Begini Prospek Hasil Kolaborasi PTRO dengan CDIA di Sektor Infrastruktur Kendaraan Listrik
PTRO dan anak usaha CDIA berkolaborasi membangun infrastruktur kendaraan listrik untuk mendukung operasional tambang yang lebih ramah lingkungan. Lantas, seberapa besar potensi kerja sama ini bagi pertumbuhan kedua emiten tersebut?
Mikirduit - Kerjasama antar emiten dalam grup Prajogo Pangestu kembali semakin erat. Kali ini ada PTRO menggandeng anak usaha CDIA dalam membangun infrastruktur kendaraan listrik atau electrical vehincle (EV). Kira-kira seberapa besar benefitnya bagi dua emiten yang terafiliasi ini?
Detail Kerjasama PTRO dengan CDIA
Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 2 Juli 2026, PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan PT Chandra Investa Prima (CIP), anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Perjanjian tersebut resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak pada 30 Juni 2026.
Kerja sama yang dijalin ini berfokus pada penyediaan infrastruktur energi hijau, di mana PTRO akan melakukan sewa-menyewa gardu listrik (substation) serta fasilitas pengisian daya (EV charging) guna mendukung operasional truk listrik pengangkut batu bara.
Seluruh infrastruktur penunjang ini nantinya akan ditempatkan dan dioperasikan di area konsesi tambang milik PT Multi Tambangjaya Utama yang berlokasi di Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Komitmen kerja sama ini dirancang untuk jangka panjang dengan masa sewa selama 10 tahun, terhitung sejak tanggal serah terima fisik infrastruktur dilakukan. Adapun total nilai transaksi dalam kontrak ini mencapai Rp222 miliar, dengan skema kewajiban pembayaran sewa tetap sebesar Rp1,85 miliar per bulan.
Transaksi ini juga tergolong sebagai transaksi afiliasi karena PTRO dan CDIA sama-sama berada di bawah pengendalian akhir pengusaha Prajogo Pangestu. Prajogo menguasai sekitar 45 persen saham PTRO dan juga merupakan ultimate beneficial owner CDIA melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Benefit Untuk PTRO, Efisiensi Operasional
Dari PTRO dulu, benefit yang didapat dari kerjasama dengan anak usaha CDIA ini adalah efisiensi operasional.
Dari sisi operasional, penggunaan kendaraan listrik dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibanding armada berbasis diesel.
Kendaraan listrik umumnya menawarkan biaya energi yang lebih rendah karena menggunakan listrik sebagai sumber tenaga, sekaligus memiliki kebutuhan perawatan yang lebih sederhana akibat jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit.
Bagi perusahaan kontraktor tambang seperti PTRO yang mengoperasikan armada dalam skala besar, efisiensi tersebut berpotensi memberikan penghematan biaya operasional dalam jangka panjang.
Selain mengurangi konsumsi bahan bakar, penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi menekan downtime armada sehingga produktivitas operasional dapat meningkat.
Meski demikian, manfaat finansial tersebut diperkirakan tidak akan langsung terlihat dalam jangka pendek.
PTRO masih perlu memastikan bahwa penghematan biaya operasional yang dihasilkan mampu mengimbangi kewajiban pembayaran sewa infrastruktur selama masa kontrak berlangsung.

Benefit untuk CDIA: Sumber Recurring Income
Di sisi lain, kerja sama ini juga memberikan prospek menarik bagi CDIA.
Melalui anak usahanya, PT Chandra Investa Prima, CDIA memperoleh kepastian kontrak jangka panjang yang dapat menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) selama 10 tahun.
Walaupun secara nominal nilai kontrak tersebut belum tergolong material untuk mengubah fundamental perusahaan, model bisnis ini memperlihatkan arah pengembangan CDIA sebagai penyedia infrastruktur energi dan utilitas.
Kerja sama dengan PTRO juga menjadi bukti bahwa infrastruktur energi yang dimiliki CDIA mampu mendukung kebutuhan sektor pertambangan, melengkapi portofolio bisnis utilitas yang sebelumnya telah mencakup penyediaan listrik, air, pelabuhan, hingga layanan kawasan industri.
Sinergi Grup Dalam Tren ESG Berlanjut
Secara lebih luas, kerja sama ini merupakan langkah nyata PTRO dalam mengimplementasikan konsep green mining dan strategi dekarbonisasi perusahaan.
Melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya ini, transisi menuju armada operasional yang ramah lingkungan dapat dimulai demi menekan emisi karbon di kawasan tambang.
Langkah ini juga selaras dengan agenda pemerintah yang gencar mendorong percepatan dekarbonisasi sektor ekstraktif dan pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Di sisi lain, komitmen dekarbonisasi ini memperkuat posisi kedua perusahaan dari aspek ESG.
Mengingat investor global dan pemilik konsesi tambang saat ini sangat selektif terhadap aspek keberlanjutan, kepatuhan ESG yang baik akan meningkatkan daya saing PTRO dalam mengamankan kontrak-kontrak baru di masa depan.
Risiko Tetap Perlu Dicermati
Di balik prospek positif tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Pengembangan infrastruktur pengisian daya di kawasan tambang yang berada di wilayah terpencil membutuhkan pasokan listrik yang andal serta sistem pemeliharaan yang baik agar operasional tidak terganggu.
Selain itu, tingkat adopsi kendaraan listrik di sektor pertambangan masih berada pada tahap awal sehingga utilisasi infrastruktur akan sangat bergantung pada kecepatan elektrifikasi armada PTRO.
Di sisi lain, sebagai transaksi afiliasi, kerja sama ini juga akan tetap menjadi perhatian investor terkait aspek kewajaran harga (fairness) meskipun telah memenuhi ketentuan regulator.
Kesimpulan
Kerja sama antara PTRO dan anak usaha CDIA memang belum menjadi katalis yang secara langsung mengubah fundamental keuangan kedua perusahaan.
Namun, nilai strategisnya dinilai jauh lebih besar dibandingkan nilai kontraknya semata.
Bagi PTRO, proyek ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem green mining yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sementara bagi CDIA, kontrak ini memperkuat model bisnis berbasis infrastruktur dengan recurring income serta menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam menyediakan solusi energi untuk sektor pertambangan.
Apabila implementasi proyek berjalan sukses dan model bisnis ini dapat direplikasi ke lebih banyak lokasi tambang maupun kawasan industri, kerja sama tersebut berpotensi menjadi fondasi awal bagi pertumbuhan kedua perusahaan dalam jangka panjang.
Kamu Butuh Insight dan Ide Saham Jangka Menengah-panjang hingga Swing Trading dengan Biaya Mulai dari Rp1.600 per hari?
Dapatkan semua benefit Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US
- Diskusi lebih nyaman di member area tanpa ada distraksi
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
