Panic Selling Antrian Jual Saham GOTO, Begini Peluang dan Risiko hingga Terjun ke Papan Notasi Khusus
Saham GOTO terus mencatatkan tekanan jual yang tinggi. Antrian jual tembus 200 juta lot per hari. Apakah GOTO berpotensi FCA? begini peluang dan risikonya
Mikirduit – Saham GOTO terus mencatatkan tekanan jual tinggi di harga dasar regular Rp50 per saham. Lalu, bagaimana peluang FCA dan skenario kebangkitannya?
Saham GOTO yang sempat ada angin segar di awal 2025 terkait rumor akuisisi-merger dengan Grab. Harga saham GOTO sempat balik ke Rp80-an per saham. Namun, setelahnya saham GOTO loyo lagi hingga ke Rp50-an per saham. Padahal, sentimen di kuartal I/2026 cukup menarik, yakni GOTO berhasil mencatatkan laba bersih pertama kalinya dalam seumur hidup.
Sayangnya, euforia meraih laba bersih itu langsung dihajar intervensi pemerintah yang ingin bagi hasil antara mitra dengan aplikator ride hailing seperti GOTO dipangkas dari 20 persen menjadi 8 persen. Ini langsung menjadi tekanan lanjutan terhadap saham teknologi terbesar di Indonesia tersebut.
Ditambah, sepanjang 2026, tekanan jual dari investor asing cukup besar karena pasar saham Indonesia dibekukan oleh MSCI. Sehingga, bobot pasar saham Indonesia tergerus, termasuk GOTO yang termasuk dalam indeks global standard di MSCI.
Bahkan, GOTO disoroti terkait likuiditas oleh MSCI karena harga sahamnya lagi terjatuh ke dasar harga reguler, yakni Rp50 per saham. Jika terus bertahan di harga tersebut hingga Agustus 2026, GOTO mungkin akan didepak dari indeks Global Standard MSCI.
Satu-satunya angin segar saham GOTO adalah rencana untuk melakukan buyback senilai Rp3,5 triliun yang sudah disetujui dalam RUPSLB yang bisa dilakukan hingga 18 Juni 2027. Meski, sejak mendapatkan persetujuan hingga 8 Juli 2026, belum ada indikasi GOTO telah merealisasikan aksi buybacknya tersebut.
Pertanyaan yang paling sering muncul, apakah mungkin saham GOTO masuk papan notasi khusus sehingga harga sahamnya turun ke bawah Rp50 per saham?
Peluang GOTO Masuk ke Papan Notasi Khusus
Dalam aturan lama IDX, ada 11 faktor yang bisa membuat sebuah saham masuk papan notasi khusus:
- Harga rata-rata saham di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp51,00; dan Dalam kondisi likuiditas rendah dengan rata-rata harian nilai kurang dari Rp5.000.000 (lima juta rupiah) dan volume kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) selama 3 bulan terakhir.
- Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat
- Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.
- Perusahaan Tercatat yang merupakan perusahaan tambang minerba atau induk dari perusahaan tambang minerba yang belum memperoleh pendapatan dari core business hingga tahun buku ke-4 (keempat) sejak tercatat di Bursa.
- Memiliki ekuitas negatif pada laporan Keuangan terakhir.
- Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V (terkait Saham Free float), kecuali ketentuan jumlah saham free float paling sedikit 50.000.000 (lima puluh juta) untuk Papan Utama dan Papan Pengembangan, dan diatas 5% (lima persen) dari jumlah saham tercatat untuk Papan Utama, Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi
- Memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) saham selama 3 (tiga) bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction.
- Perusahaan Tercatat dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian.
- Anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material terhadap Perusahaan Tercatat, dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian.
- Dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 (satu) hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan
- Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan
Lalu, dalam perkembangannya, IDX menghapus beberapa ketentuan terkait saham yang masuk kriteria pemantauan khusus seperti:
- Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V (terkait Saham Free float), kecuali ketentuan jumlah saham free float paling sedikit 50.000.000 (lima puluh juta) untuk Papan Utama dan Papan Pengembangan, dan diatas 5% (lima persen) dari jumlah saham tercatat untuk Papan Utama, Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi
- Memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) saham selama 3 (tiga) bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction.
- Dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 (satu) hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan
- Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan
Namun, aturan ini masih dalam tahap rule making rule kepada pelaku pasar.
Dengan menggunakan asumsi aturan tersebut, peluang GOTO masuk ke FCA masih cukup rendah.
Alasannya, harga saham GOTO memang sudah di bawah Rp50 per saham, tapi secara volume dan value rata-rata harian dalam 3 bulan terakhir masih di atas dari batas minimum.
Dari catatan kami dengan menggunakan data 7 Juli 2026, rata-rata volume transaksi harian GOTO masih di 2,13 miliar atau di atas 10.000. Lalu, rata-rata value transaksi senilai Rp111 miliar atau masih di atas minimal Rp5 juta.
Meski, catatannya harus diakui tren volume dan value transaksi GOTO terus mengalami penurunan. Dlaam 2 hari terakhir di 6 dan 7 Juli 2026, volume transaksi GOTO tersisa antara 4,8 juta - 9,7 juta transaksi, sedangkan value transaksi sekitar Rp242 juta sampai Rp489 juta.

Saham GOTO di Gocap, Peluang atau Risiko?
Jika dilihat dari segi bisnis, prospek GOTO jelas kurang menarik karena dalam bisnisnya ada intervensi pemerintah terkait bagi hasil. Meski, hasilnya di lapangan hingga pekan pertama belum ada perubahan signifikan untuk pendapatan mitra.
Hal yang bisa menjadi menarik jika Grab benar-benar keluar dari Indonesia atau melepaskan aset bisnisnya ke GOTO atau sebaliknya melakukan akuisisi-merger dengan GOTO dan menjadikan Gojek sebagai pemain tunggal di Indonesia. (Aset Grab di Indonesia dijual ke GOTO dan ditukar dengan kepemilikan saham GOTO oleh Grab). Namun, skenario itu belum tentu akan terjadi.
Dari segi posisi harga Rp50 memang sudah di-bottom dalam kondisi normal. Tapi, jika ada kondisi yang memungkinkan mereka masuk papan notasi khusus, berarti bisa turun ke bawh lagi.
Sehingga secara kondisi tidak bisa dibilang sangat menarik karena momentumnya terbatas dan cukup krusial. Pasalnya, kalau sampai Agustus 2026 tetap tidak bergerak dari level Rp50, saham GOTO bakal didepak dari MSCI Global Standard yang meningkatkan antrean jual dari para fund pasif.
Harapan untuk kebangkitan saham GOTO hanya realisasi aksi buyback. Tinggal menunggu aksi buyback mau dilakukan sebelum MSCI di Agustus atau setelah efektif.
Jadi, jika mau masuk ke GOTO harus paham risiko saham ini dalam kondisi tekanan jual yang sangat besar, serta bisnisnya mendapatkan intervensi dari pemerintah dalam skala major. Ditambah, belum ada dividen dari saham ini. Sehingga reward-nya akan tergantung keberuntungan hasil buyback bisa optimal atau ada momentum baru yang datang.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading dengan Biaya Mulai dari Rp1.600 per hari?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
