Ramalan Dividen 4 Saham Big Bank, Siapa yang Terbesar?

Keempat bank besar sudah rilis laporan keuangan 2023, kira-kira siapa yang membagikan dividen dengan jumlah terbesar? simak proyeksinya di sini

Ramalan Dividen 4 Saham Big Bank, Siapa yang Terbesar?

Mikirduit – Keempat saham big bank sudah rilis laporan keuangan dengan hasil ketiganya kompak mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang masa. Pertanyaannya, lalu bagaimana dengan ramalan dividennya di 2024 ini?

Secara ringkas, kami merangkum kinerja keempat bank besar tersebut sebelum meramal berapa potensi dividennya:

  • BBCA: pertumbuhan kredit cukup tinggi, serta kondisi likuiditas yang masih longgar sehingga perseroan masih punya peluang untuk ekspansi kredit lebih besar lagi. Hanya saja, BBCA ada risiko butuh menaikkan pencadangan jika NPL coverage-nya di bawah 200 persen. Hal itu bisa terjadi jika tingkat NPL gross dari segme konsumer dan UKM meningkat. Secara umum, kinerja BBCA sebenarnya tumbuh paling besar, tapi secara persentase laba bersih lebih rendah daripada BMRI karena ada kenaikan biaya man power sebesar 18 persen di 2023. Padahal, beban man power di tahun sebelumnya hanya 2 persen.  
  • BMRI: pertumbuhan kreditnya paling tinggi mengalahkan BBCA, tapo kondisi likuiditas mulai mengetat karena lDR sudah di 86 persen. Jika tingkat LDR makin dekat ke 90 persen ada potensi BMRI akan mulai bersaing mendapatkan dana masyarakat sehingga beban bunga bisa meningkat. Meski begitu, BMRI masih punya ruang penurunan pencadangan yang cukup besar mengingat NPL coverage-nya tembus di atas 300 persen. Apalagi, rasio kredit bermasalah BMRI mencatatkan penurunan signifikan dari segmen komersial dan korporasi hingga NPL gross hanya 1,02 persen. Persentase NPL gross terkecil di sektornya. Jika BMRI tidak mencatatkan kenaikan NPL cukup signifikan di segmen konsumer dan UMKM, seharusnya perseroan bisa melanjutkan tren penurunan pencadangan di 2024.
  • BBRI: memiliki segmen bisnis yang berbeda dengan BBCA dan BMRI, kondisi BBRI agak sedikit tertekan. NPL gross-nya naik tembus 3 persen. Hal itu dipicu dari segmen UMKM perseroan. Apalagi, insentif restrukturisasi kredit covid-19 untuk UMKM akan selesai di 2024. Hal itu membuat ada risiko NPL gross BBRI naik jika ada kredit UMKM akibat covid-19 yang masih bermasalah dalam program insentif restrukturisasi tersebut. Meski dalam tekanan kenaikan pencadangan 8,5 persen, tapi BBRI masih mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid. Hal itu disebabkan ekspansi kredit masih cukup kencang serta ada kenaikan pendapatan non-bunga yang cukup signifikan, terutama dari anak usaha yang terkait pembiayaan ultra mikro, salah satunya Pegadaian. 
  • BBNI: menjadi bank besar yang mencatatkan perlambatan kinerja. Dari segi kredit melambat dan beban bunga juga melonjak yang membuat pendapatan bunga bersih BBNI turun 0,1persen. Meski BBNI punya ruang penurunan pencadangan yang cukup besar karena NPL coverage masih di 300-an persen, tetapi dengan likuiditas yang tidak begitu longgar, BBNI mungkin akan tertekan oleh kenaikan beban bunga di 2024 ini selama bank sentral belum menurunkan suku bunga. 

Data analisis lengkapnya bisa kamu tonton di video ini:

Perkiraan Dividen 4 Saham Big Bank

Setelah merilis laporan keuangan 2023, investor asing pun mulai mencatatkan net buy di 3 saham big bank, yakni BBCA (Rp543 miliar), BBRI (Rp131 milair), dan BBNI (Rp103 miliar). Sementara itu, BMRI mencatatkan net sell senilai Rp11,6 miliar. Pertanyaannya, apakah masuknya asing ke 3 big bank karena terkait potensi dividen? berapa memang perkiraan dividennya?

Cari Saham Dividen Mending Lihat Yield atau Payout Ratio?
Sebentar lagi sudah akhir tahun, saatnya kita mulai merencanakan strategi investasi lagi. Namun, kalau mau incar saham dividen mending lihat yield atau payout ratio ya?

Jika mengasumsikan tingkat dividend payout ratio keempat saham big bank sama dengan 2023. Berarti, dua saham big bank yang berpotensi memberikan tingkat dividen yield tertinggi adalah BBRI dan BMRI yang masing-masing  sekitar 5 persen dan 5,4 persen. (menggunakan asumsi harga penutupan 1 Februari 2024).

Sementara itu, BBCA dan BBNI diperkirakan punya dividen yield sekitar 2,11 persen dan 3,91 persen. 

Peluang keempat bank itu untuk membagikan dividen sama seperti tahun lalu cukup besar karena kinerja keuangannya keempatnya cukup solid. Masih ada waktu hingga periode pengumuman saat RUPS tahunan di Maret 2024, kira-kira, mana saham big bank yang menarik menurutmu?

DISKON UNTUK PEMBURU SAHAM DIVIDEN DI BULAN PENUH CINTA

Kami berikan promo untuk member baru dengan potongan harga hingga Rp200.000 langsung hingga Akhir Februari 2024. (kuota promo terbatas siapa cepat dia dapat)

baru saja meluncurkan Zinebook #Mikirdividen yang berisi review 20 saham dividen yang cocok untuk investasi jangka panjang lama banget.

Kalau kamu beli #Mikirdividen edisi pertama ini, kamu bisa mendapatkan:

  • Update review laporan keuangan hingga full year 2023-2024 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Siap mendapatkan dividen sebelum diumumkan (kami sudah buatkan estimasinya)
  • Publikasi eksklusif bulanan untuk update saham mikirdividen dan kondisi market

Tertarik? langsung saja beli Zinebook #Mikirdividen dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini