Cara Menghindari Dividen Trap, Studi Kasus Saham ITMG

Jebakan dividen atau dividend trap kerap menjadi momok menakutkan bagi investor saham. Herannya, kenapa masih banyak yang kena ya? bagaimana cara menghindarinya?

Cara Menghindari Dividen Trap, Studi Kasus Saham ITMG

Mikir Duit – Jebakan dividen atau dividen trap kerap menjadi momok menakutkan bagi para investor. Meski sadar hal itu berpotensi terjadi, tapi masih banyak investor yang terjebak. Kenapa bisa begitu? bagaimana cara menghindari dividen trap?

Dividen trap adalah fenomena ketika harga saham naik tinggi menjelang cum-dividen dan turun drastis setelah ex-dividen. Dengan begitu, pendapatan dividen yang diterima lebih sedikit daripada kerugian atas penurunan harga yang signifikan. Hal itulah kenapa disebut dividen trap.

💡
cum-dividen adalah periode waktu beli untuk mendapatkan hak dividen, sedangkan jika jual pada masa cum dividen, berarti tidak dapat hak dividen. Ex-dividen adalah periode waktu beli yang sudah tidak mendapatkan hak dividen, tapi bagi yang jual akan tetap dapat hak dividen.

Namun, apakah dividen trap ini nyata atau cuma nakut-nakutin saja biar ritel tidak ikut berburu dividen jumbo? oke kita akan bikin studi kasus dividen trap dari saham PT Indotambang Raya Megah Tbk. alias saham ITMG.

BACA JUGA: Update Jadwal Dividen 2023 di Sini

Studi Kasus Dividen Trap Saham ITMG

Saham ITMG terkenal menjadi salah satu saham yang royal bagi dividen. Apalagi, dengan kinerja cemerlang sepanjang 2022, banyak investor yang memproyeksikan ITMG bakal bagikan dividen jumbo. Kenyataannya, ITMG benar-benar bagikan dividen jumbo, untuk dividen final saja senilai Rp6.416 per saham, jika dihitung dengan harga penutupan saham saat cum date saja, tingkat dividend yield-nya sudah 15 persen. Bayangkan, apa investasi yang bisa kasih keuntungan 15 persen per tahun setara dividend yieldnya ITMG?

💡
dividend yield adalah perhitungan seberapa besar keuntungan yang didapatkan seorang investor dari dividen jika dibandingkan dengan harga sahamnya.

Permasalahannya, ketika ada dividen jumbo, berarti ada potensi banyak investor ritel kena dividen trap. Apa buktinya?

Harga saham ITMG terus melejit sejak perseroan merilis laporan keuangan yang fantastis pada 23 Februari 2023. Dari situ, harga saham ITMG sempat melejit sebesar 13 persen dari periode rilis laporan keuangan hingga sehari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Maret 2023. Artinya, dari sini, banyak yang sudah beli ITMG hingga sempat menyentuh level Rp40.800 per saham.

Setelah itu, dalam sepekan, harga ITMG juga sempat berfluktuatif naik-turun, tapi kecenderungannya naik sebesar 4 persen hingga menyentuh level tertingginya di Rp41.125 per saham pada 6 April 2023 atau sepekan sebelum periode cum-dividen. Dari kenaikan itu saja bisa disimpulkan daya belinya sangat tinggi sehingga ada potensi beberapa orang pegang di Rp41.125 per saham.

Sampai akhirnya, setelah periode cum-dividen dan ex-dividen, harga saham ITMG terus melorot bahkan beberapa kali mencatatkan auto rejection bawah (ARB). Dari level tertingginya pada 6 April 2023, harga saham ITMG turun 18 persen sampai periode ex-dividen pada 13 April 2023 ke level Rp34.600 per saham.

Jadi, para pemegang saham ITMG di harga Rp41.125 per saham akan tetap untung tidak ya dari pendapatan dividen, meski harga sahamnya turun?

Hitung-hitungan Kerugian Kena Dividen Trap

Begini, kita bisa simulasi ada investor yang membeli saham ITMG sebanyak 1.000 lembar saham di harga Rp41.125 per saham. Artinya, total modalnya Rp41 juta. Dari pembelian saham ITMG itu, si investor mendapatkan pendapatan dividen senilai Rp6,4 juta.

Namun, harga saham ITMG terus turun hingga Rp34.600 per saham. Artinya, total pokok investasi si investor ini di saham ITMG tinggal Rp34,6 juta. Artinya, total floating loss yang sudah dialami sekitar Rp6,5 juta. Jika dibandingkan dengan pendapatan dividen, si investor sudah rugi sekitar Rp100.000-an.

Jika si investor masih mempertahankan harga saham ITMG-nya hingga 17 April 2023 di harga Rp32.580 per saham, berarti total pokok investasinya saat ini senilai Rp32,58 juta. Total floating loss-nya makin membengkak menjadi Rp8,27 juta atau sudah rugi hampir Rp2 jutaan jika dihitung dengan pendapatan dividen.

Dengan begitu, niat hati ingin untung besar dengan mendapatkan pendapatan dividen, tapi malah jadi rugi karena harga sahamnya turun terus setelah periode dividen. Bukan nakut-nakutin, harga saham ITMG saat ini sudah mendekati level terendah sejak Juni 2022 lho. Apakah harga saham ITMG bisa naik lagi ke Rp40.000-an? ya kita tunggu periode pembagian dividen interim dan final lagi ya dan berharap kinerja keuangan ITMG tetap terjaga meski harga batu bara lagi turun drastis.

Cara Menghindari Dividen Trap

Lalu, bagaimana cara menghindari dividen trap? caranya adalah membeli saham tidak mepet-mepet ketika pembagian dividen. Lalu, dari mana kita tahu sebuah saham bisa membagikan dividen besar?

Ada beberapa cara yang bisa membuat kita tahu si emiten ini bakal bagi dividen jumbo:

  • Cari tahu secara historis, apa saja saham yang rutin bagi dividen dan nilai dividennya konsisten mengikuti naik-turunnya laba bersih.
  • Jangan lupa, cari tahu juga berapa dividend payout ratio alias DPR-nya. DPR adalah total bagian laba bersih yang digunakan untuk pembagian dividen. Kalau ternyata dalam 2 tahun terakhir DPR-nya di atas 100 persen, artinya konsistensi dividen si emiten perlu dipertanyakan.
  • Analisis kinerja keuangan dan model bisnisnya. Apakah bisnisnya masih punya prospek pertumbuhan di masa depan. Hal itu bisa dilihat dari karakter bisnisnya, misalnya PT H.M Sampoerna Tbk. (HMSP) salah satu yang rutin bagi dividen, tapi bisnisnya tertekan biaya cukai rokok yang terus naik setiap tahun sehingga ada potensi laba bersihnya tergerus, berarti hal itu bisa mempengaruhi ke total dividen yang dibagikan.
  • Beli saat posisi harga rendah. Bayangkan, harga saham ITMG itu pernah ada di Rp4.500-an hingga Rp7.000-an per saham. Hal itu terjadi ketika harga batu bara lagi di level rendah sekitar 50 dolar AS per ton dan ada tekanan untuk mengurangi karbon. Jika kamu beli saham ITMG di harga itu, maka hari ini kamu bisa menikmati dividen yield hingga 100 persen.

Bagaimana tau harga saham lagi rendah atau murah? ya pertama bisa cek valuasinya secara rata-rata historis dan sektoral sudah murah atau belum. Serta melihat kinerja industri sedang turun atau naik. Jika industri sedang turun, tapi masih punya potensi balik arah naik, saham-saham yang rutin bagi dividen di industri ini bisa diborong untuk panen dividen di masa depan.

Kesimpulan

Dividen itu memang menggiurkan, tapi ya belinya jangan mendadak pas baru mau bagi dividen. Ibaratnya, ada orang yang mau kasih hadiah uang tunai Rp100.000 per orang di rumahnya. Pasti langsung dipadati dan risiko yang didapatkan berpotensi lebih besar dari hadiah yang ingin didapatkan.

Jadi, kalau mau jadi investor dividen hunter, lebih baik analisis saham dari jauh-jauh hari sebelum periode pembagian dividen seperti di sekitar Maret-Juni atau Agustus-Dsember. Saat itu, harga-harga saham berpotensi lagi murah dan menarik dibeli. Paling penting, jangan lupa analisis fundamentalnya ya, apakah prospek bisnis saham itu masih oke untuk jangka menengah panjang atau tidak. Soalnya, prospek bisnis jelas mempengaruhi jumlah dividen yang akan dibagikan.