Fakta Kinerja Saham Batu bara, Begini Efek Royalti Terbaru

Kinerja keuangan saham batu bara melambat, bahkan ada yang ambrol parah seperti PTBA dan MABP. Sebenarnya, apa yang terjadi? kita bongkar faktanya di sini.

Fakta Kinerja Saham Batu bara, Begini Efek Royalti Terbaru

Mikir Duit – Setelah rilis kinerja keuangan kuartal I/2023, sontak banyak investor saham  batu bara terkaget-kaget dengan penurunan kinerja yang terjadi di PT Bukit Asam Tbk. atau saham PTBA. Setelah ditelisik, tambahan beban terjadi pada pengenaan biaya royalti batu bara sejak September 2022. Lalu, bagaimana penghitungan royalti batu bara dan berapa pajak yang dibayarkan perusahaan batu bara?

Ada beberapa emiten batu besar yang sudah rilis laporan keuangan, di sini kami ambil lima sample, yakni PTBA [yang sudah kita bahas], PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MABP), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI).

Jika dilihat, kinerja keuangan kelima emiten itu cukup mix. Tercatat hanya PTBA dan MBAP yang mencatatkan penurunan laba bersih. Sisanya, ADRO, BYAN, dan BUMI cenderung mencatatkan persentase pertumbuhan dari yang tadinya ratusan persen menjadi hanya double digit sedikit di atas 10 persen.

Masalah dari kelima emiten batu bara ini sama, yakni adanya kenaikan beban pokok penjualan, yang menjadi pendorong utamanya adalah kenaikan biaya royalti batu bara. Rata-rata kenaikan biaya royalti emiten batu bara ini mencapai ratusan persen, tercatat hanya BUMI yang mencatatkan kenaikan royalti batu bara hanya 22 persen. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

BACA JUGA: Menakar Nasib Saham batu bara dan sektor lainnya di Kuartal II/2023

Kebijakan Royalti Batu bara yang Baru Diterapkan September 2022

Pemerintah Indonesia memang baru saja mengubah aturan tentang royalti perusahaan batu bara melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 tahun 2022 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak. Dalam skema baru ini akan diberlakukan tarif royalti progresif. Gimana maksudnya?

Jadi, tarif royalti akan bergerak fluktuatif sesuai dengan pergerakan harga batu bara acuan (HBA) di Indonesia setiap bulannya, serta sesuai kualitasnya. Sebelumnya, dalam aturan PP Nomor 81 tahun 2019, tarif royalti hanya dihitung berdasarkan kualitas batu baranya, semakin tinggi semakin besar.

Jika dulu tarif royalti batu bara sekitar 3 persen sampai 7 persen. Dengan tarif progresif ini, royalti batu bara bisa 5 persen - 13,5 persen sesuai dengan pergerakan harga acuan batu bara dan kualitas batu bara yang diproduksi.

data royalti saham batu bara Q1/2023
Royalti saham batu bara mengalami kenaikan signifikan. Berikut datanya dalam satuan miliar rupiah, data keuangan emiten dalam dolar AS sudah dikonversi dengan kurs acuan masing-masing emiten di laporan keuangannya. 

Kelebihan dari aturan baru ini adalah, jika ada perusahaan tambang batu bara yang sudah melakukan hilirisasi batu bara, bisa dapat insentif royalti batu bara 0 persen. Sayangnya, jika melihat dari kinerja kuartal I/2023, tampaknya belum ada emiten batu bara yang sudah melakukan hilirisasi secara optimal.

Lalu, kenapa kenaikan biaya royalti BUMI hanya 22 persen, lebih kecil dari emiten lainnya? hal ini bisa disebabkan kualitas produksi batu bara milik BUMI rendah sehingga perbedaan pembayaran royaltinya tidak signifikan.

BACA JUGA: Tahun Ini Benar-benar Jadi Pesta Dividen Terakhir  Saham Batu bara?

Kesimpulan

Jika melihat kinerja keuangan emiten batu bara ini, kita bisa menyimpulkan ada beberapa tantangan kinerja saham batu bara ke depannya:

  • Risiko harga batu bara lanjut turun di kuartal II/2023
  • Kenaikan biaya produksi dari jasa penambangan dan pengangkutan, bisa berujung ke penurunan produksi dan penurunan pendapatan juga.
  • Kenaikan biaya royalti di kuartal kedua dan ketiga tahun ini

Berarti, emiten batu bara harus segera melakukan efisiensi secepat mungkin untuk menjaga pertumbuhan kinerjanya tetap positif. Ditambah, belum lagi risiko semangat pengurangan karbon dengan mengurangi konsumsi batu bara.

Untuk itu, kita sebagai investor saham bisa mulai mencari saham-saham batu bara yang mulai melakukan hilirisasi produk batu bara. Artinya, saham itu bakal masih punya prospek pertumbuhan kinerja atau turnaround story ke depannya.

Apa saja bentuk hilirisasi batu bara?

Ada tujuh jenis produk hilirisasi batu bara, yakni:

  • Pembuatan briket batu bara
  • Peningkatan mutu batu bara
  • Gasifikasi batu bara
  • Underground coal gasification
  • Pencairan batu bara
  • Pembuatan kokas
  • Coal water mixture [membuat batu bara menjadi seperti minyak]

Namun, perkembangan hilirisasi batu bara ini masih mandek baru sebatas komitmen. Nah, komitmen hilirisasi ini sebenarnya mencakup hampir seluruh emiten batu bara besar di Indonesia, tapi memang belum ada hasilnya.

Hayo, coba cek, apakah saham batu bara koleksimu sudah menyiapkan produk hilirisasi batu bara belum?