Mau Dapat Penghasilan Pasif Tambahan dari Investasi Saham?

Investasi saham bisa menjadi salah satu jalan untuk kaya. Namun, kamu nggak akan jadi kaya kalau investasinya sembarang. Begini caranya

Mau Dapat Penghasilan Pasif Tambahan dari Investasi Saham?

Investasi saham menjadi salah satu cara untuk bisa meningkatkan aset kekayaan yang dimiliki, MESKI tidak dalam waktu singkat. Pasti, kamu pernah mendengar, banyak investor dunia bisa kaya dari saham? apakah itu benar?

Kisah Warren Buffett Investasi Saham Sejak Usia 11 Tahun, Kini Jadi Orang Terkaya ke-5 di Dunia

Warren Buffett membeli saham pertamanya saat usia 11 tahun. Waktu itu, dia membeli saham Cities Services senilai US$38 pada 1942. Caranya investasi saham waktu itu adalah membeli, hold, dan tidak memperhatikan pasar saham secara realtime.

"Aku tak peduli apa yang dikatakan berita, bisnis di Amerika akan berjalan dengan baik dari waktu ke waktu," ujar Buffett kepada Judy Woodruff dari PBS NewsHour.

Fakta menariknya, ketika Buffett membeli saham pertamanya pada 1942, sentimen pasar sedang tidak bagus. Amerika Serikat (AS) kalah di perang pasifik.

Sebelum menggunakan jurus value investing dari Benjamin Graham, pola investasi Buffett ya beli dan hold. Dia tak peduli bagaimana kabar pasar secara harian.Toh, market pasti bergerak naik turun setiapnya harinya.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Pengalaman Buffett?

Investasi saham itu berbicara jangka panjang, bukan bicara bagaimana besok dan bulan depan. Namun, bagaimana 10 hingga 30 tahun lagi. Untuk itu, cerita jangka pendek tidak akan mempengaruhi hasil investasi kita di masa depan.

Meskipun begitu, bukan berarti kita bisa asal memilih saham. Dengan target jangka panjang sekali, kita perlu menganalisis apakah saham yang kita beli bisnisnya masih bisa hidup hingga 10 - 30 tahun ke depan? untuk mengetahui itu kita pahami dulu apa dan bagaimana cara investasi saham.

Bagaimana Cara Investasi Saham?

Investasi saham adalah ketika kita menginvestasikan uang untuk membeli saham perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Apa saja keuntungan investasi saham?

Pertama, kenaikan harga saham. Misalnya, hari ini kita beli saham PT Bank Central Asia Tbk.(BBCA) senilai Rp8.500 per saham. Ternyata, 10 tahun lagi harga sahamnya sudah Rp55.000 per saham. Artinya, nilai aset kita di BBCA sudah tumbuh hingga ratusan persen dalam 10 tahun. 

Kedua,  dividen atau bagi hasil dari laba bersih emiten yang sahamnya kita miliki. Sebenarnya, perusahaan tidak wajib bagi dividen, tapi saham yang bagi dividen berarti punya nilai lebih di mata investor. Apalagi, saham itu konsisten bagi dividen. 

Keuntungan dari dividen baru akan terasa besar jika kita memiliki jumlah saham yang besar. Namun, itu bukan masalah, jika kita rutin menabung saham secara konsisten, kita bisa memiliki jumlah lot besar dan menikmati cuan besar dari dividen juga.

Apa saja Risiko investasi saham?

Pertama, penurunan harga saham. Misalnya, harga saham BBCA hari ini sekitar Rp8.500 per saham. Bisa jadi, karena ada beberapa hal harga saham BBCA turun jadi Rp1.000 per saham dalam 10 tahun ke depan. Berarti, nilai aset BBCA-mu sudah turun 88 persen.

Kedua, saham disuspensi oleh BEI karena ada aktivitas tidak wajar atau ada masalah dengan kesehatan keuangan, seperti terancam gagal bayar utang. Jika saham disuspensi, berarti kita yang memiliki sahamnya tidak bisa jual hingga suspensi dibuka. Artinya, aset kita terkunci di saham bermasalah itu hingga jangka yang tidak ditentukan. 

Ketiga, saham delisting. Jika saham sudah disuspensi hingga dua tahun dan masalahnya belum kelar. Artinya, saham itu berpotensi didepak secara paksa dari BEI. Ketika saham didepak secara paksa dari BEI, jangan harap bisa ada tender offer nilai besar seperti kejadian Aqua delisting pada 2010.

Lalu, Bagaimana Cara Mulai Investasi Saham?

Untuk bisa investasi saham, kita bisa buka rekening sekuritas tersebut. Dengan memiliki akun sekuritas, kita akan dapat akses beli dan jual saham dengan aplikasi sekuritas. 

Bagaimana Cara Memilih Saham yang Bagus untuk Investasi?

Sebelum mengetahui cara beli saham untuk investasi, kami sarankan kamu baca tulisan pengalaman beli saham pertama kali di sini.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memilih saham investasi seperti berikut ini:

  • Pahami, sektor saham apa yang lagi turun parah akibat faktor eksternal yang tidak laten, misalnya akibat ekonomi lagi jelek, daya beli lagi turun. Kalau faktornya laten seperti ada cukai rokok dan minuman manis lupakan saja.
  • Analisis saham di sektor itu yang memiliki pangsa pasar paling besar, kinerja keuangan konsisten bagus. Jika turun pun tidak volatil, tapi lebih disebabkan efek sektoral
  • Pantau posisi valuasi sahamnya bisa menggunakan price to earning ratio maupun price to book value ratio. Untuk update deretan saham termurah menurut P/E-nya abisa baca di sini, sedangkan untuk saham termurah menurut PBV-nya bisa baca di sini.
  • Pilih saham yang murah dan fundamental bagus, serta punya posisi pangsa pasar yang bagus untuk investasi jangka panjang. 
  • Terakhir, ya kalau saham yang kita pilih rutin bagi dividen lebih bagus lagi. Lumayan, bisa menambah aset juga setiap tahunnya. 

Susah ya? memang cari saham murah itu susah, tapi juga kunci agar investasi kita enak dilihat dan tidak bikin cemas karena floating loss

Mau dipandu bikin akun sekuritas yang terpercaya?

DIREKTORI PROFIL SAHAM

Pahami deretan saham yang ada di BEI dengan baca profil dan prospeknya di sini: