10 Agustus 2026, DSSA Mulai Alihkan Saham Buyback Jumbo, Begini Dampaknya
DSSA lagi dikejar deadline untuk mengalihkan saham buyback pada Juni-September 2023. Lalu, bagaimana dampaknya kepada harga saham perseroan?
Mikirduit – DSSA sempat melakukan aksi buyback jumbo hingga 154 juta lembar saham (sebelum 2 kali stock split) pada September 2023. Jumlah saham yang di-buyback itu setara 20 persen dari total seluruh saham perseroan. Aksi buyback jumbo itulah yang mengawali kenaikan harga saham yang signifikan dari emiten grup sinarmas ini.
Secara realisasi, harga average buyback DSSA itu berada di Rp192 per saham (setelah buyback). Dengan begitu, jika mengalihkan saham-nya ke pasar reguler saat ini, DSSA mencatatkan keuntungan 407 persen.
Dengan modal awal sekitar RP7,38 triliun, jika dijual dengan harga pasar per 7 Agustus 2026, berarti tingkat modal naik menjadi Rp37,56 triliun.
Lalu, apa dampak dari pengalihan saham buyback DSSA ini? apakah akan menjadi tarian pergerakan harga saham terakhir dari saham yang sempat jadi fenomena di Indonesia?
Ada beberapa cara untuk mengalihkan saham buyback:
Pertama, dijual kembali di pasar saham. Dampak positifnya bagi emiten, jika dijual di atas harga pembelian, berarti emiten itu mendapatkan tambahan cash hasil keuntungan buyback.
Namun, ada risiko menurunkan laba bersih per saham karena harus dibagi ke jumlah saham yang lebih banyak dari sebelum buyback.
Kedua, dialihkan untuk program kepemilikan saham karyawan lewat ESOP dan MSOP).
Cara kedua akan menarik jika karyawan dan manajemen dapat hak beli di bawah harga pasar. Namun, akan jadi kurang bagus dampaknya terhadap harga saham jika jumlah buyback cukup besar dan selisih dengan harga saham cukup besar. Sehingga berpotensi meningkatkan aksi jual di pasar setelah eksekusi saham itu dilakukan oleh karyawan atau manajemen terkaait.
ketiga, pengurangan modal dengan menghapus saham hasil buyback secara permanen. Dengan begitu, jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang secara permanen. Sehingga tingkat laba bersih per saham tidak terpengaruh seperti cara pertama.
Kekurangannya, emiten tidak bisa mendapatkan cash yang digunakan buyback seperti cara pertama.
Keempat, pelaksanaan konversi efek dari utang eksisting. Jadi, jika ada utang yang memungkinkan dikonversi menjadi saham bisa menggunakan dari saham buyback tersebut.
Dalam skema ini, emiten bisa mendapatkan keringanan tidak membayar kewajiban pokok obligasi saat jatuh tempo (jika memang bisa dikonversi). Lalu, dilusi saham juga tidak terjadi karena menggunakan saham yang sudah ada sebelumnya.
Kelima, distribusi saham secara proporsional ke pemegang saham lewat dividen saham bonus. Catatannya, efek dari saham bonus ini adalah ada potensi perubahan harga teoritis karena ada saham yang dibagikan secara merata kepada seluruh pemegang saham.
Sebenarnya, secara teknis tidak mengubah nilai aset pemegang saham di saham tersebut. Namun, setelah mendapatkan saham bonus, ada kecenderungan investor ritel melakukan aksi jual untuk menjadikannya sebagai cash sehingga berdampak terhadap tekanan harga saham.
Lalu, cara pengalihan buyback mana yang akan dilakukan oleh DSSA?
Secara historis dan penjelasan dari keterbukaan informasi terbaru, kemungkinan DSSA akan menjalankan cara yang pertama. Jadi, bagaimana dampaknya?
Menghitung Dampak Pengalihan Buyback DSSA
Sebenarnya, DSSA pernah 1 kali melakukan pengalihan saham buyback sebanyak 24,81 juta lembar (sebelum stock split 1:25 pada 2026) atau setara 620 juta lembar setelah stock split 2026. Pengalihan buyback itu dilakukan setelah stock split pada 2024 (transaksi pada Agustus 2024 setelah stock split di Juli 2024).
Jika dihitung, total cash yang didapatkan dari aksi pengalihan buyback yang pertama itu, perseroan mendapatkan cash hingga Rp900-an miliar. Menariknya, saat periode pengalihan aset di sepanjang Agustus 2026, harga saham DSSA (yang sudah disesuaikan dengan stock split terakhir) berada di level Rp1.600-an per saham.
Setelahnya, hingga 20 Desember 2024, harga saham DSSA mengalami penurunan sekitar 20 persen hingga ke Rp1.200 per saham.
Lalu, bagaimana dengan dampak aksi buyback yang kali ini?
Nah, mirip dengan pola pertama, DSSA juga melakukan stock split dengan rasio lebih jumbo, yakni 1:25 pada tahun ini. Lalu, pada tahun ini, DSSA juga harus mengalihkan semua saham buyback jumbonya di masa lalu dengan jumlah lembar saham yang masih cukup banyak, mencapai 37,9 miliar lembar.
Dalam tahap awal, DSSA telah mengumumkan akan melakukan pengalihan saham buyback sebanyak 9,6 miliar lembar mulai 10 Agustus 2026.

Dengan aksi buyback jumbo dilakukan sejak 19 Juni - 18 September 2023, tampaknya DSSA berpotensi mengumumkan pengalihan saham buyback cukup rutin sampai September 2026.
Dampaknya terhadap harga saham DSSA, kami perkirakan DSSA butuh menjaga harga agar bisa mengalihkan saham dengan lebih mudah. Sehingga dalam periode Agustus - September 2026 ada potensi harga saham DSSA cenderung stabil atau sideways tanpa ada fluktuasi yang cukup signifikan. Hal ini berpotensi terjadi 10 Agustus 2026.
Namun, jika jumlah lembar saham yang sudah meningkat drastis sejak stock split terakhir membuat penjagaan harga saham DSSA lebih sulit dilakukan (tidak seperti pada Agustus 2024), ada potensi harga saham DSSA juga mengalami koreksi.
(Perkiraan ini menggunakan data historis dari pengalihan saham pada Agustus 2024 serta logika risiko terburuk yang bisa terjadi saat ada pengalihan saham secara jumbo).
Salah satu yang bisa jadi perhatian, jika DSSA menjadikan seluruh saham treasury menjadi saham biasa dengan penjualan di pasar reguler, laba bersih per saham DSSA bisa menciut 19 persen (selisih untuk tahun yang sama). Misalnya, di kuartal I/2026 EPS DSSA senilai Rp8,86 per saham, tapi setelah semua saham buyback dialihkan ke free float, berarti EPS bisa menjadi RP7,11 per saham.
Jika ini saham fundamental based, akan berdampak terhadap hitungan valuasinya. Tapi, ini saham high shareholding concentration yang berarti bisa jadi tidak berpengaruh terhadap harga.
Menariknya, jika setelah buyback ini, DSSA bisa saja keluar dari status high shareholding concentration sehingga di 2027 punya peluang masuk indeks MSCI lagi.
Mau Dapat Insight Saham hingga Manfaatkan Tools Analisis dari Mikirduit?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
