Saham SPCX Jeblok 14 Persen di Bawah Harga IPO, Sudah Diskon atau Bisa Terjun Bebas Lagi?
Saham SPCX sudah turun hingga ke bawah harga IPO, apakah jadi pertanda diskon? kami kuliti semua fakta terkait saham SPCX di sini.
Mikirduit – Saham SPCX sudah turun 48 persen dari level tertinggi pada hari ketiga IPO. Apakah saham SPCX sudah diskon dan bagaimana prospeknya?
Kini (sampai 28 Juli 2026), harga saham SPCX sudah turun 14 persen dari harga IPO di 135 dolar AS per saham. Kini, harga saham SPCX sekitar 116 dolar AS per saham.
SPCX bukan sekadar saham roket. SPCX ini adalah saham yang memiliki tiga bisnis utama:
Pertama, luar angkasa dengan bisnis roket terkait Falcon, Dragon, Starship, hingga kontrak dengan pemerintah.
Kedua, bisnis connectivity lewat broadband starlink, enterprise, pemerintah, dan direct to mobile.
Ketiga, AI terkait pengembangan Grok, media sosial X, Iklan digital, langganan AI, hingga pembangunan pusat data.
Dari ketiga bisnis itu, baru Starlink dan bisnis connectivity yang benar-benar menjadi mesin laba. Sementara itu, pengembangan starship dan AI masih memakan modal jumbo.
Sehingga jika dihitung dengan posisi harga saham terakhir, valuasi SPCX masih tergolong tinggi. Tingkat price to sales-nya 81,7 kali, Price to adjusted EBITDA tembus 231 kali, dan Price to CFO sebesar 224,7 kali, serta PBV sekitar 13,1 kali.
Untuk membuat valuasi SPCX dengan harga saat ini menarik, perusahaan Elon Musk itu setidaknya harus mencatatkan rata-rata pertumbuhan pendapatan sebesar 32,5 persen per tahun dalam 5 tahun ke depan. Dari situ, Price to sales menjadi 20 kali. (meski angka itu cukup tinggi, tapi masih di-wajarkan dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan di atas 30 persen).
Sementara itu, bisnis connectivity SPCX memang menjadi motor pertumbuhan kinerja perseroan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari bisnis Starlink tersebut, yakni:
- Dari segi pelanggan pada kuartal I/2026 naik 104,7 persen
- Namun, ARPU atau rata-rata pendapatan per pengguna malah turun 22,9 persen
- Penurunan ARPU saat pengguna naik disebut ada indikasi Starlink ekspansi ke pasar dengan paket yang lebih murah
- Laba operasional juga hanya tumbuh 15 persen saat pendapatan naik 31,6 persen. Artinya, ada biaya yang cukup tinggi hingga operating profit margin tertekan.
Sementara itu, SPCX menggunakan dana IPO senilai 75 miliar dolar AS untuk ekspansi infrastruktur AI, meningkatkan fasilitas dan kendaraan peluncuran roket, memperbesar kapasitas konstelasi satelit, dan berbagai kebutuhan umum perusahaan.
Manajemen SPCX tidak membuat spesifikasi porsi antar segmen dengan harapan bisa menjadi lebih fleksibel dalam menggunakan dana.
Mau mulai investasi saham AS dan ETF? Kamu bisa pilih gunakan 5 aplikasi ini:
- XTB Indonesia bisa mendapatkan bonus maksimal 25 Dolar AS, daftar dengan kode MIKIRDUIT dari link ini
- Pluang bisa berpeluang mendapatkan hadiah hingga Rp1 juta dengan klik link ini
- Ajaib dapatkan hadiah jika join dengan klik link ini
- Nanovest dapatkan bonus Rp40.000 jika join dengan klik link ini
- Gotrade Indonesia berkesempatan untuk dapat hadiah 120 dolar AS dengan klik link ini
Momentum SPCX Setelah Listing
Setelah listing pada 12 Juni 2026, ada beberapa Event yang langsung dilakukan oleh SPCX.
Pertama, dalam skema IPO SPCX ada greenshoe dengan maksimal 83,33 juta lembar saham. Greenshoe adalah fitur di bursa saham yang rata-rata untuk saham IPO. Dalam fitur itu, penjamin emisi diberikan kuasa menjaga harga dengan jumlah lembar saham yang disepakati.
Nah, Greenshoe SPCX sebanyak 83,33 juta lembar saham langsung habis di hari ketiga. Hal itu juga bertepatan dengan posisi pucuk dari saham SPCX tersebut. Sehingga setelah tidak ada yang jaga, tren harga sahamnya cenderung mengalami koreksi. Mau dapat stockpick dari AI untuk saham AS dan Indonesia, kamu bisa klaim diskon 60% + 15% untuk Investing Pro cuma sampai 31 Juli 2026, Langsung langganan di sini sekarang!
Kedua, di hari keempat pasca listing, SPCX mengumumkan rencana akuisisi Cursor, asisten AI, dengan Implied Equity value senilai 60 miliar dolar AS.(nilai ini dihitung berdasarkan valuasi perusahaan bukan hanya melihat harga pasar) Nantinya, pembayaran akan menggunakan saham class A SPCX. Proses transaksi ini akan ditargetkan selesai pada kuartal III/2026.
Dari aksi akuisisi ini diharapkan bisa memperkuat bisnis AI perseroan mulai dari ekosistem developer dan AI, menghubungkan Cursor dengan infrastruktur AI SpaceX dan Grok. Ditambah, transaksi dilakukan tanpa menguras kas meski harus menambah jumlah lembar saham baru.
Ketiga, SPCX juga langsung menerbitkan obligasi senilai 25 miliar dolar AS. Tenor obligasi sekitar 2031 - 2056 dengan rata-rata tingkat kupon sekitar 5,86 persen. Kupon tahunan obligasi SPCX ini diperkirakan mencapai 1,46 miliar per tahun.
Dana obligasi itu digunakan untuk refinancing melunasi utang 20 miliar dolar AS yang digunakan bayar utang X dan xAI. Dari aksi ini, harusnya bisa mengurangi risiko refinancing pada 2027-2028, dana IPO tetap tersedia untuk ekspansi. Meski, membuat adanya beban kupon mencapai 1,46 miliar per tahun dengan tenor yang cukup panjang.

Jelang Earnings di 4 Agustus 2026
Salah satu tantangan selanjutnya adalah publikasi kinerja kuartal II/2026 yang rilis pada 4 Agustus 2026.
Dalam laporan keuangan itu, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
- Perkembangan pelanggan Starlink dibandingkan dengan tren ARPU-nya. jika masih berlawanan ini menjadi tanda tanya besar.
- Tren operating profit margin masih tertekan atau lebih baik
- Tren tingkat belanja modal dan bakar uang, yang mana sepanjang kuartal I/2026 perseroan sudah menghabiskan 7,72 miliar dolar AS dengan skema monetisasi yang belum solid
- Tekanan kerugian laba usaha segmen AI yang pada kuartal I/2026 rugi 2,47 miliar dolar AS, dengan pendapatan hanya 818 juta dolar AS
- Dilusi akuisisi Cursor setelah transaksi dilakukan dengan menggunakan saham Class A perseroan
Selain itu ada peluang menarik, tapi juga bisa menjadi risiko. Dalam skema IPO SPCX ini, ada skema lock up selama 180 hari. Namun, ada aturan pemegang saham pre-IPO bisa melepas 20 persen saham yang dimilikinya setelah rilis kinerja keuangan kuartal II/2026.
Lalu, mereka bisa menambahkan pelepasan 10 persen kepemilikannya lagi jika harga saham SPCX berada 30 persen di atas harga IPO atau sekitar 175 dolar AS per saham dalam 5-10 hari sebelum earnings..
Namun, syarat kedua diperkirakan sulit dipenuhi karena. Namun, pelepasan 20 persen bisa berdampak signifikan terhadap Supply and demand SPCX.
Kesimpulan
Secara teknis dan fundamental, SPCX masih ada potensi tekanan. Teknis ini terkait dilusi dan peningkatan supply dari faktor akuisisi Cursor hingga dibukanya sebagian lock-up dari pemegang saham pre-IPO.
Dari segi fundamental, belum ada poin yag bisa membuat kejutan kinerja SPCX untuk bisa meningkat. Apalagi, dengan kondisi fundamental saat ini dibandingkan dengan harga sahamnya, valuasi SPCX masih cukup tinggi.
Mau Insight Saham US dan Indonesia Secara Bersamaan dengan Diskon 15 Persen Jadi Cuma Rp67.000 per bulan?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dengan kode promo GAJIANJULI dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham Indonesia dan Amerika mulai dari Rp80.000 per bulan :
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
