Saham SEMA Catat 1 Bagger Kurang dari 1 Bulan, Begini Rahasianya
Saham SEMA sudah naik 146% sejak dibahas Mikirduit. Prospek data center dan PLTS menarik, tetapi risiko margin, piutang, dan volatilitas meningkat.
Mikirduit – PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA) menjadi salah satu pilihan saham Mikirduit yang diumumkan pertama kali saat event rutin bulanan di 29 Agustus 2026 ketika menganalisis saham-saham data center. Hingga masuk ke pilihan saham growth investing Mikirduit pada 30 Agustus 2026. Kini, harga saham itu sudah naik 146 persen sejak dibahas kala itu.
Key Takeaways
- SEMA sudah naik 146% sejak pertama kali dibahas Mikirduit pada akhir Agustus 2026, didorong narasi pertumbuhan data center, panel listrik, PLTS, dan peluang bisnis energi baru terbarukan.
- Prospek pertumbuhan masih menarik, terutama karena SEMA sudah memasok panel listrik ke anak usaha EDGE dan berpotensi menangkap ekspansi data center serta proyek PLTS pemerintah.
- Risikonya ikut meningkat setelah reli harga, dengan laba bersih Q2/2026 turun 33%, margin tertekan, serta piutang berumur lebih dari 90 hari yang naik signifikan. Setelah kenaikan tajam, volatilitas menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
- Cek pilihan saham investasi dengan perhitungan yang jelas antara peluang dan risiko, join Mikirsaham dengan klik link di sini
Pembahasan saham SEMA dimulai ketika kami (Tim Mikirduit) melakukan screening terhadap tren saham data center dan yang terkait yang lagi menggeliat di Agustus 2026. Hasilnya, kami menemukan satu saham yang punya kaitan erat dengan data center, tapi belum naik, yakni SEMA. Apa bisnis saham SEMA sebenarnya?
Saham ini memiliki bisnis produksi panel listrik, perakitan baterai listrik, dan penyediaan energi baru terbarukan seperti kemitraan dengan Huawei untuk Smart PV hingga melirik pasar kendaraan listrik.
Dalam momentum saat ini, SEMA seharusnya mendapatkan keuntungan dari boom data center hingga kendaraan listrik. Apalagi, jika nanti narasi energi baru terbarukan kembali menguat.
SEMA bisa dibilang salah satu produsen panel listrik berlisensi resmi dari merek global seperti Siemens sejak 2009 dan Hyundai Electric sejak 2018.
Ditambah, SEMA juga sudah dapat pesanan panel listrik dari anak usaha EDGE sejak 2024 yang berkontribusi cukup signifikan terhadap kinerja pendapatan perseroan.
Tren Kinerja Keuangan Saham SEMA
Namun, tantangannya adalah kinerja kuartal II/2026 SEMA mencatatkan penurunan laba bersih hingga 33 persen menjadi Rp1,89 miliar. Padahal, laba bersih perseroan naik 31 persen.
Jika ditelisik, ada beberapa faktornya:
- Beban pokok pendapatan naik lebih tinggi daripada pendapatan. Beban pokok pendapatan naik 41 persen ketika pendapatan naik 31 persen. Hasilnya, laba kotor hanya naik 3 persen menjadi Rp15 miliar.
- Ada beban lain-lain yang awalnya Rp180 juta naik menjadi Rp1,1 miliar. Hal itu disebabkan oleh penghasilan sewa dari properti investasi senilai Rp1,49 miliar di periode sama tahun sebelumnya menjadi Rp0. Hal itu disebabkan SEMA menjual 2 gudang di BSD senilai Rp12,5 miliar. Sehingga penghasilan sewa properti itu tidak lagi tercatat di laporan keuangan 2026.
- Selain terkait penurunan laba bersih, salah satu hal yang diperhatikan terkait piutang yang nilainya menurun 7 persen, tapi catatan piutang yang sudah lewat 91-120 hari dan lebih dari 120 hari naik menjadi tembus Rp16,73 miliar dari sebelumnya hanya Rp5 miliar. Ditambah, impairmentnya masih Rp585 juta, sehingga ada risiko manajemen bisa melakukan pencadangan tersebut yang nilainya cukup signifikan.
Meski, dalam laporan keuangan manajemen menyebutkan pencadangan Rp585 juta itu masih cukup. Sehingga sampai kuartal IV/2026 risiko terkait piutang macet ini bisa jadi fokus utama.
Salah satu hal positif dari SEMA adalah kas operasinya masih positif Rp3,99 miliar. Artinya, dari operasional bisnis, SEMA benar-benar masih menghasilkan uang riil.
Dari kondisi ini, ada dua kondisi yang dialami SEMA:
Pertama, dari segi prospek, saham SEMA masuk dalam run booming data center. Pasalnya, produk panel listriknya sudah dipesan dari anak usaha PT Indointernet Tbk. (EDGE) dan perseroan berencana menangkap pasar itu lebih luas saat momentum ekspansi data center yang masif saat ini. Jika ada kontrak baru yang skalanya cukup besar bisa menjadi pendorong kinerja keuangan perseroan.

Selain itu, program pemerintah terkait ekspansi kapasitas PLTS dan mau tender sekitar 30 GW bisa menjadi potensi pendapatan SEMA di 2027 jika proyeknya berjalan.
Kedua, ada tantangan normalisasi laba bersih karena hilangnya pendapatan sewa karena aset propertinya sudah dijual. Lalu, ada risiko dari segi piutang yang memburuk. Tapi, jika piutang itu terbayar, bisa jadi tambahan cash untuk perseroan.
Namun, kami memberikan catatan terkait saham SEMA saat masuk ke pilihan Growth Investing kami, yakni: Catatannya: ini saham third liner dengan market cap cuma Rp149 miliar. Volatilitas cukup tinggi, kita yang plan jangka menengah harus masuk benar-benar bertahap. Jika baru masuk dikit sudah terbang nanti bisa tanya di grup untuk take profit atau hold, atau average up. Dari segi manajemen risiko, bisa masuk dengan porsi modal lebih rendah dari saham value, dividend, dan contrarian.
Adapun, belum ada fakta material terkai dengan tren kenaikan harga sahamnya. Menariknya, dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan net buy asing di saham SEMA sebesar Rp1,5 miliar. berikut ini riset yang dirilis sebagai materi ngodar online edisi Agustus 2026.
Kesimpulan
Kami memasukkan saham SEMA ke dalam Growth Investing karena skala market cap kecil dan potensi pertumbuhan bisnis bisa agresif jika mendapatkan kue omzet dari proyek data center hingga PLTS.
Apalagi, valuasi saat kami umumkan juga masih cukup murah. Namun, sekarang volatilitasnya sudah cukup tinggi. Sehingga cenderung untuk wait and see.
Kami memang cenderung memberikan pilihan saham yang cenderung belum naik. Namun, tren waktu naiknya kapan itu yang sulit ditebak. Dalam kasus SEMA, kenaikan terjadi sejak dibahas di Ngopdar Online Mikirduit edisi Agustus 2026.
Mau Ikut Ngopdar Online Edisi September 2026 dan Dapat Insight Saham yang Belum Naik?
Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Event Online Rutin bulanan
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
