Dividen HEXA Menciut 45 Persen, Manajemen Optimis Pendapatan Naik 14 persen, Begini Prospeknya
Dividen HEXA turun 45% seiring laba melemah, tetapi target pendapatan naik 14% membuka peluang pemulihan dividen pada 2027.
MIkirduit – Saham PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) dibanting 5,91 persen menjadi Rp4.140 per saham setelah umumkan pembagian dividen yang nilainya turun 45 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Apakah tanda kiamat saham HEXA?
Key Takeaways
- Dividen HEXA turun 45% menjadi sekitar Rp236 per saham, sejalan dengan laba bersih FY2025 yang merosot 46% menjadi Rp263 miliar setelah perseroan rugi pada kuartal IV akibat ketidakpastian RKAB batu bara dan nikel.
- Manajemen menargetkan pendapatan FY2026 tumbuh 14% menjadi US$589,3 juta, ditopang realisasi backlog, revisi RKAB batu bara, dan ekspansi ke sektor perkebunan.
- Dividen HEXA 2027 berpotensi kembali meningkat. Dengan asumsi net profit margin 3%-6% dan payout ratio 70%-75%, dividen diproyeksikan sekitar Rp261-Rp560 per saham, setara dividend yield sekitar 6,31%-13,53% pada harga Rp4.140.
- Diskusi dan insight saham dengan informasi kredibel, join Mikirsaham dengan klik link di sini
HEXA disebut memutuskan pembagian dividen sekitar Rp236 per saham (dengan kurs rupiah per 17 September 2026). Artinya, HEXA membagikan dividen sekitar 75 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Lalu, kenapa dividennya mengalami penurunan? Pasalnya, HEXA memang mengalami penurunan kinerja signifikan setelah di tiga bulan kuartal IV/2025 mengalami kerugian Rp43 miliar, sehingga laba bersih perseroan secara akumulatif turun 46 persen menjadi Rp263 miliar.
Faktor penurunan kinerja HEXA disebabkan oleh pemangkasan RKAB dari sektor batu bara dan nikel sepanjang 2026. Adapun, dalam perhitungan laporan keuangan HEXA, kuartal IV/2025 dihitung dari periode Januari - Maret 2026 yang merupakan fase ketidakpastian RKAB batu bara.
Lalu, bagaimana prospek saham HEXA ke depannya?
Prospek Saham HEXA
Dalam public expose pada 17 September 2026, manajemen HEXA mengungkapkan pihaknya optimistis mengejar pertumbuhan pendapatan 14 persen menjadi 589,3 juta dolar AS untuk tahun fiskal 2026.
Presiden Direktur HEXA Dwi Swasono mengungkapkan optimisme itu muncul setelah perseroan melihat beberapa katalis positif dari tiga faktor utama.
Pertama, perseroan mencatatkan order backlog yang belum terkirim ke pelanggan karena faktor pemangkasan RKAB. Namun, kami tidak menemukan angka detail potensi order backlog di laporan keuangan kuartal I/2026.
Kedua, pemerintah telah membuka dan menyetujui revisi RKAB untuk kenaikan produksi batu bara sejak akhir Agustus 2026. Hal ini bisa menjadi pendorong kinerja perseroan serta realisasi order backlog sebelumnya.
Ketiga, HEXA juga mulai melakukan penetrasi ke sektor perkebunan selaras dengan kenaikan harga komoditas sektor tersebut. Selama ini, kontributor terbesar HEXA datang dari pertambangan yang mengalami konsolidasi sejak lonjakan harga komoditas pada 2022.

Proyeksi Dividen HEXA 2027
Dengan target pendapatan manajemen senilai 589,3 juta dolar AS, berapa potensi dividen HEXA?
Angka target pendapatan HEXA itu bisa mendorong pendapatan perseroan melampaui level tertinggi pada 2024 yang mencapai 523 juta dolar AS. Pertanyaan selanjutnya adalah berapa net profit marginnya?
Jika menghitung net profit margin dari kuartal I/2026, HEXA mencatatkan net profit margin sebesar 4,3 persen. Lalu, secara tahunan dari laporan keuangan 2025, HEXA mencatatkan net profit margin hanya 3,1 persen. Namun, net profit margin itu tergerus karena ada kerugian di kuartal keempat karena faktor anomali kebijakan pemerintah.
Untuk itu, kami juga mengambil net profit margin tahunan pada 2024 sebesar 5,9 persen. Sehingga, kami membuat skenario net profit margin terburuk hingga terbaik sekitar 3-6 persen.
Angka target pendapatan HEXA itu bisa mendorong pendapatan perseroan melampaui level tertinggi pada 2024 yang mencapai 523 juta dolar AS. Pertanyaan selanjutnya adalah berapa net profit marginnya?
Jika menghitung net profit margin dari kuartal I/2026, HEXA mencatatkan net profit margin sebesar 4,3 persen. Lalu, secara tahunan dari laporan keuangan 2025, HEXA mencatatkan net profit margin hanya 3,1 persen. Namun, net profit margin itu tergerus karena ada kerugian di kuartal keempat karena faktor anomali kebijakan pemerintah.
Untuk itu, kami juga mengambil net profit margin tahunan pada 2024 sebesar 5,9 persen. Sehingga, kami membuat skenario net profit margin terburuk hingga terbaik sekitar 3-6 persen.
Dari asumsi ini, laba bersih HEXA berpotensi berkisar Rp219 miliar - Rp470 miliar sepanjang tahun fiskal 2026. (kurs Rp17.742 per dolar AS).
Lalu, dengan asumsi dividend payout ratio sekitar 70 persen - 75 persen, berarti dividen per saham berkisar Rp261 per saham - Rp560 per saham.
Dari sini, potensi yield HEXA di tahun fiskal 2026 dengan menggunakan asumsi harga per 17 September 2026 di Rp4.140 per saham, berarti sekitar 6,31 persen - 13,53 persen.
Tingkat dividen ini akan bergantung dengan beberapa faktor, yakni:
- Seberapa mampu HEXA mengejar target pendapatannya
- Berapa tingkat net profit marginnya (karena pelemahan rupiah bisa membuat biaya HEXA meningkat)
- Tingkat rasio dividen
- Harga rata-rata yang kamu miliki
Hal terpenting adalah poin pertama dan kedua.
Mau Diskusi Saham Langsung dengan Founder Mikirduit?
Join Mikirsaham sekarang dan dapatkan benefit:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Tools Trading Plan by Sistem (minimal join Mikirsaham Super dan masih tahap Beta)
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
