3 Saham Backdoor Listing yang Mau Jadi Perusahaan Batu Bara, Begini Nasibnya

FORU sudah mengumumkan mau melakukan aksi right issue jumbo untuk berubah jadi perusahaan batu bara, menyusul langkah MEJA dan NINE. Lalu, bagaimana prospeknya?

Share
saham backdoor listing

Mikirduit – Ada tiga saham backdoor listing yang lagi berencana mengubah bisnis-nya menjadi bisnis batu bara. Lalu, bagaimana perkembangan dan prospek masing-masing saham tersebut?

Salah satu yang baru saja mengumumkan rencana perubahan ke bisnis tambang batu bara adalah saham FORU. Sebenarnya saham FORU adalah saham backdoor listing generasi 2024. Namun, proses perubahan bisnis baru terjadi di 2026.

IMR Asia sebagai pengendali FORU berencana mengalihkan aset tambang batu bara milik afiliasi melalui FORU. Perusahaan yang diakuisisi adalah PT Borneo Prima.

Borneo Prima disebut memiliki 15.000 hektar lahan yang kualitas batu baranya memiliki kalori 7.850 kalori per kg. Tambang Borneo Prima di Kabupaten Murung ini berjenis coking coal dengan total cadangan akumulasi proven dan probable sekitar 87,7 juta ton.

Namun, belum ada detail berapa rata-rata produksinya per tahun. Hanya saja, jika produksi Borneo Prima sekitar 5 juta - 7 juta ton per tahun, berarti cadangannya bisa cukup untuk 12-18 tahun ke depan.

Jika dibandingkan dengan ADMR, teranyar ADMR memiliki cadangan 170,7 juta batu bara metalurgi. Rata-rata produksi ADMR sekitar 6 juta ton per tahun. Jika Borneo Prima bisa produksi 5 juta ton per tahun, skala-nya hanya sedikit di bawah ADMR.

Namun, jika melihat realisasi kinerja kuartal I/2026 Borneo Prima, skalanya masih jauh dibandingkan dengan ADMR. Borneo Prima mencatatkan pendapatan sekitar 11,29 juta dolar AS dengan laba periode berjalan sekitar 954.000 dolar AS. 

Dalam proses pengalihan aset, FORU akan mengambil 49 persen saham seri A Borneo Prima dengan hak suara, sedangkan 51 persen saham sisanya disebut tidak memiliki hak suara. Dengan begitu, FORU punya hak suara penuh dalam pengambilan keputusan.

Adapun, 51 persen saham Borneo Prima lainnya dimiliki oleh PT Pacific Samudera Prima dalam bentuk saham seri B dan seri C masing-masing 50 persen dan 1 persen.

Untuk proses transaksi itu, nantinya FORU akan melakukan penerbitan 219 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham. Jumlah right issue FORU ini sangat jumbo mengingat jumlah lembar saat ini hanya 465 juta lembar sehingga tingkat dilusinya sangat tinggi.

Hal itu membuat 100 saham lama akan berhak atas 47.177 lembar saham baru di harga Rp126 per saham. Sehingga jika ingin mengejar dan eksekusi right issue-nya harus diperhatikan kesiapan modal.

Bahkan, dengan modal 1 lot senilai Rp300.000 maupun di harga berapa pun, berarti kamu butuh mengeksekusi saham baru sekitar Rp5,9 juta. 

Jika mengejar harga saat ini dan tidak eksekusi right issue-nya, kamu berpotensi mengalami floating loss signifikan karena harganya akan mengalami penyesuaian harga teoritis menjadi Rp132 per saham (dengan asumsi harga cum-right ide Rp3.000 per saham).

Dalam right issue ini, pengendali tidak membutuhkan dana publik karena transaksi akan dilakukan dengan inbreng. Sehingga jika kejar harga sekarang lebih baik jangan hold sampai right issue.

Perkembangan Aksi Saham MEJA Akuisisi Tambang Batu bara

Saham MEJA sudah mengumumkan rencana akuisisi 45 persen saham PT Trimata Coal Perkasa sejak akhir 2025. Namun, rencana itu masih belum terealisasi.

Dari target manajemen, perseroan berencana melakukan RUPSLB pada kuartal III/2026 dan melaksanakan right issue di periode yang sama. Meski, right issue masih mentah, manajemen menyebutkan harga right issue bakal berkisar di Rp450 - Rp550 per saham sebagai indikasi awal. Hal itu mengacu ke nilai wajar Trimata Coal Prima dan poisi harga saham MEJA saat ini.

Dalam competent person independent yang melakukan studi terkait estimasi sumber daya Trimata Coal per 1 Juni 2026 menyebutkan, estimasi cadangan batu bara yang dapat ditambang sekitar 400 juta ton.

Namun, dari fakta yang tertera bisa disebutkan kalau belum ada data pasti (karena angka 400 juta ton itu baru estimasi), serta tambang Trimata ini belum sampai tahap produksi. 

Dalam skema right issuenya nanti akan agak berbeda dengan FORU yang melalui inbreng. Untuk saham MEJA, ini bukan backdoor listing satu pihak, tapi ada dua pihak.

Pertama, MEJA diakuisisi oleh Triple B, yang terkait dengan Noprian Fadli (yang juga mengurus beberapa akuisisi beberapa saham). Nah, nantinya right issue yang dilakukan oleh MEJA menggunakan skema share-swap dengan strategic buyer.

Jadi, pengendali baru MEJA akan membeli saham baru yang diterbitkan dengan skema memberikan 45 persen Trimata Coal sebagai bentuk inbreng secara non-tunai. Sehingga dalam transaksi ini ada penukaran saham MEJA dengan Trimata sebagai bagian kesepakatan peralihan kepemilikan saham dari Triple B ke pengendali barunya (yang punya Trimata Coal).

Saham Growth Investing Mikirsaham Ini Naik 107 Persen Saat Market Loyo, Begini Prospek ke Depannya
Salah satu saham growth investing mikirsaham naik 107 persen. Begini prospek ke depannya.

Perkembangan Inbreng Aset Tambang Batu Bara di Mongolia dari NINE

Selain FORU dan MEJA, ada NINE yang sudah merencanakan inbreng aset tambang batu bara milik Grup Poh sejak 2025. Namun, rencana itu masih belum terealisasi. Kami juga belum mendapatkan update detail terkait perkembangannya.

Setelah Grup Poh menjadi pengendali di NINE, perseroan berencana mengambil alih aset tambang milik pengendali di Mongolia yang dimiliki oleh Poh Golden Ger Resources Ltd. atau PGGR. 

Dalam rencananya, pengalihan aset itu akan dilakukan melalui right issue. Nilai indikatif aset terkait mencapai 150 juta dolar AS. Skema pengalihan aset akan dilakukan melalui inbreng (saham baru ditukar dengan aset).

PGGR disebut memiliki 100 persen dua konsesi tambang di Mongolia. Namun, belum ada data terkait potensi cadangan hingga kabar tambang ini sudah beroperasi atau belum. 

Jika mengacu ke aset Tian Poh Resources Ltd di Mongolia itu terdiri dari dua aset tambang, yakni:

Pertama, Tambang Batu Bara Nuurst seluas 2.497 hektar dengan sumber daya (bukan cadangan dan data cadangan belum tersedia indikasi masih eksplorasi) sebesar 478 juta ton dengan lokasi 100 km dari Ulan Bator, ibukota Mongolia. (Batu bara thermal kalori rendah)

Kedua, Tambang batu bara semi-kokas seluas 530 hektar dengan cadangan 61 juta ton. Posisinya dekat dengan perbatasan China

Salah satu narasi yang paling kuat adalah, manajemen NINE mengeluarkan narasi telah menandatangani framework agreement for mining cooperation dengan kontraktor EPC+F dari Inner Mongolia, China. Kontraktor ini disebut sebagai perusahaan besar yang berdiri sejak 1998 dengan 1.000 karyawan. Asetnya punya disebut 500 juta dolar AS dan berpengalaman mengoperasikan tambang terbuka maupun bawah tanah.

Konon, Kontraktor EPC+F ini disebut memiliki niat dan kapasitas investasi lebih dari 100 juta dolar AS untuk mengoperasikan tambang milik Grup Poh tersebut. Namun, realisasinya masih akan tergantung dari hasil due dilligence serta persetujuan dari Overseas Direct Investment di China.

Hal yang menjadi penuh tanda tanya, kapan aksi right issue dilakukan dan bagaimana detail aset tambang yang mau diakuisisi oleh NINE ini.

Kami masih menunggu hasil public expose (setelah gagal masuk event online-nya pada Selasa kemarin).

Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Join Mikirsaham