Harga Emas Jeblok ke 3.900 dolar AS, Begini Faktor dan Prospek Aset Terkait Logam Mulia

Untuk pertama kalinya di 2026, harga emas jebol ke bawah level US$ 4000 per troy ons. Apakah ini menjadi peluang untuk serok lagi atau malah jebakan masih bisa turun lebih dalam?Β 

Share
emas

Mikirduit - Harga emas jatuh, bahkan sudah jebol ke bawah dari level US$ 4000 per troy ons. Kira-kira kenapa harga emas bisa turun terus, apakah bisa jadi peluang untuk tambah beli? 

Merujuk data Trading Economics pada Kamis (25/6/2026), harga emas sempat jatuh ke posisi US$ 3.962 per troy ons, koreksi kisaran 3 persen dalam sehari, sebelum kembali menguat tipis ke kisaran US$ 3.997 per troy ons. 

Harga emas ambles ke bawah US$ 4000 per troy ons merupakan yang pertama terjadi pada tahun ini dan mencatat level terburuk dalam delapan bulan terakhir. 

Apa yang membuat harga emas turun terus? 

Menurut kami ada tiga alasan utama yang membuat harga emas turun, diantaranya: 

Pertama, dolar AS menguat & The Fed lebih hawkish

Indeks dolar AS (DXY) kembali naik ke level 101, mencapai posisi tertinggi dalam 13 bulan. 

Dolar yang kuat membuat emas (yang denominated dalam USD) lebih mahal bagi pembeli luar negeri dan mengurangi daya tariknya.

Kekuatan dolar ini dipicu oleh sentimen the Fed yang semakin hawkish setelah pertemuan FOMC pertama oleh Gubernur baru, Kevin Warsh. 

Dalam dot plot terbaru, ada potensi kenaikan suku bunga pada September 2026, sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 - 4,00 persen. Coba tools analisis saham dengan AI menggunakan data OHLCV untuk membantumu menilai prospek saham dalam jangka pendek. Klik di sini by Mikir Teknologi.

Kedua, permintaan aset safe haven berkurang karena risiko geopolitik mereda 

Kemajuan negosiasi AS-Iran dan aliran energi yang lebih lancar mengurangi premi safe-haven emas. Meski ketegangan masih ada, pasar merespons perbaikan sementara dengan menjual emas. 

Data dari World Gold Council menunjukkan terjadinya outflow (arus modal keluar) dari ETF emas global sebesar 12 ton hanya dalam waktu satu minggu setelah pengumuman progres negosiasi tersebut. 

Ketiga, aksi ambil untung & rotasi ke aset berisiko

Sebagaimana kita tahu, harga emas pada awal tahun itu berulang kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. 

Tidak heran jika banyak investor dan spekulan yang untung besar di awal tahun merealisasikan profit. Ada juga margin calls akibat penurunan aset lain (misalnya saham tech), sehingga emas dijual untuk menutup posisi.

Lantas, penurunan kali ini bisa jadi peluang atau jebakan? 

Jawabannya tergantung. 

Beli emas jika fokus-nya untuk jangka panjang, momentum turun saat ini justru bisa menjadi peluang menarik, tetapi jika untuk jangka pendek, tentu kita harus lebih hati-hati karena di kondisi saat ini potensi harga masih bisa turun tetap ada. 

Menurut World Gold Council (WGC), terdapat tiga skenario utama untuk harga emas pada 2026:

🟒 Skenario Bullish (+5 persen hingga +15 persen). Jika ekonomi global melambat dan bank sentral mulai menurunkan suku bunga.

🟒 Skenario Sangat Bullish (+15 persen hingga +30 persen). Jika terjadi resesi global atau eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan permintaan aset safe haven.

πŸ”΄ Skenario Bearish (-5 persen hingga -20 persen). Jika ekonomi tetap kuat, dolar AS menguat, dan suku bunga bertahan tinggi.

Jika melihat tiga skenario di atas, sejak awal tahun harga emas sudah jeblok hampir 8 persen, yang artinya kita sudah masuk pada bearish skenario, proyeksi WGC menunjukkan ada peluang turun sampai 20 persen jika suku bunga tetap bertahan tinggi dan dolar AS menguat. 

Karena itu, investor perlu mewaspadai risiko jangka pendek, setidaknya sampai September mendatang, jika the Fed menaikkan suku bunga, maka risiko penurunan harga emas masih bisa berlanjut.

Meski demikian, bagi investor yang memiliki horizon investasi jangka panjang, koreksi harga emas saat ini masih dapat menjadi peluang untuk mulai mengakumulasi. 

Prospek emas dalam jangka panjang diyakini masih positif, didukung pembelian emas yang masih agresif oleh bank sentral berbagai negara, tingginya utang pemerintah global, meningkatnya risiko moneter, serta ketidakpastian geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. 

Selain itu, tren diversifikasi cadangan devisa oleh sejumlah negara berkembang dari aset berbasis dolar AS diperkirakan akan terus menopang permintaan emas. 

Namun, strategi yang lebih bijak adalah membeli secara bertahap (dollar-cost averaging), dimulai dari nominal yang kecil dan dilakukan secara berkala. 

Dengan cara ini, investor dapat mengantisipasi apabila harga emas masih melanjutkan penurunan sekaligus memperoleh harga rata-rata (average cost) yang lebih optimal untuk potensi imbal hasil di masa depan. 

MSCI Tunda Evaluasi Saham Indonesia Hingga November, Ini yang Harus Dilakukan Investor
MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market (EM), tetapi masih ada fase monitoring sampai November 2026. Kira-kira gimana strategi yang harus diambil saat ini?

Pilihan Instrumen Rasa Emas 

Berikutnya untuk pilihan instrumen investasi emas sebenarnya ada banyak pilihan, selain aset emas secara β€œfisik”, diantaranya: 

ETF Emas

ETF (Exchange Traded Fund) emas, salah satu pilihan investasi emas yang mirip reksa dana tetapi diperdagangkan di bursa dan mengikuti pergerakan harga emas maupun saham perusahaan tambang emas.

Keunggulannya adalah lebih likuid, praktis, dan tidak memerlukan penyimpanan emas fisik.

Beberapa ETF emas yang populer di pasar global antara lain:

  • GraniteShares Gold Trust (BAR)
  • SPDR Gold Shares (GLD)
  • VanEck Gold Miners ETF (GDX)
  • VanEck Junior Gold Miners ETF (GDXJ)
  • Sprott Gold Miners ETF (SGDM)

Perlu diperhatikan, ETF seperti GDX, GDXJ, dan SGDM berinvestasi pada saham perusahaan tambang emas, sehingga pergerakannya dipengaruhi tidak hanya oleh harga emas, tetapi juga kinerja bisnis perusahaan tambang.

πŸ’‘
Mau mulai investasi saham US dan langsung dapat bonus hingga US$25? Join XTB sekarang juga dengan klik link ini serta gunakan kode MIKIRDUIT

Token Kripto Berbasis Emas

Bagi investor aset digital, terdapat alternatif berupa token kripto yang didukung emas fisik, seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).

Nilai kedua token ini mengikuti harga emas dunia karena setiap token didukung oleh cadangan emas fisik berstandar internasional (London Good Delivery). 

Berbeda dengan kripto pada umumnya, PAXG dan XAUT memiliki underlying berupa emas asli dan bahkan dapat ditukarkan (redeem) menjadi emas fisik sesuai ketentuan masing-masing penerbit.

Apa kabar untuk saham emas? 

Saham emas juga menjadi pilihan menarik untuk investasi, tetapi harus melalui tahap analisis yang lebih dalam. 

Karena saham emas merepresentasikan perusahaan yang punya bisnis di segmen logam mulia, biasanya tidak hanya fokus ke emas, mereka juga punya bisnis di metal lain seperti tembaga, perak, dan lain-nya. 

Pergerakan harga saham juga lebih volatile, kalau harga emas hanya turun kisaran 8 persen dari awal tahun, harga saham deretan perusahaan emas justru jatuh lebih dalam, seperti terlihat di bawah ini. 

Dari 8 saham emiten yang punya bisnis emas, 7 saham bergerak di zona merah, paling parah saham BRMS yang jatuh hampir 50 persen dari awal tahun, sementara yang paling buncit koreksinya di kisaran 11 persen ada saham HRTA, ANTM, dan INDY. 

Sementara yang paling hijau ada saham EMAS, tetapi perlu dicatat pergerakan harga saham ini ada faktor sentimen narasi mau dual listing, tidak hanya di Indonesia, tetapi di Hong Kong. Saham ini juga baru saja IPO pada September 2025. 

Gimana, kalian lebih suka investasi emas di instrumen mana? better fisik aja atau sudah explore yang lain? 

Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

πŸ’‘
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini