DSSA Lagi Pontang-panting Dikejar Deadline Pengalihan Saham Buyback, Begini Potensi Gerak Harganya

Saham DSSA lagi dikejar deadline untuk mengalihkan saham treasuri jumbo setara 19 persen dari total lembar saham. Lalu, bagaimana dampak ke harga sahamnya?

Share
saham DSSA

Mikirduit – Saham DSSA memiliki dua event yang bisa menjadi perhatian terkait pengalihan saham buyback jumbo yang memiliki tenggat waktu hingga September 2026. Lalu, bagaimana peluang pergerakan harga saham DSSA dalam periode tersebut?

Key Takeaways

  • DSSA masih punya pekerjaan besar mengalihkan saham treasury hasil buyback jumbo sebelum tenggat September 2026, dengan opsi penjualan di pasar reguler/negosiasi serta rencana pengurangan modal melalui RUPSLB 10 September 2026.
  • Secara fundamental, penghapusan saham treasury cenderung netral karena saham buyback sudah tidak diperhitungkan dalam EPS, meski DSSA kehilangan peluang memperoleh kembali kas dari penjualan saham treasury tersebut.
  • Dari kasus LPPF, EMAS, dan DOID, dampak aksi penghapusan saham treasury terhadap harga tidak konsisten, sehingga pergerakan DSSA lebih relevan dinilai bersama kondisi fundamental dan momentum harga ketimbang aksi korporasinya saja.
  • Mikirduit Masterclass 2026, Wealthverse: Dapatkan bocoran aset paling menarik untuk 2026-2027. Early Bird cuma Rp250.000 (Tersisa hanya untuk 23 pendaftar lagi) dengan klik link di sini

DSSA sedang dikejar deadline untuk mengalihkan saham buyback-nya hingga September 2026. Alasannya, perseroan melakukan buyback jumbo sebanyak 154 juta lembar (jumlah sebelum stock split dua kali) atau setara 20 persen dari modal disetor.

Sesuai aturan, saham buyback harus dialihkan paling lambat 3 tahun setelah buyback. Untuk itu, DSSA harus menuntaskan semuanya hingga September 2026 (tepat 3 tahun setelah melakukan buyback jumbo)

Sebenarnya, DSSA sempat melakukan pengalihan saham buyback pada Agustus 2024 tepat setelah stock split. Sehingga saham buyback yang tersisa saat ini tinggal 19,68 persen atau setara 1,51 miliar lembar (jumlah lembar sebelum stock split yang terakhir).

Teranyar, DSSA lagi mulai melakukan pengalihan saham buyback sejak 10 Agustus 2026. Targetnya, DSSA ingin melepas 5 persen dari total saham buyback yang masih tersedia atau mencapai 9,63 miliar lembar saham (angka setelah stock split kedua).

Dalam melakukan pengalihan saham buyback ini, DSSA sudah menunjuk Sinarmas Sekuritas untuk membantu proses penjualan. Perseroan berencana melakukan pengalihan saham dengan mekanisme di pasar reguler maupun negosiasi.

Manajemen DSSA juga memastikan, meski bisa melalui pasar nego, pihaknya tetap melakukan penjualan kepada pemegang saham yang memenuhi kriteria free float.

Jika melihat transaksi broker sejak 10 Agustus 2026, broker dengan kode DH alias Sinarmas Sekuritas memang beberapa kali melakukan penjualan via pasar negosiasi. Berikut detailnya:

  • 10 Agustus 2026: DH menjual 13,3 juta lembar saham di harga Rp975 per saham dengan nilai RP1,3 triliun. Pembelinya ada 3 pihak, DR senilai Rp677 miliar dan DH senilai Rp619 miliar.
  • 19 Agustus 2026: DH menjual 14,5 juta lembar di harga Rp980 per saham senilai Rp1,4 triliun kepada YU (satu pihak broker saja).

Sementara itu, kami tidak melihat agresivitas Sinarmas Sekuritas dalam melakukan penjualan saham DSSA di pasar reguler.

Dengan aksi transaksi negosiasi itu, DSSA masih punya pekerjaan rumah yang banyak untuk menghabiskan 5 persen saham buyback perseroan yang harus dialihkan.

10 Agustus 2026, DSSA Mulai Alihkan Saham Buyback Jumbo, Begini Dampaknya
DSSA lagi dikejar deadline untuk mengalihkan saham buyback pada Juni-September 2023. Lalu, bagaimana dampaknya kepada harga saham perseroan?

Event kedua adalah rencana DSSA melakukan pengurangan modal untuk menghapus saham treasuri. Rencana ini terkuak setelah DSSA mengumumkan rencana RUPSLB pada 10 September 2026.

Ada dua agenda dalam RUPSLB itu, yakni pengurangan modal perseroan melalui penarikan kembali saham hasil buyback dan penyesuaian anggaran dasar perseroan sehubungan dengan pelaksanaan pengurangan modal tersebut.

Cara ini menjadi yang paling ampuh untuk DSSA menyelesaikan pengalihan saham buyback skala jumbo dan jatuh tempo bersamaan.Lalu, apa dampak rencana itu terhadap kinerja keuangan maupun harga saham DSSA?

Dampak Penghapusan Saham Treasuri (Buyback) terhadap Fundamental dan Harga Saham Emiten

Ada dua penilaian dari mayoritas investor terkait penghapusan saham treasuri tersebut:

Pertama, jika jumlahnya cukup besar berarti emiten akan kehilangan jumlah cash yang signifikan. Sebenarnya, poin ini ada benarnya karena ketika buyback berarti akan ada pengurangan modal. Lalu, jika itu dihapuskan ada risiko penurunan ekuitas. Tapi, bagi emiten yang punya kondisi kas cukup kuat, hal tersebut bukan menjadi masalah.

Kedua, penghapusan saham buyback bisa positif karena jumlah pembagi sahamnya berkurang. Untuk poin yang ini agak sedikit keliru karena sejak lembar saham yang di-buyback itu sudah menjadi saham treasuri, berarti jumlah lembar saham yang di-buyback sudah tidak diperhitungkan dalam laba bersih per saham.

💡
Mau dapat stockpick dari AI untuk saham AS dan Indonesia, kamu bisa klaim diskon spesial untuk Investing Pro, Langsung langganan di sini sekarang!

Sehingga efek dari penghapusan saham treasuri ini cenderung netral karena tidak mengubah apapun kecuali catatan saham treasuri.

Dari catatan saham yang melakukan penghapusan saham treasuri (hasil buyback) dalam 10 tahun terakhir, dua saham yang melakukan tingkat penghapusan terbesar dari total modal antara lain, LPPF sebesar 9,96 persen dari total saham, EMAS sebesar 8,95 persen dari total saham, serta DOID dengan jumlah 6,68 persen dari total harga sahamnya.

Lalu, bagaimana dampak dari aksi penghapusan saham buyback terhadap harga saham LPPF dan MDKA kala itu?

LPPF menghapuskan 261 juta lembar atau setara 9,9 persen dari total modal disetor. Dalam RUPS pada 6 Juni 2022, LPPF mendapatkan persetujuan untuk melakukan aksi tersebut.

NISP Lagi Diskon dengan Ambisi Masuk KBMI IV Secara Organik, Sinyal Dividen Lanjut Menciut?
Saham NISP lagi terdiskon di tengah berbagai aksi ekspansinya. Dari akuisisi bank Commonwealth, aset Wealth management HSBC, hingga integrasi dengan pihak afiliasinya di OCBC sekuritas dan Great Eastern. Jadi gimana prospeknya?

Penghapusan saham treasuri di Juni 2022 pun sudah tercatat di kuartal III/2022. Jika dilihat tren harga saham LPPF sepanjang kuartal III/2022 cenderung turun 28 persen. 

Aksi pengurangan modal untuk mengalihkan saham buyback terbesar kedua dari saham EMAS. Bedanya, saham EMAS melakukan buyback sebelum IPO pada 2025. 

Saham EMAS mengumumkan rencana pengurangan modal untuk pengalihan saham buyback di Desember 2025. Perseroan mengalihkan sekitar 8,95 persen sahamnya.

Namun, dari periode Desember 2025 hingga Maret 2026, tren harga saham EMAS malah naik 81 persen.

Terakhir, saham DOID yang melakukan pengurangan modal untuk pengalihan buyback sebanyak 547 juta lembar pada September 2024.

Hasilnya, dampak terhadap harga saham DOID adalah ketika selesai mendapatkan persetujuan pengalihan saham buyback di Juni 2024 sampai September 2024 saat eksekusi-nya, harga saham DOID cenderung naik agresif hingga 148 persen (Juni-September 2024). Namun, setelah eksekusi saham buyback dilakukan, harga saham DOID turun 55 persen.

Kesimpulan

Jadi, bagaimana dampak pengalihan saham buyback dengan cara dihapus terhadap prospek saham?

Secara fundamental, dampaknya netral. Kekurangannya adalah emiten tidak bisa mendapatkan cash hasil buybacknya tersebut.

Secara harga saham, jika melihat LPPF dan DOID ada indikasi tertekan setelah pengalihan dilakukan. Namun, catatannya, kedua saham terakhir juga punya tantangan perkembangan bisnis di periode buyback-nya.

Dengan begitu, ketika ada aksi ini bisa manajemen ekspektasi. Masuk ketika ada penurunan dalam dan fundamental bisnisnya masih oke atau trading cuan bungkus sesuai dengan metode analisis masing-masing. 

Dapatkan Insight dan Belajar Saham dengan Praktek Langsung Bersama Founder Mikirduit

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang