Sisi Lain Akuisisi 30 Persen Saham BYAN yang Bikin Haji Isam Jadi Orang Terkaya Ke-4 di Indonesia

Akuisisi 30% BYAN oleh Grup Jhonlin datang bersamaan dengan persetujuan RKAB. Apakah ini menjadi titik balik BYAN sekaligus mendongkrak kekayaan Haji Isam?

Share
saham haji isam

Mikirduit – PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mencatatkan auto rejection atas 20 persen menjadi Rp13.825 per saham setelah transaksi dengan Haji Isam deal dan RKAB diperpanjang. Lalu, apakah ini akan jadi titik balik BYAN? Berikut point of view lain dari aksi korporasi ini.

Key Takeaways

  • Akuisisi 30% saham BYAN oleh Grup Jhonlin bertepatan dengan terbitnya revisi RKAB BYAN, yang sebelumnya menjadi hambatan besar karena persetujuan produksi awal hanya sekitar 39 juta ton dibandingkan penjualan 70,8 juta ton pada 2025.
  • Masuknya Haji Isam bisa menjadi hubungan strategis bagi kedua pihak. BYAN memperoleh mitra dengan skala bisnis batu bara besar, sementara Grup Jhonlin mendapat eksposur ke salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia.
  • Kepemilikan 30% BYAN berpotensi mengangkat nilai aset terbuka Haji Isam menjadi sekitar US$13 miliar, yang berdasarkan perhitungan artikel dapat menempatkannya di jajaran teratas orang terkaya Indonesia. Namun, saham BYAN tetap memiliki risiko tinggi karena konsentrasi kepemilikan dan potensi volatilitas transaksi.

Banyak yang menilai transaksi BYAN dipaksakan hingga Haji Isam dikabarkan mendapatkan harga transaksi senilai Rp2.538 per saham, nilai yang sangat jauh dari harga pasar terakhir di Rp13.000-an. Kami sudah menjelaskan jika nilai transaksi Rp2.538 per saham ini secara riil aset cukup logis pada pekan lalu yang bisa dibaca di sini

Apalagi, saat proses negosiasi muncul pengumuman dari BYAN kalau perusahaan mengalami kondisi kahar atau force majeure karena revisi RKAB belum disetujui pada pekan lalu (14-18 September 2026). Sampai akhirnya, Haji isam lewat Grup Jhonlin akuisisi 30 persen saham BYAN, RKAB perusahaan tambang batu bara milik Low Tuck Kwong tersebut langsung terbit. 

Namun, kami memiliki sudut pandang lain. Salah satu petakan BYAN terjadi di awal 2026. Perseroan hanya mendapatkan persetujuan RKAB sekitar 39 juta ton dari pengajuan hingga 78 juta ton. Padahal, volume penjualan di 2025 mencapai 70,8 juta ton. 

Kondisi ini membuat BYAN lumayan terdesak di pertengahan tahun hingga mengumumkan kondisi kahar di pekan kedua September 2026.

Sampai saat ini, kami belum menemukan fakta detail terkait masing-masing perusahaan tambang batu bara yang terkena dampak signifikan dari kebijakan pemangkasan RKAB di awal 2026.

Namun, kami mencoba merapikan puzzle dari kutipan pihak kementerian ESDM saat ditanya terkait pemangkasan RKAB di awal tahun. Dari Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno pada 12 Februari 2026 menjelaskan kelompok PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) tidak mendapatkan pemangkasan produksi karena memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara, dari royalti hingga pembagian keuntungan.

Lalu, bagaimana dengan BYAN? 

Nah, BYAN memang terlihat sebagai pembayaran royalti terbesar dari segi nominal. Hal itu wajar karena produksinya tembus di atas 50 juta ton.

Masalahnya adalah dari skema kontrak kerja, BYAN punya beberapa skema kontrak. Ada yang menggunakan skema PKP2B dengan bagian pemerintah 13,5 persen dari produksi, serta Izin usaha Pertambangan yang royaltinya tidak pasti tergantung kalori batu bara dan harga batu bara acuan. 

Masalahnya lagi, mayoritas produksi BYAN adalah batu bara kalori rendah yang menggunakan IUP. Jika dihitung berdasarkan karakter batu baranya, hasilnya sekitar 9-11,5 persen. Jadi, dari segi persentase royalti, BYAN memang menjadi salah satu yang terendah. Sehingga, BYAN menjadi target pemangkasan RKAB yang signifikan.

Munculnya Negosiasi dengan Haji Isam

Kondisinya, produksi 39 juta ton mungkin sudah terserap optimal untuk menutup penjualan hingga Agustus 2026. BYAN butuh tambahan produksi lagi untuk bisa mengirimkan batu bara sesuai kontrak.

Lagi-lagi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan pada 3 Agustus 2026, jika revisi RKAB hanya diprioritaskan bagi pihak-pihak yang dianggap menguntungkan negara. DI sini, posisi BYAN makin terjepit hingga muncul rumor rencana akuisisi oleh Haji Isam pada 18 Agustus 2026.

Awalnya, kabar yang berhembus Haji Isam mau mengakuisisi 62 persen saham BYAN milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Banyak yang ekspektasi harga transaksi bisa di Rp10.000 - Rp13.000 per saham. Sejak awal, kami sudah pasang proyeksi harga transaksi yang cukup baik banget ada di Rp3.000 - Rp4.000 per saham.

Hasilnya, kabar harga transaksi muncul, Haji Isam disebut menawar sekitar Rp2.538 per saham. HIngga akhirnya, Muncul keterangan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sudah menandatangani penjualan 30 persen saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama, entitas terkait Haji Isam.

Pertanyaannya, kenapa Haji Isam tidak jadi akuisisi 62 persen saham BYAN untuk menjadi pengendali? Jawabannya, biayanya bisa sangat mahal. Dengan pengumuman pada 17 September 2026, berarti nantinya biaya mandataory tender offer (MTO) bisa jauh lebih mahal dibandingkan biaya akuisisi di harga Rp2.538 oer saham. Pasalnya, harga MTO akan mengambil harga rata-rata tertinggi 90 hari atau harga transaksi jual beli, dari dua itu akan dipilih yang terbesar.

Setelah akuisisi selesai, BYAN mendapatkan persetujuan RKAB dan tidak jadi Kahar, sedangkan Haji Isam mendapatkan eksposure di 10 saham besar yang ada di Indonesia. Sehingga, transaksi ini bisa menjadi win win solution untuk keduanya.

Untuk itu, POV-nya bisa juga bukan karena terpaksa melepas akibat RKAB belum disetujui, tapi karena ingin RKAB disetujui, Low butuh mitra yang punya bargaining kuat.

Di sisi lain, Grup Jhonlin (Meski bisa jadi bukan di Jhonlin Baratama) juga punya skala bisnis batu bara yang cukup besar. Bloomberg sempat menuliskan jika Grup bisnis Haji Isam itu berencana mengajukan produksi batu bara60 juta ton pada tahun ini. Angka itu hampir mendekati volume penjualan BYAN di 2025 yang sekitar 70 juta ton.

Lalu, dari pipeline-nya sejak 2023, BYAN punya target ingin mendorong produksi tembus 90 juta ton pada 2027. Dengan aksi akuisis Jhonlin tersebut, apakah rencana itu akan berjalan makin lancar?

💡
Diskon Spesial Investing Pro untuk Pembaca Mikirduit, agar analisis saham langsung menggunakan tools paling lengkap, Langganan sekarang dengan klik di sini

Merealisasikan Mimpi Haji Isam Menjadi Orang Terkaya di Indonesia

Paling mengejutkan adalah tulisan dari Bloomberg pada Juli 2026. Haji Isam yang punya kedekatan dengan Prabowo disebut punya ambisi menjadi orang terkaya di Indonesia.

Sayangnya, mayoritas bisnis Grup Jhonlin banyak yang belum IPO sehingga cukup sulit ditracking.

Jika menghitung dari saham-saham yang dimiliki-nya dan sudah terbuka, Berikut ini kekayaan Haji Isam per 18 September 2026:

  • PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) senilai Rp53,9 triliun (Grup Haji Isam pegang 98,74 persen saham tersebut)
  • PT Jhonlin Agro Raya senilai Rp29,57 triliun (grup Haji Isam pegang 89 persen saham tersebut)
  • PT Abadi Hijau Nusantara Investama senilai Rp3,86 triliun (Haji Isam pegang 20,05 persen sahamnya)
  • PT Dana Brata Luhur senilai Rp2,05 triliun
  • BYAN dengan asumsi transaksi sudah selesai, Haji Isam pegang Rp138 triliun (30 persen dari total saham).

Hasilnya, dengan menggunakan kurs Rp17.500 per dolar AS, total kekayaan Haji Isam tembus 13,01 miliar dolar AS. Nilai itu bisa menempatkan Haji Isam menjadi orang terkaya keempat setelah Low Tuck Kwong (19 miliar dolar AS), Prajogo Pangestu (16,3 miliar dolar AS), dan Robert Budi hartono (15,9 miliar dolar AS). Data ini diambil dari Forbes.com per 20 September 2026.

5 Tips Margin Trading agar Cuan dan Risiko Tetap Terukur
Margin trading bisa memperbesar potensi cuan, tetapi leverage juga memperbesar risiko. Simak 5 strategi penting, dari cut loss hingga menghitung bunga margin.

Jadi, Apa yang Bisa dilakukan dengan Saham BYAN?

Kami menilai saham BYAN cukup berisiko jika ingin dibeli saat ini. Alasannya, saham ini termasuk saham terkonsentrasi tinggi dengan risiko dalam jangka pendek ada crossing transaksi dengan harga rendah. Sehingga ada potensi penurunan signifikan.

Jika penasaran, bisa masuk ke saham BYAN ketika penurunan signifikan terjadi dengan plan trading cuan bungkus. Alasannya, karena terkonsentrasi, ada risiko volatilitas menjadi sangat tinggi.

Mau Ikut Ngopdar Online Edisi September 2026 dan Dapat Insight Saham yang Belum Naik?

Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Event Online Rutin bulanan
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

Investasi Crypto di PINTU sekarang