Saham BACH Bangkit Jadi Jawara IPO Angkatan Juli 2026, Ini Prospek ke Depannya

Saham BACH baru bangkit setelah hampir sebulan IPO. Lalu, bagaimana prospek detail saham BACH yang jadi bagian Grup Djarum ini?

Share
saham BACH

Mikirduit – Realisasi kinerja pesta saham IPO di Juli 2026 menghasilkan saham BACH yang menjadi pilihan saham dengan kenaikan harga saham yang paling agresif meski tidak auto rejection atas berjilid-jilid. Lalu, apa bisnis BACH ini dan kenapa sahamnya naik?

Jika melihat realisasi kinerja 6 saham IPO sejak listing hingga 31 Juli 2026, PRDL masih juaranya dengan kenaikan mencapai 126 persen. Namun, tren harga PRDL sudah mengalami penurunan signifikan dari kenaikan hingga 341 persen di hari keenam IPO. Posisi kedua ada BACH yang sudah naik 99 persen, bedanya BACH baru mulai naik dalam sepekan terakhir.

Saham BACH mencatatkan kenaikan 67 persen dalam 6 hari perdagangan terakhir. Meski, mengawali awal listing dengan 1 kali ARA setelahnya mengalami penurunan dengan level terendah di Rp474 per saham.

Salah satu Event dari saham BACH adalah aksi crossing Grup Djarum via PT Global Telekomunikasi Prima, anak usaha TOWR, membeli 1,04 miliar lembar saham paling lambat 5 hari setelah listing di harga IPO pada Rp442 per saham. Transaksi pun terjadi pada 14 Juli 2026 dan TOWR memegang 51 persen saham BACH.

Lalu, apa bisnis BACH sebenarnya dan seberapa menarik prospeknya?

Saham BACH bisa dibilang memiliki bisnis pendukung infrastruktur telekomunikasi. Perseroan melakukan penjualan genset, instalasi, dan after sel, serta menyewakan genset untuk pembangkit listrik tenaga diesel dan kebutuhan komersial. BACH menjual dan menyewakan genset dengan kapasitas sekitar 7 kVA hingga 3.000 kVA.

💡
Mau dapat stockpick dari AI untuk saham AS dan Indonesia, kamu bisa klaim diskon spesial untuk Investing Pro, Langsung langganan di sini sekarang!

Perseroan juga menjadi agen tunggal Himoinsa, produk yang berada di bawah Grup Perusahaan asal Jepang, yakni Yanmar. Selain itu, BACH juga menjual produk Austin Power System.

Sebenarnya, pasar BACH bukan cuma sektor infrastruktur telekomunikasi, tapi juga pertambangan, manufaktur, perkebunan, perbankan, hotel, pusat perbelanjaan, pendidikan, restoran, proyek infrastruktur, hingga daerah pelosok yang belum terjangkau PLN.

Selain itu, BACH juga menyediakan jasa instalasi serta pemeliharaan sistem energi terbarukan termasuk panel surya.

Di luar bisnis genset, BACH melalui PT Bach Multi Infrastruktur juga melayani pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi seperti akuisisi lokasi, pekerjaan civil, mechanical, dan electrical di menara telekomunikasi, pembangunan dan perluasan fiber optik, kolokasi atau penambahan tenant, relokasi dan pembongkaran menara, dan lainnya.

Total BACH menangani pemeliharaan di sekitar 41.000 site di seluruh Indonesia. Pelanggannya mulai dari Grup Protelindo (TOWR), TBIG, CENT, ISAT, EXCL, Huawei, dan Telkomsel (TLKM).

Diakuisisi Grup Djarum Sejak Juli 2023 dan Valuasi BACH Kini

Saham BACH sudah diakuisisi oleh TOWR sejak Juli 2023. Kala itu, TOWR membeli sekitar 25 persen saham BACH. 

Aksi akuisisi itu memberikan hubungan mutualisme yang saling menguntungkan. Bagi BACH, akuisisi ini membuat akses proyek, kontrak pemeliharaan, skala operasional, dan potensi sinergi dengan puluhan ribu menara di TOWR terbuka lebar. 

Ditambah dengan salah satu lini bisnis BACH terkait pemasangan dan pemeliharaan sistem energi terbarukan, termasuk panel surya, selaras dengan rencana ekspansi TOWR ke depannya.

TOWR lagi berencana untuk mengganti genset dengan pembangkit listrik tenaga surya di menara telekomunikasi yang belum dijangkau oleh PLN (off-grid). Hal itu diharapkan menjadi nilai tambah untuk klien-nya di menara tersebut sehingga lebih efisien dari biaya listrik dibandingkan dengan genset.

Potensi pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka pendek dari dana IPO juga cukup signifikan. Pasalnya, BACH menggunakan mayoritas dana IPO untuk pembayaran kepada pemasok genset yang siap dijual. 

Dari target dana IPO paling banyak Rp307 miliar (meski realisasi hanya sekitar Rp271 miliar karena harga IPO di Rp442), ada alokasi sekitar Rp231 miliar untuk membayar genset yang siap dijual tersebut dengan rincian:

Secara total, BACH berencana membeli 436 unit genset dari 3 pemasok, yakni:

  • Guangdong Westinpower sebanyak 132 unit dengan kapasitas 9 kVA hingga 1.400 kVA senilai Rp100 miliar
  • Himoinsa Asia Pacific sebanyak 157 unit dengan kapasitas 9 kVA - 1.260 kVA senilai Rp17 miliar
  • Jiangsu Ruichang Gold Generating Equipment sebanyak 147 unit dengan kapasitas 135 kVA - 2.500 kVA senilai Rp119 miliar
Kinerja Laba Bersih Saham Consumer Goods Meroket, Tanda Ekonomi Baik-baik Saja? - Part 1
Sekilas, ada yang membantah ekonomi Indonesia melambat. Basis data bantahan itu adalah realisasi kinerja laba bersih emiten consumer goods dan ritel masih naik tinggi. Kami coba ulas dalam 2 part di sini.

Lalu, seberapa besar dampak dari pembelian genset sebanyak 436 genset baru terhadap potensi kinerja BACH di 2026?

Kami tidak menemukan detail realisasi penjualan unit genset dan kapasitasnya sepanjang 2025. Dengan menggunakan asumsi pendapatan dari modal penjualan genset senilai Rp853 miliar, serta pembelian genset sekitar Rp237 miliar. Artinya jika menggunakan asumsi margin penjualan sekitar 11 persen, dampaknya ke penjualan bisa mencapai 31 persen jika semuanya terjual dengan tingkat margin keuntungan 11 persen.

Dengan menggunakan hitungan kasar angka yang berubah dari segi penjualan genset saja, sedangkan sewa serta infrastruktur telekomunikasi tumbuh 0 persen. BACH berpotensi mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15 persen menjadi Rp1,99 triliun, sedangkan laba bersih dengan asumsi net profit margin bisa didorong menjadi 10 persen vs 9 persen sebelumnya bisa tumbuh 28 persen menjadi Rp199 miliar.

Dengan menggunakan asumsi dividend payout ratio maksimal di 50 persen dari laba, berarti potensi dividen dari tahun buku 2026 sekitar Rp24 per saham. (Yield dari harga 31 Juli 2026 sekitar 2,7 persen)

Namun, valuasi saat ini sudah cukup tinggi dengan PBV 6,71 kali serta potensi PBV turun dengan mengasumsikan sisa 50 persen laba tahun buku 2026 dijadikan saldo laba ditahan menjadi 5,67 kali.

Stock Digest Edisi Juli 2026 Baru Dirilis, Beberapa Saham Value dan Contrarian Investing Pilihan Sudah Keluar Area BUY, Apa yang masih bisa dilirik?

Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
  • Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini 

Investasi Crypto di PINTU sekarang