ini masih akan lanjut mendatar jika belum bisa menembus resistance 660. 

Saham BIPI 

Terakhir, ada saham BIPI yang resmi masuk ekosistem grup Bakrie per Februari 2026. Bakrie Capital Indonesia secara resmi mengapit sekitar 6 persen saham BIPI (3,82 miliar saham) dengan nilai transaksi mendekati Rp948 miliar. 

Masuknya Grup Bakrie memperkuat sinergi ekosistem energi grup, memberi dukungan permodalan, serta membuka peluang kolaborasi di bidang logistik pertambangan dan infrastruktur energi. 

Dalam pantauan kami, BIPI mendapatkan kesepakatan Jual Beli Gas dengan entitas Grup Bakrie, ENRG. Melalui fasilitas Mini LNG Plant milik entitas anaknya (termasuk di Sidoarjo, Jawa Timur) serta rencana ekspansi ke Batam dan Aceh, BIPI memanfaatkan pasokan gas bumi dari ENRG untuk masuk secara bertahap ke bisnis Liquefied Natural Gas (LNG). 

Ekspansi di energi bersih juga dilakukan dengan mengakuisisi saham PT Maharaksa Energi Hijau (MEH) dari entitas grup PT Maharaksa Biru Utama Tbk (OASA).

💡
Butuh Tools dan Screener untuk analisis saham AS yang lengkap hingga AI yang sudah berbasis data yang kuat sehingga nggak halu? Tandanya kamu siap gas PROMO SPESIAL dari Investing Pro, DISKON 60% + 15% untuk pembaca Mikirduit, langsung coba sekarang dengan Klik di sini

BIPI juga berencana merestrukturisasi portofolio dengan menyetujui divestasi 99,90 persen saham di PT Sintesa Bara Gemilang (SBG) senilai Rp1,79 triliun kepada pihak ketiga. 

Dana segar dari penjualan aset tambang/infrastruktur batu bara ini dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan (deleveraging / fleksibilitas keuangan) serta mendanai transisi ke bisnis energi terbarukan dan proyek energi hijau. 

Langkah-langkah di atas itu menunjukkan  BIPI untuk mentransformasi portofolio bisnisnya dari sekadar infrastruktur batu bara murni menjadi penyedia layanan infrastruktur energi terbarukan.

Adapun dari sisi teknikal, saham BIPI juga sudah naik kencang dalam sebulan ini lebih dari 15 persen dan posisinya sedang tertahan resistance, ada potensi koreksi mendekati support terdekat dulu di 136, jika mantul dan membuat higher low baru  ada potensi sinyal pembalikan arah menjadi naik. 

Gimana, menurut kalian dari tujuh saham grup Bakrie siapa yang paling menarik?

Mau Insight Saham yang Lengkap dan Spesial dari Mikirduit?

Kamu bisa ikutan event rutin bulanan Mikirduit dengan menjadi member Mikirsaham. Kami juga lagi ada promo akhir bulan nih, dapatkan DISKON spesial dengan kode promo: GAJIANJULI. Promo terbatas hanya untuk 20 pendaftar pertama hingga 31 Juli 2026. (Berlaku untuk semua paket)

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini 

Join Mikirsaham Sekarang