Saham Grup Astra Bagi Dividen, Bisa Bikin Kita Jadi Miliarder?

Saham Grup Astra tebar dividen, beberapa ada yang jumbo hingga dividen yield hampir tembus 20 persen. Kalau investasi di sana, cuan nggak ya kita?

Saham Grup Astra Bagi Dividen, Bisa Bikin Kita Jadi Miliarder?

Mikir Duit – Saham Grup Astra sudah mengumumkan tebar dividen dari kinerja keuangan 2022-nya. Memang ada siapa saja di grup Astra? lalu, apakah bisa jadi miliarder dari dividen jika memiliki seluruh saham Grup Astra?

Grup Astra adalah perusahaan konglomerasi yang didirikan oleh William Soeryadjaya dan kini dimiliki oleh perusahaan Inggris di Hong Kong, yakni Jardine Matheson. Sampai saat ini, Grup Astra memiliki tujuh lini usaha, yakni otomotif, jasa keuangan, pertambangan (batu bara, emas, dan kontraktor pertambangan termasuk sewa alat berat), perkebunan sawit, infrastruktur, teknologi informasi, dan properti.

Beberapa anak usaha Grup Astra yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara lain, PT United Tractors Tbk. (UNTR) di sektor pertambangan, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) di sektor onderdil otomotif, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) di sektor perkebunan, PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) di sektor penjualan alat perkantoran, PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) di sektor infrastruktur, dan PT Federal International Finance Tbk. (FIFA) di sektor multifinance.

Di luar itu, Grup Astra juga punya kepemilikan sebesar 7,42 persen di emiten rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL). Lalu, UNTR juga sempat akuisisi 26 persen saham PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO).

Nah, beberapa waktu lalu, beberapa grup Astra kompak bagikan dividen yang secara dividen yield lumayan jumbo sih. Kira-kira, kalau punya 1 lot di setiap saham Grup Astra bisa cuan dari dividen berapa banyak ya? lalu, bisakah kita jadi miliarder dari dividen saham Grup Astra di 2023 ini?

BACA JUGA: Hati-hati Jebakan Dividen, Begini Cara Menghindarinya dan Studi Kasus di Saham ITMG

Cuan Dividen Saham Grup Astra dari Dividen dengan Modal 1 Lot per Saham

Dividen yield Grup Astra memang cukup beragam, ada yang di bawah 5 persen, tapi juga ada yang tembus hampir 20 persen. Pertanyaanya, jika kita punya seluruh saham Grup Astra itu dengan modal masing-masing 1 lot, berapa banyak ya cuannya?

Di sini, kami mengasumsikan pembelian terjadi sebelum periode ex-dividen. Soalnya, AALI sudah melewati periode Ex-dividen pada 13 April 2023. Dengan begitu, total modal yang dikeluarkan untuk membeli saham Grup Astra pada 18 April 2023 atau sebelum libur lebaran, kecuali AALI yang dibeli pada 12 April 2023 senilai Rp4,8 juta.

Dari modal itu, pendapatan dividen dari AUTO, AALI, ASGR, ASII, dan UNTR senilai Rp717.300. Jika dihitung, potensi pertumbuhan aset dalam kurang dari sebulan sudah naik sebesar 14 persen. Ya, setidaknya lebih besar daripada deposito maupun SBN ritel lah ya?

Namun, ini jika kita membuat skenario pembelian ketika saham Grup Astra mengumumkan pembagian dividen. Bagaimana jika kita membeli deretan saham Grup Astra itu ketika harga sahamnya lagi di bawah banget saat pandemi Covid-19 di 2020 kemarin? apakah kita bisa menjadi miliarder?

Cuan dari Saham Grup Astra Jika Beli di Harga Bawah

Lalu, bagaimana jika kita membeli saham Grup Astra dari harga bawah yang di sini kita ambil titik yang sama, yakni 24 Maret 2020 ketika periode pandemi Covid-19 di Indonesia mulai memuncak?

Titik 24 Maret 2020 bukan harga terendah seluruh saham Grup Astra, tapi mayoritas, beberapa saham di konglomerasi itu jatuh di titik terendahnya pada periode tersebut. Dengan mengasumsikan kita beli 1 lot untuk masing-masing saham Grup Astra (AALI, ASGR, AUTO, UNTR, dan ASII) tersebut, berarti modal yang dikeluarkan adalah Rp2,35 juta.

tabel dividen dan simulasi keuntungan saham grup Astra
Berikut simulasi jika beli saham Grup Astra dari modal bawah pada 24 Maret 2020. Siapa yang sempat punya di harga segitu?

Dari pendapatan dividen selama tiga tahun terakhir, kita akan mendapatkan dana segar senilai Rp1,22 juta atau hampir 50 persen dari modal awal. Menariknya, keuntungan terbesar datang dari kenaikan harga saham Grup Astra dalam tiga tahun terakhir yang tembus 104 persen.

Jika seluruh keuntungan pendapatan dividen dan kenaikan harga saham digabung, total keuntungan selama tiga tahun terakhir adalah 156 persen.

BACA JUGA: Update Jadwal Dividen Terbaru Beserta Potensi Dividen Yieldnya di Sini

Kesimpulan

Pasti banyak yang ngedumel, ah itu kan melihatnya data yang sudah terjadi. Prediksi dong prediksi. Nah, pesan dari tulisan ini tuh bukan bicara saham apa yang akan naik besok, melainkan konsep dari investasi saham.

Investasi saham memberikan kita keuntungan dari kenaikan harga dan dividen, tetapi kita tidak akan mendapatkan keuntungan jika membeli saham secara asal-asalan.

Secara logika, saham yang menarik jelas saham yang rutin bagi dividen, kinerja keuangan kokoh dari risiko gagal bayar pinjaman, dan belinya pas lagi posisi murah. Kalau beli pas lagi posisi mahal ya sabar-sabar aja bakal turun. Apakah setelah harga saham turun bisa naik lagi? ya bisa naik, tapi kalau kejadiannya kayak PT Bank Jago Indonesia Tbk. (ARTO) yang pernah di Rp18.000 per saham dan sekarang turun ke bawah Rp5.000 per saham sih rada pesimis ya. Naik ke Rp8.000 per saham masih mungkin, tapi tenaga untuk naik ke Rp18.000 jelas butuh waktu dan upaya yang ketidakpastiannya tinggi.

Selain itu, artikel ini juga mengingatkan kepada kita semua, investasi saham bukan jalan menjadi kaya cepat. Seperti contoh dalam cuan dividen saham grup Astra di sini, kita bisa mendapatkan keuntungan hingga 156 persen, tapi kalau modalnya 1 lot doang ya butuh modal tambahan untuk nambah muatan agar keuntungannya makin berasa.

Dalam proses menumbuhkan modal untuk investasi saham itu kita harus menambah sumber pendapatan aktif dan sabar dalam investasi saham. Kata-kata yang mudah disebutkan, tapi sulit dilakukan kan? semangat untuk kita semua yang lagi berjuang untuk bisa menjadi kaya.